cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2015)" : 5 Documents clear
Studi Pengaruh Letusan Abu Vulkanik Gunung Marapi di Sumatra Barat Tanggal 3 Agustus 2011 Terhadap Hasil Pengukuran Gas SO2 dan Partikel (Pm10 Dan Tsp) di Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang Agusta Kurniawan
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3771.166 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v6i3.84

Abstract

ABSTRAKMakalah ini bertujuan memberi gambaran tentang perlunya sinergi dan harmonisasi antar sektor dalam perencanaan dan pengelolaan tata ruang. Studi kasus dilakukan di kawasan Dieng Plateau menggunakan metode pendekatan survei lapangan dan analisis. Tekanan populasi di kawasan ini telah menyebabkan terjadinya tekanan lahan yang memicu peningkatan aktivitas di sektor pertanian, khususnya komoditas kentang. Aktivitas tersebut disertai dengan pemanfaatan pupuk organik maupun anorganik untuk meningkatkan produktivitas. Hasil analisis lima dari enam sampel air sumur di sekitar lokasi studi menunjukkan kadar nitrat dan COD (Chemical Oxygen Demand) yang tinggi. Tingginya kadar nitrat dan COD dalam air sumur memberikan indikasi yang cukup kuat yaitu telah terjadi kontaminasi air akibat aktivitas pertanian. Oleh karena itu, untuk mencapai kesinambungan sumber daya di Dieng Plateau, maka perlu adanya sinergi dan harmonisai antarsektor, khususnya sektor sumber daya air dan lahan.Kata kunci: COD, Dieng Plateau, nitrat, produktivitas pertanianABSTRACTThis paper aims to provide an overview of the need for the synergy and harmonize between sectosr in the spatial planning and its management. The case study was conducted in Dieng Plateau using the method of survey and analytical approach. The population pressure influenced the land pressure in this location. It has triggered the increase of agricultural activities, particularly in potato commodities. Its activities use organic and inorganic fertilizers to improve productivity. The analysis result of five of six water samples taken from the shallow dug well around the Dieng Plateau showed the high concentration of nitrate and COD (Chemical Oxygen Demand). High concentration of nitrate and COD in water sample provides a strong enough indication that water contamination occurred as a result of the agricultural activities. Therefore, in order to achieve sustainability of resources in the Dieng Plateau, hence the synergy and harmony between sectors are needed, especially water and land resources sectors.Keywords: COD, Dieng Plateau, nitrate, agricultural activitie
Percepatan Tanah Sintetis Kota Yogyakarta Berdasarkan Deagregasi Bahaya Gempa Bambang Sunardi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1872.917 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v6i3.85

Abstract

ABSTRAKYogyakarta merupakan kota dengan tingkat kerawanan gempa yang tinggi. Tingkat kerawanan gempa serta populasi penduduk yang tinggi menjadikan Yogyakarta sebagai kota dengan tingkat risiko yang tinggi terhadap gempa. Salah satu usaha untuk mengurangi risiko gempa adalah membuat peraturan tentang perencanaan bangunan tahan gempa. Salah satu komponen dalam peraturan kegempaan tersebut adalah tersedianya data percepatan tanah serta respons spektra. Oleh karena itu, penelitian tentang percepatan tanah yang sesuai untuk Kota Yogyakarta sangat penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan percepatan tanah sintetis dan respons spektra di permukaan yang sesuai untuk Kota Yogyakarta. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan dan pengolahan data gempa, identifikasi, pemodelan dan karakterisasi sumber gempa, pengelolaan unsur ketidakpastian, analisis bahaya gempa probabilistik dan deagregasi, proses spectral matching, penentuan percepatan tanah sintetis dan respons spektra di permukaan untuk Kota Yogyakarta. Hasil penelitian merekomendasikan percepatan tanah sintetis dan respons spektra di permukaan Kota Yogyakarta mengacu pada data gempa Kern County, 1952 dan Imperial Valley, 1979 setelah diskalakan dan dilakukan proses spectral matching dipakai sebagai dasar desain percepatan tanah dan respons spektra akibat sumber gempa subduksi dan shallow crustal di kota ini.Kata kunci: deagregasi bahaya gempa, percepatan tanah sintetis, respons spektra, spectral matchingABSTRACTYogyakarta is a city with a high level of seismic hazard. The level of seismic hazard and high population makes Yogyakarta as a region with a high level of earthquake risk. One attempt to reduce the earthquake risk is to make regulation about planning of earthquake resistant building. One component in the earthquake regulation is the availability of ground acceleration and response spectra data. Therefore, research about suitable ground acceleration for Yogyakarta City is very important. The goals of this research is to determine suitable synthetic ground acceleration and surface response spectra for Yogyakarta City. Stages of the research involve the collection and processing of seismic data, identification, modeling and characterization of seismic sources, uncertainty management, probabilistic seismic hazard analysis and deaggregation, spectral matching process, synthetic ground acceleration and surface response spectra determination for Yogyakarta City. Results of the research recommend synthetic ground acceleration and response spectra at the surface for Yogyakarta City from Kern County, 1952 and Imperial Valley 1979 earthquake data after scaling and spectral matching process as ground acceleration and response spectra design due to subduction and shallow crustal earthquake source for this city.Keywords: seismic hazard deaggregation, synthetic ground acceleration, response spectra, spectral matching
Kontrol Morfotektonik Terhadap Gerakan Tanah di Daerah Malalak, Sumatra Barat Donny R. Wahyudi; Sumaryono Sumaryono; Emi Sukiyah; Dicky Muslim; Arif R. Darana
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1916.137 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v6i3.86

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan (1) untuk mengidentifikasi tingkat aktivitas tektonik DAS (Daerah Aliran Sungai) Manggur Gadang berdasarkan analisis morfometri yang berupa rasio perbandingan lebar dasar lembah dengan tinggi lembah (Vfw), indeks gradien sungai (SL), asimetri sungai (AF), sinusitas muka gunung (Smf) dan kerapatan sungai (dd).(2) untuk mengetahui hubungan kekar dengan segmen sungai, dan (3) untuk mengetahui hubungan longsor yang disebabkan oleh peristiwa gempa bumi dengan aktivitas tektonik. Aspek-aspek geomorfik seperti dimensi dan bentuk DAS dianalisis menggunakan morfometri untuk mengidentifikasi keaktifan tektonik wilayah penelitian. Azimuth segmen sungai dan struktur geologi berupa data kekar dan kelurusan azimuth mahkota longsor yang terjadi di lokasi penelitian dikumpulkan sebagai sampel yang selanjutnya dilakukan uji statistik untuk mengetahui hubungan antarvariabel tersebut.Hasil uji statistik yang dilakukan pada variabel diatas menunjukkan adanya hubungan antara segmen sungai dengan kekar dan azimuth mahkota longsor yang terjadi. Analisis morfometri juga menunjukkan adanya aktivitas tektonik dengan tingkat yang paling tinggi berada pada DAS Manggur Kecil, sedang pada DAS Manggur Gadang, dan rendah pada DAS Naras. Berdasarkan hasil penelitian diatas diketahui bahwa wilayah penelitian memiliki tingkat aktivitas tektonik aktif.Kata kunci: aktivitas tektonik, longsor, morfometriABSTRACTThis study aims(1)toidentify the level of tectonic activity based on morphometry analysis; ratio of valley floor width to valley height ( Vfw ), stream gradient index ( SL ), asymmetry factors ( AF ), sinuosity of mountain front ( Smf ), drainage density ( Dd). (2) to know the relation between rock joint with river segments, and (3)to determine the relation of landslides caused by earthquakes with tectonic activity. Geomorphic aspects such as the dimensions and shape of the watershed were analyzed by using morphometry to identify the tectonic activity level of the studied area. The river segment azimuths and geological structures such as joint and azimuth of crown landslide lineament that occurred at the studied site were collected as a sample of whichthen statistical tests were performedto determine the relation between these variables.The results of the statistical test that were performed on the variables above show that there is a relation between the river segment with joint and landslide crown azimuth that occurred. Morphometric analysis also shows the presence of tectonic activity with the highest levels on the watershed of ManggurKecil, medium on the watershed of Manggur Gadang, and low on the watershed of Naras. Based on the results of study above it is known that the studied area has an active tectonic activity level.Keywords : tectonic activity, landslide,morphometry
Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Api Slamet dan Pengaruhnya Terhadap Sistem Panas Bumi Mamay Surmayadi; Hanik Humaida; Cahya Patria; Adjat Sudrajat; Nana Sulaksana; Mega Fatimah Rosana
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3909.142 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v6i3.87

Abstract

ABSTRAKSejak awal Maret 2014 status aktivitas Gunung Api Slamet di Jawa Tengah dinaikkan dari normal (level I) menjadi waspada (level II) seiring dengan peningkatan jumlah gempa vulkanik. Seismisitas Gunung Api Slamet yang dipantau melalui empat stasiun seismik memperlihatkangempa letusan terekam sebanyak 1.106 kejadian dengan rata-rata 73 kejadian per hari, gempa hembusan terekam sebanyak 6.857 kejadian dengan rata-rata 457 kejadian per hari, sedangkan gempa vulkanik dalam (VA) hanya terekam sebanyak 2 kali selama periode Maret – Agustus 2014. Sumber gempa tersebut berada pada kedalaman antara 1 - 2 km di bawah kawah Gunung Api Slamet sebagai indikasi gempa permukaan. Peningkatan aktivitas magmatik tersebut menghasilkan pelepasan gasCO2 yang berpengaruh terhadap fluida panas bumi yang ditunjukkan dengan terjadinya perubahan keasaman air dari normal menjadi alkalin, pembentukkan bualan gas CO2 pada air panas Pancuran 3 di Baturraden, dan peningkatan saturasi kalsit. Bualan gas CO2 pada air panas Pancuran 3 menjadi indikasi terjadinya proses pendidihan pada temperatur 273° C pada elevasi kedalaman 454 m dibawah permukaan laut. Kondisi ini menjadikan temperatur reservoar menjadi lebih tinggi sebagai indikasi bahwa sistem panas bumi Gunung Api Slamet merupakan sistem panas bumi aktif (active geothermal system) bertemperatur tinggi (high enthalpy).Kata kunci : bualan gas, fluida panas bumi, gempa permukaan, saturasi kalsitABSTRACTSince the beginning of March 2014 the activity status of The Slamet Volcano in Central Java has been declared from normal (level I) to become alert (level II) due tosignificant increase in the number of volcanic earthquakes. The Slamet Volcano seismicity monitored by four seismic stations shows eruption earthquakes as many as 1,106 events with an average of 73 events per day, gas emission earthquakes as many as 6,857 events with an average of 457 events per day, whereas the deep volcanic (VA) earthquake recorded only 2 times during the period of March to August 2014. The hypocentre of these earthquakes was at a depth of 1-2 km below Slamet Volcano crater as an indication of surface earthquakes. Increased magmatic activity resulted in the release of CO2 gas effect on the geothermal fluid indicated by changes in water acidity from normal to alkaline, formation of CO2bubblegas on Pancuran 3 hot springat Baturraden area, and calcite saturation enhancement. The presence of CO2 bubble gas on Pancuran 3 hot springis an indication of a boiling process at the temperature of 273° C at a depth of 454 m below sea level. This condition makes the reservoar temperature becomes higher as an indication that the geothermal system of The Slamet Volcano is an active geothermal systemwith high temperature (high enthalpy).Keywords: bubble gas, geothermal fluid, surface earthquake, calcite saturation
Analisis Kegempaan di Zona Sesar Palu Koro, Sulawesi Tengah Suliyanti Pakpahan; Drajat Ngadmanto; Masturyono Masturyono; Supriyanto Rohadi; Rasmid Rasmid; Handi Sulistyo Widodo; Pupung Susilanto
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3714.791 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v6i3.88

Abstract

ABSTRAKSulawesi merupakan wilayah yang memiliki banyak sesar yang berpotensi menimbulkan bencana gempa bumi. Potensibencana yang diakibatkan oleh sesar aktif di daratan dapat menimbulkan kerugian dan kerusakan yang lebih parahdibandingkan dengan gempa bumi yang bersumber di lautan yang terjadi pada magnitudo yang sama. Penelitian inibertujuan untuk melakukan analisis kegempaan di sekitar zona sesar Palu Koro. Analisis kegempaan dilakukan denganmenentukan lokasi dan mekanisme sumber gempa bumi yang terjadi di daerah penelitian. Data yang digunakan adalahdata sinyal gempa bumi yang terekam pada jaringan Mini Regional Palu dalam kurun waktu Januari 2012 – Maret 2013dengan magnitudo lebih besar dari 4 Skala Richter. Rekaman sinyal gempa bumi ini tersimpan dalam format SEEDATLAS. Penentuan lokasi hiposentrum untuk setiap event dilakukan dengan metode Single Event Determination (SED),selanjutnya dilakukan relokasi menggunakan metode Joint Hyposentre Determination (JHD). Mekanisme sumber gempabumi ditentukan menggunakan software ISOLA dan plot secara spatial menggunakan software GMT. Hasil analisiskegempaan di sekitar sesar Palu Koro mengindikasikan bahwa sesar Palu Koro masih sangat aktif. Selain itu, lokasi danmekanisme sumber terbagi menjadi beberapa segmen. Seismisitas di wilayah ini tidak mengindikasikan lineasi yang utuh,tetapi terbagi dalam beberapa klaster yang diduga disebabkan oleh aktivitas segmen-segmen sesar Palu Koro dan sesar-sesarminor di sekitarnya. Ada tiga segmen sesar Palu Koro yang teridentifikasi, yaitu segmen Lindu, Toro, dan Balaroa.Kata kunci: kegempaan, sesar Palu Koro, relokasi hiposentrum, mekanisme sumberABSTRACTSulawesi is a region that has a lot of faults and potential to generate earthquake disasters. In the same magnitude, the potentialdisaster caused by active faults on land is more severe than earthquakes that originate in oceans. This study aims to analyze theseismicity around The Palu Koro Fault Zone. The seismicity analysis was carried out by determining the location and sourcemechanisms of earthquakes that occurred in the studied area using earthquake signals data recorded on the Palu Mini RegionalNetwork in the period of January 2012 - March 2013 with magnitude larger than 4 Richter Scale. The earthquake signalswere recorded and stored in the ATLAS SEED format. Determination of hypocentre for each event was carried out using SingleEvent Determination (SED) method, then the relocation was performed using Joint Hypocentre relocation Determination (JHD)method. The earthquake source mechanisms were determined using software ISOLA and spatial plot using software GMT. Theresults of analysis of seismicity around the Palu Koro fault indicate that this fault is still very active where the location and sourcemechanisms are divided into several segments. The seismicity in this region do not indicate lineasi intact but divided into severalclusters that might be caused by the activity of the segments of Palu Koro fault and minor faults in the vicinity. There are threePalu Koro fault segments identified, namely Lindu, Toro, and Balaroa segments.Keywords: seismicity, Palu Koro fault, hypocentre relocation, source mechanism

Page 1 of 1 | Total Record : 5