Unnes Science Education Journal
This journal publishes original articles on the latest issues and trends occurring internationally in science curriculum, instruction, learning, policy, and preparation of science teachers with the aim to advance our knowledge of science education theory and practice
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1 No 1 (2012): February 2012"
:
9 Documents
clear
Inquiry Training Untuk Mengembangkan Keterampilan Meneliti Mahasiswa
Azizah, Aulia;
., Parmin
Unnes Science Education Journal Vol 1 No 1 (2012): February 2012
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v1i1.848
MODEL PEMBELAJARAN IPA BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP
Susilo, Agus Budi;
., Wiyanto;
., Supartono
Unnes Science Education Journal Vol 1 No 1 (2012): February 2012
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v1i1.849
PEMBUDIDAYAAN BANDENG JUWANA BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI MUATAN LOKAL UNTUK MENUMBUHKAN SIKAP KONSERVASI SISWA
Esmiyati, .
Unnes Science Education Journal Vol 1 No 1 (2012): February 2012
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v1i1.850
PEMANFAATAN KERTAS BEKAS BUNGKUS ROKOK UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MEMBUAT RANGKAIAN LISTRIK 3 IN 1
Huda, Nurul;
Dewi, Novi Ratna
Unnes Science Education Journal Vol 1 No 1 (2012): February 2012
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v1i1.852
Inquiry Training Untuk Mengembangkan Keterampilan Meneliti Mahasiswa
Azizah, Aulia;
., Parmin
Unnes Science Education Journal Vol 1 No 1 (2012): February 2012
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v1i1.848
Abstrak:Pembelajaran Praktikum IPA Dasar bertujuan agar mahasiswa memiliki keterampilan melakukan penelitian. Latihan meneliti diterapkan untuk menjawab permasalahan minimnya kemampuan mahasiswa dalam menerapkan metode ilmiah. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam melakukan penelitian dengan menerapkan inquiry training atau latihan penelitian pada Matakuliah Praktikum IPA Dasar. Lama waktu penelitian 4 bulan dari Juli sampai dengan Oktober 2010. Dari penilaian laporan penelitian pada siklus kedua menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian telah tercapai karena 4 (50%) laporan penelitian telah mendapatkan nilai ≥ 75. Selain itu, berdasarkan angket sikap mahasiswa terhadap bentuk tindakan yang dipilih, bahwa dari 6 pernyataan yang secara langsung berkaitan dengan inquiry training lebih dari 85% mahasiswa bersikap positif yang berarti membantu mahasiswa menguasai keterampilan melakukan penelitian. Dari hasil penelitian yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa keterampilan meneliti mahasiswa dapat ditingkatkan dengan menerapkan inquiry training.Abstract:The purpose of Basic Chemistry Experiment learning is to train the students in order they have ability of doing the research. Research training is implemented to solve the problem of students’ minimum ability of implementing the scientific method. So, this research is aimed to improve the students’ abilty of conducting the research by using inquiry training in Basic Chemistry Experiment subject. The research was conducted from July-October 2010 (4 months). Based on research report, in the second cycle it showed that indicator success has been able to be reached because 4 (50%) of research report got score ≥ 75. 6 statements from the questionnaire or 85% also showed positive response from the students about inquiry training. So it can be interpreted that the training can help the students to do the research. Based on the result, it can be concluded that inquiry training can help the students to improve their research ability.
MODEL PEMBELAJARAN IPA BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP
Susilo, Agus Budi;
., Wiyanto;
., Supartono
Unnes Science Education Journal Vol 1 No 1 (2012): February 2012
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v1i1.849
Abstrak:Pembelajaran IPA dengan pendekatan keterampilan proses inkuiri dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan meningkatkan motivasi belajar siswa perlu dilakukan. Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan menggunakan proses inkuiri diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa karena model ini menekankan pada pemecahan masalah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana motivasi dan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan perangkat pembelajaran IPA Berbasis Masalah yang telah dikembangkan?. Pengumpulan data dengan memberikan tes kemampuan berpikir kritis, melakukan observasi dan memberikan angket motivasi. Subyek ujicoba penelitian adalah siswa kelas VII A dan VII C SMP Negeri 1 Ngadirejo Temanggung yang ditentukan secara random sampling dari tujuh kelas yang ada. Kelas VII C sebagai kelompok kontrol dan kelas VII A sebagai kelompok eksperimen. Hasil belajar kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen mengalami peningkatan dari 61,53 menjadi 80,24. Uji signifikansi hasil belajar kognitif kelas eksperimen diperoleh nilai thitung = 11,76 dan harga ttabel = 1,69 karena thitung > ttabel maka dapat disimpulkan hasil belajar tes kemampuan berpikir kritis mengalami peningkatan yang signifikan. Motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PBL mengalami peningkatan dari pre-test ke post-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran IPA Berbasis Masalah mampu meningkatkan motivasi dan kemampuan berpikir kritis siswa.Abstract:Science learning by using skill process inquiry approach could increase critical thinking skill and increase learning motivation of the students need to be increased. Learning Model based on Problem by using inquiry process was expected to increase the critical thinking skill and learning motivation of the students because this model was emphasized on resolving problem. The problem in this research is how learning motivation and critical thinking of the students by using the science learning materials based on problem have been developed? The data was collected by giving critical thinking test, observation, and inquiry motivation. The subject of this research was grade VII A and C Students of SMPN 1 Ngadirejo Temanggung determined by using random sampling from the seven classes in that school. Grade VII C is control group and grade VII A is experimental group. The learning output of experimental group’s critical thinking skill is increasing from 61.53 to 80.24. Signification test of the cognitive learning output got the value of = 11.76 and = 1.69 because > so it could be concluded that the output of critical thinking skill was improved significantly. The result of data analysis showed that science learning materials based on problem could increase motivation and critical thinking skill of the students, it was proved from the increasing of pre test and post test result.
PEMBUDIDAYAAN BANDENG JUWANA BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI MUATAN LOKAL UNTUK MENUMBUHKAN SIKAP KONSERVASI SISWA
Esmiyati, .
Unnes Science Education Journal Vol 1 No 1 (2012): February 2012
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v1i1.850
Abstrak:Kearifan lokal merupakan ciri khas suatu daerah tertentu yang memiliki nilai kebudayaan dan berkembang dalam lingkup lokal. Kearifan lokal sebagai salah satu hal yang perlu dikonservasi, artinya perlu dijaga, dilindungi, dan dilestarikan agar tidak punah. Salah satu upaya untuk menjaga kearifian lokal tersebut dengan cara memasukkan materi pendidikan berbasis kearifan lokal ke dalam kurikulum muatan lokal, misalnya di kecamatan Juwana yang terkenal sebagai sentral bandeng. Untuk melestarikan kearifan lokal di juwana tersebut, maka perlu diadakan muatan lokal pembudidayaan bandeng juwana berbasis kearifan lokal. Hal ini perlu dilakukan agar dapat menumbuhkan sikap konservasi pada siswa.Abstract:Local wisdom is one of the characteristics of a district that has cultural value and develops in a local area. Local wisdom needs to be protected and preserved in order not to get extinct. One of efforts to preserve it is by putting the material based on local wisdom in the local content curriculum, for example discussing that one of districts in Jepara, Juwana, is famous as milk fish producer. To preserve the local wisdom in Juwana, the local content curriculum needs to put the content of Juwana milk fish cultivation based on local wisdom. This content needs to be provided to raise conservation awareness for students.
“BENCET” ALAT PERAGA IPA UNTUK MEMAHAMI KETERKAITAN ROTASI BUMI DENGAN JAM ISTIWA’
Maftuh, Muhamad;
Widiyatmoko, Arif
Unnes Science Education Journal Vol 1 No 1 (2012): February 2012
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v1i1.851
Abstrak:Agama dan sains selalu berjalan beriringan, dimana perkembangan keduanya didukung satu sama lain. Banyak penelitian-penelitian sains yang secara langsung ataupun tidak membenarkan teori-teori agama. Untuk mempelajari sains membutuhkan hal yang bersifat empiris agar konsep sains bisa tergambar dan terekam dalam memori anak. Agar mudah dalam memahami konsep-konsep sains bisa menggunakan suatu alat peraga IPA, misalnya alat peraga bencet untuk memahami keterkaitan rotasi bumi dengan jam istiwa’. Jam istiwa’ merupakan jam yang memanfaatkan bayangan suatu benda saat matahari bersinar pada siang hari. Jam istiwa’ akan menunjukkan waktu yang berbeda pada setiap daerah yang berbeda dan saat yang berbeda. Begitu pula dengan waktu zuhur dan asar yang diketahui dengan memendek dan memanjangnya bayangan akibat perjalanan semu harian matahari dari timur menuju barat. Terjadinya siang, gerak semu harian matahari dan perbedaan waktu merupakan beberapa akibat rotasi bumi yang digunakan untuk mengetahui jam istiwa’ dan waktu zuhur asar. Bencet dapat dibuat oleh siapapun karena cara pembuatannya mudah dan bahan-bahan yang mudah diperoleh, jadi cocok untuk membantu dalam memahami konsep sains sekaligus agama. Tetapi bencet hanya bisa digunakan dalam memahami akibat rotasi bumi yang berkaitan dengan sinar matahari, jadi tidak bisa untuk memahami akibat rotasi bumi yang lain. Maka dari itu, perlu untuk mengembangkan bencet agar dapat digunakan untuk memahami materi yang lebih luas.Abstract:Religion and science always go together, where development both supported each other. While, a lot of scientific studies directly or indirectly justify the religion theories. To learn science it needs empirical concept that can be imagined and recorded by the students. One of ways to comprehend science concept easier is using science learning aid such as bencet. Bencet is used to help students understand the connection between earth rotation and sundial clock. Sundial clock is a clock that uses an object’s shadow when the sun shines in the day. Sundial clock will show different time in every area, as well as zuhr and asr time that are defined by shorten and prolonged of shadow due to the sun’s apparent daily movement from east to west. Noon-night phenomenon, the sun’s apparent daily movement, and time difference are the effect of earth rotation that is used by sundial clock to identify zuhr and asr time. Bencet can be made by everyone, it is easy to make because it can be made by using simple materials and used to help students to comprehend religion and science concept. But, bencet can be only used to help students to comprehend the effect of earth rotation related to the sun, so bencet needs to be developed to help students to comprehend another material.
PEMANFAATAN KERTAS BEKAS BUNGKUS ROKOK UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MEMBUAT RANGKAIAN LISTRIK 3 IN 1
Huda, Nurul;
Dewi, Novi Ratna
Unnes Science Education Journal Vol 1 No 1 (2012): February 2012
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/usej.v1i1.852
Abstrak:Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam membuat rangkaian listrik 3 in 1 pada siswa kelas VI Madrasah Ibtida’iyah Mu’abbidin Sukorejo Tahun Pelajaran 2011 / 2012. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 01 hingga 30 April 2012 pada semester genap. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian berjumlah 22 siswa (9 putra dan 13 putri) yang merupakan siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Muabbidin Sukorejo Kecamatan Guntur Kabupaten Demak. Data diperoleh dari hasil ulangan harian, pekerjaan rumah (PR) dan wawancara dengan guru wali kelas. Penelitian menggunakan empat tahapan siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Keaktifan siswa dalam membuat rangkaian listrik 3 in 1 melalui pemanfaatan kertas bekas bungkus rokok mengalami peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa meningkat, siklus I meningkat sebesar 49%, kemudian diperbaiki dalam siklus II sehingga keaktifan siswa meningkat menjadi 95 %.Abstract:The purpose of this research is to improve students’ activity of making 3 in 1 electrical circuit for VI grade students of Madrasah Ibtida’iyah Mu’abbidin Sukorejo academic year 2011/2012. This research was conducted on 1-30 April 2012 in the even semester. This is classroom action research with using 22 students (9 boys and 13 girls) as research subject. The data was collected from daily exam, homework, and teacher’s interview result. This research consisted of four cycles, they are planning, execution, observation, and reflection. The research result showed that there was an improvement of students’ activity of making 3 in 1 electrical circuit from waste paper cigarette packs. In the first cycle the students’ activity improved 49%, then it was improve in the second cycle it improved 95%.