cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : -     EISSN : 25409352     DOI : -
Journal of Earth Energy Engineering (eISSN 2540-9352) is a Bi-annual, open access, multi-disciplinary journal in earth science, energy, and engineering research issued by Department of Petroleum Engineering, Universitas Islam Riau. The journal is peer reviewed by experts in the scientific and engineering areas and also index in Directory of Research Journals Indexing (DRJI) and CrossRef Member.
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
Evaluasi Kinerja Injeksi Air Menggunakan Analisa Fall-Off Test Dan Analisa Kualitas Air Menggunakan Metode Stiff-Davis Di Lapangan Selta Veri, Irfan Nofta
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Vol 1 No 1 (2012): OCTOBER
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.589 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v1i1.932

Abstract

Porositas dan permeabilitas merupakan bagian dari sifat fisik batuan yang memiliki keterkaitan. Porositas merupakan perbandingan dari volume bulk batuan terhadap total volume batuan sementara permeabilitas merupakan ukuran media berpori untuk meloloskan fluida agar fluida dapat mengalir. Untuk menentukan harga porositas dan permeabilitas tersebut dapat dilakukan pada uji laboratorium. Dengan adanya perbandingan harga permeabilitas dari sample batuan, dapat diketahui seberapa besar nilai skin dari batuan reservoir tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lumpur pemboran dengan emulsi minyak terhadap kerusakan formasi batu pasir lempungan. Adapun data yang menjadi acuan utama untuk penelitian ini adalah data permeabilitas dari sample core yang didapat dengan menggunakan alat Gas Permeameter. Dalam penelitian ini , Sample core yang digunakan yaitu sample core batu pasir lempungan sebanyak 10 buah dengan harga porositras yang seragam sesuai dengan pengukuran helium porosimeter dan akan  dikontaminasi terhadap lumpur pemboran emulsi minyak. Pembuatan lumpur emulsi minyak disesuaikan dengan standar API SPEC. Sifat fisik lumpur yang perlu diukur dalam penelitian ini yaitu : Densitas lumpur, Rheologi lumpur, pH lumpur, Filtare lumpur dan ketebalan Mud Cake. Setelah dilakukan pengukuran dan uji laboratorium didapat harga permeabilitas sample core rata – rata sebelum dijenuhi dengan lumpur pemboran sebesar 1.2 Darcy dan permeabilitas rata – rata sample core setelah dijenuhi dengan lumpur pemboran sebesar 0.13 Darcy. Dari hasil perbandingan permeabilitas awal dan permeabilitas akhir sample core didapat nilai kerusakan sample core setelah dikontaminasi dengan lumpur emulsi minyak sebesar 8.2. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa kerusakan sample core batu pasir lempungan setelah dikontaminasi dengan lumpur emulsi minyak cukup besar jika dibandingakan dengan kontaminasi pada sample core batu pasir, yang ditunjukkan oleh kecilnya harga skin dari sample core tersebut.
Optimasi Perhitungan Laju Alir minyak Dengan Meningkatkan Kinerja Pompa Hydraulic Pada Sumur Minyak Di Lapangan PT. KSO Pertamina Sarolangon Jambi Musnal, Ali
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Vol 4 No 2 (2015): OCTOBER
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.636 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v4i2.639

Abstract

Sumur X pada lapangan Y merupakan sumur dengan permasalahan rangkaian BHA terlepas setelah proses pembebasan rangkaian pipa pemboran karena adanya Pack off pada kedalaman 3.360 ft MD. Hal tersebut ditandai dengan tidak adanya return pada saat dilakukan circulation serta tekanan pompa naik secara tiba-tiba. Pack off menyebabkan formasi gugur dan cutting terakumulasi di lubang sumur. Terakumulasinya cutting menjadi penyebab rangkaian terjepit akibat. Perhitungan reactive torque dengan persamaan Frank J Schuh dilakukan untuk mengetahui besarnya nilai torsi yang menyebabkan BHA terlepas dari rangkaian tersebut. Menurut perhitungan yang telah dilakukan, rangkaian BHA lepas terjadi karena torsi reaksi (reactive torque) sebesar 60.240 ft.lb. yang sekitar dua kali lebih daripada nilai make up torque untuk HWDP 5” yaitu sebesar 22.800 ft.lb. Masalah rangkaian BHA lepas dapat ditangani dengan menggunakan metode operasi fishing. Waktu ekonomis fishing yang didapat untuk melakukan kegiatan fishing sebesar 3,1 hari. Apabila fishing job tidak berhasil, maka dapat dilakukan operasi penindaklanjutan untuk menghindari fish yang tertinggal di dalam lubang sumur dengan melakukan pembelokan lintasan sumur pada titik Kick Off Point (KOP) yang baru, yakni pada kedalaman 485 ft.
Peningkatan Kualitas Supply Chain Material Melalui Teknologi Material Traceability System di PT. Pertamina Gas Eastern Java Area Operation Septriardy, Dela Agung
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Vol 6 No 1 (2017): APRIL
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1414.685 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v6i1.626

Abstract

Material Management has always been a major challenge in the world of industry, especially the world of gas transportation. Poor on material planning, limitationon material supply the length of lead time delivery of materials is often a major constraint on the operational productivity. The obligation to maintain the reliability of the instrument to ensure smooth gas supply to consumers remains to be one of the challenges in maintaining productivity. These efforts will not be successful if the company is not able to increase the flexibility of the material supply chain. Not Providing Information Regarding Details Material stock, remoteness Distance Between warehouse and Station, Not Providing Information Details on stock Material, remoteness Distance Between warehouse and Station, and manual data collection worsen the problem tha couldt cause the error on calculating material stock, moreover the problem become more complicated by the lack of collaboration of material information that should be known by the user as the material user on  field and  planners as a warehouse supervisor. One solution to the problem is to develop the Material Traceabillity Strategy- A technology that can replace manual data entry process that still use paper as a recording media, allows personnel to track and manage the material in real time, Improve Information Sharing among divisions. This paper will discuss the problems and solutions that are applied in order to improve the reliability of materials that can improve supply chain collaboration in the handling of the material. This paper emphasizes the importance of the revolution in material handling in oil & gas transportation company that has been applied and proved successful in PT. Pertamina Gas Eastern Java Operation Area.
Aplikasi Kurva Derivative Dalam Penentuan Batas Reservoir Pada Sistem Reservoir Lensa Hidayat, Fiki
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Vol 5 No 1 (2016): APRIL
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.702 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v5i1.458

Abstract

Reservoir lensa merupakan reservoir yang memiliki bentuk menyerupai lensa dan memiliki sifat reservoir yang tertutup. Saat ini, reservoir dengan tipe lensa mulai banyak diproduksikan. Studi mengenai reservoir lensapun telah banyak dilakukan untuk dapat lebih memahami kelakuan reservoir ini. Untuk memperoleh analisa lebih baik mengenai reservoir lensa ini diperlukan studi-studi yang tepat sehingga pengembangan lapangan dengan reservoir ini berjalan dengan baik. Analisa yang dilakukan salah satunya adalah analisa mengenai batas reservoir dengan menggunakan kurva derivative pada reservoir lensa ini. Untuk itu, yang perlu dilakukan adalah membuat model reservoir lensa dan melakukan simulasi untuk dapat memperkirakan kelakuan dari reservoir ini. Data yang diperlukan antara lain: tekanan reservoir, waktu produksi, batas reservoir , properti fluida, dan properti batuan. Dari data tersebut kemudian digunakan software simulasi reservoir CMG untuk memperoleh data tekanan dari sumur uji dan software Saphire untuk interpretasi dari data tekanan yang diperoleh. Pada penelitian  ini akan dibahas tentang identifikasi dan analisa batas reservoir untuk reservoir dengan tipe lensa dengan menggunakan model ideal pada software Saphire. Selain itu, akan dibahas pula bentuk kurva derivative yang dihasilkan dari reservoir lensa.
Penentuan Absolute Open Flow Pada Akhir Periode Laju Alir Plateau Sumur Gas Jaharuddin, Novrianti
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Vol 3 No 1 (2014): APRIL
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.292 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v3i1.937

Abstract

Penentuan laju alir plateau dan lama waktu plateau adalah syarat utama dalam proses bisnis lapangan gas yang di tentukan oleh hasil evaluasi keekonomian. Penelitian ini untuk menentukan besarnya laju alir produksi gas ( Absolute Open Flow ) pada reservoir gas dengan tenaga dorong air dengan menggunakan simulator. Laju alir produksi gas diperoleh dari model reservoir 2- D untuk aliran dua fasa ( air dan gas ) dan melakukan analisa sensitivitas permeabilitas absolute ( k), rasio permeabilitas vertical dengan permeabilitas horizontal ( kv/ kh), ketebalan aquifer dan radius aquifer.  Semakin kecil permeabilitas batuan maka AOF yang diperoleh juga berharga kecil. Untuk permeabilitas rendah kenaikan permeabilitas dari 10 mD menjadi 30 mD akan mengakibatkan AOF naik sebesar 23.201 MMscf/d sedangkan kenaikan  permeabilitas dari 100 mD menjadi 300 mD akan mengakibatkan AOF naik sebesar 216.821 MMscf/d. Pada permeabilitas rendah yaitu 10 mD, perubahan  rasio kv/kh dari 0.1 menjadi  rasio kv/kh 0.3 akan mengakibatkan kenaikan AOF sebesar 0.894 MMscf/d sedangkan pada permeabilitas tinggi yaitu 500 mD perubahan rasio kv/kh dari 0.1 menjadi  rasio kv/kh 0.3 akan mengakibatkan kenaikan AOF sebesar 35.346 MMscf/d. Untuk permeabilitas 10 mD dan rasio kv/kh 1 perubahan ketebalan 50 ft menjadi 250 ft akan mengakibatkan perubahan AOF sebesar  0.065 MMscf/d dan  perubahan ketebalan 250 ft menjadi 500 ft akan mengakibatkan perubahan AOF sebesar 0.887MMscf/d. Perbedaan radius aquifer tidak berpengaruh terhadap nilai AOF.
Analisis Ekonomi Pemilihan Electric Submersible Pump Pada Beberapa Vendor Ariyon, Muhammad
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Vol 2 No 2 (2013): OCTOBER
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.612 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v2i2.928

Abstract

Tulisan ini memuat bahasan tentang pemilihan Electric Submersible Pump berdasarkan perhitungan analisa keekonomian pada beberapa vendor. Pemilihan dilakukan dengan  menghitung indikator keuntungan berupa Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV), Benefit to Cost Ratio (B/C), Pay Out Time (POT) untuk menentukan nilai keekonomian dan kelayakan pompa ESP pada masing-masing vendor. Hasil perhitungan indikator keuntungan untuk Pompa 1 (Centraleft) adalah IRR = 16,24 % NPV@ i =5 % = 654,250 US$;  B/C =  1,2 ; POT = 3,8 tahun; untuk Pompa 2 (Motherford) adalah IRR = 9,09 % NPV@ i =5 % = 288,370 US$;  B/C =  1,11 ; POT = 4,1 tahun; untuk Pompa 3 (Red-A) adalah IRR = 21,21 % NPV@ i =5 % = 854,250 US$;  B/C =  1,28 ; POT = 3,3 tahun; dan untuk  Pompa 4 (Wooden Group) adalah IRR = 12,86 % NPV@ i =5 % = 355,430 US$;  B/C =  1,16 ; POT = 4 tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa pompa ketiga (Red-A) memiliki indikator keuntungan paling tinggi diantara kompetitor lainnya, sehingga dianggap paling menguntungkan bila ditinjau berdasarkan perhitungan analisis keekonomian.
Optimasi Hidrolika Lumpur Pemboran Menggunakan Api Modified Power Law Pada Hole 8½ Sumur X Lapangan Mir Jaharudin, Novrianti; Umar, Mursyidah
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Vol 4 No 2 (2015): OCTOBER
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.158 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v4i2.635

Abstract

Salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan dalam keberhasilan suatu operasi pemboran adalah pembersihan lubang bor dari serbuk bor selama proses pemboran berlangsung. Perencanaan dan kontrol yang baik dapat mempercepat operasi pemboran dan secara keseluruhan dapat menghemat biaya. Sistem hidrolika lumpur pemboran berpengaruh terhadap pembersihan lubang bor, lumpur yang keluar dari nozzle dengan kecepatan tinggi membantu pahat menembus batuan serta mengangkat cutting ke permukaan. Analisis hidrolika lumpur dan hidrolika pahat pada sumur X dilakukan pada pelaksanaan pengeboran hole 8½dimulai dari kedalaman 2093 ft – 5555 ft. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui kehilangan tekanan sirkulasi lumpur pemboran serta untuk mengoptimalkan laju alir sirkulasi dan diameter nozzle pahat untuk mengoptimalkan pengangkatan cutting. Metode yang dipergunakan dalam analisis lumpur pemboran adalah metode API modified power law dimana metode tersebut merupakan penyempurnaan dari metode power law dan direkomendasikan untuk dipergunakan oleh API. Sedangkan metode yang digunakan dalam mengevaluasi keberhasilan hidrolika pahat dilakukan dengan menggunakan metode Bit Hydraulic Horse Power (BHHP). Metode BHHP sesuai digunakan untuk pemboran vertical dengan pertimbangan gaya gravitasi dan cenderung aliran yang digunakan laminer. Berdasarkan hasil studi kasus diperoleh bahwa pengangkatan cutting akan sempurna apabila aliran di annulus laminar, total kehilangan tekanan adalah 842.08 psi dimana kehilangan tekanan yang terjadi pada Surface Connection 6.312 psi, Pada Drill String 523.191 psi, Pada Annulus 169.305 psi, Pada Bit 136.955 psi. Laju alir aktual 502 gpm dengan diameter nozzle 6x15 tidak optimal, maka laju alir dioptimasikan menjadi 440 gpm dengan diameter nozzle 6x10.
Prediksi Kinerja Steamflood Dengan Metode Myhill-Stegemeier dan Gomaa di Area R Duri Steamflood (DSF) Melysa, Rycha
JOURNAL OF EARTH ENERGY ENGINEERING Vol 5 No 2 (2016): OCTOBER
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22549/jeee.v5i2.478

Abstract

Steamflood constitutes one of method Enhanced Oil Recovery (EOR) by injected steam with quality and particular flow rate kontinyu into reservoir. Its aim is increase oil mobility at reservoir by downs viscosity to produced passes through producer. Before does simulation exhaustively, there is it is better does to predict performance a steamfloods reservoir by analytic simple one. This studies compares two simple methods in prediction steamfloods reservoir performance by use of data historical on area R Duri Steamflood (DSF). Gomaas method utilizes many graph have already at previous generalizing but just applies on field with given characteristic limitation. Then Myhill Stegemeier modifies equation that made by Mandl and Volek to interpose that displacement form in reservoir is frontal displacement one dimension yawns to oil. Both of that method have excess and its lack each. Compares two simple methods in predicting reservoir performance steamflood using historical data on the area "R" Steamflood Duri. Gomaa method using some charts that have been generalized before but only apply to the courts to limit certain characteristics. Myhill-Stegemeier then modify the equations created by Mandl and Volek to argue that the form of displacement in the reservoir is a one-dimensional frontal displacement steam to oil. Both methods have advantages and disadvantages of each. Both methods produce a number of different oil recovery. The cumulative oil recovery methods amounted to 1378917 Stegemeiers Myhill-STB (76% of OOIP) and Method Gomaa of the STB 999 072 (55% of OOIP). Comparison of steam-oil (FSO) obtained in Method Myhill is a comparison of cumulative, it is evident from the constant value (FSO) obtained from the first year until the 10th year. Gomaa is different from the method they are relatively oil-vapor ratio (FSO) obtained.
Optimasi Gas Injeksi Pada Sembur Buatan Gas Lift Untuk Meningkatkan Besarnya Laju Produksi Minyak Maksimum Dan Evaluasi penghentian Kegiatan Gas Lift, Pada Lapangan Libo PT. Chevron Pacific Indonesia Duri Musnal, Ali; Fitrianti, Fitrianti
Journal of Earth Energy Engineering Vol 6 No 2 (2017): OCTOBER
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.046 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v6i2.993

Abstract

Banyak jenis pengangkatan buatan atau “ Artificial Lift “yang dapat dipergunakan, antara lain; Gas Lift yaitu pengangkatan buatan dengan mempergunakan gas, dan Pumping yaitu pengangkatan buatan dengan mempergunakan pompa, pemakaian jenis pengangkatan buatan ini tergantung pada kondisi  sumur dan lapangan minyak yang akan dikerjakan. Dengan berjalannya waktu produksi, tekanan reservoir akan mengalami penurunan,  hal ini disebabkan meningkatnya laju produksi air.dan berkurangnya tenaga pendorong Gas. Untuk mengatasi hal tersebut diatas dipergunakan pengangkatan buatan yang dikenal dengan “Artificial Lift”  .Pada 4 sumur kajian,  pengangkatan buatan di pergunakan “ Gas Lift” yaitu dengan mempergunakan gas sebagai media pengangkatan minyak.  Pada penelitian ini Peneliti akan menghitung Jumlah Gas injeksi yang optimum untuk mendapatkan laju produksi maksimum dan mengevaluasi kenapa kegiatan gas lift diberhentikan di lapangan Libo ini. Berdasarkan hasil Penelitian dan Perhitungan optimasi, banyak jumlah gas yang melampaui batas optimasi di injeksikan, sehinggah laju produksinya menjadi kecil, hal ini terlihat dari hasil penelitian yang Peneliti lakukan. Bila kelebihan gas injeksi ini tidak terjadi akan dapat mempanjang kegiatan gas lift selama 3 bulan dalam satu tahun. Faktor terhentinya kegiatan gas lift di lapangan Libo, Yaitu menurunya laju produksi gas dari 4 sumur yang ada dari 3.134.609 SCF/D menjadi 2.931.000 SCF/D dan supplay gas yang tidak stabil dari perusahaan pemasok gas.
Analisa Dan Optimasi Recovery Perolehan Cadangan Gas Dengan Melihat Parameter Design Sumur Pada Struktur Musi Barat Di Lapangan Riyadh Melysa, Rycha; Khalid, Idham
Journal of Earth Energy Engineering Vol 6 No 2 (2017): OCTOBER
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.579 KB) | DOI: 10.22549/jeee.v6i2.1013

Abstract

Lapangan Riyadh merupakan lapangan yang memiliki potensi cadangan gas. Berdasarkan hasil perkiraan cadangan secara volumetric lapangan Riyadh memiliki cadangan sebesar 686.334 Bcf. Lapangan Riyadh ini memiliki 28 sumur yaitu hanya 20 sumur yang berproduksi hingga tahun 2016. Perolehan gas pada lapangan Riyadh hingga akhir tahun 2016 yaitu sebesar 505.336 Bcf. Maka perlu dilakukan perkiraan cadangan berdasarkan material balance dan melakukan optimasi recovery perolehan gas sesuai dengan design sumur di lapangan riyadh. Pada lapangan Riyadh ini dilakukan analisa forecast tekanan terhadap kumulatif produksi gas untuk mengetahui tekanan pada kumulatif produksi gas terhadap waktu. Selanjutnya dilakukan perhitungan perkiraan cadangan dengan metode plot P/z vs Gp dan dilakukan identifikasi driving mechanism. Dari hasil perkiraan cadangan dapat dihitung perkiraan recovery factor current dan recovery factor predict . tahap optimasi recovery perolehan gas dilakukan dengan prosper dan mbal software. Hasil perkiraan cadangan gas dengan material balance plot P/z vs Gp sebesar 702.895 Bcf. Analisa plot P/z vs Gp dapat diketahui bahwa reservoir pada lapangan Riyadh dipengaruhi aquifer influx sehingga dapat di indikasi dari hasil metode cole plot, driving mechanism lapangan Riyadh ini adalah strong water drive .kemudian dari hasil perhitungan cadangan plot P/z vs Gp untuk RF current sebesar 72 % dengan RF prediksi 82 % berdasarkan manual. Setelah dilakukan simulasi Mbal recovery perolehan gas pada lapangan Riyadh dapat di optimasi sampai 85 % berdasarkan parameter design sumur yaitu tubing 3 inch.

Page 4 of 19 | Total Record : 186