cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2025)" : 3 Documents clear
Jejak api dan air mata: Otentisitas sejarah kekerasan anti-Tionghoa dalam cerpen "Clara" karya Seno Gumira Ajidarma Fayola, Benedicta
Sintesis Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i2.13217

Abstract

Cerpen "Clara" karya Seno Gumira Ajidarma menyajikan narasi kelam tentang seorang perempuan keturunan Tionghoa bernama Clara, yang menjadi korban kebrutalan selama kerusuhan Mei 1998. Melalui tokoh Clara, cerpen ini menggambarkan penderitaan kolektif etnis Tionghoa, mulai dari penjarahan dan pembakaran harta benda hingga kekerasan seksual dan pembunuhan yang brutal. Kisah Clara tidak hanya berfungsi sebagai fiksi, tetapi juga sebagai dokumentasi kultural yang merefleksikan trauma mendalam akibat tragedi tersebut. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana karya sastra dapat menjadi representasi otentik dari sebuah peristiwa sejarah. Fokus utamanya adalah menganalisis apakah cerpen "Clara" mencerminkan fakta-fakta sejarah Tragedi Mei 1998, khususnya kekerasan sistematis yang dialami oleh masyarakat Tionghoa. Persoalan kesejarahan dianalisis menggunakan perspektif realisme sosial dari George Lukacs, yang menekankan hubungan dialektis antara karya sastra dan realitas sosial pada zamannya. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan pendekatan studi pustaka untuk mengumpulkan data mengenai Tragedi Mei 1998 dan isi cerpen. Analisis dilakukan dengan membongkar tiga aspek teori Lukacs: keaslian sejarah (tokoh, peristiwa, latar sosial), kesetiaan sejarah (nilai budaya, kondisi sosial, atmosfer), dan keaslian warna lokal (detail spesifik kehidupan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen "Clara" memiliki tingkat keaslian sejarah yang tinggi dan terperinci. Berbagai aspek dalam cerpen—mulai dari tokoh Clara sebagai representasi borjuis Tionghoa, peristiwa penjarahan, rasisme, pemerkosaan massal, hingga latar sosial yang penuh konflik—terbukti selaras dengan fakta-fakta sejarah Tragedi Mei 1998. Dengan demikian, cerpen ini berhasil menjadi medium yang menyuarakan kembali sejarah kelam bangsa dan menjadi pengingat akan keadilan kemanusiaan yang dilanggar.
Analisis makna metaforis dalam terjemahan lirik album The Tortured Poets Department: The Anthology di Spotify Kuncoro, Niko Dwi
Sintesis Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i2.13485

Abstract

This study examines how translation strategies influence metaphorical meaning in the Indonesian translation of Taylor Swift’s lyrics from The Tortured Poets Department: The Anthology on Spotify and identifies the dominant type of equivalence applied. Using a descriptive qualitative method, six songs were selected for their metaphorical expressions and cultural references. Data were collected through listening and note-taking, then analyzed using George Lakoff and Mark Johnson’s conceptual metaphor theory and Eugene Nida’s equivalence theory. The analysis identified 18 conceptual metaphors, consisting of 8 ontological, 7 orientational, and 3 structural. In terms of translation strategies, dynamic equivalence appeared in 15 cases, while formal equivalence occurred in 3. The findings show that ontological and orientational metaphors are the most frequent, while dynamic equivalence dominates in maintaining emotional and cultural nuances, particularly in chorus sections. These results suggest that dynamic strategies are more effective in preserving the poetic and emotional essence of metaphor-rich lyrics. They also highlight the importance of adopting flexible and culturally sensitive approaches in lyric translation, especially in the context of globalized music platforms like Spotify.
Wajah ganda kolonialisme dan mimikri subjek terjajah dalam cerpen "Tambo Raden Sukmakarto" karya Dwi Cipta Asriyansyah, Asriyansyah; Erlambang, Ega
Sintesis Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i2.13465

Abstract

Mimikri bukan sekadar peniruan terjajah terhadap penjajah, baik dilakukan secara disengaja maupun tidak sengaja, melainkan juga sebagai bentuk resistansi atas kekuasaan kolonial. Cerpen “Tambo Raden Sukmakarto”, ditulis oleh Dwi Cipta, menampilkan sebuah ironi wajah ganda kolonialisme dan bentuk resistansi terjajah berupa mimikri. Raden Sukmakarto, tokoh sentral dalam cerpen, merupakan seorang keturunan bangsawan Jawa berpendidikan ala Belanda; ia sebagai subjek terjajah, dibentuk dan direproduksi, dalam lingkungan kolonial Belanda pada Hindia Belanda atau Indonesia sebelum merdeka. Bukan sekadar telah memiliki atribut-atribut kolonial, berupa pendidikan ala Belanda, Raden Sukmakarto juga bahkan meminjam dan meniru atribut-atribut tersebut dengan mengalihbahasakan lagu kebangsaan Belanda, “Wilhelmus van Nassau”, ke dalam bahasa Jawa. Penelitian sastra ini termasuk dalam jenis penelitian studi pustaka, dengan memanfaatkan metode kualitatif dan penyajian data secara deskriptif. Untuk menganalisis cerpen tersebut, penelitian ini berpijak pada teori pascakolonial perspektif Homi K. Bhabha, terutama mengenai resistansi terjajah berupa mimikri dalam keretakan kekuasaan kolonial. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dominasi kolonial Belanda atas terjajah, dalam dualitas wajah kekuasaan berupa penindasan dan pemberadaban, akan selalu berakhir ironis dan membuka keretakan tersendiri akibat efek-efek ambivalensi. Mimikri pada Raden Sukmakarto terlihat sebagai strategi ganda secara bersamaan, mengguncang sekaligus resistan dari otoritas kolonial, dan hasil tiruan tersebut penuh dengan “keberlainan” dalam bentuk bukan sebagai Belanda atau Jawa secara utuh.

Page 1 of 1 | Total Record : 3