cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2017)" : 5 Documents clear
Karakteristik Fluktuasi Permukaan Air Tanah Pada Akuifer Tidak Tertekan di Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi Aditya Priyo Utomo
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 8, No 3 (2017)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2487.013 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v8i3.137

Abstract

ABSTRAKCibabat berada dalam wilayah administratif Kecamatan Cimahi Utara, yang pada tahun 2014 memiliki tingkatpertumbuhan penduduk sebesar 25% per tahun. Peningkatan jumlah penduduk berdampak terhadap perubahantataguna lahan, yang berimbas pada berkurangnya area resapan air tanah dan meningkatnya kebutuhan pendudukakan air tanah yang mengakibatkan terjadinya fluktuasi air tanah pada daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui perbedaan fluktuasi permukaan air tanah pada daerah Cibabat, yang dipengaruhi iklim, keadaan geologi,dan kepadatan penduduk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini di antaranya adalah geolistrik untuk intepretasigelogi bawah permukaan, pengukuran permukaan air tanah dan uji pemompaan untuk mengetahui tingkat fluktuasimuka air tanah dan besaran transmisivitas dan konduktivitas hidroliknya. Dari hasil penelitian diketahui bahwaakuifer dangkal pada daerah Cibabat merupakan akuifer bebas, dengan tingkat transmisivitas rendah yakni 0,08 / haridan konduktivitas hidrolik sebesar 1,3 10-9. Hasil pemantauan muka air tanah menunjukan fluktuasi muka air tanahyang beragam dengan tingkat penurunan terdalam berada pada bagian utara daerah penelitian yang mencapai 4,4mpada musim kemarau. Dalam jangka waktu panjang, dengan jumlah kepadatan penduduk yang terus bertambah akanmengakibatkan rusaknya keseimbangan air tanah pada daerah tersebut.Kata kunci: Cibabat, fluktuasi muka air tanah, transmisivitasABSTRACTCibabat located in the administrative area of of Cimahi Utara Distrct, which in 2014 had a population growth rateof 25% per year. The increase in population resulted in a change of land use, which impact on the reduction ofgroundwater recharge area and the increas in needs of the population will be groundwater. This study was conductedto determine differences in the groundwater level fluctuations in Cibabat area, which influenced the climate, geologicalconditions and population density. The method used in this study include the geoelectric to interpret geologicalsubsurface, groundwater level measurement and pumping test to determine the level of groundwater level fluctuationsand the amount of transmissivity and hydraulic conductivity. The result showed that the shallow aquifer in Cibabatis unconfined aquifer, with a low transmissivity level that is 0,08 / day and the hydraulic conductivity of 1,3 10-9.Monitoring results showed groundwater level fluctuations that vary with the level of the deepest decline was in thenorthern part of the research area that reached 4,4m in the dry season. In the longer term, this situation will lead tothe destruction of the groundnwater balance in the area.Keywords: Cibabat groundwater, groundwater level fluctuations, transmissivity
Kelas Situs Tanah Kota Banda Aceh Berdasarkan Nilai Periode Dominan Mikrotremor Cecep Sulaeman; Akhmad Solikhin
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 8, No 3 (2017)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3056.362 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v8i3.175

Abstract

ABSTRAKPengukuran mikrotremor di Kota Banda Aceh telah dilakukan untuk mengetahui periode dominan dan nilai faktoramplifikasi guncangan gempa bumi. Pengukuran dilakukan pada 92 titik ukur memakai seismometer 3 komponenmodel Lennartz LE-3D berperiode natural 5 detik dan perekam digital model SARA SL-06 24 bit. Peta mikrotremorKota Banda Aceh terdiri atas periode dominan dan H/V amplifikasi. Periode dominan Kota Banda Aceh menunjukkanterdapat tiga kelas situs tanah yaitu : kelas situs C (tanah keras) dengan nilai periode dominan 0,2 detik < T ≤ 0,4detik, kelas D (tanah kaku) dengan nilai periode dominan antara 0,4 detik hingga 0,6 detik, dan kelas E (tanah lunak)dengan nilai periode dominan di atas 0,6 detik. Kelas situs D dan E menyebar hampir ke semua kecamatan sementarakelas situs C hanya terdapat di Kutaraja. Nilai H/V amplifikasi Kota Banda Aceh bervariasi antara 1,98 hingga 5,88.Kata kunci : periode dominan, ampilifikasi, kelas situs tanah.ABSTRACTMicrotremor measurement was conducted to obtain dominant period and site amplification factor of Banda AcehCity. The measurements were carried out in 92 sites in the city using 3-component-seismometer Lennartz LE-3D withnatural period 5 s and data logger model SARA SL-06 24 bit. The microtremor map of Banda Aceh City consists ofdominant period and H/V amplification factor maps. The dominant period of Banda Aceh City consisting of three siteclasses are C (hard soil) with dominant period 0.2 s < T ≤ 0.4 s, D (stiff soil) with dominant period between 0.4 sto 0.6 s, and E (soft soil) with dominant period greater than 0.6 s. Site class D and E areas stretch out almost in allsubdistricts, while C class is only in Kutaraja. The H/V amplification value of Banda Aceh city varies between 1.98and 5.88.Keywords : dominant period, amplification, site class.
Penentuan Percepatan Tanah Puncak di Pulau Simeulue dengan Metode Deterministik Lina Handayani; Nugroho D. Hananto; Titi Anggono; Syuhada Syuhada; Karit L. Gaol; Sonny Aribowo
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 8, No 3 (2017)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.241 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v8i3.193

Abstract

ABSTRAKPulau Simeulue terletak di busur muka subduksi Sumatra bagian utara yang merupakan pulau dengan tingkat bahayakegempaan sangat tinggi. Catatan sejarah kegempaan menunjukkan bahwa pulau ini merupakan daerah dengan bahayagempa bumi dan tsunami. Bahaya gempa bumi telah disadari oleh penduduk Pulau Simeulue. Walaupun seluruhpenduduk telah mengetahui adanya potensi bahaya gempa bumi, diperlukan peta daerah bahaya gempa bumi yanglebih terperinci. Peta bahaya gempa bumi ini diperlukan sebagai panduan dalam pengembangan infrastruktur di pulauini. Analisis bahaya gempa bumi dengan metode deterministik dilakukan untuk menyusun peta mikrozonasi bahayagempa bumi Simeulue. Metode ini dipilih berdasarkan kajian dan analisis tektonik dan kegempaan di Simeulue sertadata geologi dan geofisika lainnya. Hasil analisis yang berupa nilai percepatan tanah puncak menunjukkan tingkatbahaya kegempaaan secara keseluruhan di Pulau Simeulue yang sangat tinggi, dengan nilai percepatan 0,7 hingga1,3g. Daerah dengan kemungkinan bahaya tertinggi terletak di daerah pesisir barat laut dan terendah terletak di bagiantenggara Pulau Simeulue.Kata kunci: deterministik, gempa bumi, Pulau Simeulue, percepatan tanah puncakABSTRACTSimeulue Island, located at the forearc region of Sumatra subduction zone, is an island with high seismic hazard.History records show the past disasters caused by great earthquakes and tsunamis. People of Simeulue has alreadyknown the threat of the possible earthquakes and tsunamis. However, better knowledge of detailed microzonation isneeded as a guide for future development of the island. Deterministic seismic hazard analysis was selected for hazardmicrozonation of the island. The analysis was based on the geological and geophysical data. The result of the analysisindicated a high value of peak ground acceleration (PGA) for the whole area of the island. The highest accelerationoccurred along the southwest coast and the lowest occurred at the southeast end part of the Simeulue Island.Keywords: deterministic seismic hazard analysis, earthquake, Simeulue Island, peak ground acceleration
Karakteristik Hidrolika Batuan Sedimen Tersier Berdasarkan Analisis Uji Pemompaan di Kabupaten Cilacap dan Banyumas, Provinsi Jawa Tengah Taat Setiawan
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 8, No 3 (2017)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3326.138 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v8i3.126

Abstract

ABSTRAKSebagian wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas memiliki tipologi akuifer sedimen terlipat yang tersusun atasbatuan berumur Tersier Formasi Halang, Kumbang, dan Tapak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristikhidrolika dan potensi air tanah batuan tersebut berdasarkan analisis uji pemompaan sumur bor air tanah. Hasil analisismenunjukkan batuan tersebut memiliki karakter akuifer semitertekan hingga tertekan. Nilai konduktivitas hidrolikadan permebilitas intrinsik menunjukkan batuan tersebut relatif bersifat sebagai akuifer dengan karakter hidrolika samadengan lanau, lanau pasiran, dan pasir lempungan. Kuantitas air tanah berdasarkan transmisivitas akuifer menunjukkanpotensi jelek hingga sedang untuk kebutuhan domestik, dan potensi sangat jelek untuk kebutuhan irigasi. Nilaikapasitas jenis sumur bor menunjukkan pemompaan dengan debit 1 hingga 2 l/det. masih bisa diharapkan.Kata kunci: karakteristik hidrolika, air tanah, sedimen tersier, uji pemompaanABSTRACTParts of the Cilacap and Banyumas Regencies have folded sedimentary aquifer typology that consist of TertiarySediment of Halang, Kumbang, and Tapak Formations. This study was conducted to determine the hydrauliccharacteristics and groundwater potential of these rocks based on a pumping test analysis. The analysis shows therocks have confined and semiconfined aquifer characters. Based on rock hydraulic conductivity and permeabilityvalues, the aquifer has similar character to silt, sandy silt, and silty sand. Groundwater quantity, based on aquifertransmissivity, indicates poor to moderate for domestic need and insufficient for irrigation purpose. The specificcapacity value shows that pumping rate of 1 to 2 l/sec. can be expected.Keywords: hydraulic characteristics, groundwater, tertiary sediment, pumping test
Daya Dukung Tanah Fondasi Dangkal Pada Bukit Hambalang Bagian Selatan, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor Rifki Asrul Sani
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 8, No 3 (2017)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2603.163 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v8i3.127

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan terjadinya longsoran di beberapa titik wilayah di bukit Hambalang, maka diperlukan kajian data kondisi geologi teknik berupa sifat fisik dan mekanik tanah serta batuan bawah permukaan, terutama mengenai daya dukung tanah dalam menahan beban bangunan di atasnya agar tidak terjadi penurunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga, yaitu metode penelitian studio dengan memanfaatkan data-data sekunder yang telah ada, metode penelitian di lapangan melalui pemetaan geologi untuk mendapatkan data litologi yang tersingkap di permukaan, zonasi longsoran yang terjadi, dan identifikasi kekuatan tanah hasil pemboran geoteknik dengan Standard Penetration Test (SPT), serta metode penelitian di laboratorium untuk mendapatkan parameter sifat fisik dan mekanik tanah sebagai penunjang data daya dukung tanah serta geologi teknik daerah penelitian. Hasil perhitungan fondasi dangkal untuk general soil shear condition dan local soil shear condition dapat disimpulkan bahwa daya dukung tanah yang diizinkan (qa) untuk setiap kedalaman yang paling tinggi pada fondasi bujur sangkar (square footing) dan nilai tertinggi yang terdapat pada kedalaman 2 m, yaitu 57,32 ton/m2 dan 36,11 ton/m2. Fondasi yang paling rendah untuk semua kedalaman pada fondasi menerus (continuous footing) untuk kedalaman 2 m memiliki nilai 34,49 ton/m2 dan 21,25 ton/m2. Berdasarkan data SPT, nilai daya dukung yang diizinkan (qa) pada masing-masing titik bor berkisar pada rentang 2,85 ton/m2 sampai 16,85 ton/m2. Kata kunci: longsoran, daya dukung, Standard Penetration Test (SPT). ABSTRACTAlong with the landslide in some areas on the Hambalang Hill, it needs data of engineering geological study such as mechanical and physical properties of soil also subsurface rocks. Especially regarding the soil bearing capacity in order to restrain the building from settlement. There are three methods which used in this research, those are studio research by using secondary data, fieldwork research that is geological mapping conducted to obtain data on lithological rocks at surface, landslide zone and soil strength identification from geotechnical drilling with Standard Penetration Test (SPT) and laboratory research to obtain the soil parameters of physical and mechanical properties, which used to support soil bearing capacity data and engineering geology in research area. The calculation results of the shallow foundation for general soil shear condition and the local soil shear condition it could be concluded that the allowable bearing capacity for all depth which is highest at the square footing and the highest value found to a depth of 2 m, that is 57.32 ton/m2 and 36.11 ton/m2. The lowest foundation for all the depth of the continuous footing to a depth of 2 m had value 34.49 ton/m2 and 21.25 ton/m2. Based on data from SPT, the allowable bearing capacity on each of borehole ranging from 2.85 ton/m2 to 16.85 ton/m2. Keywords: landslide, bearing capacity, Standard Penetration Test (SPT).

Page 1 of 1 | Total Record : 5