cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Pesisir dan Laut Tropis mewadahi kajian-kajian ilmiah dalam bidang bio-ekologi pesisir dan laut, hidro-oesanografi dan morfologi pesisir, toksikologi dan farmasitika, kajian substansi kimiawi biota dan perkembangan bioteknologi kelautan lainnya, di lingkup pesisir dan laut di daerah tropis. Kajian ilmiah dimaksud bisa berupa hasil penelitian maupun critical review. Jurnal ini terbit 3 (tiga) kali dalam satu tahun (Februari, Juni, September). Diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Kelautan FPIK-UNSRAT
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS" : 9 Documents clear
ESTIMASI KARBON VEGETASI MANGROVE DI KELURAHAN PINTU KOTA KECAMATAN LEMBEH UTARA KOTA BITUNG Gerardus M Tiolong; Antonius P Rumengan; Calvyn F A Sondak; Farnis B Boneka; N Gustaf Mamangkey; Christine Kondoy
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.2.2019.24215

Abstract

Global warming is one of the issues in the world today, marked by an increase in the temperature of the earth which is directly related to greenhouse gases. Mangrove forest is one of the potential parameters to be studied from the Blue Carbon ecosystem. Estimates of carbon storage in mangrove forests are so large that it is important to calculate carbon stock estimates in mangrove vegetation. This study aims to estimate the carbon content of mangrove trees in the Pintu Kota Village, North Lembeh District, Bitung City. The method used in this research activity is the Line Transect method. Biomass calculation of mangrove trees, using allometric equations. Based on the results of the study after identified mangroves in Pintu Kota Village there were 4 types of mangroves, which consisted of, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorhiza and Soneratia alba. The highest total value of the highest biomass was found at station (2) with a value of 124.01 tons / ha, then at station (3) at 99.02 tons / ha. While the lowest biomass results are at station (1) of 84.15 tons / ha. sehinggah the estimation results of the highest potential carbon content is at the station (2) with a value of 58.29 tons C / ha then at station (3) of 46.54 tons C / ha, while the estimated yield of the lowest carbon content is also found at the station ( 1) with a value of 39.55 tons C / ha.Keywords: Carbon, mangrove, Pintu Kota Village, Bitung City Pemanasan global merupakan salah satu isu di dunia saat ini, ditandai dengan adanya peristiwa meningkatnya suhu bumi yang terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca. Hutan mangrove merupakan salah satu potensi yang menjadi parameter untuk dikaji dari ekosistem Blue Carbon. Perkiraan penyimpanan karbon pada hutan mangrove begitu besar sehingga penting untuk menghitung estimasi simpanan karbon pada vegetasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk Mengestimasi kandungan karbon pohon mangrove yang ada di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung. Metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini ialah metode transek garis (Line Transect ). Penghitungan biomassa pohon mangrove, menggunakan persamaan allometrik. Berdasarkan dari hasil penelitian setelah diindentifikasi mangrove di Kelurahan Pintu Kota terdapat 4 jenis mangrove, yang terdiri dari, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorhiza dan Soneratia alba. Diperoleh hasil total nilai rata-rata biomassa yang tertinggi terdapat pada stasiun (2) dengan nilai 124,01 ton/ha, kemudian pada stasiun (3) sebesar 99,02 ton/ha. Sedangkan hasil biomassa terendah terdapat pada stasiun (1) sebesar 84,15 ton/ha. sehinggah hasil estimasi potensi kandungan karbon yang tertinggi terdapat pada stasiun (2) dengan nilai 58,29 ton C/ha kemudian pada stasiun (3) sebesar 46,54 ton C/ha, sedangkan hasil estimasi potensi kandungan karbon terendah juga terdapat pada stasiun (1) dengan nilai 39,55 ton C/ha.Kata kunci: Karbon, mangrove, Kelurahan Pintu Kota, Kota Bitung.
KEKAYAAN JENIS VEGETASI MANGROVE DI PANTAI MINANGA, KECAMATAN BINTAUNA, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA, SULAWESI UTARA Kiki Marzuki Stion; Ratna Siahaan; Eva L Baideng
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.2.2019.24049

Abstract

Mangrove merupakan suatu tipe vegetasi yang khas terdapat di daerah pantai tropis dan umumnya tumbuh subur di daerah pantai dekat muara sungai dan pantai yang terlindung dan terlindung dari kekuatan ombak. Fungsi mangrove secara ekologis yaitu sebagai tempat pemijahan (spawing), pengasuhan (nursey) dan tempat mencari makanan (feeding) bagi biota tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis kekayaan jenis vegetasi mangrove di Pantai Minanga, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Mangondow Utara, Sulawesi Utara. Metode jelajah dilakukan di ekosistem mangrove dimulai dari batas daratan (teresterial) hingga ke muara. Sebanyak dua petak di bagian belakang yang berbatasan dengan teresterial, tiga petak di bagian tengah dan tiga petak di bagian depan yang berbatasan dengan muara. Sebanyak 18 jenis mangrove ditemukan di Pantai Minanga, Kecamatan Bintauna. Ancaman yang dapat menyebabkan penurunan populasi mangrove yaitu konversi lahan dan penebangan kayu mangrove
ISOLASI PIGMEN KAROTENOID DARI KEPITING Grapsus sp. (CAROTENOID PIGMENTS ISOLATION FROM CRABS Grapsus sp.) Dias Diasasthisa; Darus J Paransa; Desy MH Mantiri; Antonius Rumengan; Veibe Warouw; Meiske Salaki
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.2.2019.24216

Abstract

Carotenoids are pigments with a range of red, orange and yellow colors. In carotenoid and chlorophyll plants are located in chloroplasts which undergo photosynthesis as well as photosynthetic bacteria and fungi. Carotenoid compounds have antioxidant activity, anticancer, as precursors of vitamin A and can enhance immunity. Crustaceans like crabs Grapsus sp. have carotenoid pigments, visible red, orange, and yellow are scattered in the carapace. Pigments found in crustaceans as well as crabs of Grapsus sp. generally sourced from food eaten by the crab. To determine the process of carotenoid pigment metabolism, each crab organ of Grapsus sp. isolated using thin layer chromatography separation method and column chromatography to determine the type of pigment contained therein. Pigment types identified in the crabs of Grapsus sp. males using the TLC method: β-carotene, Astasen type, Cantasantin, Astasantin, and Adonirubin. Pigment types identified in the crabs of Grapsus sp. males using the CC method: β-carotene, Astasen, β-cryptosanthine, Zeaxantine, and Cryptosanthine. Keywords : Grapsus sp., Thin Layer Chromatography, Column Chromatography, Carotenoids Pigments.             Karotenoid merupakan pigmen dengan kisaran warna merah, orange dan kuning. Pada tumbuhan karotenoid dan klorofil terletak pada kloroplas yang mengalami proses fotosintesis seperti juga pada bakteri fotosintetik dan fungi. Senyawa karotenoid memiliki aktivitas antioksidan, antikanker, sebagai prekursor vitamin A dan dapat meningkatkan imunitas. Krustasea seperti kepiting Grapsus sp. mempunyai pigmen karotenoid, terlihat warna merah, jingga, dan kuning yang tersebar pada karapas. Pigmen yang terdapat pada krustasea demikian juga pada kepiting Grapsus sp. umumnya bersumber dari makanan yang dimakan oleh kepiting tersebut. Untuk mengetahui proses metabolisme pigmen karotenoid maka masing-masing organ kepiting Grapsus sp. diisolasi dengan menggunakan metode pemisahan kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom untuk mengetahui jenis pigmen yang terkandung didalamnya. Jenis pigmen yang teridentifikasi pada kepiting Grapsus sp. jantan dengan metode KLT yaitu : β- karoten, Tipe Astasen, Kantasantin, Astasantin, dan Adonirubin. Jenis pigmen yang teridentifikasi pada kepiting Grapsus sp. jantan dengan metode KK  yaitu : β- karoten, Astasen, β-kriptosantin, Zeaxantin, dan Kriptosantin. Kata Kunci : Grapsus sp., Kromatografi Lapis Tipis, Kromatografi Kolom, Pigmen Karotenoid.  
INVENTARISASI JENIS DEKAPODA DI PERAIRAN PANTAI KELURAHAN TONGKAINA, KOTA MANADO Rachmat S. Waisaley; Erly Y. Kaligis; Medy Ompi; Dieslie R.H. Kumampung; Chatrien A. Sinjal; Jetty K. Rangan
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.2.2019.24129

Abstract

Decapod is one of the subphylum of Arthropod which is the most dominant animal group in the waters. Various types of decapoda commonly known such as crabs, shrimp, and crabs. This research was conducted with the aim of determining the type of decapod in coastal waters of Tongkaina Village, Manado City, determining the abundance of decapods in these waters and measuring data on water quality (temperature, salinity, pH) at several observation stations. The results of the study obtained the type of decapod in the coastal waters of Tongkaina Village, Manado City. A total of 15 species were distributed in 9 different families namely Ocypodidae, Grapsidae, Portunidae, Sesarmidae, Pilumnidae, Xanthidae, Calappidae, Majidae, and Penaeidae. Of the types of crabs and shrimp found in each type of living habitat. the highest numbers were 97 individual indicated Uca lacteal, then followed by Thalamita crenata with 32 individuals, and the lowest was Penaeus kerathuruswith 2 individuals Keywords: Tongkaina, Decapoda, identification, abundance Inventory Decapoda in The Marine Waters of Tongkaina Village, Manado CityDekapoda merupakan salah satu subfilum dari Arthropoda yang merupakan kelompok hewan paling dominan di perairan. Berbagai jenis decapoda yang umum dikenal seperti kepiting, udang, dan rajungan.. Penelitian ini berujuan menentukan jenis dekapoda di perairan pantai Kelurahan Tongkaian, Kota Manado, menentukan kelimpahan dekapoda yang ada di perairan tersebut dan mengukur data tentang kualitas air (suhu, salinitas, pH) pada beberapa stasiun pengamatan. Hasil penelitian yang didapatkan jenis dekapoda di perairan pantai Kelurahan Tongkaina, Kota Manado. Sebanyak 15 spesies yang terdistribusi pada 9 famili berbeda yaitu Ocypodidae, Grapsidae, Portunidae, Sesarmidae, Pilumnidae, Xanthidae, Calappidae, Majidae, dan Penaeidae. Dari jenis kepiting dan udang yang ditemukan pada masing-masing tipe habitat hidup. spesies tertinggi yaitu 97 ditunjukkan Uca lacteal, kemudian diikuti oleh Thalamita crenata dengan 32 individu, dan spesies yang paling terendah yaitu Penaeus kerathurus dengan 2 jumlah individu.Kata kunci : Tongkaina, Dekapoda, identifikasi, kelimpahan
KELIMPAHAN, DISTRIBUSI, DAN KERAGAMANNUDIBRANCHIA DI NUDIFALL DAN NUDIRETREAT SELAT LEMBEH, SULAWESI UTARA Pricilia OM Ompi; Farnis B Boneka; Medy Ompi; Joice S Rimper; Kakaskasen A Roeroe; Alex D Kambey
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.2.2019.24239

Abstract

Nudibranchia are known as marine invertebrates that have uniq colors and body shapes. The research was conducted in Nudifall and Nudiretreat, Lembeh Strait, North Sulawesi. The aims of this study were 1) to identify the species of Nudibranchia in both locations, 2) to know the abundance of Nudibranchia in those locations, 3) to determine distribution patterns of nudibranchia, and to know diversity of Nudibranchia in both Nudifall and Nudiretreat. The results show that 11 species of Nudibranchia were found in both Nudifall and Nudiretreat. The species of Chromodoris annae, Chromodoris magnifica, Flabellina expotata, Goniobranchus fidelis, Halgerda batangas, and 1 unidentified species were found in Nudifall, while the species of Goniobranchus geometricus, Glossidoris cincta, Phylllidia ocelata, Phylllidia varicose, Nembrotha rutilans were found in Nudiretreat. H. batangas was found to be the highest abundance, then it was followed byC. annae, C. magnifica, G. fidelis, unidenfied species (species-1), and C. magnificain Nudifall. P. ocelatawas found to be the highest abundance, then it was followed by G. geometricus, G. cincta, P. varicose, andN. Rutilans  in Nudiretreat.  Nudibranchia in both locations wasidentified to have random and grouped distribution pattern. Nudibranchia was found to have the same diversity among Nudifall and Nudiretreat. Factors affecting abudance, distribution patterns, and diversity were discuss in this paper.Keywords: Nudibranchia, Distribution, Abudance, Lembeh Strait. Nudibranchia dikenal sebagai avertebrata laut yang memiliki warna unik dan bentuk tubuh yang bervariasi. Penelitian ini di lakukan di Nudifall dan Nudiretreat, Selat Lembeh, Sulawesi Utara.   Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi jenis-jenis nudibranchia di lokasi Nudifall dan Nudiretreat, 2) mengetahui kelimpahan jenis-jenis Nudibranchia di kedua lokasi, 3) mengetahui pola distribusi jenis-jenis Nudibranchia di lokasi Nudifall dan Nudiretreatdi, 4) dan keragaman Nudibranchia di Nudifall dan Nudiretreat. Ada 11 jenis Nudibranchia ditemukan di kedu lokasi penelitian.Nudibranchia yang ditemukan di Nudifall ada 6 jenis, yaitu Chromodoris annae, Chromodoris magnifica, Flabellina expotata, Goniobranchus fidelis, Halgerda batangas, dan 1  spesies belum teridentifikasi (spesies-1). Nudibranchia yang ditemukan di Nudiretreat ada 5  jenis,yaitu Goniobranchus geometricus, Glossidoris cincta, Phylllidia ocelata,  Phylllidia varicose, Nembrotha rutilans. H. batangas memiliki kelimpahan yang tinggi, kemudian diikuti oleh C. annae, C. magnifica, G.fidelis, spesies-1, dan C. magnifica.di Nudifall.P. ocelata memiliki rata-rata tertinggi, selanjutnya diikuti oleh G. geometricus, G. cincta, P. varicose, dan N. Rutilans di Nudiretreat.Pola sebaran acak dan berkelompok teridentifikasi pada kedua lokasi.udibranchia teridentifikasi memiliki keragaman yang sama di kedua lokasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelimpahan, distribusi, dan keragaman didiskusikan pada tulisan ini.Kata kunci: Nudibranchia, Distribusi, Kelimpahan, Selat Lembeh.
KERAGAMAN SUBSTRAT BAGI NUDIBRANCH DI SELAT LEMBEH Yehezkiel S.P.H. Marpaung; Medy Ompi; Indri Manembu; Kakaskasen A. Roeroe; N. Gustaf F. Mamangkey; Lucky Lumingas
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.2.2019.24144

Abstract

Research on the diversity of nudibranch substrates was carried out in Lembeh Strait at 3 locations, at Nudifall, Makawide, and Nudiritrit.  The purpose of the researchs 1) to discover the nudibranch species at Nudifall, Makawide, Nudiritrit in the Lembeh Strait. 2) to knowing the substrate occupied by nudibranchs in the Lembeh Strait. 3) to knowing the overlapping substrate that was occupied by the nudibranch. Subtrates can to be used by nudibranches to get food sources, shelter from predators, and as a place to live. Nudibranch species found in the Lembeh Strait were 19 species in this study. Dead Coral with Algae (DCA), sponges, algae, hard coral, and tunicates were the types of substrate where nudibranches live in the Lembeh Strait The most dominant or overlapping substrate between types of nudibranchs was Dead Coral with Algae. Keywords : Nudibranch, Substrate, Lembeh Substrate diversity of nudibranch at Lembeh Strait            Penelitian mengenai keragaman substrat nudibranch dilakukan di Selat Lembeh pada 3 lokasi yaitu Nudifall, Makawide, dan Nudiritrit.  Tujuannya yaitu 1) mengetahui jen nudibranch di Nudifall, Makawide, Nudiritrit di Selat Lembeh. 2) mengetahui substrat yang ditempati nudibranch di Selat Lembeh. 3) mengetahui substrat yang tumpang tindih (overlap) yang ditempati oleh nudibranch. Subtrat dapat dimanfaatkan oleh nudibranch untuk mendapatkan sumber makanan, tempat berlindung dari predator, dan sebagai tempat tinggal.  Jenis nudibranch yang ditemukan di Selat Lembeh ada 19 spesies dalam penelitian ini.  Dead Coral with Algae (DCA), spons, alga, hard coral, dan tunikata merupakan substrat-substrat tempat hidup nudibranch di Selat Lembeh. Substrat yang paling dominan atau tumpang tindih antar jenis dari nudibranch adalah DCA. Kata kunci : Nudibranch, Substrat, Lembeh.
INVENTARISASI DAN KEPADATAN UDANG DAN KEPITING DI PERAIRAN MANGROVE Marbun Josia; Erly Kaligis; Deislie R.H Kumampung; Suria Darwisito; Chatrien A.L Sinjal; Hengky Sinjal
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.2.2019.23625

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis-jenis udang dan kepiting, menentukan kepadatan, morfometrik dan mengetahui parameter kualitas air (suhu, pH dan salinitas) di perairan mangrove Kelurahan Meras Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Hasil penelitian, diperoleh 4 spesies udang genus Penaeus dengan total 251 ekor (♂: 115 ekor dan ♀: 136 ekor). Kepiting yang didapatkan 10 spesies dari tiga genus yaitu Uca (295 ekor), Portunus (12 ekor) dan Scylla (53 ekor). Total kepiting yang ditemukan 360 ekor (♂: 203 ekor dan ♀: 157 ekor). Kepadatan tertinggi udang P. monodon, yaitu 0,092 ind/m2 sedangkan terendah P. merguiensis, yaitu 0,055 ind/m2. Kepadatan tertinggi kepiting U. annulipes, yaitu 0,126 ind/m2 sedangkan terendah P. trituberculatus, yaitu 0,003 ind/m2. Pengukuran morfometrik tertinggi udang P. monodon yaitu ♂: 19,9 cm, ♀: 17,8 cm sedangkan terendah P. semisulcatus yaitu ♂: 11,3 cm, ♀: 10,5 cm dan morfometrik kepiting tertinggi pada S. serrata yaitu ♂: 20,3 cm, ♀: 16,1 cm sedangkan terendah U. annulipes yaitu ♂: 3,7 cm, ♀: 2,4 cm. Hasil pengukuran parameter kualitas air, meliputi: suhu (27-30 0C), derajat keasaman (pH 6,9-8) dan salinitas (27-33 ppt), Kata Kunci : Inventarisasi; Cruise method; Udang; Kepiting; MangroveThe stock taking and solidity of shrimp and crab in mangrove waterThe purpose of this research is to describe the types of shrimp and crab, to decide the solidity, to decide the morphometric and to find out the parameter of water quality (temperature, pH and salinity) in mangrove water at Meras, Bunaken subdistrict, Manado. The result of this research found 4 species of shrimps genus Penaeus with total 251 (♂: 115 and ♀: 136 ). The founded crabs are 10 species from three genus, they are Uca (295), Portunus (12) and Scylla (53). The total of founded crab are 360 (♂: 203 and ♀: 157). The highest solidity of shrimp is P. monodon that is 0,092 ind/m2 , the lowest is P. trituberculatus that is 0,003 ind/m2 . The highest morphometric measurement of shrimp is P. monodon that is ♂: 19,9 cm, ♀: 17,8 cm while the lowest is P. semisulcatus that is ♂: 11,3 cm, ♀: 10,5 cm and the highest crab morphometric is S. serrata that is ♂: 20,3 cm, ♀: 16,1 cm while the lowest is U. annulipes that is ♂: 3,7 cm, ♀: 2,4 cm. The parameter measurement result of water quality, include: temperature (27-30 0C), acidity degree (pH 6,9-8) and salinity (27-33 ppt). Keywords: Stock taking, Cruise method, Shrimp, Crab, Mangrove
PEMISAHAN JENIS PIGMEN KAROTENOID DARI KEPITING Grapsus sp JANTAN MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI KOLOM Anisa ET Silaa; Darus SJ Paransa; Anton P Rumengan; Kurniati Kemer; Natalie DC Rumampuk; Hengky Manoppo
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.2.2019.24247

Abstract

Grapsus sp crab has a greenish black body color and also known as stone crab. Crabs in the genus Grapsus sp have a swift movement, long legs, they do not have swimming legs and have small reddish purple or purple-orange color, claws on the body of this crab indicated the presence of pigments such as carotenoid pigments. Carotenoid pigments are one form of secondary metabolites which consist of carotene and xanthophyll groups. Carotenoid pigments are present in yellow, orange or orange red which are also found in crabs. Separation of carotenoid pigments can be done using the TLC method, High Performance Liquid Chromatography (HPLC) and Column Chromatography (CC). The purpose of this study was to determine the type of carotenoid pigment from male Grapsus sp crab extract using the Column Chromatography separation method. From the results of this study, the carotenoid pigment content in the 1,2 and 3 carapace was 46,85 μg, 39 µg, and 33,14 µg. The carotenoid pigment concentrations in carapace extracts 1,2 and 3 are 25,38 µg/g, 23,4 µg/g and 5,11 µg/g. From the results of the separation using the column chromatography method, the type of carotenoid pigment identified from the carapace extract of Grapsus sp male is β-Carotene, Ekinenon, Astaxantine, Kantaxantine and Astacen.Keywords: Grapsus sp, Carotenoid, Column ChromatographyKepiting Grapsus sp memiliki warna tubuh hitam kehijauan dan dikenal dengan nama kepiting batu. Kepiting dalam genus Grapsus sp memiliki gerakkan yang cekatan, mempunyai kaki yang panjang, tidak memiliki kaki renang dan memiliki capit berukuran kecil yang berwarna ungu kemerahan atau ungu-oranye warna pada tubuh kepiting ini mengindikasikan adanya kandungan pigmen seperti pigmen karotenoid. Pigmen karotenoid merupakan salah satu bentuk metabolit sekunder yang yang terdiri dari golongan karoten dan xantofil. Pigmen karotenoid  hadir dalam warna kuning, oranye, atau merah oranye, yang juga ditemukan pada kepiting. Pemisahan pigmen karotenoid dapat dilakukan dengan menggunakan metode KLT, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dan Kromatografi Kolom (KK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pigmen karotenoid dari ekstrak kepiting Grapsus sp Jantan dengan menggunakan metode pemisahan Kromatografi Kolom. Dari hasil penelitian ini, didapatkan kandungan pigmen karotenoid pada karapas 1,2 dan 3 adalah 46,85 µg 39 µg, dan 33,14 µg. Konsentrasi pigmen karotenoid pada ekstrak karapas 1,2 dan 3 adalah 25,38 µg/g, 23,4 µg/g dan 5,11 µg/g. Hasil pemisahan menggunakan metode pemisahan kromatografi kolom didapatkan ekstrak karapas kepiting Grapsus sp jantan memiliki jenis pigmen β-Karoten, Ekinenon, Astaxantin, Kantaxantin dan Astasen.Kata kunci: Grapsus sp, Karotenoid, Kromatografi Kolom, 
KEMIRINGAN LERENG DAN GRANULOMETRI SEDIMEN GISIK TANJUNG MERAH, BITUNG SULAWESI UTARA Isman Sapsuha; Royke M Rampengan; Esry T Opa; Hermanto K Manengkey; Wilmy E Pelle; Ferdinand F Tilaar
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.2.2019.24197

Abstract

Beach slope and sediment granulometry  is one of the importat aspect in coastal management.  Beach offers a variety of functions and potential to be utilized. In the interests of phisical use in the beach, coastal structure in the form of groynes has been built. Actually, the groin has been used as a dock. This research was conducted with the aim of revealing the slope and granulometry sediment in Tanjung Merah beach. The results obtained, the beach slope is considered sloping and very sloping, the composition of the sediment consists mainly  of medium sand, fine sand and very fine sand. Sediment distribution analysis obtained results, the main grain size was mainly in the form of medium sand, sorting was mainly classified as poor, skewness was mostly asymmetrie strong to large size, most curtosis was mesokurtic. The results of the study indicate the occurrence of the process of erosion and deposition ia certain spaces on the beach studied.Keywords: Tanjung Merah, beach slope, sediment granulometryKemiringan lereng dan granulometri sedimen gisik merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan pantai. Gisik menawarkan beragam fungsi dan potensi untuk dimanfaatkan. Dalam kepentingan pemanfaatan lahan gisik, berbagai modifikasi dilakukan oleh manusia. Pada gisik di Tanjung Merah, telah dibangun struktur pantai berupa groin. Secara aktual, groin tersebut telah difunsikan sebagai dermaga. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengungkapkan kemiringan dan granulometri sedimen di gisik Tanjung Merah. Hasil penelitian yang diperoleh, lereng gisik terkriteria miring dan sangat miring, komposisi sedimen terutama terdiri dari pasir sedang, pasir halus, dan pasir sangat halus. Analisis distribusi memperoleh hasil, rataan empirik terutama berupa pasir sedang, penyortiran terutama terklasifikasi buruk, kemencengan terbanyak berupa asimetris kuat ke ukuran besar, peruncingan terbanyak berupa mesokurtik. Hasil studi mengindikasikan terjadi proses erosi dan deposisi pada ruang-ruang tertentu di gisik yang ditelaah.Kata kunci : Tanjung Merah, kemiringan lereng, granulometri sedimen

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 3 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 2 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 1 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 3 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 2 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 1 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 3 (2022): JURNAL PESISiR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 2 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 1 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 3 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 2 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 9 No. 1 (2021): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 3 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 2 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 1 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 3 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 2 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 2 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 1 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 4, No 2 (2016): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 3, No 2 (2015): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 3, No 1 (2015): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 3 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 2 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 1 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS More Issue