cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@unsrat.ac.id
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Science, Sam Ratulangi University, Manado, North Sulawesi, Indonesia, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
PHARMACON
ISSN : 23022493     EISSN : 27214923     DOI : 10.35799
Core Subject : Health,
Pharmacon is the journal published by Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University, Indonesia (P-ISSN: 2302-2493 E-ISSN: 2721-4923). Pharmacon was established in 2012 and published four times a year. Pharmacon is an open access journal and has been indexed by main indexing Google Scholar, GARUDA, Crossref.
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2014)" : 49 Documents clear
EVALUASI KERASIONALAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PENGOBATAN PNEUMONIA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI-DESEMBER 2013 Kaparang, Pingkan C.
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.3.2014.5440

Abstract

ABSTRACTAppropriate use of the antibiotics are effective increased therapeutic clinical effect,minimized the occurrence of resistance and effective terms of cost. Rational use ofantibiotics have to comply with several criteria like the appropriate patient, appropriateindication, appropriate drug, appropriate dose, and appropriate duration. This study wasaimed to evaluate the rational utilizing of antibiotics in the treatment of pediatricpneumonia in Hospitalized Installation of RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Thisresearch is a descriptive study with retrospective data aggregation based on medicalrecords. Research conducted on 53 pediatric patients medical record with pneumonia whofulfill the inclusion criteria. The result showed that antibiotics are the most used antibioticscombination is ampicillin-chloramphenicol were 26,42%. Evaluation of rational use ofantibiotics to the appropriate patient (100%), appropriate indication (100%), appropriatedrug (100%), and irrational use of antibiotics on criteria appropriate dose (8,93%) andappropriate duration (11,61%).Key words : Rational, antibiotics, pneumonia, pediatricABSTRAKPenggunaan antibiotika yang tepat ialah penggunaan antibiotika yang efektif denganpeningkatan efek terapeutik, meminimalkan terjadinya resistensi dan meminimalkan biayaobat. Penggunaan antibiotika yang rasional harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu tepatpasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian. Penelitian inibertujuan untuk mengevaluasi kerasionalan penggunaan antibiotika pengobatan pneumoniaanak di Instalasi Rawat Inap RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini berupapenelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif yang didasarkan padacatatan medis. Penelitian dilakukan terhadap 53 catatan medis penderita pneumonia anakyang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan jenis antibiotika yangpaling banyak digunakan pada pneumonia anak ialah kombinasi antibiotika ampisilinkloramfenikol yakni sebesar 26,42%. Evaluasi penggunaan antibiotika yang rasionalberdasarkan kriteria tepat pasien (100%), tepat indikasi (100%), tepat obat (100%) danpenggunaan antibiotika yang tidak rasional pada kriteria tepat dosis (8,93%) dan tepat lamapemberian (11,61%).Kata kunci : kerasionalan, antibiotika, pneumonia, anak
UJI EFEKTIVITAS DIURETIK EKSTRAK ETANOL BIJI SALAK (Salacca zalacca varietas zalacca (gaert.) Voss) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Latuconsina, Novita Handayani
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.3.2014.5414

Abstract

ABSTRACTThis research has purpose to examine the diuretic effects of Salak seed’s ethanol extract andto analyze the relationship of dose concentration of Salak seed’s ethanol extract upon diureticeffect on Wistar white male mice (Rattus norvegicus). 15 mice were divided into fivedifferent treatment groups, namely: negative control (0.5% CMC suspension), positivecontrol (5.04 mg/kg furosemide suspension), suspension of Salak seed’s ethanol extract 0.07g/KgBB, suspension of Salak seed’s ethanol extract 0.14 g/KgBB, and suspensions of ethanolextract of salak seeds 0.28 g/KgBB. The Tests of diuretic effect were conducted by calculatethe urine volume which was excreted urine during 6 hours of treatment. The data wereanalyzed by SPSS ver.20, one way ANOVA test to find out the average difference in eachtreatment group, if there is significant difference, it is continued with LSD test. The result ofLSD test showed that the treatment group of Salak seed’s ethanol extract 0.07 g/KgBB didn’tgive any significant results with CMC 0.5% (negative control) as compared with thetreatment group of Salak seed’s ethanol extract 0.14 g/KgBB and 0.028 g/KgBB that gavesignificant results, this means that the higher concentration of Salak seed’s ethanol extract isset, the bigger diuretic effect is created.Key words : ethanol extract of salak seeds, diuretic effect, Wistar white male mice (Rattusnovergicus)ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji efek diuretik ekstrak etanol biji salak dan menganalisishubungan konsentrasi dosis ekstrak etanol biji buah salak terhadap efek diuretik pada tikusputih jantan galur Wistar (Rattus norvegicus). Sebanyak 15 ekor hewan uji dibagi menjadi 5kelompok perlakuan, yaitu: kontrol negatif (suspensi CMC 0,5%), kontrol positif (suspensifurosemide 5,04 mg/KgBB), suspensi ekstrak etanol biji salak 0,07 g/KgBB, suspensi ekstraketanol biji salak 0,14 g/KgBB, dan suspensi ekstrak etanol biji salak 0,28 g/KgBB. Pengujianterhadap efek diuretik dilakukan dengan mengukur volume urin yang dikeluarkan selama 6jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan spss ver.20, uji one way ANOVA untuk melihatperbedaan rata-rata setiap kelompok perlakuan, jika terdapat beda nyata dilanjutkan denganuji LSD untuk melihat perbedaan antar setiap kelompok perlakuan. Dari hasil uji LSDmenunjukkan kelompok perlakuan suspensi ekstrak etanol biji salak 0,07 g/KgBB tidakmemberikan hasil yang signifikan dengan CMC 0,5% (kontrol negatif) dibandingkan dengankelompok perlakuan suspensi ekstrak etanol biji salak 0,14 g/KgBB dan 0,028 g/KgBBmemberikan hasil yang signifikan dengan kelompok CMC 0,5%, hal ini berati semakin tinggikonsentrasi suspensi biji salak maka semakin besar efek diuretik yang dihasilkan.Kata kunci : ekstrak etanol biji salak, efek diuretik, tikus putih jantan galur wistar (Rattusnorvegicus).
UJI TOKSISITAS EKSTRAK TANAMAN PATAH TULANG (Euphorbia tirucalli L.) TERHADAP Artemia salina DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) SEBAGAI STUDI PENDAHULUAN POTENSI ANTI KANKER Oratmangun, Sandriani A.
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.3.2014.5405

Abstract

ABSTRACT Patah Tulang (Euphorbia tirucalli L.) is one of the plants that has been widely known by the world's population for a long time and was used as a traditional medicine, one of them as anti-cancer. The purpose of this study is to prove the existence of anti-cancer potential of methanol and chloroform extracts of Patah Tulang, and continued with the screening of phytochemical compounds. This study was an experimental study with Post Test Only Control Group Design. The used method is Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Based on the result, the LC50 of methanol and chloroform extracts of Patah Tulang, Determined by simple linear regression analysis using Microsoft Office Exel 2010. Results of linear regression analysis showed LC50 values of methanol extracts of Patah Tulang is 332.2489 mg/mL and chloroform extracts of Patah Tulang is 240.6432 mg / mL. The results of this study indicate that the methanol and chloroform extracts of Patah Tulang are toxic, it is marked with LC50 values <1000 mg/mL. The content of phytochemical compounds from the methanol extract of Patah Tulang are flavonoids, alkaloids and tannins.   Key words : Euphorbia tirucalli Linn, Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), LC50, Phytochemical Compounds.     ABSTRAK Tanaman Patah Tulang (Euphorbia tirucalli L.) merupakan salah satu tanaman yang telah banyak dikenal oleh penduduk dunia sejak lama dan digunakan sebagai pengobatan tradisional, salah satunya sebagai anti kanker. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan ada tidaknya potensi anti kanker dari ekstrak metanol dan kloroform tanaman patah tulang, dan dilanjutkan dengan skrining senyawa fitokimia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Post Test Only Control Group Design. Metode yang digunakan adalah Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Berdasarkan data, LC50 ekstrak metanol dan kloroform patah tulang, ditentukan dengan analisis regresi linier sederhana menggunakan Microsoft Office Exel 2010. Hasil dari analisis regresi linier menunjukan nilai LC50 dari ekstrak metanol tanaman patah tulang adalah 332,2489 μg/mL dan ekstrak kloroform tanaman patah tulang adalah 240,6432 μg/mL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan kloroform tanaman patah tulang bersifat toksik, hal ini ditandai dengan nilai LC50 < 1000 μg/mL, dan senyawa fitokimia yang diduga bersifat toksik terhadap Artemia salina L. adalah alkaloid, flavonoid dan tanin   Kata kunci : Euphorbia tirucalli Linn, Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), LC50,  Artemia salina Leach, Senyawa Fitokimia.
EVALUASI KERASIONALAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PENGOBATAN PNEUMONIA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI-DESEMBER 2013 Kaparang, Pingkan C.
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.3.2014.5391

Abstract

ABSTRACT Appropriate use of the antibiotics are effective increased therapeutic clinical effect, minimized the occurrence of resistance and effective terms of cost. Rational use of antibiotics have to comply with several criteria like the appropriate patient, appropriate indication, appropriate drug, appropriate dose, and appropriate duration. This study was aimed to evaluate the rational utilizing of antibiotics in the treatment of pediatric pneumonia in Hospitalized Installation of RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. This research is a descriptive study with retrospective data aggregation based on medical records. Research conducted on 53 pediatric patients medical record with pneumonia who fulfill the inclusion criteria. The result showed that antibiotics are the most used antibiotics combination is ampicillin-chloramphenicol were 26,42%. Evaluation of rational use of antibiotics to the appropriate patient (100%), appropriate indication (100%), appropriate drug (100%), and irrational use of antibiotics on criteria appropriate dose (8,93%) and appropriate duration (11,61%).   Key words : Rational, antibiotics, pneumonia, pediatric       ABSTRAK Penggunaan antibiotika yang tepat ialah penggunaan antibiotika yang efektif dengan peningkatan efek terapeutik, meminimalkan terjadinya resistensi dan meminimalkan biaya obat. Penggunaan antibiotika yang rasional harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kerasionalan penggunaan antibiotika pengobatan pneumonia anak di Instalasi Rawat Inap RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif yang didasarkan pada catatan medis. Penelitian dilakukan terhadap 53 catatan medis penderita pneumonia anak yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan jenis antibiotika yang paling banyak digunakan pada pneumonia anak ialah kombinasi antibiotika ampisilin-kloramfenikol yakni sebesar 26,42%. Evaluasi penggunaan antibiotika yang rasional berdasarkan kriteria tepat pasien (100%), tepat indikasi (100%), tepat obat (100%) dan penggunaan antibiotika yang tidak rasional pada kriteria tepat dosis (8,93%) dan tepat lama pemberian (11,61%).   Kata kunci : kerasionalan, antibiotika, pneumonia, anak  
UJI EFEK EKSTRAK ETANOL PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta Linn.) SEBAGAI DIURETIK PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus sp.) Lingga, Irene Sondang
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.3.2014.5445

Abstract

ABSTRACT Empirically, Indonesian society using patikan kebo as a laxative urine (diuretic), but have not done scientific research. This study aimed to examine the effects of the ethanol of the patikan Kebo (Euphorbia hirta Linn) extract on white male Wistar rats (Rattus norvegicus) as a diuretic. A total of 15 test animals were divided into 5 groups, namely the negative control (CMC 0,5% suspension), positive control (furosemide 5,04 mg/KgBB suspension), suspension of the ethanol extract of the patikan kebo dose 0,045 g/KgBB, dose 0,09 g/KgBB, and dose 0,18g/KgBB. Tests on the diuretic effect is done by measuring the volume of urine released for 6 hours. Data were analyzed with SPSS ver. 20, one-way ANOVA test to see the difference in average each treatment group, if there is a significant difference followed by LSD test to see any significant between treatment groups. The results of the test LSD showed that treatment groups from suspension of ethanol extract patikan kebo dose 0,045 g/KgBB does not give any significant effect with suspension CMC 0,5%, than the of ethanol patikan kebo extract dose 0,09 g/KgBB and suspension of ethanol patikan kebo extracts dose 0,18 g/KgBB give a significant increased urine effect.   Key words : Patikan Kebo, diuretics, Rattus norvegicus   ABSTRAK Secara empiris, masyarakat indonesia menggunakan patikan kebo sebagai peluruh air seni (diuretik), namun belum dilakukan penelitian secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek ekstrak etanol patikan kebo (Euphorbia hirta Linn) pada tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus) sebagai diuretik. Sebanyak 15 ekor hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (suspensi CMC 0,5%), kontrol positif (suspensi furosemid 5,04 mg/KgBB), suspensi ekstrak etanol patikan kebo dengan dosis 0,045 g/KgBB, dosis 0,09 g/KgBB, dan dosis 0,18 g/KgBB. Pengujian terhadap efek diuretik dilakukan dengan mengukur volume urin yang dikeluarkan selama 6 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan spss ver. 20, uji one way ANOVA untuk melihat perbedaan rata-rata setiap kelompok perlakuan, jika terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji LSD untuk melihat signifikan antara setiap kelompok perlakuan. Hasil uji LSD menunjukkkan kelompok perlakuan dari suspensi ekstrak etanol patikan kebo 0,045 g/KgBB tidak jauh berbeda dengan suspensi CMC 0,5%, dibandingkan suspensi ekstrak etanol herba patikan kebo 0,09 g/KgBB dan suspensi ekstrak etanol patikan kebo dengan dosis 0,18 g/KgBB memberikan efek peningkatan urin yang signifikan.   Kata kunci : Patikan Kebo, diuretik, Rattus norvegicus sp.
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SALEP EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus scutellarioides [L] Benth.) UNTUK PENGOBATAN LUKA YANG TERINFEKSI BAKTERI Staphylococcus aureus PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Marpaung, Prataya N. S.
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.3.2014.5360

Abstract

ABSTRACT Miana leaf (Coleus scutellarioides [L] Benth.) contained flavonoids, tannins, triterpenoids, steroids and essential oils are able to provide an antibacterial effect. The purpose of the study was to made a balm extract from Miana leaf (Coleus scutellarioides [L] Benth.) and test the effectivenen against scar infected bacteria in rabbit skin. Proces of balm extract from Miana leaf has qualified the standard and tested on rabbit with 5 treatment groups, is injuries without negative control, positive control, Miana leaf ointment 20%, 40% and 80%. All the rabbit cut for 1,5 cm and given 0,2 mL of bacteria Staphylococcus aureus. The wounds were applied with ointment three times daily. Observation was conducted everyday for 8 days. All data was tested statistically using ANOVA (Analysis Of Variant) followed bay LSD (Least Significant Difference) test. The result shows differences that the Miana leaf formulation meets the ointment test requirement according to Farmakope Indonesia Edition III, wounds were narrowed, scabs were formed and then wounds were closed. Statistical test showed that there were significant effects on wound healing in rabbit, F count > F table (37,167 > 5,19).   Key words : ointment, Coleus scutellarioides [L] Benth, Staphylococcus aureus, rabbit   ABSTRAK Daun Miana (Coleus scutellarioides [L] Benth) memiliki kandungan flavonoid, tanin, triterpenoid, steroid dan minyak atsiri yang mampu memberikan efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat salep dari ekstrak daun Miana (Coleus scutellarioides [L] Benth.) dan uji efektivitas sediaan salep terhadap pengobatan luka yang terinfeksi Staphylococcus aureus pada kulit kelinci. Pembuatan salep ekstrak daun Miana yang telah memenuhi syarat dan diujikan pada hewan uji kelinci sebanyak 5 ekor dengan perlakuan, dasar salep berlemak (kontrol negatif), Gentamicin salep (kontrol positif), salep daun Miana 20%, 40% dan 80%. Semua kelinci disayat sepanjang 1,5 cm dan diberikan bakteri Staphylococcus aureus sebanyak 0,2 mL. Luka diolesi tiga kali sehari dengan salep yang diuji. Pengamatan luka dilakukan setiap hari selama 8 hari. Semua data diuji secara statistik menggunakan ANOVA (Analysis Of Variant) dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Different). Hasil penelitian menunjukkan formulasi salep ekstrak daun Miana memenuhi persyaratan uji salep menurut Farmakope Indonesia edisi III. Luka sayat yang dioleskan salep ekstrak daun Miana mengalami penyempitan luka, membentuk keropeng dan menutup luka mulai hari ke-3 (tiga). Hasil uji statistik menunjukkan efek signifikan terhadap penyembuhan luka pada kelinci, yaitu F hitung > F tabel (37,167 > 5,19).   Kata kunci : Salep, Coleus scutellarioides [L] Benth, Staphylococcus aureus, kelinci
AKTIVITAS DIURETIK DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Isnania, Isnania
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.3.2014.5365

Abstract

ABSTRACT Papaya (Carica papaya L.) is one of the most important fruit plant in the fulfillment of calcium and source of vitamins A and C. This research aimed to examine diuretics effecct in male rats and identification of chemical contents in the ethanol extract of papaya seed. As much 15 test animals were divided into 5 groups, that is negative control (0,5% CMC suspension), positive control (suspension furosemide 5,04 mg / kgBB), dose of extract 0,03 g/kgBB dose of extract 0,06 g/kgBB, and dose of extract 0,12 g/KgBB. The test is done by measuring of diuretics effect the urine volume incurred for 6 hours. Data obtained were analyzed with SPSS ver.20, one way ANOVA test and advanced test that is Duncan test. Statistical analysis showed a significant difference (α <0.05) between the negative control and positive control and dose of extract. Phytochemical screening results obtained are alcaloids and saponins, but is efficacious as of diuretics is an alcaloid. Based on these results we can conclude the ethanol extract of papaya seeds have a diuretic effect in male  white rats wistar strain and identified the active compounds contained alcaloids and saponins.   Key words : papaya seeds, diuretic effect, Rattus norvegicus, phytochemical screening.       ABSTRAK Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu tanaman buah yang sangat penting dalam pemenuhan kalsium dan sumber vitamin A dan C. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek diuretik pada tikus jantan dan identifikasi kandungan kimia pada ekstrak etanol biji pepaya.Sebanyak 15 ekor hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (suspensi CMC 0,5%), kontrol positif (suspensi furosemid 5,04 mg/KgBB), ekstrak dosis 0,03 g/KgBB, ekstrak dosis 0,06 g/KgBB, dan ekstrak dosis 0,12 g/KgBB. Pengujian efek diuretik dilakukan dengan mengukur volume urin yang dikeluarkan selama 6 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan SPSS ver.20, uji one way ANOVA dan uji lanjutan yaitu uji Duncan.Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (α < 0,05) antara kontrol negatif dan kontrol positif serta dosis ekstrak. Hasil skrining fitokimia yang diperoleh adalah senyawa alkaloid dan saponin, namun yang berkhasiat sebagai diuretik adalah alkaloid. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan ekstrak etanol biji pepaya memiliki efek diuretik pada tikus putih jantan galur wistar dan senyawa aktif yang diidentifikasi terdapat senyawa alkaloid dan saponin.   Kata kunci : biji pepaya, efek diuretik, Rattus norvegicus, Skrining fitokimia  
PENGELOLAAN ALAT DAN OBAT KONTRASEPSI DI BADAN KEPENDUDUKAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN) PROVINSI SULAWESI UTARA Panjaitan, Ruth Margaretha
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.3.2014.5423

Abstract

ABSTRACTThe speed rate of growth in Indonesia makes the Government established the NationalPopulation and Family Planning (BKKBN). One of the main tasks of the BKKBN ismanaging tool/oral contraceptives. Drug management is an activity covering the planning,procurement, storage, distribution, recording and reporting of drug use. The purpose of thisstudy was to determine the BKKBN management in the city of Manado, ranging fromplanning, procurement, storage, distribution to the recording and reporting to evaluate drugmanagement in BKKBN family planning. The methods used were observation and interviewsconducted directly on the employees and staff involved. The results obtained show planningtool / oral contraceptives do not use a formula in accordance with the rules so that theBKKBN delivery tool / contraceptives can be done more than once a year. Based on theseresults it can be concluded that the management tools/oral contraceptives in North Sulawesiis not efficient and in accordance with the regulations BKKBN.Key words : drug management, BKKBN, contraceptivesABSTRAKLajunya tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia membuat Pemerintah mendirikan BadanKependudukan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN). Salah satu tugas pokok dariBKKBN adalah mengelola alat/obat kontrasepsi. Pengelolaan obat merupakan suatu aktivitasyang meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan danpelaporan obat yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemenBKKBN di kota Manado, mulai dari perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusiansampai pada pencatatan pelaporan dan untuk mengevaluasi pengelolaan obat KB di BKKBN.Metode yang digunakan yaitu observasi dan wawancara yang dilakukan langsung padapegawai dan staf yang terlibat. Hasil yang diperoleh menunjukkan perencanaan alat/obatkontrasepsi tidak menggunakan rumus yang sesuai dengan peraturan BKKBN sehinggapengiriman alat/obat kontrasepsi bisa dilakukan lebih dari sekali dalam setahun. Berdasarkanhasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengelolaan alat/obat kontrasepsi di BKKBNProvinsi Sulawesi Utara belum efisien dan sesuai dengan peraturan BKKBN.Kata kunci : Pengelolaan obat, BKKBN, alat kontrasepsi
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SALEP EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus scutellarioides [L] Benth.) UNTUK PENGOBATAN LUKA YANG TERINFEKSI BAKTERI Staphylococcus aureus PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Marpaung, Prataya N. S.
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.3.2014.5413

Abstract

ABSTRACTMiana leaf (Coleus scutellarioides [L] Benth.) contained flavonoids, tannins, triterpenoids,steroids and essential oils are able to provide an antibacterial effect. The purpose of the studywas to made a balm extract from Miana leaf (Coleus scutellarioides [L] Benth.) and test theeffectivenen against scar infected bacteria in rabbit skin. Proces of balm extract from Mianaleaf has qualified the standard and tested on rabbit with 5 treatment groups, is injuries withoutnegative control, positive control, Miana leaf ointment 20%, 40% and 80%. All the rabbit cutfor 1,5 cm and given 0,2 mL of bacteria Staphylococcus aureus. The wounds were appliedwith ointment three times daily. Observation was conducted everyday for 8 days. All datawas tested statistically using ANOVA (Analysis Of Variant) followed bay LSD (LeastSignificant Difference) test. The result shows differences that the Miana leaf formulationmeets the ointment test requirement according to Farmakope Indonesia Edition III, woundswere narrowed, scabs were formed and then wounds were closed. Statistical test showed thatthere were significant effects on wound healing in rabbit, F count > F table (37,167 > 5,19).Key words : ointment, Coleus scutellarioides [L] Benth, Staphylococcus aureus, rabbitABSTRAKDaun Miana (Coleus scutellarioides [L] Benth) memiliki kandungan flavonoid, tanin,triterpenoid, steroid dan minyak atsiri yang mampu memberikan efek antibakteri. Penelitianini bertujuan untuk membuat salep dari ekstrak daun Miana (Coleus scutellarioides [L]Benth.) dan uji efektivitas sediaan salep terhadap pengobatan luka yang terinfeksiStaphylococcus aureus pada kulit kelinci. Pembuatan salep ekstrak daun Miana yang telahmemenuhi syarat dan diujikan pada hewan uji kelinci sebanyak 5 ekor dengan perlakuan,dasar salep berlemak (kontrol negatif), Gentamicin salep (kontrol positif), salep daun Miana20%, 40% dan 80%. Semua kelinci disayat sepanjang 1,5 cm dan diberikan bakteriStaphylococcus aureus sebanyak 0,2 mL. Luka diolesi tiga kali sehari dengan salep yangdiuji. Pengamatan luka dilakukan setiap hari selama 8 hari. Semua data diuji secara statistikmenggunakan ANOVA (Analysis Of Variant) dan dilanjutkan dengan uji LSD (LeastSignificant Different). Hasil penelitian menunjukkan formulasi salep ekstrak daun Mianamemenuhi persyaratan uji salep menurut Farmakope Indonesia edisi III. Luka sayat yangdioleskan salep ekstrak daun Miana mengalami penyempitan luka, membentuk keropeng danmenutup luka mulai hari ke-3 (tiga). Hasil uji statistik menunjukkan efek signifikan terhadappenyembuhan luka pada kelinci, yaitu F hitung > F tabel (37,167 > 5,19).Kata kunci : Salep, Coleus scutellarioides [L] Benth, Staphylococcus aureus, kelinci
PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN GERIATRI DI INSTALASI RAWAT INAP DI RSUP PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO Tumiwa, Novita N.G
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.3.2014.5404

Abstract

ABSTRACT Drug information service is a ctivity to provide accurate of drug information and objective in context of patient care. Drug information service is necessary, moreover many patient who haven’t receive a quite information about using drug because improper drug use and adherence is threatent. This study aimed to examine the drug information service toward compiance drinking drug of geriatric patient in instalation of RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. This research is a descriptive study. Samples taken are geriatric patient who are in thr ward (Irina C and F) instalation of RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. The result indicated that 94% adherent as provided of drug information.   Key words : PIO, geriatric, compliance of drinking drug, Hospital       ABSTRAK Pelayanan informasi obat (PIO) merupakan suatu kegiatan untuk memberikan pelayanan informasi obat yang akurat dan objektif dalam hubungannya dengan perawatan pasien. Pelayanan informasi obat sangat diperlukan, terlebih lagi banyak pasien yang belum mendapatkan informasi obat secara memadai tentang obat yang digunakan, terutama pasien geriatri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelayanan informasi obat terhadap kepatuhan minum obat pasien geriatri di instalasi rawat inap di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif. Sampel yang diambil adalah pasien geriatri yang berada di bangsal (Irina C dan F) di instalasi rawat inap Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94% patuh karena pemberian informasi obat.   Kata kunci : PIO, geriatri, kepatuhan minum obat, Rumah sakit      

Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): PHARMACON Vol. 13 No. 3 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON Vol 10, No 3 (2021): PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON Vol 9, No 4 (2020): PHARMACON Vol 9, No 3 (2020): PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON Vol 9, No 1 (2020) Vol 9, No 1 (2020): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019): Pharmacon Vol 7, No 4 (2018): Pharmacon Vol 7, No 3 (2018): Pharmacon Vol 7, No 2 (2018): Pharmacon Vol 7, No 1 (2018): Pharmacon Vol 6, No 4 (2017): Pharmacon Vol 6, No 3 (2017): Pharmacon Vol 6, No 2 (2017): Pharmacon Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon Vol 5, No 4 (2016): Pharmacon Vol 5, No 3 (2016): Pharmacon Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon Vol 5, No 1 (2016): Pharmacon Vol 4, No 4 (2015): Pharmacon Vol 4, No 3 (2015): Pharmacon Vol 4, No 1 (2015): pharmacon Vol 3, No 4 (2014): pharmacon Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013): pharmacon Vol 2, No 2 (2013): pharmacon Vol 2, No 1 (2013): pharmacon Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue