cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2015)" : 5 Documents clear
Karakteristik Fisik Tanah Longsoran di Jalur Transek Liwa-Bukit Kemuning, Lampung Barat Asep Mulyono; Prahara Iqbal
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2044.141 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v6i1.72

Abstract

ABSTRAKJalur transek Liwa–Bukit Kemuning merupakan akses jalan utama menuju beberapa wilayah di Sumatra Selatan, Bengkulu, dan wilayah lainnya di Sumatra. Longsor di lereng sepanjang jalur ini sering terjadi yang mengakibatkan jalan terputus. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran titik potensi longsoran dan mengetahui karakteristik fisik tanah di zona longsoran. Identifikasi ini diharapkan dapat menambah data kebencanaan daerah serta rekomendasi guna peningkatan kewaspadaan terhadap bencana longsoran di sepanjang jalur lintas barat. Longsoran pada jalur transek Liwa-Bukit Kemuning teramati sebanyak empat titik lokasi dan yang berpotensi untuk terjadi longsoran teramati sebanyak dua puluh sembilan titik lokasi. Longsoran terjadi pada Formasi Hulusimpang sebanyak satu lokasi, pada Formasi Ranau sebanyak satu lokasi, dan dua lokasi pada Formasi Gunung Api Kuarter. Karakteristik tanah di jalur transek Liwa-Bukit Kemuning menunjukkan tingkat kompresibilitas pasir halus dan plastisitas tanah lanau yang tinggi dan tergolong pada pasir halus diatomae serta lanau anorganik dengan batas plastis lebih dari 50%. Jenis tanah di daerah ini sangat umum berupa hasil pelapukan material vulkanik dan endapan abu vulkanik. Tipe tanah tersebut rentan terhadap kenaikan tekanan air pori dan perubahan sifat fisik sebagai penyebab faktor utama pemicu terjadinya longsoran.Untuk mengurangi terjadinya longsoran di jalur transek Liwa-Bukit Kemuning diperlukan perbaikan pada proses pemotongan lereng jalan agar lebih landai, penanaman tanaman penutup tanah untuk mengurangi erosi dan jaringan drainase serta mengoptimalkan bronjong atau dinding penahan lereng.Kata Kunci: Longsoran, pemetaan, Jalur transek Liwa – Kemuning, Sumatra.ABSTRACTLiwa-Bukit Kemuning transect road is an access point to some regions in Sumatra main roads such as South Sumatra, Bengkulu, and other regions located in Sumatra. Landslide occurrence on the slopes along the roads often resulted in access disconnecting. This study aims to map the distribution of landslide potential and knowing the soil/rock landslide zone physical properties. This identification is expected to add the disaster data/information and public awareness along the roads. Landslide events at the Liwa - Bukit Kemuning transect road are observed in four locations and there are twenty nine potential locations. Landslide occured in one location at Hulusimpang Formation, one location at Ranau Formation, and two locations at Quaternary Volcanic Formation. The characteristics of the Liwa-Bukit Kemuning transect road soil indicates the level of high soil compressibility and plasticity. This soil is classified as diatomaceous fine sand and inorganic silt with plastic limit of more than 50%. The type of soil in this area is very common as the result of weathering volcanic material and deposition of volcanic ash. The soil types are prone to rise in pore water pressure and changes in physical properties as the main factor for triggering the occurrence of landslide. Efforts to reduce the occurrence of landslide at the Liwa-Bukit Kemuning transect road are gentle slope cutting, planting cover crops to reduce erosion and to optimize the gabion or retaining wall.Keywords: Landslide, mapping, Liwa - Kemuning transect road, Sumatra.
Mengetahui struktur patahan penyebab gempa di Pulau Yapen dan sekitarnya dengan metode gayaberat daerah Papua Saultan Panjaitan
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2896.066 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v6i1.73

Abstract

ABSTRAKPenelitian geofisika yang dilakukan dengan menggunakan metode gayaberat dapat mengetahui struktur patahan sebagai pemicu terjadinya gempabumi di Pulau Yapen. Anomali tinggi 220 mgal di utara dengan arah barat-timur membentuk tinggian sebagai sesar naik. Cekungan batuan sedimen dengan kedalaman sekitar 7.000 m terbentuk pada anomali Bouguer - 90 mgal. Batuan dasar ultramafik yang mempunyai rapat massa 2,9 gr/cm³ membentuk patahan hingga ke batuan dasar yang mengakibatkan gempa bumi di Pulau Yapen dan sekitarnya. Diduga penyebab lain gempa bumi di daerah ini adalah zona subduksi di utara lepas pantai Papua antara pertemuan lempeng Pasifik dan Lempeng Australia-India yang mengaktifkan sesar-sesar di sekitar Pulau Yapen. Gempa bumi berkekuatan 7,1 – 7,9 Skala Richter di Pulau Yapen dan sekitarnya dan berpusat di 2°17’ LS dan 136°59’ BT dengan kedalaman 10 km diakibatkan oleh sesar naik Aoara. Sesar geser Randowaya, sesar geser Jodi, dan sesar naik di Serui juga berpotensi menimbulkan gempa. Gempa kecil dan gempa kuat diatas 7 Skala Richter telah terjadi empat kali di daerah ini yang mencerminkan struktur sesar aktif cukup banyak. Tidak tertutup kemungkinan bahwa gempa kuat di atas 8 Skala Richter sewaktu-waktu dapat terjadi.Tsunami berpotensi terjadi kembali apabila episentrum bersumber pada Jalur Subduksi Irian. Akan tetapi tsunami tersebut hanya berdampak di daerah Pulau Yapen Timur hingga Pulau Kurudu, sedangkan di Serui hingga kearah barat kurang karena gelombang pasang terhambat oleh Pulau Supiori dan Pulau Biak.Kata Kunci: gempa, anomali gaya berat, zona subduksi, sesarABSTRACTA geophysical research carried out by using the gravity method can determine a fault strutur as a trigger of earthquakes in Yapen. High anomaly at 220 mgal in the north direction east-west formeda heigh as a thrust fault. Sdimentary a basin with depths of about 7000 m a Bouguer anomaly formed of -90 mgal.An Ultramafic bedrock having the density of 2.9 g / cm³ formed a fault to the basementresulted in earthquakes in Yapen Island and surrounding areas. Another suspected cause of earthquakes in this area is the north subduction zone off the coast of Papua between the meetingpoint of the Pacific Plate and the Australia-India Plate activating faults around Yapen. An earthquake of 7.1 to 7.9 Reighter Scale in 1979 in Yapen and surrounding areal havinglatitudeof 2 ° 17 ‘ S and longtitude of 136 ° 59’ E in a depth of 10 km was caused the thrust fault of Aoara. Randowaya strike slip fault, Jodi fault, and thrustfault in Serui also have a potentiall to cause earthquakes. Small earthquakes and strong earthquakes of above 7 Richter Scale have happened four times in this area reflecting the structure of the active faults are quite a lot. So it this is possible that a strong earthquake above 8 Richter Scale can occur any time. Tsunamis are potentiall to happen again if the epicentre source is from Irian Subduction Zone. However, the tsunami only impacs areas in East Yapen and Kurudu Islands, while in Serui towards the west it is less because the tide is hampered by Supiori and the Biak is lands.Keywords: earthquake, gravity anomaly, subduction zone, fault.
Sistem Aliran Air Tanah Akuifer Kars Fakfak, Papua Barat, Berdasarkan Karakter Kelurusan dan Hidrogeokimia Taat Setiawan
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2749.018 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v6i1.74

Abstract

ABSTRAKDaerah Fakfak dan sekitarnya memiliki sistem hidrogeologi kars yang ditunjukkan oleh berkembangnya sistem rekahan, jaringan rongga, dan mata air kars. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sistem aliran air tanah akuifer kars berdasarkan atas analisis kelurusan morfologi dan hidrogeokimia berupa indeks kejenuhan terhadap CaCO3 (Sic) dan tekanan parsial CO2 (Pco2) yang dikompilasi dengan data hasil observasi lapangan. Analisis kelurusan morfologi menunjukkan bahwa pola aliran air tanah dipengaruhi oleh sistem rekahan berarah relatif barat laut – tenggara (N1540E atau N3340E). Daerah resapan air tanah berada pada zona densitas kelurusan tinggi di sekitar pungggungan Semenanjung Onin pada level elevasi 600 – 1000 m aml. dan di bagian selatan pada level elevasi 60 – 250 m aml. Air mengalir melalui sistem rekahan dan muncul sebagai mata air kars pada zona kontras antara densitas kelurusan morfologi tinggi dan rendah. Karakter aliran air tanah berdasarkan atas analisis hidrogeokimia dibagi menjadi tiga tipe. Tipe pertama berupa mata air pada elevasi > 50 m aml. dengan karakter jenuh terhadap mineral kalsit (SIc > 0) dan Pco2 relatif rendah yang diinterpretasikan berasal dari zona epikars melalui mekanisme difusi atau aliran lambat.Tipe kedua berupa mata air di sekitar pantai dengan karakter bersifat agresif (SIc < 0) dan Pco2 relatif tinggi yang diinterpretasikan sebagai air yang bergerak melalui sistem jaringan rongga atau konduit. Tipe ketiga berupa mata air yang berasal dari internal runoff yang terjadi pada musim hujan.Kata kunci: densitas kelurusan, hidrogeokimia, akuifer kars, FakfakABSTRACTFakfak and the surrounding area have karst hydrogeological system indicated by the development of the fracture system, cavity network, and karst springs. This study was conducted to determine the groundwater flow system based on the lineament analysis and hydrogeochemistry as saturation index of CaCO3 (SIc) and partial pressure of CO2 (Pco2) compiled with field observations data. Lineament analysis showed that the groundwater flow pattern is influenced by the northwest - southeast (N154oE or N334oE) fracture system. The catchment area lies at high lineament density zone around top of Semenanjung Onin at elevation of 600-1000 m asl. and in the southern part at elevation of 60-250 m asl. Water flows through the fracture system and appears as karst springs in the zone of high and low lineament density contrast. Groundwater flow character based on analysis is divided into three types. The first type is the springs lie at elevation of > 50 m asl. with saturated of calcite (Sic > 0) and relatively low of Pco2 interpreted derived from epikarst zone through the diffusion mechanism. The second type is the springs lie around the shoreline with aggressive character (SIc <0) and relatively high of Pco2 interpreted as water moves through the cavity or conduit network system. The third type is the spring formed by internal runoff during rainy season.Keywords: lineament density, hydrogeochemistry, karst aquifer, Fakfak
Gempa Bumi Laut Maluku Tanggal 15 November 2014 Supartoyo Supartoyo
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1622.63 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v6i1.75

Abstract

ABSTRAKSabtu tanggal 15-11-2014 pukul 09:31:44 WIB, daerah Sulawesi Utara dan Maluku Utara digoncang gempa bumi kuat dengan kekuatan 7,3 SR (Scale Richter). Kejadian gempa bumi tersebut diikuti gempa bumi susulan dengan luas zona pecah 145,6 km x 54,5 km. Kedudukan pusat gempa bumi tanggal 15-11-2014 hampir berdekatan dengan kejadian gempa bumi tanggal 21-1-2007. Kedua gempa bumi tersebut bersumber dari aktivitas sesar naik pada Punggungan Mayu. Gempa bumi tanggal 15-11-2014 telah mengakibatkan dinding lantai VII Hotel Lion ambruk dan retakan dinding Hotel Grand Puri di Kota Manado. Di Kota Bitung sebuah rumah rusak dan jalan longsor akibat hujan dan goncangan gempa bumi. Di Kabupaten Kepulauan Sitaro sembilan rumah mengalami kerusakan. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan tidak ditemukan jejak terjadinya tsunami. Kejadian gempa bumi ini sempat membuat masyarakat Kota Manado, Bitung dan wilayah pesisir timur Sulawesi Utara panik dan resah karena adanya peringatan dini tsunami. Intensitas goncangan gempa bumi terasa di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Dengan skala intensitas gempa bumi di Kota Manado dan Bitung mencapai V skala MMI (Modified Mercally Intensity). Dari hasil analisis zona pecah gempa bumi tanggal 15-11-2014 dan 21-1-2007 diperoleh nilai magnitudo maksimum sumber gempa bumi penunjaman Punggungan Mayu pada peristiwa ini sebesar 8,5 Mw (moment magnitude).Kata kunci: Gempa bumi Laut Maluku, Punggungan Mayu, skala intensitasABSTRACTOn Saturday, November 15th, 2014 at 09:31:44 PM, Areas of North Sulawesi and North Maluku, were struck by a strong earthquake with magnitude of 7.3 Richter Scale. The earthquake was followed by aftershocks with rupture zone dimension of approximately 145.6 km x 54.5 km. The epicentre of the earthquake on November 15th, 2014 is almost adjacent with the previous  earthquake on January 21st, 2007. Both of these earthquakes were derived from reverse fault activities in Mayu ridge. The earthquake on November 15th, 2014 causes the wall of 7th floor of Lion Hotel collapsed and wall cracks of Grand Puri Hotel in Manado, a damaged house and landslide of road triggered by rain and earthquake shaking in Bitung. Nine houses were damaged in Kepulauan Sitaro Regency. Based on field observations no trace of tsunami by this earthquake. The earthquake could make the peoples in Manado City, Bitung and eastern coastal areas of North Sulawesi worryed caused by the tsunami early warning. The earthquake shaking was felt in North Sulawesi region. The earthquake intensity scale in Manado and Bitung Cities of V MMI (Modified Mercally Intensity) scale. Based on analysis of rupture zone that occurred in 2007 and 2014, the maximum magnitude earthquake source of Mayu ridge is 8,5 Mw (moment magnitude).Keywords: earthquake on November 15, 2014, Mayu ridge, intensity scale
Ekstraksi Aspek Geomorfologi (Scarps)Pada Citra Fusi Landsat 7 dan Terrasar-X untuk Meningkatkan Tingkat Kedetailan Zonasi Kerentanan Gerakan Tanah (Kasus Kabupaten Cianjur) Fitriani Agustin; Sukristiyanti Sukristiyanti; Yukni Arifianti
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1377.816 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v6i1.71

Abstract

ABSTRAKMorfologi scarp (gawir) yang berbentuk concave/cekung dapat dijadikan indikasi adanya potensi gerakan tanah dan dapat di identifikasi melalui interpretasi citra satelit. Wilayah Kabupaten Cianjur dan sekitarnya adalah salah satu daerah yang rentan terhadap bencana gerakan tanah. Hampir 80% desa di Cianjur berpotensi terhadap bencana tersebut, dengan zona kerentanan gerakan tanah tinggi sebesar 17,24% dari total wilayah Kabupaten Cianjur (Sumber: Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah – PVMBG). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentukan scarp dan mendelineasi area potensi gerakan tanah di wilayah Cianjur dan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah interpretasi visual pada citra hasil fusi antara Landsat 7 dan DSM TerraSAR-X, dan memvalidasi lokasi bentukan scarp dengan titik lokasi gerakan tanah (bersumber dari BPBD Kabupaten Cianjur) dan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah - PVMBG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bentukan scarp merupakan indikasi area gerakan tanah. Selain morfologi scarp (gawir), bentukan geomorfologi lain seperti kipas vulkanik juga berpotensi gerakan tanah yang harus diwaspadai. Daerah berpotensi gerakan tanah di sekitar scarp bisa dipergunakan untuk melakukan revisi Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah dan juga dimanfaatkan untuk penataan ruang. Data citra penginderaan jauh terutama DSM dari citraTerraSAR-X dengan resolusi menengah sekitar 9m, dapat dijadikan data dasar untuk mengidentifikasi bentukan scarp dan zona gerakan tanah yang disebabkan oleh bentukan morfologi tersebut.Kata kunci: scarp, gerakan tanah, Cianjur, Landsat 7, TerraSAR-XABSTRACTScarp morphology in concave form can be an indication of the availability of earth movement potential and it can be identified through satellite image interpretation. Cianjur Regency and the surrounding areas are areas that are prone to have earth movement disasters. Almost 80% of villages in Cianjur have the potential to have the earth movement disaster with the high earth movement prone zone of 17.24% out of the whole areas of Cianjur Regency (source: Map of Earth Movement Prone Zone-Centre for Volcanology and Geological Disaster Mitigation). The aim of this research is to identify scarp form and to delineate areas which are potential to have earth movement in Cianjur Regency and surrounding areas. The method used in this study is visual interpretation on images as the result of fusion between Landsat 7 and DSM TerraSAR-X, and validating scarp formed locations with location points of earth movement (from BPBD of Cianjur Regency) and Map of Earth Movement Prone Zone-Centre for Volcanology and Geological Disaster Mitigation. The research result shows that most of scarp forms are indications of areas of earth movement. Besides scarp morphology, another geomorphology form like volcanic fan is also potential to have earth movement which need to be considered. Areas of potential to have earth movements around the scarp can be used to revise the Map of Earth Movement Prone Zone and for landuse planning. Data of remote sensing image, especially DSM of TerraSAR-X image with moderate resolution of about 9 m, can be used as basic data to identify scarp form and earth movement zone caused by the morphology form.Keywords: scarp, earth movement, Cianjur, Landsat 7, Terra SAR-X

Page 1 of 1 | Total Record : 5