cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Hasil Penelitian Industri
ISSN : 20895380     EISSN : 25032216     DOI : -
Jurnal Hasil Penelitian Industri (JHPI) merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Balai Riset dan Standardisasi Industri Banda Aceh. JHPI terbit setahun 2 (Dua) kali yaitu pada bulan April dan Oktober dengan fokus dan ruang lingkup hasil penelitian dan pengembangan sektor industri bidang pangan, industri proses, rancang bangun peralatan, teknologi hasil pertanian, lingkungan, teknologi minyak atsiri/oleo dan energi. JHPI telah diakreditasi LIPI No.630/AU2/P2MI/03/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 25, No 2 (2012)" : 6 Documents clear
PANGAN ALTERNATIF PENGGANTI BERAS BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL (Food Alternatives to Rice Based on Local Raw Material) Setianingsih, Nanik Indah
Jurnal Hasil Penelitian Industri Vol 25, No 2 (2012)
Publisher : Baristand Industri Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.353 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknologi proses serta formulaterbaik dalam menghasilkan produk pangan alternatif pengganti beras dengan nilai giziyang mendekati beras. Bahan utama yang digunakan untuk membuat pangan penggantiberas adalah pati sagu dan bahan tambahan lain yang terdiri dari kacang kedelai dankacang hijau. Pati sagu diformulasikan dengan tepung kacang hijau dan kacang kedelaidalam empat formula. Teknologi proses yang dilakukan meliputi tahap pencampuran,tahap granulasi, tahap pregelatinisasi dan tahap pengeringan. Hasil analisa nutrisimenunjukkan beras sagu formula 2 (75% sagu, 25% kedelai) mengandung kadarkarbohidrat mendekati beras serta nutrisi protein, lemak dan serat yang paling tinggi.Beras sagu formula 4 (70% sagu, 15% kedelai, 15% kacang hijau) memiliki nilaikarbohidrat setara dengan beras, serta mengandung nilai nutrisi protein, lemak dan seratyang mendekati beras. Hasil uji organoleptik secara hedonik menunjukkan panelismenyukai tekstur dari nasi beras sagu secara umum dan menyukai rasa serta warna nasiberas sagu dengan pemasakan kombinasi 70% beras dan 30% beras sagu. Hasil analisaumur simpan dengan parameter mikrobiologi menunjukkan bahwa beras sagu masihmemenuhi persyaratan dengan waktu penyimpanan selama empat bulan.
PEMBUATAN PAPAN KOMPOSIT DENGAN MENGGUNAKAN FILLER SABUT KELAPA DAN JERAMI DAN MATRIK PLASTIK BEKAS HDPE (The Manufacture of Composite Board by Using Filler of Coco Fiber and Rice Straws and HDPE Plactic Waste) Mulana, Farid
Jurnal Hasil Penelitian Industri Vol 25, No 2 (2012)
Publisher : Baristand Industri Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.353 KB)

Abstract

Mengingat pencampuran filler biomassa yang bersifat hidrofilik denganmatrik plastik yang bersifat hidrofobik tidak dapat bercampur dengan sempurna makapenggunaan coupling agent dalam penelitian ini sebagai compatibilizer dapatmeningkatkan ikatan adhesi antara biomassa dengan plastik. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh dari variabel jenis limbah padat, ukuran partikel filler danrasio berat limbah padat dan plastik terhadap kualitas komposit yang dihasilkan. Papankomposit ini dibuat dari plastik bekas HDPE sebagai matrix dan sabut kelapa dan jeramisebagai filler dan juga penambahan Maleid Anhydrida (MA) sebagai coupling agent.Proses pengempaan dilakukan pada suhu 168 oC selama 15 menit. Setelah prosespendinginan, maka produk komposit yang diperoleh dilakukan uji tarik, uji modulus patahdan uji termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekuatan tarik tertinggidiperoleh pada papan komposit berbasis jerami yaitu sebesar 8,04 MPa pada rasio beratjerami dan plastik = 50:50 dan ukuran partikel 50-60 mesh. Sedangkan nilai moduluspatah yang tertinggi sebesar 3,04 MPa diperoleh pada rasio berat jerami dan plastik =40:60 dan ukuran partikel 50-60 mesh. Komposit yang berbasis jerami mempunyai nilaientalpi yang tertinggi yaitu sebesar 6,53 kJ/g yaitu pada rasio jerami dan plastik = 70:30dan ukuran partikel 25-50 mesh.
PRODUKSI ROTI TAWAR DARI LABU KUNING DENGAN PERSENTASE SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DAN KONSENTRASI EMULSIFIER YANG BERBEDA (Production of Yellow Pumpkin Bread with Different Percentage of Wheat Flour Subtitution and Emulsifier Concentration) Muzaifa, Murna; Rozali, Zalniati Fonna; Rasdiansyah, Rasdiansyah
Jurnal Hasil Penelitian Industri Vol 25, No 2 (2012)
Publisher : Baristand Industri Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.353 KB)

Abstract

Tepung terigu digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan roti.Indonesia hingga saat ini masih mengimpor terigu dalam jumlah besar. Substitusi tepungterigu dengan produk labu kuning sangat mungkin dilakukan karena kaya karbohidrat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia roti tawar yangdisubstitusi sebagian dengan pasta beku labu kuning. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor, yaitupersentase substitusi sebagian tepung terigu dengan pasta labu kuning (R1 = 10%, R2 =20%, R3 = 30%, dan R4 = 40%) dan konsentrasi bahan pengemulsi yang digunakan(S1 = 0,5% dan S2 = 1%). Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar abu dankadar betakaroten untuk bahan baku labu kuning, dan analisis kadar abu, kadar air, kadarbetakaroten, rasio pengembangan adonan roti dan volume spesifik untuk roti tawar. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa faktor persentase substitusi pasta labu kuning memberikanpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap kadar abu dan kadar betakaroten danberpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar air, volume spesifik dan rasiopengembangan adonan roti tawar. Faktor konsentrasi bahan pengemulsi memberikanpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap rasio pengembangan adonan roti tawar danberpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar air, kadar abu, kadar betakaroten danvolume spesifik roti tawar setelah pemanggangan. Tidak terdapat interaksi keduanya(P>0,05) terhadap semua parameter yang diuji. Semakin tinggi persentase substitusi pastalabu kuning yang digunakan, maka kadar betakaroten pada roti tawar semakin meningkat.Kadar betakaroten tertinggi terdapat pada persentase substitusi pasta labu kuning 40 %.Rasio pengembangan adonan yang lebih tinggi didapatkan pada konsentrasi bahanpengemulsi 1%.
MUTU SOYGHURT DITINJAU DARI JENIS GULA DAN PERSENTASE GELATIN (Review of Quality Soyghurt Based Sugar Type and Percentage of Gelatin) Lullung, Alfrida; Yumas, Medan; Abriana, Andi
Jurnal Hasil Penelitian Industri Vol 25, No 2 (2012)
Publisher : Baristand Industri Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.353 KB)

Abstract

Penelitian mutu soyghurt ditinjau dari jenis gula dan persentase gelatin telahdilakukan. Proses pembuatan soyghurt diawali dengan pembuatan susu kedelai denganvariasi penambahan jenis gula dan konsentrasi gelatin, kemudian dilanjutkan denganproses fermentasi menggunakan starter Streptococcus thermophillus dan Lactobacillusbulgaricus. Variabel pengamatan adalah derajat keasaman (pH), total padatan terlarut,kadar protein, total asam, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwasoyghurt dari hasil fermentasi susu kedelai dengan penambahan sukrosa 7% dan gelatin5% (perlakuan A1B2) yang memenuhi SNI 01 – 2891 – 1992 dan yang paling di sukaioleh panelis dengan tingkat kesukaan terhadap rasa (5,0), aroma (3,3), warna (4,1) dantekstur (4,9).
PERANCANGAN PERALATAN DESTILASI FRAKSINASI MINYAK NILAM SKALA INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) (The Design of Fractional Distillation Equipment of Patchouli Oil for IKM Scale) Syarifuddin, Syarifuddin
Jurnal Hasil Penelitian Industri Vol 25, No 2 (2012)
Publisher : Baristand Industri Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.353 KB)

Abstract

Perancangan peralatan ini dilakukan untuk memisahkan komponen terpen(alpha-Copaene) dengan komponen hidrokarbon beroksigen (Patchouli Alkohol).Spesifikasi peralatan destilasi fraksinasi skala IKM meliputi volume tangki umpan 35 liter,volume minyak nilam yang diisi 28 liter, tinggi kolom 1,5 meter, dengan diameter 0,15meter, pendingin vakum 2 buah dengan panjang 0,5 meter dan diameter 0,1 meter,pendingin distilat 1 buah dengan panjang 1 meter dan diameter 0,1 meter, penampungdistilat 5 liter, oil separator 0,5 meter dan pompa vakum. Kondisi operasi peralatandestilasi fraksinasi vakum minyak nilam dilakukan pada tekanan vakum 20 mmHg,temperatur 140 oC dan waktu destilasi 3 jam. Minyak nilam dari desa Teladan -Kecamatan Lembah Seulawah sebelum didestilasi fraksinasi dianalisa dengan GC-MSdengan kadar patchouli alkohol 26,90% dan kadar alpha-copaene 0,775%. Kadarpatchouli alkohol setelah proses destilasi fraksinasi adalah 33,641% dan kadar alphacopaene 0.364%. Uji fisiko-kimia minyak nilam setelah proses destilasi fraksinasi vakummemenuhi syarat standar minyak nilam SNI 06-2385-2006
PENGARUH PENGGUNAAN METANOL DAUR ULANG SEBAGAI PELARUT TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU PRODUK BIODIESEL (Effect of Using Recovery Methanol as Solvent On Yield and Quality of Biodiesel Product) Mahlinda, Mahlinda; Maurina, Lancy
Jurnal Hasil Penelitian Industri Vol 25, No 2 (2012)
Publisher : Baristand Industri Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.353 KB)

Abstract

Penelitian tentang pengaruh penggunaan metanol daur ulang sebagai pelarutterhadap rendemen dan mutu produk biodiesel telah dilaksanakan. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mempelajari proses produksi biodiesel menggunakan metanol bekas yangtelah didaur ulang, serta membandingkan kualitas dan kuantitas mutu produk biodieselyang dihasilkan antara penggunaan metanol daur ulang dan metanol baru. Rasio molarminyak terhadap metanol yang digunakan adalah 1:4, 1:6, 1:8, 1:10 dan 1:12 dengankonsentrasi katalis 1% b/b dari minyak yang digunakan, pada temperatur proses 45, 50,55, 60 dan 65 oC serta waktu proses 40, 60, 80, 100 dan 120 menit. Hasil penelitianmenunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara penggunaan metanol daur ulang danmetanol baru terhadap rendemen dan mutu biodiesel. Hasil identifikasi GasChromatography terhadap senyawa produk biodiesel menggunakan metanol daur ulangmenunjukkan kadar alkil ester mencapai 98,07% dan telah memenuhi persyaratan SNI 04-7182 : 2006.

Page 1 of 1 | Total Record : 6