cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widya Dharma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF (PPR) PADA MATAPELAJARAN PPKn TERHADAP KESADARAN SISWAAKAN NILAI KEDISIPLINAN, CINTA TANAH AIR, GLOBALISASI, DAN DEMOKRASI Wahana, Paulus; Mayasari, Elisabeth Desiana
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 28, No 2 (2016)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7560.84 KB)

Abstract

Sebagai pendidikan nilai dan moral PPKn membantu siswa dalam mengembangkan kesadarannya akan nilai-nilai yang termuat dalam hal yang menjadi obyek pembabasannya. Siswa diharap dapat menemukan, merasakan, serta memabami nilai yang termuat dalam hal atau obyek yang sedang dibabas, diharapkan siswa merniliki kepekaan untuk merasakan nilai-nilai bagi hidupnya, mernikirkan dengan benar dalam usaba mewujudkan nilai-nilai yang memang menjadi tujuan bagi bidupnya, dan akhiroya diharapkan siswa mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusan uotuk bertindak secara moral dapat dipertanggungjawabkan mewujudkan nilai-nilai yang telab ditemukan tersebut. Dalam rangka mengembangkan kesadaran siswa akan nilai-nilai melalui pembelajaran PPKn, peneliti menerapkan model pembelajaran paradigm a pedagogi reflektif pada Siswa SD Kelas II, Kelas 111, Kelas IV dan Siswa SD Kelas V. Pengguoaan model pembelajaran pedagogi reflektif, berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai kedisiplinan untuk siswa kelas II, kesadaran siswa akan nilai cinta tanab air untuk siswa kelas III, kesadaran siswa akan nilai globalisasi untuk siswa kelas IV, dan kesadaran siswa akan nilai demokrasi untuk siswa kelas V. Hal itu ditunjukan pada hasil analisis statistik bahwaada kenaikan rata-rata kesadaran siswa akan nilai-nilai tersebutdari pre-test ke post-test secara signifikan, (p = 0,000 < a =0,05).
KESULITAN-KESULITAN PESERTA PENDIDIKAN DAN LATmAN PROFESI GURU BK MEMPEROLEH KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL DITINJAU DARI JENJANG SEKOLAH DAN MASA KERJA Hastuti, M.M. Sri; Sinaga, Juster Donal
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 28, No 2 (2016)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8078.815 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi kesulitankesulitan guru BK SMP dan SMAIK berlatar pendidikan SI Bimbingan dan Konseling memperolch kompetensi pedagogik dan profesional dari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru BK (pLPG) pada tabun 2014 di Rayon 38 Yogyakarta yang di selenggarakan pada gelombang 7 dan 10. Kesulitan-kesulitan ituditinjau dari jenjang sekolah dan masa kerja. Data dikumpulkan melalui Kuesioner Kesulitan Peserta PLPG berbentuk skala Likert (koefisien reliabilitas Cronbach Alpha 0.908). Hasil penelitian menunjukkan, pertama, perolehan kompetensi pedagogik dan profesional bagi mayoritas guru BK berada pada tingkat: (a) sedang untuk 39,5% peserta gelombangke-7 dan 42,1% peserta gelombang ke-IO (b) sedang untuk sebagian besar guru BK SMP (63,2%) dan guru BK SMAIK (21,1%) (e) sedang untuk sebagian besar guru BK SMP dan SMAIK (63,2%), dengan masa kerja 0- IO tabun, sedang untuk sebagian guru BK (15,8% ) dengan masa kerja 11-20 tahun, dan sebagian kecil guru BK (5,3 %) dengan masa kerja 20-31 tabun. Kedua, perolehan untuk sebagian besar kompetensi profesional (pengembangan program BK, bimbingan k1asikal dan konseling individual, pemberian layanan BK dan evaluasi program BK) itu tidak mudah, dan penelitian tindakan BK itu mudah. Ketiga, perolehan kompetensi pcdagogik, khususnya pemahaman individu, itu mudah.
ANALISIS PEMBELAJARAN LITERASI PADA BUKU PAKET KELAS 1 DALAM KURIKULUM 2013 Ignatius Darma Juwono
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 28, No 2 (2016)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Performa siswa Indonesia di berbagai studi perbandingan antar negara relatif rendah. Progress in International Reading Literacy Study (pIRLS), yang dilakukan pada tahun 2011 menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar Indonesia menempati peringkat keempat dari bawah dari 50 negara yang berpartisipasi. Siswa Indonesia lebih dapat mengingat fakta dan bacaan dan kurang dapat mengintegrasikan ide-ide yang tertuang dalam bacaan, meskipun nilai untuk kemampuan mengingat ini masih di bawah nilai titik tengah. Hal ini cukup bertentangan dengan falcta bahwa pembelajaran membaca telah menjadi bagian utama dari kurikulum Indonesia dan diajarkan mulai dari kelas I sekolah dasar dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah pengajaran dalam kurikulum Indonesia sejalan dengan perkembangan Iiterasi dari murid.Literasi adalah kemampuan untuk memahami dan menarik kesimpulan dan suatu bacaan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengembangan Iiterasi diterjemahkan dalam buku paket kurikulum 2013 untuk siswa kelas I SO. Empat buku paket kelas 1 dianalisis dan dibandingkan dengan perkembangan komponen literasi siswa. Analisis komparatif menunjukkan bahwa kurikulum Indonesia kurang dalam melatihkan kesadaran fonologi serta memben kesempatan bagi siswa terlibat dalam aktivitas membaca yang dibimbing maupun mernbaca mandiri. Saran untuk guru kelas pertarna yang meningkatkan pengajaran ini kemudian dibahas.
PENGEMBANGAN MODUL DAN CD INTERAKTIF PEMBELAJARAN MENULIS LAPORAN KUNJUNGAN, MENULIS PETUNJUK, DAN SURAT DINAS, DENGAN MlNDMANAGER X5 UNTUK SISWA SMP KELAS VIII J Prapta Diharja
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 27, No 2 (2015)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengcmbangkan modul dan CD Interaktif pembelajaran menulis laporan kunjungan, menulis petunjuk, dan surat dinas dcngan menggunakan MindManager X5 untuk siswa SMP kelas VIlJ. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Tahapan pengembangan penelitian ini meliputi (1) kajian Standar Kompetensi dan model pembelajaran, (2) analisis kebutuban dan pengembangan program pembelajaran, (3) memproduksi modul dan media pembelajaran, dan (4) validasi dan revisi produk. Tabapan pengembangan ini menghasilkan produk yang divalidasi oleh abJi pembelajaran bahasa, abli media, guru bahasalndonesia, dan validasi lapangan. Subjek uji coba produk meliputi siswa SMP kelas Vlll SMP Kanisius Gayam Yogyakarta, siswa SMPPangudi Luhur Yogyakarta, dan siswa SMP Stella Duce 2 Yogyakarta. Berdasarkan basil penelitian, dapat disimpulkan bahwa modul dan CD interaktif yang dihasilkan layak dipergunakan dalam pembelajaran. Kelayakan modul dan CD interaktif ditunjukkan dengan basil validasi dari ahli materi pembelajaran bahasa, ahli media, dan pemangku pengguna. Hasil validasi modul secara berurutan sebagai berikut 4,53; 4,91; dan 5. Hasi1 validasi media secara berurutan sebagai berikut4,46; 4,75; dan 4,6. Untuk hasil validasi lapangan, media yang dihasilkan tergolong layak untuk dipergunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan ditunjukkan hasil validasi sebesar 4, II .
MERANCANG RENCANA PEMBELAJARAN TPACK UNTUK SEKOLAH DASAR KELAS BAHASA INGGRIS Theresia Yunia Setyawan
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran telah menjadi hal yang sangat umum dalam konteks pendidikan global sekarang ini. Dengan banyaknya jenis teknologi yang tersedia secara luas, guru bahasa Inggris di sekolah dasar harns berhati-hati dalam mendesain pembelajaran bahasa yang mengintegrasikan teknologi dan karenanya juga haruselektif dalam memilih jenis-jenis teknologi yang akan digunakan di dalam kelas. Model Technological PedagogicalContent Knowledge (TPACK) merupakan kerangka yang sangat berguna bagi para guru babasa Inggris di sekolab dasar dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Karena proses penyusunan rencana pembelajaran yang sekaligns merupakan proses pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran bnkan merupakan bal yang sederhana, artikel studi pustaka ini mencoba untnk mendeskripsikan langkab-langkab yang dapat dilaknkan oleh para guru babasa Inggris di sekolab dasar yang berkeinginan mendesain rencana pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dan yang menggnnakan kerangka TPACK sebagai model.
PENGETAHUAN MENGENAI DISIPLIN KELAS PADA GURU-GURU SD X Sella Darmawan; Weny Savitry S. Pandia
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan guru-guru SD X mengenai disiplin kelas. Pengetahuan adalah tahap awal di mana seseorang dapat menyebutkan , mengingat dan mengidentifikasi suatu informasi, sedangkan disiplin kelas adalah metode guru dalam mengatasi maslah perilaku murid di kelas dan mendorong murid untuk berperilaku sesuai. Seharusnya disiplin kelas dilakukan tanpa kekerasan, namun masih banyak disiplin yang dilakukan dengan kekerasan. Pengetahuan guru mengenai disiplin kelas dilihat berdasarkan dimensi preventif, aksi dan resolusi. Penelitian dilakukan dengan pemberian kuesioner kepada 17 guru, FGD kepada 8 murid kelas 4-6 SD, dan wawancara kepada kepala sekolah dan 4 orang guru. Pengetahuan guru SD X mengenai disiplin kelas berada pada kategori sedang (53%), rendah (29%) dan tinggi (18%). Yang belum diketahui guru adalah cara membuat dan mengubah peraturan, mengatasi perasaan negatif saat mengajar dan perdebatan di kelas, serta melakukanfollow up.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI DALAM MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI INKLUSIVITAS SISWA-SISWI KATOLIK DI SMU NEGERI YOGYAKARTA Alexander Hendra Dwi A.
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 28, No 2 (2016)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

1\!juan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK) sudah membantu siswa-siswi Katolik di SMU Negeri Yogyakarta untuk mengembangkan nilai-nilai inklusivitas di dalam diri mereka. Nilai-nilai inklusivitas yang diteliti mencakup aspekkognitif (awareness), aspek afektif dan aspek praksis alau dialog. Penelitian ini berbentuk survey dengan mengajukan kuesioner sebanyak 45 items kepada siswa-siswi Katolik yang berisikan pernyataan-pernyalaan dari ketiga aspek inklusivitas tersebul. Sampel penelitian ini adalah 33 siswa-siswi Katolik di SMU Negeri I dan SMU Negeri 2 Sleman, Yogyakarta. Selain menggunakan kuesioner, penelitian ini juga menggunakan metode wawancara, yakni kepada Kepala Sekolah, Guru Agama Katolik dan responden. Hasil penelitian menunjukkan: (I) siswasiswi belum memiliki kesadaran pentiugnya mengembangkan dan mewujudkan nilai-nilai inklusivitas; (2) PAK di SMU kurang dapat membimbing siswa-siswi untuk mengembangkan nilai-nilai inklusivitas, terutama dalam aspek praksis; (3) keteladanan orang tua, tokoh-tokoh agama dan masyarakat serta kearifan lokal dalam budaya setempat lebih membantu siswasiswi mengembangkan nilai-nilai inklusivitas daripada mala pelajaran PAK. Rekomendasi yang diberikan penulis dalam penelitian ini bahwa PAK perin didukung dengan adanya kultur sekolah yang inklusif yang menjamin terbentuknya relasi lintas iman yang mengembangkan nilai-nilai inklnsivitas siswa-siswi.
PROGRAM PEMANTAPAN PENYESUAIAN DlRI DENGAN BlMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT): MODEL PENDAMPINGAN MAHASISWABARU Maria Margaretha Sri Hastuti; Juster Donal Sinaga
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 27, No 2 (2015)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas program Pemantapan Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru dengan Bimbingan dan Konseling Kelompok Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam bentuk eksperimen dengan menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Program Pemantapan Penyesuaian Diri terdiri dari 3 program secara berkesinambungan yaitu prokrastinasi akadernik, resiliensi terhadap stress, dan kecerdasan emosi. Subjek penelilian adalah mahasiswa Angkatan 2013 kelas A Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, TahunAkademik 20 13/20 14 yang berjumlah 43 orang. Dari total jurnlah tersebut, 14-23 orang mengikuti program Pemantapan Penyesuaian Diri. Empat kuesioner berbentuk skala Likert digunakan dalam penelitian ini: Prokrastinasi (Ferrari, Johnson, McCown, 1995; reliabilitas Cronbach A1pha=.92I), Resiliensi Terhadap Stress (Reivich Shatte, 2002, reliabilitas Cronbach Alpba= .906), Kecerdasan Emosi (Goleman, 1995, reliabilitas Cronbach Alpha= .872), Penyesuaian Diri (Schneiders, 1964, reliabilitas Cronbach A1pha= .919). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Program Penyesuaian Diri Mahasiswa Barn dengan Bimbingan dan Konseling Kelompok Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) efektifuntuk memantapkan penyesuaian diri mahasiswa barn. Uji T dengan teknik Sample Paired Test menghasilkan SkOT t hitung 2, 553 (df 20), dengan tingkat signifikansi 0,019. Skot t hitung 2,553 t tabe12,086.
MENANGANI ANAK BISU SELEKTIF : SEBUAH CONTOH KASUS LAYANAN BIMBINGAN SOSIAL DAN PERSONAL SISWA SD Irine Kurniastuti
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru merupakan profesi multiperan. Bukan hanya menjadi seorang ahH mengajar, manager pembelajaran, peneJiti, dan praktisi, akan tetapi guru juga bertindak sebagai seorang konselor. Sebagai konselor, guru berkewajiban memberikan layanan bimbingan dan konseJing. Artikel ini bertujuan untuk memberikan saJah satu gambaran deskripsi penanganan kasus individual siswa Sekolah Dasar (SD) sebagai saJah satu bentuk layanan bimbingan konseling ranah sosial-personal. Kasus yang diangkat ialab kasus seorang siswa kelas 2 SO yang mengalami kesulitan daJam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang 'asing', dalam konteks iill ternan dan guru, padahal ia mampu berbicara normal (bisu seJektif). Kasus dideskripsikan secara intensif dan dianalisis sebagai kasus tunggaJ (studi kasus). Data dari beberapa sumber, termasuk: observasi, wawancara, dan dokumen dideskripsikan secara kualitatif. Metode daJam penanganan iaJab desensitisasi dan penguat positif untuk meningkatkan frekuensi kemarnpuanverbal siswa. Teknik intervensi yang digunakan iaJah response initiation, contingency management, dan stimulus fading. Modul yang digunakan iaJail modul "Lingkar Sahabat" yang dikembangkan oleh Huda (2008). Hasil penanganan menunjukkan kemajuan komunikasi pada subjek.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP KEMATANGAN KARIER SISWA KELAS X SMA SWASTA DI JAKARTA SELATAN Laurensia Lindi Paramastuti; Clara R. P. Ajisuksmo
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menentukan karier di masa depan merupakan togas perkembangan para remaja. Kematangan karier pada remaja ditandai dengan kemampuan dalam menentukan sikap dan kompetensi terhadap karier. Dalam proses menuju kematangan karier, siswa SMA memerlukan bimbingan guru Bimbingan dan Konseling (BK). Bimbingan karier ditujukan untukmembantu para siswa memahami kebutuhan, tujuan masa depan dan langkah-Iangkah yang tepat untuk mencapainya. Melalui pengisian Kuesioner Kematangan Karier dan focus group discussion (FGD), ditemukan tingkat kematangan karier yang bervariasi pada 65 orang siswa kelas X. Berdasarkan FGD dengan 2 kelompok siswa dan wawancara dengan guru BK, diketahui bahwa terdapat beberapa kegiatan yang efektif diterapkan bagi siswa. Sementara itu, juga terdapat peran guru BK yang butuh dikembangkan agar lebih efektif untuk ditcrapkan, seperti penentuan tujuan masa depan yang perlu dilakukan sedini mungkin. Hasil tersebut menunjukkan babwa para siswa membutubkan bimbingan yang efektif dalam mengidentifikasi masalah karier dan langkah-Iangkah yang tepat dalam menentukan karier. Untuk dapat memenuhi keburuban siswa, guru BK perlu meningkatkan pengetahuan ten tang perkembangan karier remaja dan keterampilan menginlplementasikan program pengembangan karier.