cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2019)" : 5 Documents clear
Peranan Geomorfologi dalam Perencanaan Bangunan pada Zona Ancaman Longsor Tinggi di Kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong Bagian Utara Puguh D Raharjo; Kritiawan Widiyanto; Sueno Winduhutomo; Mohammad Al’Afif
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 3 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.192 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i3.274

Abstract

Kawasan Karangsambung merupakan Cagar Alam Geologi yang menjadi bagian dari Geopark Nasional. Fungsi edukasi, konservasi, wisata serta pemberdayaan masyarakat menjadikan fokus pembangunan dari pemerintah daerah pada kawasan geopark. Sehingga diperlukan pemerataan pembangunan terutama sektor-sektor penting di kawasan geopark. Ancaman longsor pada bagian utara memiliki kriteria ancaman tinggi hingga sedang dan hanya sedikit yang memiliki kriteria rendah. Penelitian mengenai gerakan tanah sudah banyak dilakukan namun masih dalam skala yang kecil berupa spasial, namun masih jarang yang melakukan penelitian dalam skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kelayakan lokasi yang memiliki status kepemilikan oleh Pemerintah Daerah Kebumen pada wilayah yang rawan terhadap ancaman longsor. Sehingga dengan diketahuinya status ancaman longsor lokasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam perencananaan bangunan strategis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan dengan data lapangan, data laboratorium serta pendekatan dengan analisis keruangan. Hasil yang diperoleh bahwa bangunan fisik berupa kantor masih dapat direncanakan pada lokasi tertentu di zona ancaman longsor tinggi. Sehingga perkembangan wilayah dapat tercapai untuk mendukung pengembangan Geopark Karangsambung-Karangbolong.
Analisis Sumber Gempa Bumi Lebak 23 Januari 2018 Tio Azhar Prakoso Setiadi; Marlita Aulia Rahman; Yusuf Hadi Perdana; Agustya Adi Martha; Nova Heryandoko; Supriyanto Rohadi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 3 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1650.592 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i3.254

Abstract

Gempa bumi tektonik 23 Januari 2018 berkekuatan M 6,1 telah mengguncang wilayah Lebak  dan sekitarnya. Guncangan gempa bumi ini berdampak berrisiko yang cukup serius. Menjadi perhatian dari peristiwa ini adalah pusat gempa bumnyai berada di laut pada  zona sesar Cimandiri sebagai kelanjutan dari zona sesar yang berada di daratan. Penelitian ini berhasil melakukan relokasi episenter dan hiposenter gempa bumi bersumber dari BMKG dari tanggal 23 hingga 28 Januari 2018 sebanyak 62 kejadian gempa bumi, menentukan bidang sesarnya, dan perkiraan transfer tekanan Coulomb gempa bumi utama (mainshock). Relokasi hiposentrum gempa bumi menunjukan adanya lineasi sumber gempa bumi yang mengarah baratdaya-timurlaut dan berasosiasi dengan terusan zona sesar Cimandiri ke arah arah daratan di Teluk Pelabuhan Ratu. Pengolahan HC-plot dapat menentukan bidang sesar sebenarnya pada gempa bumi Lebak yaitu bidang nodal 2 dengan nilai jurus N 41.79° E, kemiringan 81.4°, rake 43.9°. Selain itu analisis perubahan nilai tekanan Coulomb gempa bumi menunjukkan pengaruh gempa bumi utama yang menyebabkan terjadinya gempa bumi susulan di sekitar wilayah sumber.
Mengukur Peluang Kejadian Gempa Bumi dengan Lompatan Magnitudo di Wilayah Pulau Sumatera Samsul Anwar
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 3 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.849 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i3.263

Abstract

Pulau Sumatera merupakan salah satu wilayah yang rawan terjadinya gempa bumi di Indonesia. Gempa bumi dengan magnitudo (M) yang besar dapat terjadi tanpa didahului oleh gempa bumi dengan magnitudo yang lebih kecil. Dalam penelitian ini kejadian tersebut diistilahkan sebagai gempa bumi dengan lompatan magnitudo. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur peluang terjadinya gempa bumi di wilayah Pulau Sumatera dengan lompatan magnitudo pada interval tertentu. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini didasari pada konsep probabilitas kejadian saling bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peluang terjadinya gempa bumi di wilayah Pulau Sumatera dengan lompatan magnitudo pada interval tertentu cenderung menjadi semakin kecil seiring bertambah besarnya lompatan magnitudo yang dianalisis terutama pada interval 5,6 – 6,7. Sedangkan untuk gempa bumi dengan M ≥ 7,6; analisis probabilitas menunjukkan adanya peningkatan peluang terjadinya gempa bumi di wilayah Pulau Sumatera dengan lompatan magnitudo pada interval tersebut meskipun dengan peluang yang cukup kecil.
Pemodelan 2D dan 3D Metode Geomagnet untuk Interpretasi Litologi dan Analisis Patahan di Jalur Sesar Oyo Heningtyas Heningtyas; Nugroho Budi Wibowo; Denny Darmawan
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 3 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3570.083 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i3.157

Abstract

Gempa susulan setelah gempabumi Yogyakarta Tahun 2006 memiliki hiposenter bukan di sepanjang Sesar Opak tapi cenderung di sekitar unidentified fault yang berjarak 10 – 15 km sebelah timur pegunungan Gunung Kidul. Unidentified fault tersebut berkorelasi dengan keberadaan jalur Sesar Oyo. Metode geofisika yang dapat diterapkan untuk mengidentifikasi keberadaan jalur sesar adalah metode geomagnet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran anomali medan magnet di sekitar jalur Sesar Oyo, mengetahui susunan formasi dan jalur Sesar Oyo berdasarkan pemodelan geomagnet. Pengambilan data dilakukan menggunakan PPM dengan 35 titik pengamatan dan spasi antar titik pengamatan 1,5 km. Pengolahan data dilakukan dengan koreksi variasi harian, koreksi IGRF(International Geomagnetics Reference Field), RTP (Reduction to Pole) dan Upward Continuation. Pemodelan dilakukan dengan menganalisis anomali medan magnet yang telah direduksi ke kutub dan kontinuasi ke atas dengan ketinggian 2500 m. Hasil analisa menunjukkan rentang nilai anomali medan magnet di kawasan penelitian adalah 180 nT – 660 nT, yang menunjukkan kontras keberadaan blok sesar. Hasil pemodelan 2D menunjukkan kawasan penelitian didominasi oleh 3 formasi batuan utama yaitu batubasalt-andesitik Formasi Nglanggran, batupasir Formasi Sambipitu, dan batugamping Formasi Wonosari. Hasil pemodelan 3D menunjukkan Sesar Oyo merupakan sesar geser dengan kedalaman 150 – 300 m, jalur sesar tersebut terbagi menjadi 2 segmen yaitu dengan arah N120°E sepanjang 5,8 km dan N160°E dengan panjang 2,5 km.
Ancaman Kekeringan Meteorologis di Pulau Kecil Tropis akibat Pengaruh El-Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) Positif, studi kasus: Pulau Bintan Ida Narulita; Rahmawati Rahayu; Eko Kusratmoko; Supriatna Supriatna; Muhamad Djuwansah
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 3 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1685.117 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i3.252

Abstract

Sumberdaya air Pulau Bintan sangat tergantung pada curah hujan, informasi ancaman kekeringan meteorologis sangat diperlukan dalam pengelolaan sumberdaya air di masa mendatang. Faktor kekeringan meteorologi merupakan faktor utama yang berpotensi menurunkan daya dukung sumberdaya air pulau. Pulau Bintan adalah pulau kecil dengan batuan penyusunnya granit dan batupasir Tuf, mempunyai daya-simpan dan berkelulusan air rendah. Aktifitas perekonomian dan tingkat pertumbuhan penduduknya yang tinggi, berpotensi menurunkan daya dukung sumberdaya air. Studi ini melakukan analisis curah hujan yang menghasilkan informasi ancaman kekeringan di pulau Bintan karena fenomena iklim El-Nino dan IOD+. Data dasar yang digunakan adalah data curah hujan observasi Kijang periode 1980 – 2017 serta data curah hujan satelit CHIRPS, dengan resolusi spasialnya 0,05 ° x 0,05 ° periode 1981 – 2017. Hubungan antara hujan dan fenomena iklim dianalisis dengan metode statistik fungsi waktu. Ancaman kekeringan dianalisis dengan Standardized Precipitation Indeks (SPI) periode defisit 3, 6 dan 12 bulan. Hasil analisis menunjukkan curah hujan di pulau Bintan sangat sensitif terhadap fenomena iklim, korelasi sangat kuat antara curah hujan dengan ENSO dengan nilai R= - 0,75 dan dengan IOD dengan nilai R=-0,75. Hal ini menyebabkan musim kemarau yang cukup panjang saat terjadi El-Nino di tahun 1982, 1997 dan 2015. Hasil analisis SPI menunjukkan fenomena El-Nino 1997 menyebabkan kekeringan dengan intensitas yang sangat tinggi (ekstrim kering), El-Nino 2015 menyebabkan kekeringan dengan intensitas tinggi, durasi panjang. El-Nino lemah tahun 2002, sedikit mempengaruhi curah hujan. Adanya ancaman kekeringan di Pulau Bintan apabila terjadi fenomena iklim El-Nino dan IOD (+). Ancaman semakin tinggi bila kedua moda fenomena terjadi bersamaan. Pengelolaan sumberdaya air di pulau Bintan perlu mempertimbangkan fenomenaiklim (ENSO dan IOD), agar dampak negatif yang akan ditimbulkan dapat ditekan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5