cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2019)" : 5 Documents clear
Deformasi PulauLombok Berdasarkan Data GPS Cecep Sulaeman; Pandu Adi Minarno
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2236.416 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i1.182

Abstract

Hasil survei secara periodik di Pulau Lombok menunjukkan pergeseran horizontal titik ukur GPS ke timur laut dengan kecepatan 6,65 mm/th hingga 22,76 mm/th. Sementara secara vertikal umumnya naik dengan kecepatan 2,40 mm/th hingga 559,86 mm/th. Pulau Lombok bagian tengah hingga selatan mengalami dilatasi luas negatif, sementara di bagian utara bernilai positif. Pulau Lombok juga mengalami regangan geser yang umumnya bernilai negatif. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa deformasi tersebut disebabkan oleh interaksi beberapa sumber gempa bumi yaitu subduksi lempeng Indo-Australia, sesar belakang Flores Barat, sesar belakang Flores Timur, Selat Lombok, serta sesar lokal di pantai timur Bali. Potensi momen magnitudo gempa bumi yang dihasilkan oleh subduksi, sesar belakang Flores Barat, sesar belakang Flores Timur, sesar Selat Lombok, serta sesar lokal di pantai timur Bali masing-masing Mw 7,1; Mw 6,6; Mw 6,8; Mw 5,8; dan Mw 5,2.
ANALISIS LONGSOR DI SUNGAI CIPUNAGARA SUBANG DAN DESAIN PENANGANNYA Rochmat Hidayat; Moh. Dedy Munir
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7029.703 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i1.170

Abstract

ABSTRAKSPada hari Jumat 18 desember 2015 telah terjadi longsoran pada tebing sungai Cipunagara Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Subang. Longsor menyebabkan rusaknya lahan pertanian dan membendung sungai sehingga banyak ikan di kolam mati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab longsor dan menentukan metode penanganannya. Lokasi longsor mempunyai karakteristik material tanah berupa material lepas. Longsoran terjadi pada tebing sungai dengan kemiringan lereng 1:1. Pemicu longsoran diindikasikan karena daerah tersebut merupakan zona infiltrasi air dari saluran irigasi, hujan, genangan sawah, dan juga karena erosi pada tebing sungai. Berdasarkan faktor penyebab longsor maka untuk menjaga agar diperoleh lereng yang stabil, disampaikan 5 (lima) rekomendasi yaitu membuat saluran irigasi kedap air, membuat area pertanian kering, membuat struktur penguat tebing/pengarah aliran sungai (krib), membuat subsurface drainase. Pada lokasi longsor perlu dibuat terasering. Perlu dilakukan usaha mencegah longsor pada lokasi lain yang berpotensi longsor dengan mencegah terjadinya infiltrasi air permukaan ke dalam tanah. Dari analisis stabilitas lereng, nilai FS = 0,306 dan apabila dilakukan penguatan tebing maka nilai FS= 1,022Kata kunci: Longsoran, Infiltrasi, Stabilitas Lereng, Subsurface Drainase ABSTRACTOn Friday, December 18th 2015, a landslide occurred in the Cipunagara River in the Pesanggrahan Village, Kasomalang District, Subang Regency. Landslides cause damage on agricultural land and dammed the river causing plenty of fishes in the pond dead. The aim of this study is to analyze the causes of landslides and determine mitigations methods that need to be applied. The landslide in the area is contained and formed by loose materials as its characteristics. Landslide occurred on the river bank having 1:1 slope. The triggers of the landslide are excessive water as it infiltrate the area through flowing water from irrigation canals. The second cause was rainfall, a puddle of paddy fields, and also the erosion in the river banks cutting the lower part of the hill. Based on the causing factors, to increase slope stability, there is five (5) recommendations which are to create the impermeable for irrigation channels, make the dry farming area, construct gabion to slope strengthness, arrange directional flow of the river (crib), and create a subsurface drainage. At the location of landslide, it is needed also to make some terraces. Also, to prevent landslides in other locations, we need to prevent water infiltration into the soil. Furthermore, from the slope stability analysis before the occurrence, we have the value of FS = 0.306 and after making the slope stronger by (gabion), the value of FS becoming = 1.022Keywords: Landslide, Infiltration, Slope Stability, Subsurface Drainage
PEMODELAN GROUND PENETRATING RADAR MENGGUNAKAN SPLIT STEP DAN FREQUENCY DOMAIN TIME DOMAIN (FDTD) MODELLING PADA SALURAN AIR SUNGAI CIKAPAYANG Willy Hermawan; Acep Ruchimat
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.859 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i1.231

Abstract

Pemodelan kedepan Ground Penetrating Radar (GPR) diperlukan untuk membantu saat interpretasi data dari profil GPR. Pemodelan ini bertujuan untuk melihat respon GPR dan penjalaran gelombang medan listrik ketika menjalar pada saluran air dan melihat pengaruh keberadaan air dan tidak ada air dari saluran air. Pemodelan ini menggunakan software MATGPR buatan Tzanis dengan berbasis matlab. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan berdasarkan algoritma metode split step modelling (Bitri dan Grandjean, 1998) dan Frequency Domain Time Domain (FDTD) modelling. (Irving dan knight, 2006). Pemodelan kedepan menggunakan 2 model kasus yaitu saluran air berisi air dan saluran air tidak berisi air. Pengukuran data dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2014. Lokasi pengukuran dilakukan di bagian barat komplek gedung perkantoran Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan (PAG) - Badan Geologi, Bandung Jawa Barat. Pada lokasi tersebut tersingkap saluran air sungai Cikapayang yang tersingkap akibat amblesan tanah. Dari hasil pemodelan dengan menggunakan algoritma split step modelling dapat memperlihatkan pola refleksi hiperbola dari batas atas dan batas bawah saluran air masing – masing pada waktu   t= 20 ns dan t = 50 ns dan keberadaan air ditunjukan dengan perlambatan waktu sebesar 5 ns sedangkan pada pemodelan algoritma FDTD dari Irving dan Knight dapat memperlihatkan batas-batas saluran air dari medan listrik Ey yang menjalar di dalam saluran air. Selain itu keberadaan air dapat dibedakan dengan melihat penurunan amplitudo medan listrik.
Assessment of Hydrochemistry and Unconfined Groundwater Quality At East Simeulue Coastal Area, Aceh Province WISNU ARYA GEMILANG
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1474.465 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i1.238

Abstract

East Simulue Subdistrict is one of the areas that has coastal tourism potential that is very good to develop. Tourism development cannot be separated from the provide of tourism facilities and infrastructure, one of which is public infrastructure in the form of providing clean water. Determination of hydrogeochemical characteristics and determination of groundwater quality index (Water Quality Index) is one method of assessing groundwater worthiness in East Simulue. Ground water in the Simulue East coastal area is dominated by HCO3 elements, with a value of Cl / HCO3 ratio <0.5 which indicates that ground water is not affected by sea water, while the Na / Cl ratio> 1 indicates that groundwater has a process of groundwater hydrolysis. There are 6 types of facies hydrochemical facies of East Simulue groundwater, Mg-HCO3, Ca-HCO3, mixing Ca-Na-HCO3, Na-HCO3, Na-SO4 and Ca-SO4, but overall dominated by Mg-HCO3 facies. The ratio of Na ++ K +/ (Na ++ K ++ Ca2 +) as a function of TDS also shows that the chemistry of East Simeulue groundwater is dominated by the interaction of rock (formation) with groundwater. Groundwater quality index classification in Simuelue coastal shows that overall groundwater is in the category of excellent water (good) and good water (good) category.
Pemanfaatan Automatic GIS (VORIS) untuk Penilaian Bahaya Jatuhan Material Vulkanik Gunungapi Kelud Ardli Swardana
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1557.731 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i1.196

Abstract

Letusan Gunungapi Kelud tahun 2014menghasilkan material vulkanik yang membawa dampak kerusakan di Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang hingga Yogyakarta. Tujuan penelitian ini untuk memprediksi pola sebaran dan ketebalan jatuhan material vulkanik Gunungapi Kelud sebagai faktor bahaya di masa mendatang. Penentuan bahaya menggunakan VOlcanic Risk Information System (VORIS) dengan input angin u dan v serta jumlah material yang dierupsikan. Keluaran pemodelan ini berupa ketebalan material vulkanik sebagai faktor bahaya yang diklasifikasikan menjadi tiga kelas yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Kajian terhadap pola sebaran material vulkanik dilakukan dari bulan Januari sampai Desember 2016. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa sebaran material vulkanik Gunungapi Kelud mempunyai pola aliran yang beragam, yaitu lingkaran dan elips dengan dominan arah barat hingga barat daya. Jangkauan terjauh pola sebaran material vulkanik berdasarkan hasil pemodelan VORIS mencapai Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, hingga Samudera Hindia. Sebaran bahaya tinggi terkonsentrasi di sekitar tubuh Gunungapi Kelud dan menurun seiring dengan bertambahnya jarak dari pusat letusan. Jika letusan berlangsung pada musim angin baratan seluruh lokasi penelitian seluas 31.403 Ha terlanda oleh jatuhan material vulkanik, sehingga tingkat bahaya yang ditimbulkan menjadi lebih tinggi. Jika terjadi pada angin timuranlokasi yang terlanda paling sedikit diantara musim lainnya. Kata kunci:Jatuhan Material vulkanik, Gunungapi Kelud, VORIS, Bahaya

Page 1 of 1 | Total Record : 5