cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2008)" : 6 Documents clear
PEMBELAJARAN SENI DI MASYARAKAT Sudartomo Macaryus
Sintesis Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i1.2713

Abstract

Art is one of the universal cultural elements. Therefore, every cultural social community has a certain kind of art. The strategy of art learning can be carried out through three steps: invite the children to know, enjoy, and practice it. Art learning in the society endures longer, because the society keeps living, growing, and developing. The loyalty of the guide, the members, the target to performance, never reject a new member, and optimally the society commitment. Another strategy is making a collaboration with three educational centers, i.e. Family, society, and school. The collaboration can take the form of a member recruitment, guide, the use major and minor facilities, and the target of performance. The role of the government in learning art is to give a space, be a data and information center, document center, mediator to link the art groups with institutions in need, give an honor to those curative and outstanding, supply publication, and encouragement.KEY WORDS art, learning, loyalty, participation, three centers of education
NOVEL INDONESIA SETELAH 1998: DARI SASTRA TRAUMATIK KE SASTRA HEROIK Aprinus Salam
Sintesis Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i1.2708

Abstract

Tulisan ini membicarakan perkembangan novel Indonesia setelah 1998. Dengan demikian, kajian ini membicarakan lingkungan eksternal yang secara signifikan berpengaruh terhadap penulisan novel. Latar kondisi (diskursif) tahun 1965 hingga 1998 dipakai untuk membuktikan bahwa pada tahun-tahun tersebut novel Indonesia juga sangat dipengaruhi oleh situasi eksternalnya.Novel Indonesia setelah tahun 1998 menunjukkan pergeseran dari sastra sastra traumatik ke sastra heroik. Sastra heroik ini bercirikan 1) tidak lagi melarikan kesalahan sejarah masa lalu, tetapi lebih mendesak untuk memperbaiki keadaan yang memperihatinkan pada saat ini, 2) cenderung tidak lagi merekonstruksi sejarah 3) mengambil setting pada masa Orba, 4) bercerita dalam suasana reaktif daripada reflektif, 5) terdapat ketegangan antara harapan reformasi dan kenyataan yang dihadapi 6) adanya semangat reformasi dengan tidak ada lagi hal yang perlu ditakuti.KATA KUNCI novel, sastra traumatik, sastra heroik
LUBANG BUAYA: MITOS DAN KONTRA-MITOS Yoseph Yapi Taum
Sintesis Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i1.2709

Abstract

Wacana tentang Lubang Buaya merupakan salah satu wacana dominan dalam masa pemerintahan Orde Baru. Narasi-narasi resmi yang diproduksi negara (state) dan direproduksi masyarakat (society) cenderung menyebarkan kesan menakutkan bahkan menyeramkan. Tulisan bertujuan mengungkapkan narasi-narasi tentang Lubang Buaya sebagai sebuah mitos politik. Dalam penelusuran, ditemukan kenyataan bahwa mitos Lubang Buaya yang telah diawetkan melalui narasi sejarah, monumen, museum, film, hari peringatan sesungguhnya telah mengalami proses demitologisasi. Secara khusus, sastrawan Indonesia mengawali proses demitologisasi Lubang Buaya dengan menciptakan kontra mitos dalam karya-karya mereka.Tulisan ini menyimpulkan tiga hal. Pertama, mitos tentang peristiwa yang terjadi di Lubang Buaya mengandung muatan nilai-nilai emosional yang jelas-jelas dimaksudkan untuk kepentingan propaganda politik. Kedua, mencuatnya pandangan-pandangan yang berbau kontroversial dalam mitos itu menunjukkan bahwa saat ini telah terjadi proses demitologisasi, yaitu proses menghilangkan mitos sebelumnya. Ketiga, sebagai sebuah tragedi nasional, peristiwa Lubang Buaya dan G30S tetap akan dikenang. Sebagai bagian dari usaha untuk tetap mempelajari pengalaman masa lampau itulah, kita akan tetap terbuka menerima segala penafsiran baru mengenai peristiwa itu.KATA KUNCI G30S, Orde Baru, mitos, kontra-mitos, demitologisasi
PUTRI PEWARTA PERDAMAIAN: KAJIAN ATAS PUTRI CINA KARYA SINDHUNATA Novita Dewi
Sintesis Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i1.2710

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengungkapkan adanya rekonsiliasi masyarakat pasca-konflik lewat imajinasi historis dalam karya terbaru Sindhunata Putri Cina (2007). Rekonsiliasi akan pesan perdamaian ditunjukkan melalui menerimanya tokoh akan ketidakjelasan identitasnya. Pesan ini dikemas menggunakan narasi tentang peperangan, balas dendam, dan pengambinghitaman dengan mengangkat sejarah, mitos, cerita rakyat, dan realitas politik modern yang menggarisbawahi kengerian dan kesia-siaan perang antarsaudara. Rekonsiliasi dan pesan perdamaian ini dibayar oleh cinta dan kematian.Karya ini juga menghadirkan ruang untuk berkontemplasi bahwa melindungi semua orang, Jawa maupun Cina tidak hanya dibebankan pada senapati, tetapi merupakan tugas semua manusia yang (masih) peduli akan kemanusiaannya. Adanya hibriditas, identitas mengambang, warga dunia dan istilah muluk lainnya diidealkan tidak hanya cocok untuk budaya, tetapi diharapkan bisa bersenyawa dengan ekonomi dan/atau politik lintas etnis.KATA KUNCI rekonsiliasi, identitas, hibriditas
TINDAK TUTUR DAN PERWATAKAN DALAM CERPEN HARGA SEORANG PEREMPUAN KARYA OKA RUSMINI Wijana, I Dewa Putu
Sintesis Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i1.2711

Abstract

Eventhough it has been aware that the speech uttured by the novel characters can be used to identify their own attitudes and personalities, the pragmatic studies on the use of utturance types in relation to the literary characterization are rare. This study seeks to prove that speech acts together with their strategies in literary works are essentially the reflection of those story characters behaviour, and therefore pragmatic approach is an important tool for analyzing and understanding characters of literary works.KEY WORDS character, speech act, utturance
MANTRA BAHASA DAYAK DESA: STUDI TENTANG GAYA BAHASA, TUJUAN, PROSES RITUAL DAN FUNGSI Sri Astuti
Sintesis Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i1.2712

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang mantra bahasa Dayak Desa. Mantra bahasa Dayak Desa ini ditelaah dengan pendekatan semantik dan folklor, suatu studi tentang gaya bahasa, tujuan, proses ritual dan fungsi. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut. Gaya bahasa yang terdapat dalam mantra bahasa Dayak Desa, yaitu gaya bahasa perulangan dan gaya bahasa kiasan. Gaya bahasa tersebut merupakan salah cara untuk mengintensifikasikan efek yang diinginkan. Mantra bahasa Dayak Desa memiliki banyak tujuan. Hampir setiap bidang ada mantranya. Tahap dalam proses ritual yang dilakukan pada mantra bahasa Dayak Desa dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu ritual mendapatkan mantra, pelaksanaan, dan penutup. Mantra bahasa Dayak Desa memiliki beberapa fungsi, yaitu fungsi religius, pengobatan, dan magis. Hampir semua mantra bahasa Dayak Desa memiliki fungsi religius. Fungsi religius ini berkaitan dengan ucapan syukur kepada Tuhan serta bertujuan untuk merayu atau membujuk ilahi agar melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak pemantra.KATA KUNCI mantra, gaya bahasa, tujuan, proses ritual, fungsi

Page 1 of 1 | Total Record : 6