cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : -     EISSN : 25409352     DOI : -
Journal of Earth Energy Engineering (eISSN 2540-9352) is a Bi-annual, open access, multi-disciplinary journal in earth science, energy, and engineering research issued by Department of Petroleum Engineering, Universitas Islam Riau. The journal is peer reviewed by experts in the scientific and engineering areas and also index in Directory of Research Journals Indexing (DRJI) and CrossRef Member.
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
Analisis Peningkatan Produksi Pada Sumur Minyak Dengan Metode Partial Water Shut Off Dalam Meningkatkan Rasio Keberhasilan Partial Water Shut Off Pada Lapangan Hawa Fitrianti, Fitrianti
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Vol 6 No 1 (2017): APRIL
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.969 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v6i1.535

Abstract

From year to year the number of oil production will be reduced and the amount of water production will grow, so will cause problems in managing the water. Some of the problems that arise are limitations in the surface water treatment systems, the availability of water treatment chemicals, and declining well productivity. Doing some work over to lower the value of water production and increase the value of oil production, one of which is the partial water shut off. On the hawa field, some job well done partial water shut off. The results of such work nothing works and nothing failed. Analysis performed on the job partial water shut off with the observation of the historycompletion and the processing of data and calculation of the value of production history OOIP to get the value of remaining reserves. After analysis, it was found some causes of work partial water shut off the well would be successful if it fulfills several criteria such as: the value of remaining reserves are still large enough, she had never done work partial water shut off in the layer and selecting the type of isolation right tool. While the cause of such failures is that the well had done work partial water shut off the same perforation interval. The criteria are very important and necessary in deciding the work partial water shut off the a better well done or not.
Studi Laboratorium Pengaruh Nanocomposite Nanosilika dan Arang Cangkang Kelapa Sawit Dengan Variasi Temperatur Pemanasan Terhadap Free Water dan Kekuatan Semen Pemboran Novrianti, Novrianti
Journal of Earth Energy Engineering Vol 5 No 1 (2016): APRIL
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.925 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v5i1.465

Abstract

Semen merupakan salah satu parameter penting dalam proses pemboran. Parameter keberhasilan penyemenan sumur migas antara lain
Pengaruh Penurunan Permeabilitas Terhadap Laju Injeksi Polimer Pada Lapangan Y Novriansyah, Adi
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Vol 3 No 1 (2014): APRIL
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.105 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v3i1.939

Abstract

Injeksi polimer merupakan injeksi air yang disempurnakan. Penambahan polimer ke dalam air injeksi bertujuan untuk memperbaiki sifat fluida pendesak untuk meningkatkan perolehan minyak. Akan tetapi mekanisme pendesakannya sangat kompleks. Salah satu kendalanya adalah terjadi pengurangan permeabilitas. Pengurangan permeabilitas sebenarnya merupakan dampak yang ditimbulkan pada aliran fluida dalam media berpori. Penelitian ini  akan membahas mengenai efek pengurangan permeabilitas terhadap laju injeksi polimer dengan berbagai kenaikan viskositas. Hasil penelitian memperlihatkan efek pengurangan permeabilitas akan berdampak pada penurunan laju injeksi polimer. Selain itu, dengan meningkatnya viskositas, Juga berdampak pada penurunan laju injeksi polimer.
Pengaruh Lumpur Pemboran Dengan Emulsi Minyak Terhadap Kerusakan Formasi Batu Pasir Lempungan (Analisa Uji Laboratporium) Fitrianti, Fitrianti
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Vol 1 No 1 (2012): OCTOBER
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.447 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v1i1.931

Abstract

Porositas dan permeabilitas merupakan bagian dari sifat fisik batuan yang memiliki keterkaitan. Porositas merupakan perbandingan dari volume bulk batuan terhadap total volume batuan sementara permeabilitas merupakan ukuran media berpori untuk meloloskan fluida agar fluida dapat mengalir. Untuk menentukan harga porositas dan permeabilitas tersebut dapat dilakukan pada uji laboratorium. Dengan adanya perbandingan harga permeabilitas dari sample batuan, dapat diketahui seberapa besar nilai skin dari batuan reservoir tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lumpur pemboran dengan emulsi minyak terhadap kerusakan formasi batu pasir lempungan. Adapun data yang menjadi acuan utama untuk penelitian ini adalah data permeabilitas dari sample core yang didapat dengan menggunakan alat Gas Permeameter. Dalam penelitian ini , Sample core yang digunakan yaitu sample core batu pasir lempungan sebanyak 10 buah dengan harga porositras yang seragam sesuai dengan pengukuran helium porosimeter dan akan  dikontaminasi terhadap lumpur pemboran emulsi minyak. Pembuatan lumpur emulsi minyak disesuaikan dengan standar API SPEC. Sifat fisik lumpur yang perlu diukur dalam penelitian ini yaitu : Densitas lumpur, Rheologi lumpur, pH lumpur, Filtare lumpur dan ketebalan Mud Cake. Setelah dilakukan pengukuran dan uji laboratorium didapat harga permeabilitas sample core rata – rata sebelum dijenuhi dengan lumpur pemboran sebesar 1.2 Darcy dan permeabilitas rata – rata sample core setelah dijenuhi dengan lumpur pemboran sebesar 0.13 Darcy. Dari hasil perbandingan permeabilitas awal dan permeabilitas akhir sample core didapat nilai kerusakan sample core setelah dikontaminasi dengan lumpur emulsi minyak sebesar 8.2. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa kerusakan sample core batu pasir lempungan setelah dikontaminasi dengan lumpur emulsi minyak cukup besar jika dibandingakan dengan kontaminasi pada sample core batu pasir, yang ditunjukkan oleh kecilnya harga skin dari sample core tersebut.
Rekonstruksi dan Validasi Data Permeabilitas Relatif Untuk Proses History Matching Dalam Simulasi Reservoir Pengembangan Lapangan X Rita, Novia; Erfando, Tomi
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Vol 4 No 2 (2015): OCTOBER
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.005 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v4i2.637

Abstract

Sebelum suatu model reservoir digunakan, terlebih dahulu dilakukan history matching atau menyesuaikan kondisi model dengan dengan kondisi reservoir. Salah satu parameter yang perlu disesuaikan adalah permeabilitas relatif. Untuk melakukan rekonstruksi nilai permeabilitas relatifnya dibutuhkan data SCAL (Special Core Analysis) dari sampel core. Langkah awal rekonstruksi adalah dengan melakukan normalisasi data permeabilitas relatif (kr) dan saturasi air (Sw) dari data SCAL yang berasal dari tiga sampel core. Setelah dilakukan nomalisasi, dilakukan denormalisasi data permeabilitas relatif yang akan dikelompokkan berdasarkan jenis batuannya. Setelah dilakukan history matching menggunakan black oil simulator, data denormalisasi tersebut belum sesuai dengan kondisi aktual. Selanjutnya digunakan persamaan Corey untuk rekonstruksi kurva permeabilitas relatifnya. Hasil dari persamaan tersebut didapat bahwa nilai kro dan krw jenis batuan 1 sebesar 0,25 dan 0,09 kemudian nilai kro dan krw untuk jenis batuan 2 sebesar 0,4 dan 0,2. Nilai permeabilitas dari persamaan Corey digunakan untuk melakukan history matching, hasilnya didapat kecocokan (matching) dengan keadaan aktual. Berdasarkan hasil simulasi, nilai produksi minyak aktualnya adalah 1.465.650 bbl sedangkan produksi dari simulasi adalah 1.499.000 bbl. Artinya persentase perbandingan aktual dan simulasinya adalah 1,14% yang dapat dikatakan cocok karena persentase perbedaannya di bawah 5%.
Analisis Kinerja Tenaga Pendorong Reservoir dan Perhitungan Water Influx pada Perolehan Minyak Tahap Primer (Studi Kasus Lapangan Falipu) Herawati, Ira
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Vol 5 No 2 (2016): OCTOBER
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22549/jeee.v5i2.480

Abstract

Primary recovery is the stage of oil production by relying on the natural ability of the driving force of the reservoir. Kind of driving force that is water drive reservoir, depletion drive, segregation drive and a combination drive. The pressure drop occurred along its produced oil from the reservoir. Reservoir so that the driving force is the main parameter in maintaining reservoir pressure balance. Through the concept of material balance is the determination of the type of propulsion quifer reservoir and the power that generates driving force parameter analysis capability and aquifer in oil producing naturally. Then do the forecasting production to limit the ability of primary recovery production phase. Combination drive depletion of water drive and the drive is a driving force in the dominant reservoir Falipu Fields with a strongly water aquifer types of drives obtained through material balance equation. Calculations using the method of water influx Havlena & Odeh used as a correction factor for determining the type of propulsion reservoir and aquifer strength. Forecasting production in the Field Falipu generate recovery factor of 41% with a pressure boundary in 2050.
Optimalisasi Production Well Test Untuk Mendukung Performance Produksi Dengan Cara Tiering System Pada Area X Lapangan Y Rita, Novia; Novrianti, Novrianti
Journal of Earth Energy Engineering Vol 5 No 1 (2016): APRIL
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.863 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v5i1.459

Abstract

Area X merupakan salah satu area yang terdapat di Lapangan Y PT. Chevron Pacific Indonesia, dimana area X terdiri dari 563 sumur. Pada Area X ini dilakukan pekerjaan tes terhadap sumur sebanyak 2 kali per bulan, sehingga untuk 563 sumur diperlukan 1126 kali tes perbulan. Fasilitas yang tersedia untuk production well test pada Area X hanya mampu 960 kali tes per bulan. Sehingga 116 sumur tidak akan mendapatkan jadwal tes pada setiap bulannya. Apabila prosedur seperti ini tetap dilakukan secara terus menerus maka akan selalu terdapat sisa sumur yang belum terpenuhi untuk dilakukan tes di setiap bulannya. Untuk mengatasi permasalahan ini dilakukan Tiering system. Tiering system adalah suatu metode dalam proses pengujian sumur dimana dalam metode ini sumur-sumur akan dikelompokkan berdasarkan produksi terbesar hingga terkecil. Sumur yang tergolong big production akan berada pada urutan teratas untuk dilakukan Well Testing (Tier #1) dan diikuti Tier #2, Tier #3 dan Tier #4 (Tiering System merupakan metode atau proses yang digunakan untuk mengelompokan data-data production well testing sumur yang banyak menjadi kelompok kelompak kecil, yang bertujuan untuk membantu mengoptimalisasi proses pekerjaan well test di Lapangan (Human Resources Sumatra Operation, 2012).. Kuantitas test sumur setiap bulan akan disesuaikan dengan kebutuhan data dan kategori Tier, hal ini bertujuan untuk mendapatkan data yang valid secara continue pada sumur, sehingga cepat diketahui dan di follow up jika terjadi permasalahan penurunan produksi pada sumur-sumur tersebut. Dengan Tiering System, maka 563 sumur yang harus dilakukan well testing setiap bulannya di Area X jadi terpenuhi karena hanya membutuhkan 777 kali tes perbulan. Bahkan waktu pelaksanaan well test masih tersisa untuk 183 kali tes, hal ini juga berdampak pada kenaikan produksi sebesar 5441 bbl per hari dengan keuntungan sebesar US$ 217.621,75.
Perencanaan Pengangkatan Buatan dengan Sistim Pemompaan Berdasarkan Data Karakteristik Reservoir Fitrianti, Fitrianti
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Vol 2 No 2 (2013): OCTOBER
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.847 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v2i2.935

Abstract

Pemilihan metode artificial lift terutama dengan menggunakan sitem pemompaan yang sesuai dapat memberikan hasil optimum adalah sangat penting untuk dilakukan, karena menyangkut keekonomian dari sumur produksi suatu lapangan. Selain itu juga diperlukan evaluasi dan perencanaan ulang karena perubahan kondisi reservoir selama masa produksi.
Studi Mekanisme Injeksi Surfaktan-Polimer pada Reservoir Berlapis Lapangan NR Menggunakan Simulasi Reservoir Rita, Novia
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Vol 1 No 1 (2012): OCTOBER
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1255.857 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v1i1.926

Abstract

Pertumbuhan industri minyak yang cepat, meningkatnya kebutuhan bahan bakar fosil, penemuan cadangan minyak yang menurun dan sulit ditemukan, serta penurunan produksi yang diperoleh dari aset yang sudah tua menyebabkan industri minyak menerapkan metode produksi alternatif. Metode yang paling umum untuk diterapkan adalah teknik enhanced oil recovery (EOR). Salah satu metode EOR yang paling diterapkan saat ini adalah injeksi surfaktan-polimer. Proses injeksi ini sangat tergantung pada karakteristik aliran, heterogenitas batuan dan interaksi antara fluida-batuan. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi tertentu untuk memahami mekanisme injeksi. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan simulator reservoir. Studi ini dilakukan melalui analisis komparatif dari 4 (empat) jenis injeksi yaitu injeksi air, injeksi polimer, injeksi surfaktan, dan injeksi surfaktan-polimer. Dapat dilihat bahwa injeksi air tidak bekerja optimal karena kandungan air telah mencapai nilai tertinggi 98%. Injeksi polimer bisa menyapu minyak yang terkandung dalam zona permeabilitas rendah sekitar 4% dari saturasi minyak sebelumnya. Injeksi surfaktan dapat mengurangi saturasi minyak yang tersisa di reservoir (ROS) sekitar 5% dari saturasi minyak sebelumnya pada zona permeabilitas tinggi. Injeksi surfaktan-polimer bisa menyapu minyak yang terkandung dalam kedua zona permeabilitas tinggi dan rendah hingga mengurangi residual oil saturation after waterflood (SORW) dan ROS masing-masing hingga 7% dan 11% dari saturasi minyak sebelumnya. Dengan demikian, injeksi surfaktan-polimer dianggap sebagai teknik EOR yang paling cocok untuk diterapkan di Lapangan NR.
Studi Laboratorium Pengaruh Variasi Temperatur Pemanasan Arang Batok Kelapa Terhadap Thickening Time dan Free Water Semen Pemboran Novrianti, Novrianti; Umar, Mursyidah
Journal of Earth Energy Engineering Vol 6 No 1 (2017): APRIL
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.198 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v6i1.632

Abstract

The cementing process can determine successful oil well when producing oil to the surface. Planning the time required for the cement suspension to achieve consistency of 100 UC (unit of consistency) or thickening time and the maximum limit of water content used is the nature of cement slurry that affect the quality of cement. The addition of coconut shell charcoal with variation of heating temperature 400 0C, 500 0C, 600 0C, 700 0C, 800 0C, 900 0C to the basic cement was done in this study to determine the effect of heating temperature of coconut shell charcoal to thickening time and free water cement drilling. This experimental study uses an additive material derived from coconut shell charcoal. This experiment begins by preparing a cement sample with a coconut shell charcoal concentration of 1%. The coconut shell charcoal used has different heating temperatures of 400 0C, 500 0C, 600 0C, 700 0C, 800 0C, 900 0C. Suspense cement is made by mixing G grade cement, water, bentonite, CaCl2 and coconut shell charcoal. Thickening time test using atmospheric equipment consistometer and measuring cups used to determine the value of free water. The results showed that the thickening time and free water values ​​were influenced by the heating temperature of coconut shell charcoal. The higher coconut shell charcoal temperature used in the cement suspension make thickening time of the cement suspension becomes shorter. The optimum heating temperature of coconut shell charcoal is 700 0C with thickening time of 1 hour 38 seconds 52 seconds and free water 1.2 mL.

Page 2 of 19 | Total Record : 186