cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2022)" : 5 Documents clear
Pengaruh Airlaut Terhadap Parameter Kuat Geser Endapan Aluvial di Kota Semarang dan Dampaknya terhadap Daya Dukung Wilayah Kota Dian Agus Widiarso
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v13i1.389

Abstract

Dalam perencanaan sebuah kawasan perkotaan, sangatlah penting memperhatikan sifat keteknikan tanah. Hal ini disebabkan karena infrastruktur penting memerlukan kestabilan tanah sehingga bangunan diatasnya kuat berdiri. Salah satu sifat fisik tanah yang perlu dilakukan kajian adalah Sudut Gesek Dalam dan Kohesi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan nilai Sudut Gesek Dalam dan Kohesi antara daerah yang terkena pengaruh airlaut dan tidak terpengaruh airlaut. Metode yang dilakukan dengan uji ANOVA dan hasil uji metode LSD (Least Significance Different). Hasil uji ANOVA nilai Sudut Gesek Dalam diketahui nilai Fhitung sebesar 19,379 dengan signifikansi 0,000, dan hasil LSD (Least Significance Different) diketahui selisih 11,1414 dengan signifikansi perbedaan 0,000. Terdapat perbedaan antara  Sudut Gesek Dalam area terkena pengaruh airlaut dan tidak terpengaruh airlaut. Hasil uji ANOVA nilai Kohesi diketahui nilai Fhitung sebesar 1,003 dengan signifikansi 0,381. Hasil metode LSD (Least Significance Different) menunjukkan selisih 0,08986 dengan signifikansi perbedaan 0,246. Adanya signifikansi selisih yang lebih besar dari 0,025. Tidak terdapat perbedaan nilai Kohesi antara area terkena pengaruh airlaut dan tidak terpengaruh airlaut. Perbedaan nilai Sudut Gesek Dalam dalam sebuah litologi di daerah terkena airlaut dan tidak terkena airlaut perlu mendapatkan perhatian dalam sebuah perencanaan infrastruktur bangunan karena berpengaruh terhadap adanya dukung tanah di daerah tersebut
Kontrol Struktur Geologi Terhadap Pola Lorong Gua Karst Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat Selasian Gussyak; Dicky Muslim; Euis Tintin Yuningsih
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v13i1.399

Abstract

Penelitian ini membahas pola pembentukan lorong rongga/gua yang memiliki sungai bawah tanah berdasarkan pengaruh struktur geologi yang berkembang pada Karst Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. 2 fitur gua yang memiliki sungai bawah tanah ditemukan terdiri dari Gua Sangiran - Gua Cipariuk dan Gua Cilutung - Gua Bojong, selanjutnya dilakukan pemetaan susur gua terhadap gua-gua tersebut. Berdasarkan hasil analisis pola kelurusan morfologi menunjukkan dominan arah orientasi timurlaut-baratdaya dan baratlaut-tenggara. Berdasarkan analisis pola kekar pada area mulut gua Cipariuk terindikasi adanya sesar normal yang berarah baratlaut-tenggara dan analisis pola kekar area mulut Gua Cilutung dan Gua Bojong terindikasi adanya sesar mendatar berarah timurlaut-baratdaya. Arah-arah orientasi ini apabila disandingkan dengan arah orientasi pola lorong gua hasil pemetaan susur gua berarah sama yaitu berarah timurlaut-baratdaya dan sesekali berarah baratlaut-tenggara
Evaluasi Model SWAT-MODFLOW Dalam Simulasi Air tanah- Air Permukaan DAS Cisangkuy Abdullah Husna; Rusmawan Suwarman; Agus Mochamad Ramdhan
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v13i1.341

Abstract

Pemahaman komprehensif interaksi hidrologi–hidrogeologi dapat dilakukan dengan pendekatan pemodelan numerik. Salah satu perangkat coupled model interaksi hidrologi-hidrogeologi adalah SWAT-MODFLOW. Penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi kemampuan SWAT-MODFLOW dan memahami interaksi hidrologi dan hidrogeologi dengan studi kasus wilayah Daerah Aliran Sungai Cisangkuy, Kabupaten Bandung. Hasil dari simulasi SWAT-MODFLOW dapat memperlihatkan pengaruh air permukaan pada kondisi air tanah di daerah penelitian dengan cukup baik. Hasil ini ditunjukkan dengan nilai  = 0.52 hingga 0.67 dan fluktuasi muka air tanah sebesar 1 hingga 2 m sesuai dengan observasi di lapangan.
Analisis Isotop Alam 18O dan 2H Air Tanah di Cekungan Air Tanah Ketapang Madura Erik Febriarta S.Si, M.Sc.
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v13i1.314

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi asal usul air tanah di Cekungan Air Tanah (CAT)  Ketapang yang berada di sepanjang pesisir dari utara pulau Madura berdasarkan analisis isotop stabil (18O dan 2H). CAT Ketapang juga berada di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Madura, dimana memiliki komponen geologi yang unik serta berfungsi sebagai pengatur alami tata air. Sumber sampel air tanah yang digunakan adalah air sumur dangkal dan sumur dalam. Sampel yang gunakan sebanyak 11 sampel air tanah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan beberapa karakter sistem imbuhan air tanah di CAT Ketapang. Komposisi isotop 18O dan 2H masih mengikuti garis air hujan lokal akan tetapi nilai δ18O dan δ2H telah mengalami proses pengkayaan (enrichment) atau telah mengalami percampuran antara air segar (hujan) dengan air tanah. Air tanah pada dataran alluvial hingga pesisir utara Madura menunjukkan keterkaitan dengan sistem imbuhan air tanah yang bersifat regional dari perbukitan batugamping. Air tanah pada perbukitan karst menunjukkan keteraitan dengan sistem imbuhan yang bersifat lokal dari sistem imbuhan perbukitan batugamping bagian tengah pulau Madura yang mengalir seragam kearah utara.
Pengaruh Struktur Kekar Terhadap Stabilitas Bangunan Jembatan Di Daerah Kokap-Yogyakarta Asmoro Widagdo
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v13i1.319

Abstract

Rekahan pada batuan atau kekar umum dijumpai di lapangan yang dapat terbentuk pada setiap jenis batuan. Kehadiran kekar dapat berpengaruh terhadap infrastruktur yang dibangun diatas batuan yang terkekarkan. Stabilitas tubuh jembatan di daerah kajian  yang berada diatas batuan beku andesit terkekarkan mengalami gangguan akibat gerusan batuan dasar yang terkekarkan.            Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi jenis kekar dan mengukur kedudukan jurus serta kemiringan sejumlah kekar. Jenis kekar dikelompokan dalam kelompok kekar gerus dan kekar tarik. Kedua jenis kekar ini dianalisis secara terpisah. Terhadap hasil pengukuran kedudukan bidang kekar dilakukan analisis diagram bunga jurus kekar, diagram kipas kemiringan kekar, diagram kontur jurus kekar.            Kehadiran kekar tarik di daerah kajian dengan kemiringan umum yang relative tegak, telah menyebabkan terjadinya gerusan sungai secara vertical. Hal ini menyebabkan bagian tengah sungai yang menjadi dasar jembatan  menjadi semakin dalam. Kekar gerus dengan kemiringan lebih landai di sekitar kekar tarik menyebabkan erosi lateral ke kanan dan ke kiri juga intensif. Kombinasi gerusan ini menyebabkan menggantungnya pondasi jembatan yang dibangun di daerah kajian.

Page 1 of 1 | Total Record : 5