cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Universa Medicina
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 19073062     EISSN : 24072230     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Universa Medicina (univ.med) is a four-monthly medical journal that publishes new research findings on a wide variety of topics of importance to biomedical science and clinical practice. Universa Medicina Online contains both the current issue and an online archive that can be accessed through browsing, advanced searching, or collections by disease or topic
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 26, No 1 (2007)" : 4 Documents clear
Resistensi dari bakteri enterik: aspek global terhadap antimikroba Yenny, Yenny; Herwana, Elly
Universa Medicina Vol 26, No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2007.v26.46-56

Abstract

Resistensi antimikroba dari bakteri merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang sifatnya global. Masalah ini menjadi bertambah penting dalam hal pengobatan infeksi enterik. Di negara-negara berkembang resistensi terhadap obat-obat lapis pertama (first-line drugs) telah dijumpai di antara luman-kuman patogen enterik, yang disebabkan oleh penggunaan antimikroba yang semena-mena. Pada beberapa kasus, derajat resistensi memaksa digunakannya obat-obat lapis kedua dan ketiga, yang harganya lebih mahal. Situasi ini juga mengancam timbulnya resistensi terhadap golongan obat-obat antimikroba golongan ini yang pada akhirnya menyebabkan beban ekonomi yang besar dan resistensi multipel. Di banyak negara berkembang, data mengenai prevalensi resistensi antimikroba sedikit sekali ditemukan. Kurangnya fasilitas laboratorium merupakan kendala besar dalam mengembangkan surveilans yang efektif. Untuk mempertahankan jangka efektivitas suatu antimikroba, khususnya di negara berkembang, perlu dilakukan perbaikan sistem surveilans untuk memantau timbulnya resistensi antimikroba, perbaikan akses laboratorium, peraturan penggunaan antimikroba yang lebih baik, dan pendidikan masyarakat.
Perbandingan antara high density lipoprotein, lipoprotein(a) dan small dense low density lipoprotein sebagai parameter pertanda risiko penyakit jantung koroner Priyana, Adi
Universa Medicina Vol 26, No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2007.v26.11-17

Abstract

Latar Belakang Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab kematian utama di Indonesia seperti juga di berbagai negara industri di dunia. Aterosklerosis merupakan penyebab utama dari PJK. Faktor risiko utama sebagai penyebab aterosklerosis dan PJK adalah hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, kurang aktifitas dan merokok. Beberapa faktor risiko lainnya adalah high density lipoprotein (HDL) kolesterol (HDL-k), low density lipoprotein (LDL) kolesterol (LDL-k), lipoprotein a [Lp(a)], dan small dense LDL (sd-LDL). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan HDL-k, Lp(a) dan sd-LDL sebagai pertanda risiko terjadinya PJK. MetodeSubyek penelitian dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok risiko mengikutsertakan 94 subyek yang memiliki minimal 2 faktor risiko PJK dan kelompok kontrol 49 subyek tanpa faktor risiko PJK. Pemeriksaan sampel darah vena dilakukan pada subyek yang sebelumnya telah berpuasa 12–14 jam. Pertanda faktor risiko yang diperiksa adalah HDL-k, Lp(a) dan sd-LDL. Tiga alternatif multivariat model dibandingkan sd-LDL, sd-LDL + HDL-k, dan sd-LDL, HDL-k + Lp(a). HasilHasil penelitian menunjukkan sd-LDL merupakan pertanda risiko PJK yang akurat. Ternyata Lp(a) dan HDL-k kurang akurat bila digunakan sebagai pertanda risiko PJK dibandingkan dengan sd-LDL. KesimpulanSmall dense LDL merupakan pertanda risiko PJK yang akurat. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan mengikut sertakan lebih banyak penderita PJK dan kontrol dengan usia yang sebanding.
Telaah kritis terapi risperidone untuk perbaikan perilaku pada gangguan spectrum autistik Pinzon, Rizaldy; Meliala, Lucas; Sutarni, Sri
Universa Medicina Vol 26, No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2007.v26.39-45

Abstract

Autisme adalah sindroma klinik yang ditandai oleh gangguan interaksi sosial, hambatan komunikasi verbal, dan keterbatasan aktivitas serta minat. Sampai saat ini, tidak ada terapi untuk autisme. Pengobatan farmakologis terutama ditujukan untuk mengurangi agresivitas, perilaku obsesif kompulsif, dan perilaku melukai diri sendiri. Telaah pustaka ini menunjukkan bahwa risperidone efektif dan aman untuk terapi tantrum, agresivitas, dan perilaku melukai pada anak-anak autistik. Namun risperidon tidak dapat memperbaiki kekurang anak dalam hal interaksi sosial dan komunikasi. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan pengobatan yang efektif untuk memperbaiki gangguan intarksi sosial dan komunikasi pada penderita autistik. Efektifitas yang menjanjikan dari resperidone ini memberikan harapan untuk mengobati anak-anak yang mengalami gangguan perilaku pada autisme.
Deteksi Mycobacterium tuberculosis dan resistensinya terhadap rifampisin dengan Metode nested polymerase chain reaction (PCR) dan sequencing Rosilawati, Maria Lina
Universa Medicina Vol 26, No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2007.v26.1-10

Abstract

Latar BelakangDNA rpob (RNA polymerase sub unit b) Mycobacterium tuberculosis dapat diamplifikasi secara spesifik dengan metode nested polymerase chain reaction (PCR). Nested PCR yang dilanjutkan dengan sequencing dapat secara langsung diaplikasikan untuk mendeteksi M. tuberculosis dan menentukan mutasi pada gen rpob yang berkaitan dengan resistensinya terhadap rifampisin, pada isolat klinis maupun sampel sputum. MetodeDalam penelitian ini digunakan 20 isolat klinis dan 30 sampel sputum yang diamplifikasi dengan primer yang dirancang dari bagian gen rpob M. tuberculosis. Metode fenol-kloroform dan metode Boom masing-masing digunakan untuk ekstraksi DNA isolat klinis dan sampel sputum. Sequencing hanya dilakukan untuk hasil PCR dari sampel sputum. HasilDari 20 isolat klinis, 15 isolat positif terdeteksi sebagai M. tuberculosis dengan nested PCR, 4 isolat tergolong Mycobacteria other than tuberculosis (MOTT) dan 1 isolat non-Mycobacteria. Hasil nested PCR pada 30 sampel sputum dengan 25 sampel basil tahan asam (BTA) positif dan 5 sampel BTA negatif, menunjukkan hasil positif pada 21 sampel. Besarnya produk first-round dan second-round PCR masing-masing adalah 205 bp dan 157 bp. KesimpulanNested PCR dengan sequencing lebih sensitif dan spesifik dalam mendeteksi  M. tuberculosis dan resistensinya terhadap rifampisin.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): Ahead Of Print Vol. 44 No. 2 (2025) Vol. 44 No. 1 (2025) Vol. 43 No. 3 (2024) Vol. 43 No. 2 (2024) Vol. 43 No. 1 (2024) Vol. 42 No. 3 (2023) Vol. 42 No. 2 (2023) Vol. 42 No. 1 (2023) Vol. 41 No. 3 (2022) Vol. 41 No. 2 (2022) Vol. 41 No. 1 (2022) Vol. 40 No. 3 (2021) Vol. 40 No. 2 (2021) Vol. 40 No. 1 (2021) Vol 39, No 3 (2020) Vol. 39 No. 3 (2020) Vol. 39 No. 2 (2020) Vol 39, No 2 (2020) Vol 39, No 1 (2020) Vol. 39 No. 1 (2020) Vol 38, No 3 (2019) Vol 38, No 2 (2019) Vol 38, No 2 (2019) Vol 38, No 1 (2019) Vol 38, No 1 (2019) Vol 37, No 3 (2018) Vol 37, No 3 (2018) Vol. 37 No. 2 (2018) Vol 37, No 2 (2018) Vol 37, No 2 (2018) Vol 37, No 1 (2018) Vol 37, No 1 (2018) Vol 36, No 3 (2017) Vol. 36 No. 3 (2017) Vol 36, No 3 (2017) Vol 36, No 2 (2017) Vol 36, No 2 (2017) Vol 36, No 1 (2017) Vol 36, No 1 (2017) Vol 35, No 3 (2016) Vol 35, No 3 (2016) Vol 35, No 2 (2016) Vol 35, No 2 (2016) Vol 35, No 1 (2016) Vol 35, No 1 (2016) Vol. 35 No. 1 (2016) Vol 34, No 3 (2015) Vol 34, No 3 (2015) Vol. 34 No. 2 (2015) Vol. 34 No. 1 (2015) Vol. 33 No. 3 (2014) Vol. 33 No. 2 (2014) Vol. 33 No. 1 (2014) Vol. 32 No. 3 (2013) Vol. 32 No. 2 (2013) Vol. 32 No. 1 (2013) Vol. 31 No. 3 (2012) Vol. 31 No. 2 (2012) Vol 31, No 1 (2012) Vol. 31 No. 1 (2012) Vol 31, No 1 (2012) Vol 30, No 3 (2011) Vol 30, No 3 (2011) Vol 30, No 2 (2011) Vol 30, No 2 (2011) Vol 30, No 1 (2011) Vol 30, No 1 (2011) Vol 29, No 3 (2010) Vol 29, No 3 (2010) Vol 29, No 2 (2010) Vol 29, No 2 (2010) Vol 29, No 1 (2010) Vol 29, No 1 (2010) Vol 28, No 3 (2009) Vol 28, No 3 (2009) Vol 28, No 2 (2009) Vol 28, No 2 (2009) Vol 28, No 1 (2009) Vol 28, No 1 (2009) Vol 27, No 4 (2008) Vol 27, No 4 (2008) Vol 27, No 3 (2008) Vol 27, No 3 (2008) Vol 27, No 2 (2008) Vol 27, No 2 (2008) Vol 27, No 1 (2008) Vol 27, No 1 (2008) Vol 26, No 4 (2007) Vol 26, No 4 (2007) Vol 26, No 3 (2007) Vol 26, No 3 (2007) Vol 26, No 2 (2007) Vol 26, No 2 (2007) Vol 26, No 1 (2007) Vol 26, No 1 (2007) More Issue