cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam
ISSN : 20881886     EISSN : 25800663     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2019)" : 14 Documents clear
ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH SOSIAL PENDIDIKAN ISLAM Muksin, Muksin
AL - IBRAH Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamisasi Ilmu Pengetahuan merupakan pembebasan manusia dari tradisi magis, mitologis, animistis, kultur-nasional (yang bertentangan dengan Islam) dan dari belenggu paham sekuler terhadap pemikiran dan bahasa, juga pembebasan dari kontrol dorongan fisiknya yang cenderung sekuler dan tidak adil terhadap hakikat diri atau jiwanya, sebab manusia dalam wujud fisiknya cenderung lupa terhadap hakikat dirinya yang sebenarnya, dan berbuat tidak adil terhadapnya. Islamisasi adalah suatu proses menuju bentuk asalnya yang tidak sekuat proses evolusi dan devolusi. Artinya, dengan Islamisasi ilmu, umat Islam akanterbebaskan dari belenggu hal-hal yang bertentangan dengan Islam, sehingga timbul keharmonian dan kedamaian dalam dirinya, sesuai dengan fitrahnya. Islamisasi ilmu pengetahuan diharapkan bisa membebaskan kaum muslimyang bertentangan dengan Islam bahkan menjadikannya sekuler. Ketika dikumandangkan era pencerahan di Eropa, perkembangan ilmu-ilmu rasional dalam semua bidang kajian sangat pesat dan hampir keseluruhannya dipelopori oleh ahli sains dan cendikiawan Barat.Akibatnya, ilmu yang berkembang dibentuk dari acuan pemikiran falsafah Barat yang dipengaruhi oleh sekularisme, utilitarianisme, dan materialisme.Sehingga konsep, penafsiran, dan makna ilmu itu sendiri tidak bisa terhindar dari pengaruh pemikirannya.Konsep pemikiran demikian dikonsumsi oleh umat Islam sebagai umat yang kalah yang mulai tergantung kepada Barat.Mereka mempelajari sains Barat tanpa menyadari kaitan tali-temali historis Barat dan ilmu-ilmu Barat, sehingga umat Islam pun terjatuh dalam hegemoni Barat. Proses ini mengakibatkan esensi peradaban Islam semakin tidak berdaya ditengah kemajuan peradaban Barat yang sekuler. Hilangnya aspek kesakralan dari konsep ilmu Barat serta sikap keilmuan muslimyang menyebabkan terjadinya stagnasi setelah memisahkan wahyu dari akal, dan memisahkan pemikiran dari aksi dan kultur dipandang sama berbahayanya bagi perkembangan keilmuan Islam. Karena itu, muncullah sebuah gagasan untuk mempertemukan kelebihan- kelebihan diantara keduanya, sehingga lahir keilmuan baru yang modern tetapi tetap bersifat religius dan bernafaskan tauhid.Gagasan ini kemudian dikenal dengan istilah Islamisasi ilmu pengetahuan.
AKSIOLOGI ILMU PENGETAHUAN DAN KEISLAMAN: INTERKONEKSI NILAI-NILAI KEISLAMAN Hamdani
AL - IBRAH Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengkaji filsafat tidak lepas dari ruang lingkup manusia. Karena pada dasarnya manusialah yang menentukan apakah sesuatu itu baik atau tidak baik, benar atau salah, netral atau tidak netral. Karena pada hakekatnya ilmu itu netral dan bebas nilai. Menurut Einstin, bahwa ilmu tanpa agama adalah buta dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh. Oleh karena itu, aksiologi dalam ilmu pengetahuan adalah produk dari ilmu yakni etika, nilai, estitika dan moral. Aksiologi lebih menghasilkan produk yaitu untuk apa ilmu pengetahuan dipergunakan? Bagaimana kaitannya ilmu pengetahuan dipergunakan dengan aspek moral. Bagaimana procedural penggunaan ilmu pengetahuan berkaitan dengan moral. Bagaimana penentuan obyek pengetahuan dikaitkan dengan moral atau etika dalam kehidupan. Sementara Aksiolgi dalam pandangan islam berbeda dengan ilmuwan barat. Islam menyatakan bahwa Agama yang melahirkan ilmu pengetahuan. Ilmua bagian dari agama itu sendiri, karena itu Rasulullah Saw mewajibkan manusia untuk mencari Ilmu. Sementara tujuan dari agama adalah mencari ridha Allah dan datangnya kebenaran itu dari Allah SWT. Ilmu adalah bagian dari islam karena fungsi ilmu adalah memberikan petunjuk, solusi, pikiran ilmiah dan pembebas dari kebodohan. Ilmu pengetahuan adalah melahirkan nilai, etika dan estetika, sementara agama islam sebagai payung untuk kelahiran ontologi, epistimologi dan aksiologi ilmu. Ibu Arabi mengatakan, ilmu itu berguna untuk mendekatkan diri manusia kepada Allah Swt. Dengan dekat kepada Allah Sw, maka manusia akan mendapatkan anugerah ilmu. Al-ilmu nurun, (ilmu itu cahaya).
STRATEGI PENANGANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA NEGERI KELEYAN SOCAH BANGKALAN Abdullah, Abdullah
AL - IBRAH Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang strategi guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Dalam penelitian ini penulis mengunakan. jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini strategi penanganan guru terhadap anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar luar biasa Negeri Keleyan Socah Bangkalan ada lima macam ABK yaitu Tunanetra, Tunagrahita, Tunarungu, Tunadaksa dan Autism. Masing-masing dari anak penyandang disabilitas tersebut mendapatkan penanganan oleh guru yang benar-benar memiliki latar belakang pendidikan luar biasa, dedikasi yang tinggi, kesabaran dan ketelatenan yang luar biasa. Hal ini terbukti dengan ABK penyandang tunagrahita yang bisa menulis, membaca, berhitung, dan keterampilan lainnya seperti menggambar, berenang, menyanyi dan lain-lain. Selain itu, ada sebagian dari mereka yang mengikuti beberapa lomba tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Semua itu membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi jika mendapatkan kesempatan dan penanganan yang tepat oleh guru.
KOLABORASI HIDDEN CURRICULUM DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER LINGKUNGAN SEKOLAH Fauzi, Muhammad
AL - IBRAH Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The education curriculum consists of formal, informal and non-formal curriculum. Formal curriculum includes activities in the classroom and is planned, non-formal curriculum consists of activities that are also planned but not directly related to academic learning in class, and the existence of this curriculum is seen as a supplement (supplement) formal curriculum. Besides these curricula, there is also a hidden curriculum. Hidden curriculum is a curriculum that is not studied, curriculum that is not planned programmatically but whose presence has a major influence on changes in student behavior in the learning process. Character education is part of the hidden curriculum in the learning process in the school environment that is not written directly in the official school curriculum. The strengthening of character education summarized in the hidden curriculum of the school has several main character values, as mentioned by the Ministry of Education and Culture there are 18 namely religious, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, national spirit, love of the motherland , appreciate achievement, be friendly / communicative, love peace, love to read, care about the environment, care about social, and responsibility

Page 2 of 2 | Total Record : 14