cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Media Teknologi Hasil Perikanan
ISSN : 23374284     EISSN : 26847205     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Media Teknologi Hasil Perikanan adalah berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UNSRAT. Media ini akan mempublikasikan hasil penelitian dan kajian pustaka terbaru dalam bidang Teknologi Hasil Perikanan, khususnya yang berhubungan dengan penerapan teknologi bagi peningkatan kualitas produk perikanan, pengembangan produk baru hasil perikanan, keamanan produk hasil perikanan,pemanfaatan limbah hasil perikanan serta topik lain yang berhubungan erat dengan pemanfaatan dan pengolahan hasil perikanan yang dapat dikonsumsi oleh manusia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2013)" : 6 Documents clear
KARAKTERISTIK SIFAT FISIKA KIMIA KARAGINAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii PADA BERBAGAI UMUR PANEN YANG DIAMBIL DARI DAERAH PERAIRAN DESA ARAKAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Bunga, Selvanda M; Montolalu, Roike Iwan; Harikedua, Johanna; Montolalu, Lita ADY; Watung, Alexander H; Taher, Nurmeilita
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.1.2.2013.767

Abstract

Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu komoditas unggulan penghasil karaginan yang banyak dimanfaatkan dalam industri kertas, tekstil, fotografi, pasta dan pengalengan ikan. Karaginan dipakai dalam bebaragi industri karena berfungsi sebagai pengatur keseimbangan, bahan pengental, pembentuk gel, dan pengemulsi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan membandingkan sifat fisika kimia karaginan rumput laut dari berbagai umur panen, serta menentukan umur panen yang tepat. Penelitian dilakukan 2 tahap, tahap pertama penanaman rumput laut di daerah perairan desa Arakan  dan diambil dalam waktu 0 (bibit), 10, 20, 30, 40 dan 50 hari. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa rendemen karaginan tertinggi diperoleh dari perlakuan 20 hari (28,402%), kadar air terendah diperoleh pada hari ke 30 (13,76%), kadar abu terendah diperoleh pada hari ke 30 (16,19%), nilai viskositas terendah diperoleh pada hari ke 20 dan 50 (60 cps) dan kekuatan gel tertinggi diperoleh pada hari ke 50 (78,505 g/cm2). Karakteristik kimia untuk parameter kadar air, tidak memenuhi standard yang ditetapkan (12%) dan karakteristik fisika untuk parameter kekuatan gel juga belum memenuhi standard yang ditetapkan (900–1200 g/cm2). Hasil Penelitian ini, diharapkan bisa memberi informasi tentang kandungan fisika kimia karaginan yang terkandung dalam rumput laut dalam perannya di bidang industri perikanan dan kelautan.
Konstruksi dan Kapasitas Alat Pengering Ikan Tenaga Surya Sistem Bongkar-Pasang Bintang, Youce M; Pongoh, Jenki; Onibala, Hens
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.1.2.2013.1632

Abstract

Pada umumnya nelayan atau pengusaha ikan melakukan pengeringan ikan secara tradisional yaitu dengan memanfaatkan tenaga surya secara langsung. Pengeringan cara ini biasanya dilakukan dengan meletakkan produk di atas tikar, hamparan lantai semen atau anyaman bambu dan ditempatkan di bawah sinar matahari. Kondisi tersebut di atas menimbulkan gagasan untuk merancang dan membuat alat pengering ikan tipe Efek Rumah Kaca (ERK)-hybrid, yang dapat memanfaatkan panas dari tenaga surya dan dapat menggunakan sumber energi lainnya seperti kompor. Alat pengering ini bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama, karena menggunakan bahan alumunium sebagai bahan dasar, sehingga mudah dibersihkan dan mudah dalam penyimpanan. Dengan bobot alat yang ringan, dimensi panjang dan lebar hanya 80 cm x 80 cm x 188.2 cm, alat ini tidak memerlukan ruang yang besar jika disimpan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu suatu bentuk penelitian yang dilakukan dengan cara mengubah suatu keadaan untuk melihat kejadian yang timbul akibat dari perubahan itu. Dalam perancangan dan pembuatan 1 (satu) unit alat pengering tenaga surya sistem bongkar-pasang ini membutuhkan biaya sebesar Rp. 3.853.500,- dengan daya tampung maksimal 15-16 Kg. Capaian suhu maksimal dalam alat pengering sampai 50°C dengan suhu luar maksimal 38°C. Pada pengeringan ikan selama 14 jam dengan suhu rata-rata 45°C dapat menurunkan kadar air ikan sampai 37°C dan dengan nilai organoleptik >7. Hal ini sesuai dengan SNI yaitu kadar air maksimal 40% dan nilai organoleptik minimal 7.
Staphylococcus sp. Pada Ikan Layang (Decapterus russelii) Asap Pinekuhe Produk Khas Sangihe Karimela, Ely John; Ijong, Frans Gruber; Agustin, Agnes Triasih
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.1.2.2013.2928

Abstract

Pinekuhe adalah istilah dalam bahasa Sangihe yang ditujukan kepada ikan layang asap tradisional yang unik. Studi ini difokuskan untuk menganalisis Staphylococcus sp., yang mengasosiasikan pinekuhe yang dijual dari pasar lokal, di kota Tahuna. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode eksploratif dan percontohan pinekuhe dilakukan untuk menganalisis jumlah total plate (TPC), jumlah staphylococci dan mengisolasi dan identifikasi Staphylococcus sp., yang terkait dengan produk. Hasil menunjukkan bahwa TPC sampel pinekuhe yang bervariasi selama waktu sampling dengan kisaran antara5,4x104–2,4x106 CFU/gr. Hasil yang sama diperoleh dalam jumlah total staphylococci dengan kisaran antara 2,4x104–8,7x104 TVC/gr. Selanjutnya dilakukan isolasi dan identifikasi bakteri yang tumbuh pada media Manitol Salt Agar. Ada 66 isolat galur yang terkumpul, terdiri dari 55 isolat adalah Gram positif-coccus dan 11 isolat Gram-negatif. Selain itu, dari semua galur yang diisolasi yaitu ada 78,8% yang diidentifikasi miliki genus Staphylococcus dengan karakteristik biokimia katalase positif dan semua galur isolate dapat mampu memfermentasi karbohidrat seperti sukrosa, glukosa, laktosa dan manitol.
KANDUNGAN TOTAL FENOL DALAM RUMPUT LAUT Caulerpa racemosa YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIOKSIDAN Djapiala, Fera Yusniarti; Montolalu, Lita ADY; Mentang, Feny
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.1.2.2013.1859

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan total fenol dari ekstrak methanol rumput laut Caulerpa racemosa kering dan mempelajari aktivitas antioksidan yang diekstrak dengan methanol dari C. racemosa kering. Pada ekstrak methanol C. racemosa setelah diidentifikasi dengan beberapa uji yang diterapkan seperti uji total fenol, uji aktivitas antioksidan DPPH, uji FRAP dan uji pengkelat ion membuktikan bahwa adanya aktivitas antioksidan yang berada di dalam ekstrak. Dapat dilihat dari hasil pengujian pada setiap uji yang dilakukan berturut turut: pada uji total fenol didapat hasil 1335,59, 2165,62, 2624,62 mg GAE/gr, uji aktivitas antioksidan metode DPPH didapatkan nilai 31,33, 31,00 dan 30,88 % penghambatan, uji FRAP didapatkan nilai berturut-turut 46,76, 46,31, 46,62 mg/ml dan uji pengkelat ion didapatkan nilai 63,79, 64,22, 65,52%. Pada pengujian kandungan total fenol tidak berkorelasi positif dengan aktivitas antioksidan yang terdapat dalam ekstrak C. racemosa. Hal ini dikarenakan tidak semua senyawa fenol yang diekstrak dalam pelarut methanol merupakan senyawa fenol yang dapat berfungsi sebagai antioksidan yang dapat dilihat pada pengujian aktivitas antioksidan berbanding lurus dengan pengkelat ion.
Gelatin Ikan: Sumber, Komposisi Kimia dan Potensi Pemanfaatannya Agustin, Agnes Triasih
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.1.2.2013.4167

Abstract

Gelatin bagi Industri di Indonesia permintaan semakin meningkat, karena gelatin ini banyak dimanfaatkan pada industri farmasi, pangan dan non pangan. Permintaan meningkat untuk industry dapat dilihat dari adanya impor pada tahun 2002 dari 2.144 ton menjadi 6.233 ton pada tahun 2003, sewdangkan statistik  pada januari- desmber 2009, pemerintah mengimpor gelatin sebesar  3.124.255 kg dengan nilai impor mencapai US$ 16.741.918.  Gelatin ini diimpor dari Negara China, Jepang, Jerman, Perancis da Australia. Gelatin yang dimpor oleh pemerintah hamper 90%  yang digunakan, adapun gelatin impor diketahui diproduksi dengan bahan baku kulit babi, kulit sapid an tulang sapi. Gelatin dari ikan adalah hasil hidrolisa protein yang terdapat pada  tulang ikan , kulit ikan.
STUDI MUTU PRODUK IKAN JAPUH (Dussumieria acuta C.V.) ASAP KERING INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA TUMPAAN BARU, KECAMATAN TUMPAAN Lombongadil, Gordianus P; Reo, Albert Royke; Onibala, Hens
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.1.2.2013.1634

Abstract

Pengasapan merupakan salah satu cara pengolahan dan pengawetan ikan secara tradisional yang sudah dilakukan sejak dulu hingga kini, dengan tujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan serta membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk. Ikan Japuh (Dussumieria acuta C.V) asap kering merupakan salah satu produk olahan Sulawesi Utara yang diproduksi dari industri rumah tangga yang berada di desa Tumpaan baru, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Saat ini ikan Japuh asap kering sudah dipasarkan sampai keluar daerah Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu ikan Japuh asap kering yang diambil dari produksi rumah tangga di Desa Tumpaan Baru, Kecamatan Tumpaan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksploratif deskriptif, yaitu mengumpulkan data fakta yang telah tersedia di lapangan melalui pencatatan dan pengamatan secara terperinci dan sistematik. Secara garis besar tahap-tahap pengolahan ikan Japuh asap kering meliputi persiapan bahan, pencucian ikan, pengaturan pada rak, Penirisan, pengasapan dan pengeringan. Sedangkan tahap-tahap penelitian yang dilakukan adalah sampel ikan Japuh asap kering dari lima tempat pengolahan yang berbeda di desa Tumpaan Baru, Kecamatan Tumpaan kemudian dibawa ke Laboratorium lalu dilakukan analisis kadar air dan uji organoleptik. Berdasarkan hasil analisis kadar air ikan Japuh asap kering untuk masing-masing tempat pengolahan di desa Tumpaan Baru, ditemukan bahwa semua tempat pengolahan ini memenuhi nilai standar SNI yaitu (< 20%) sehingga dapat dikategorikan baik dan dari hasil uji organoleptik secara keseluruhan dapat dinyatakan bahwa ikan Japuh asap kering yang diolah oleh salah satu tempat pengolahan merupakan produk ikan Japuh asap kering  yang paling baik atau paling disukai oleh konsumen.

Page 1 of 1 | Total Record : 6