cover
Contact Name
Franky R.D Rengkung
Contact Email
frankyrengkung@unsrat.ac.id
Phone
+6281311100340
Journal Mail Official
jurnalpolitico@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus Bahu Malalayang Manado Kode Pos 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Politico: Jurnal Ilmu Politik
ISSN : 23025603     EISSN : 29639018     DOI : -
Core Subject : Social,
The POLITICO journal contains various articles related to developments and dynamics that occur in the world of politics. Writings or articles published in the POLITICO Journal can be the results of research or scientific opinions related to political science both in theory and practice.
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015" : 27 Documents clear
PERANAN ELIT TRADISIONAL DALAM DINAMIKA POLITIK LOKAL PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN WAKATOBI 2014 Amrianto, Amrianto
JURNAL POLITICO Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSejak masa bergulirnya sistem pemilu langsung, khususnya pemilu untuk kepaladaerah dan DPRD, politik lokal di Indonesia memperlihatkan satu fenomena politik yangtampak bertolak belakang: para elit politik saling bersaing sengit, namun sekaligusbekerjasama. Akibatnya, tidak pernah ada oposisi di panggung politik lokal. Ini terjadi karenapersaingan dalam pemilu telah menjelma menjadi kerjasama dalam pelaksanaanpemerintahan. Namun berbicara mengenai dinamika politik lokal, sejak dulu Wakatobi telahdikuasai oleh aktor-aktor politik tradisional yang berbasis golongan elit tradisional. Kaborumborutalupalena (kumbewaha, tapi-tapi, tanailandu) menjadi tiga kelompok besar dalammemainkan politik lokal yang ada di kabupaten Wakatobi, dan sekaligus tiga kelompok inilahyang membuatnya jatuh, karena dinamika politik yang begitu kuat diantara elit itu, yangmenyebabkan Wakatobi tidak dapat memilih dan melantik sultannya dalam waktu yangcukup lama. Di samping itu, Wakatobi juga mengalami dinamika politik yang sengajadimainkan oleh pemerintah pusat di Buton, dimana pembagian kekuasaan menjadi dasar bagiterbangunnya dinamika politik yang pada akhirnya tidak dapat diselesaikan.Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan data dan informasi tentangperanan elit tradisional dalam dinamika politik lokal pada pemilihan kepala daerah dikabupaten Wakatobi 2014. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah tentangperanan elit tradisional (Suzanne Keller). Metodelogi yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode kualitatif deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bidang ekonomi, adanya hubunganketergantungan antara masyarakat (massa) dengan bangsawan Wakatobi. Dengan modalekonomi tersebut mampu menimbulkan hubungan sangat permanen antara keduanya, yangmana dengan kebangsawan tersebut orientasi politik tidak akan berpaling kepada siapapun.Dalam bidang politik, pilihan politik bangsawan Wakatobi di tempatkan sebagai tokoh,dimana keputusan politik akan selalu di patuhi dan tidak berani dilanggar. Di bidang sosial,posisi sosial (kedudukan) akan berpengaruh kepada masyarakat, dimana dengan struktur itumasyarakat akan merasa aman dalam lingkungan bermasyarakat dan bangsawan Wakatobiakan memelihara adat dan nilai tersebut. Dalam bidang psikologis, adanya hubunganemosional antara bangsawan Wakatobi dengan masyarakat dan mengarah kepada kesetiaanpada bangsawan Wakatobi yang tentunya tidak didasarkan pada rasionalitas. Hubunganbangsawan Wakatobi dengan masyarakat masih sangat kental sekali sifatnya kekeluargaan.Kata Kunci : Peranan Elit Tradisional, Dinamika Politik, Pilkada
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA PERANGKAT DESA. ( STUDI DI DESA KAHAKITANG KECAMATAN TATOARENG KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE ) Lamida, Riky
JURNAL POLITICO Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKepemimpinan sebagai salah satu fungsi manajemen merupakan hal yang sangatpenting untuk mencapai tujuan organisasi. Salah satu sorotan kepemimpinan yang sangatpenting adalah pola kepemimpinan Kepala Desa dimana seringkali tujuan pembangunan Desatidak dapat tercapai dengan baik karena Kepala Desa kurang mampu mengaplikasikantugas-tugasnya sesuai dengan yang diharapkan. Kepemimpinan trasformasional salah satucara yang diterapkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh Kepala Desa danPerangkat Desa yang ada di Desa Kahakitang Kecamatan Tatoareng Kabupaten KepulauanSangihe.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pola kepemimpinantransformasional Kepala Desa akan mampu meningkatkan motivasi kerja bagi aparatpemerintah Desa di Desa Kahakitang Kecamatan Tatoareng Kabupaten Kepulauan Sangihe.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, yang dilakukan dengan bentuk observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data ? data yang dikumpulkan kemudian di rangkum secara deskriptif dan skematis dan ditarik simpulan.Kepemimpinan transformasional Kepala Desa mampu meningkatkan motivasi kerjaperangkat desa yang ada di Desa Kahakitang Kecamatan Tatoareng Kabupaten KepulauanSangihe.Kata Kunci : Kepemimpinan Transformasional
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DI DESA SOATOBARU KECAMATAN GALELA BARAT KABUPATEN HALMAHERA UTARA1 Tata, Edris
JURNAL POLITICO Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPartisipasi masyarakat dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Desa ( P2MD ) dalampemanfaatan dan pemeliharaan hasil proyek yang telah dicapai di Desa Soatobaru dilakukansecara sukarela tanpa ada paksaan dari pihak lain. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran darimasyarakat untuk tetap memelihara hasil dari pelaksanaan kegiatan P2MD agar manfaatnyadapat terus dirasakan. Hasil pelaksanaan program P2MD di Desa Soatobaru sangat memberikanmanfaat dan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai sarana yang ada sertadalam melakukan berbagai kegiatan, baik kegiatan ekonomi maupun dalam melakukan aktivitassehari-hari. Tingkat partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan dan evaluasi terhadappelaksanaan dan hasil dari kegiatan program P2MD di Desa Soatobaru sangat baik, karenamasyarakat yang terlibat berpartisipasi dalam pengawasan dan penilaian begitu besar . Inimenunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk mengontrol dan mengawasi jalannyapembangunan telah ada sehingga hasil pelaksanaan pembangunan lebih baik dan manfaatnyadapat dinikmati lebih lamaSeperti halnya dalam P2MD ini, masyarakat tidak hanya dituntutuntuk ikut mensukseskan penyelenggaraan program, namun lebih jauh lagi yakni sebagai aktortingkat lokal. Partisipasi masyarakat di Desa Soatobaru memang sudah cukup baik, namun akanlebih baik lagi apabila seluruh komponen masyarakat turut bahu membahu menumbuhkan rasasaling peduli terhadap kondisi sosial di lingkungannya.Metode penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah pendekatan kualitatifKonsep yang di gunakan adalah Menurut Adisasmita, (2006 : 38) Partisipasi masyarakat dapatdidefinisikan sebagai keterlibatan dan pelibatan anggota masyarakat dalam pembangunan,meliputi kegiatan dalam perencanaan dan pelaksanaan ( implementasi) program pembangunan.Dan juga Adisasmita mengatakan piningkatan partisipasi masyarakat merupakan salah satubentuk pemberdayaan masyarakat ( social empowerment) secara aktif yang berorintasi padapencapaian hasil pembangunan yang dilakukan dalam masyarakat ( pedesaan). Pemberdayaanmasyarakat merupakan upayah pememfaatan dan pengelolahan sumber daya masyarakat ( SDM)Pedesaan secara lebih aktif dan efisien.Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Program P2MD
KUALITAS PELAYANAN APARATUR PEMERINTAH MELALUI PENERAPAN ELECTRONIC GOVERNMENTDI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Mokoagow, Akim Eudwar
JURNAL POLITICO Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas pelayananaparatur pemerintah melalui penerapan electronic government di Dinas Kependudukan danCatatan Sipil di Kabupaten Bolaang Mongondow, melalui indikator pelayanan publik yang didasarkan pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003tentang pedoman umum penyelenggaraan pelayanan publik yaitu: prosedur pelayanan, waktupenyelesaian, biaya pelayanan, dan keadilan dalam pelayanan.Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan metode deskriptif analitis.Fokus Penelitian ini adalah kualitas pelayanan aparatur melalui penerapan e-government diDinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bolaang Mongondow. Dengan melakukanwawancara pada sejumlah informan dan pengumpulan data melalui studi pustaka.Sumber daya manusia di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten BolaangMongondow belum dapat menunjang implementasi electronic government, sehingga banyakkeluhan yang berasal dari masyarakat. Di sisi lain, ketersediaan sarana dan prasarana sertaTingkat Partisipasi dan pemahaman masyarakat terhadap informasi dan teknologimerupakan kendala dalam penerapan pelayanan publik berbasis komputer (e-government).Kata kunci: pelayanan, e-government, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
PERILAKU PEMILIH PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH MINAHASA UTARA PERIODE 2016-2021 (Studi Di Desa Sawangan Kecamatan Airmadidi) Mopeng, Dwidyawati Esther
JURNAL POLITICO Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKeikutsertaan warga negara dalam pemilihan umum adalah serangkaiankegiatan membuat keputusan yaitu apakah memilih atau tidak memilih dalampemilihan umum. Jikalau memutuskan untuk memilih, apakah memilih partai ataukandidat (X) ataukah partai politik atau kandidat (Y). Hal ini dibedakan menjaditiga pendekatan atau teori yang digunakan untuk memahami perilaku memilih.Dalam menganalisis voting behavior dan untuk menjelaskan pertimbanganpertimbanganyang digunakan sebagai alasan oleh para pemilih dalammenjatuhkan pilihannya, dikenal tiga macam pendekatan, yaitu Mazhab Columbiayang menggunakan pendekatan sosiologis, Mazhab Michigan yang dikenaldengan pendekatan psikologis Mazhab Virginia yang dikenal dengan pendekatanrasional. Penelitian ini disusun berdasarkan metode penelitian kualitatif denganteknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknikanalisis yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 17 informan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilih memilih karena adakaitannya dengan pendidikan, jabatan atau pekerjaan dan jenis kelamin atau usia,memilih dilihat dari keterkaitan seseorang dengan partai politik, orientasiseseorang terhadap isu-isu dan orientasi seseorang terhadap kandidat, memilihuntuk tujuan diri sendiri dengan beberapa alternatif mana yang maksimal baginya,pemilih yang lebih melihat sosok figur dari kandidat calon kepala daerah, meskidiberi barang berupa kebutuhan pokok atau dalam bentuk apapun, tidakmempengaruhi pemilih. Ada juga pemilih yang tidak menggunakan hak pilih padaumumnya karena banyak pemilih Desa Sawangan yang bekerja dan studi di luardaerah. Oleh karena itu perlu adanya pendidikan politik bagi masyarakat, bukanhanya pemilih tetapi seluruh lapisan masyarakat agar pemilih tidak salah pilihmelainkan dapat menggunakan hak pilih dengan memilih calon yang tepat diwaktu yang tepat. Selain itu, perlunya kesadaran tinggi bagi pemilih untukmemilih agar partisipasi politik di Desa Sawangan semakin baik dan dapatmemberi pengaruh bagi kandidat yang dipilih.Kata Kunci: Perilaku, Pemilih
PERANAN PEMERINTAH DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN WAJIB BELAJAR DI KECAMATAN MATUARI KOTA BITUNG1 Montolalu, Angger Angelino
JURNAL POLITICO Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini di latar belakangi oleh, pertama dari segi peran pemerintah: telah adaupaya pemerintah dengan dikeluarkannya regulasi atau Peraturan Walikota Bitung Nomor 4Tahun 2013 tentang Pedoman Umum Program Penanggulangan Anak Usia Sekolah PutusSekolah. Selain itu ada juga dijumpai program pemerintah yang memberikan Bantuan bagisiswa Miskin yang dikenal dengan istilah Bantuan Siswa Miskin (BSM). Namun dari segipelaksanaan, belum semua program dan regulasi tersebut dilaksanakan tepat sasaran dansesuai dengan yang diamanatkan pemerintah. Kedua, dari segi masyarakat masih banyak anakanakusia sekolah yang seharusnya mengenyam bangku sekolah malah tidak bersekolah dan adasebagian yang lebih memilih untuk bekerja. Faktor mentalitas dan lingkungan pergaulan sangatmempengaruhi motivasi anak dalam menunaikan kewajibannya dalam mengikuti pendidikanwajib belajar.Dalam teori pemerintahan, tugas pokok pemerintahan yaitu: pelayanan (service),pemberdayaan (empowerment), dan pembangunan (devolopment). Di pandang dari segiperanan, keberhasilan pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya, haruslah dapatdiukur oleh ketiga fungsi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yangmemberikan gambaran atau uraian suatu keadaan pada objek yang diteliti. informan penelitianberjumlah 15 orang. Data yang terkumpul akan dianalisa secara kualitatif, dimana penulismendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan ditanyakan.Kata kunci : Peranan, pendidikan, wajib belajar, pemerintah.
PERAN KEPALA DISTRIK DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DISTRIK MAKBON KABUPATEN SORONG Bawanda, Wiliam C
JURNAL POLITICO Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesejahteraan masyarakat Papua khususnya yang ada di Distrik Makbon KabupatenSorong sejak otonomi khusus diberlakukan belum menunjukkan hasil yang mengarah padapeningkatan kesejahteraan, hal ini mengindikasikan bahwa perekonomian masyarakat masihbelum dapat dikatakan berkembang dan menuju pada perbaikan yang signifikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala distrik dalam meningkatkanperekonomian masyarakat yang ada di distrik Makbon, dengan menggunakan metode kualitatif,penelitian ini berusaha untuk menemukan kendala-kendala dalam peningkatan peran kepaladistrik,Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala distrik masih lemah dalam upayapeningkatan perekonomian masyarakat yang ada di distriknya, hal ini diperkuat dengan buktibahwa kewenangan yang diberikan oleh pemerintah kabupaten kepada kepala distrik masihsedikit, sehingga distrik hanya diberikan kewenangan dalam menyelenggarakan administrasipemerintahan, hal ini berimbas pada ketiadaan program kerja distrik khususnya dalam bidangpeningkatan perekonomian masyarakat, hal yang berikutnya adalah ketiadaan anggaran dalammelaksanakan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan perekonomianmasyarakat distrik.Kata Kunci: Peran, Kepala Distrik, Perekonomian.
PERAN PEMERINTAH KELURAHAN DALAM MEWUJUDKAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK (Studi Di Kelurahan Sawang Bendar Kecamatan Tahuna Kabupaten Sangihe) Robial, Daniel Filterianto
JURNAL POLITICO Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang baik tidak terlepasdari perwujudan kepemerintahan yang baik, terlebih di wilayah kelurahan yangbersinggungan langsung dengan masyarakat, keluhan-keluhan terhadap buruknyakualitas layanan di kelurahan menunjukkan bahwa belum terwujudnyapemerintahan yang baik dalam skala kelurahan.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran pemerintah kelurahandalam mewujudkan kepemerintahan yang baik khususnya di kelurahan SawangBendar Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif, data yang dihimpun di reduksi dankategorisasi sehingga dapat diambil suatu kesimpulan. Informan yang dipilihadalah lurah, sekretaris lurah, staf, dan masyarakat kelurahan, khususnyamasyarakat pengguna jasa layanan kelurahan Sawang Bendar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya mewujudkan pemerintahanyang baik khususnya yang terkait dengan prinsip transparansi penyelenggaraanpemerintahan, belum dilakukan oleh lurah di Sawang Bendar. Penyelenggaraanpemerintahan di kelurahan belum sepenuhnya melibatkan masyarakat, hal inimenunjukkan bahwa prinsip transparansi belum dilaksanakan sepenuhnya dikelurahan Sawang Bendar. Masih adanya pembedaan atau sikap pilih kasih dalampelayanan kepada masyarakat, kecenderungan lurah melakukan pembelaan bagiwarga yang mempunyai power di masyarakat, misalnya bagi mereka yangmempunyai banyak uang.Kata Kunci: Peran, Kelurahan, Kepemerintahan yang Baik.
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PENYUSUNAN KEBIJAKAN PUBLIK DI KOTA MANADO Liando, Daud Markus
JURNAL POLITICO Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPermasalahan utama bagi pembangunan Kota Manado adalah masih terbatasnya keterlibatan atau lemahnya peran serta masyarakat dalam proses penyelenggaraan pemerintahan. Baik dalam tahapan perencanaan program pemerintahan, pelaksanaan program hingga dalam tahapan evaluasi.Penelitian ini hendak menjawab tiga hal yaitu Bagaimana Partisipasi politik masyarakat dalam pembangunan Kota Manado, Apa saja kendala-kendala partisipasi politik masyarakat di Kota Manado serta Bagaimana Pemerintah Kota Manado mendorong partisipasi politik masyarakat dalam menunjang pembangunan di Kota Manado dengan menggunakan teori dari Burkens (Hadjon, 1997:2) yang mengatakan setiap orang mempunyai hak-hak politik berupa hak atas kebebasan berpendapat dan berkumpul.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Kajian ini mencoba mencari jawaban atas pertanyaan tentang kendala-kendala partisipasi politik masyarakat di Kota Manado dan bagaimana Pemerintah Kota Manado mendorong partisipasi politik masyarakat dalam menunjang pembangunan di Kota Manado.Hasil penelitian menyebutkan bahwa sebagian besar masyarakat di Kota Manado belum mendapat kesempatan atau diikutsertakan dalam proses perencanaan atau dalam proses pengambilan keputusan. Dalam hal partisipasi politik masyarakat di Kota Manado, masyarakat terkendala oleh faktor teknis seperti tidak ada informasi mengenai pembahasan perencanaan maupun pembahasan kebijakan, ketidaktahuan masyarakat terhadap pokok-pokok masalah yang sedang dibahas, ketidaktahuan masyarakat tentang bagimana cara menyampaikan partisipasi, tidak adanya akses/jalur untuk menyampaikan partisipasi dan masyarakat lebih memilih konsiten dengan pekerjaanya. Sedangkan kendala politis masyarakat dalam berpartispasi adalah tidak diberikan kesempatan dalam forum perencanaan maupun dalam perumusan kebijakan, ketidakpercayaan terhadap kemampuan penyelenggara, ketergantungan masyarakat dan sikap politik yang berbeda.Kata Kunci : Partisipasi, politik, masyarakat, kebijakan
PERAN KEPALA SUKU DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT1 Syama, Januaris
JURNAL POLITICO Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Kepala Suku dalammeningkatkan partisipasi politik Masyarakat didistrik Moskona Utara dandampak dari Kepala Suku Moskona Utara berperan dalam aspek kehidupanmasyarakat dalam hal ini adat istiadat dan juga berperan dalam partisipasiMasyarakat di Distrik Moskona uatara Kabupaten Teluk Bintuni.Data penelitian diperoleh melalui hasil wawancara dengan nara sumber danObservasi yang di lakukan untuk menjawab kuesioner dan juga permasalahanpenelitian diatas.Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisakualitatif.Hasil penelitian menunjukan peran Kepala Suku dalam meningkatkanpartisipasi politik masyarakat berjalan secara baik.Selanjutnya,peran KepalaSuku partisipasi dalam pemilihan umum legislatif Tahun 2014.Konsep Peran Kepala Suku adalah sebuah sambutan yang ditunjukankepada seseorang yang menjadi figur sentral dalam suatu suku atau kelompokmasyarakat . Sri Sudaryatmi ( 2000:46)Temuan hasil penelitian Kepala Suku Moskona Utara ikut partisipasi politikdalam pemilihan umum legislative dan juga mengarahkan masyarakat untuk ikutkesertaan dalam pemilihan umum legislatif Tahun 2014 di Distrik Moskona UtaraMelalui penelitian ini,peneliti menyarankan perlunya mengintensifkanpelaksanaan sosialisasi Peran Kepala suku dalam partisipasi politik secaraberkala ke kampung-kampung se Distrik Moskona Utara .Perlunya pemerintahmengoptimalkan peran Kepala suku dalam meningkatkan partisipasi politikmasyarakat. diberi kesempatan serta tanggung jawab yang lebih luas dalamruang publik seperti halnya dilibatkan sebagai anggota partai politik,ataupunorganisasi sosial politik lainnya.Kata kunci: Peran ,Kepala Suku, Partisipasi Politik

Page 1 of 3 | Total Record : 27


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): Januari 2026 Vol. 13 No. 1 (2024): Januari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Januari 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): Oktober 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Juli 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): April 2022 Vol 11, No 1 (2022): Januari 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Januari 2022 Vol 10, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 10, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 10, No 2 (2021): April 2021 Vol 10, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 10, No 4 (2021): Repository Vol 10, No 2 (2020): Juni 2020 Vol 9, No 4 (2020): Oktober 2020 Vol 9, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 9, No 2 (2020): April 2020 Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 8, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 8, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 8, No 3 (2019): November 2019 Vol 8, No 2 (2019): April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 7, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): November 2018 Vol 7, No 2 (2018): April 2018 Vol 7, No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 6, No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 2 (2014): April 2014 Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014 Vol 2, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 More Issue