cover
Contact Name
Franky R.D Rengkung
Contact Email
frankyrengkung@unsrat.ac.id
Phone
+6281311100340
Journal Mail Official
jurnalpolitico@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus Bahu Malalayang Manado Kode Pos 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Politico: Jurnal Ilmu Politik
ISSN : 23025603     EISSN : 29639018     DOI : -
Core Subject : Social,
The POLITICO journal contains various articles related to developments and dynamics that occur in the world of politics. Writings or articles published in the POLITICO Journal can be the results of research or scientific opinions related to political science both in theory and practice.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018" : 7 Documents clear
OPTIMALISASI KELEMBAGAAN KECAMATAN DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Lette, Yokpedi
JURNAL POLITICO Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKelembagaan kecamatan Malalayang dalam tata pemerintahan daerah telah mengalami perubahan secara struktural dari konsep wilayah menjadi perangkat daerah yang kedudukannya setara dengan dinas teknis yang ada di kota Manado. Perubahan kedudukan tersebut membawa dampak terhadap proses penyelenggaraan pemerintahan. Koreksi pembenahan terkait dengan keberadaan kelembagaan kecamatan Malalayang terus berlanjut, bahkan menjadi isu strategis.Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan kecamatan Malalayang penulis menggunakan konsep optimalisasi yang dirumuskan oleh “Nellis Rodinelli dan Cheema” (1984) yang mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga lembaga menjadi optimal menurutnya antara lain : Adanya dukungan Anggaran yang cukup untuk membiayai pelaksanaan Pemerintahan; Tersedianya Infrastruktur; Tersedianya Sumberdaya Manusia yang berkompeten yang saat ini terlihat belum berjaan secara optimal.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisis dideskripsikan melalui pendekatan triangulasi dengan mengunakan metode, data dan teori melalui pandangan subjek penelitian terkait dengan mengapa kelembagaan kecamatan tidak berjalan secara optimal dikecamatan Malalayang Kota Manado. Sasaran penelitian ini adalah berbagai fakta yang menyangkut dengan posisi institusi kecamatan secara kolektif dimana akan menjabarkan kondisi Penganggaran, Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia.Hasil penelitian ini penunjukan bahwa Kelembagaan Kecamatan Malalayang belum berjalan secara optimal dilihat dari proses penganggaran yang masih sangat minim dimana didominasi oleh belanja rutin dan tidak berorientasi tehadap pengembangan pelayanan publik dan pembangunan. Infrastruktur pula masih sangat minim dimana masih terdapat kekurangan seperti komputer, meja pegawai, mobil operasional keliling (Prokambling) dan mobil pengangkut sampah. Sedangkan menyangkut Sumber Daya Manusia pula masih belum optimal masih terdapat kekosongan di beberapa kepala-kepala seksi, dalam hal kualitas aparatur masih banyak aparatur yang belum memiliki kemampuan dan keterampilan khusus dalam penyelenggaraan tugas-tugas dikecamatan maupun dalam administrasi pemerintahan, serta masih adanya opini bahwa penempatan tugas di kecamatan adalah tempat hukuman/tempat buangan bagi aparatur sipil Negara yang memiliki kinerja buruk. Hal- hal tersebut yang menyebabkan lembaga Kecamatan Malalayang belum berjalan secara optimal dalam penyelenggaraan pemerintahan.Kata Kunci : Kelembagaan, Optimalisasi, Kecamatan
EVALUASI PELAKSANAAN OTONOMI KHUSUS DI DISTRIK KAYUNI KABUPATEN FAK-FAK PROPINSI PAPUA BARAT Iha, Ciputra
JURNAL POLITICO Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSejak diberlakukannya otonomi khusus yang hingga kini sudah berjalan selama 14 tahun, ternyata belum mampu mensejahterakan rakyat Papua dengan baik, padahal dengan sumber kekayaan alam yang melimpah seharusnya Papua mampu untuk meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat. Sejak tahun 2001 pemberian dana dalam rangka otonomi khusus sudah mencapai Rp. 28 triliun diluar dana pertimbangan lainnya, namun begitu belum memberikan dampak perubahan yang signifikan di tanah Papua atas dana yang sebanyak itu. Kenyataan seperti ini, apabila pemerintah tidak mengambil langkah maju yang tepat bagi peningkatan perekonomian dan kasejahteraan orang Papua, sampai masa berakhirnya undang-undang otonomi khusus yaitu selama 25 tahun sesuai amanat undang-undang tersebut, sangat memungkinkan memberikan peluang bagi rakyat Papua untuk meminta solusi lain karena ketidakkeberhasilan implementasi otonomi khusus. Salah satu cara yang perlu dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang terkait dengan implementasi otonomi khusus adalah melalui penelitian agar dapat dicarikan solusi pemecahannya. Kata Kunci : Otonomi Khusus, Pendidikan 
PERAN KEPALA DESA DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK PASCA PEMILIHAN KEPALA DESA WEROT TAHUN 2016 DI KECAMATAN LIKUPANG SELATAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Raras, Brigita
JURNAL POLITICO Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemilihan Kepala Desa (Pilkades) merupakan sebuah instrumen dalam pembentukan pemerintahan modern dan demokratis. Namun dalam prakteknya pilkades yang sudah diatur oleh perundang-undangan pemerintah untuk saat ini sangat sulit terselenggara dengan lancar dan berkualitas karena bermainnya faktor-faktor kepentingan politik, kepentingan untuk ingin berebut kekuasaan daripada hakikat yang diingini oleh pemilihan kepala desa yaitu pemerintahan desa dimana masyarakat mau menerima dan mengakui kewenangan, keputusan, atau kebijakan dari pemimpin. Disamping itu penyelenggaraan pemilihan kepala desa juga tersentuh dan tidak terlepas dari pengaruh kebudayaan masyarakat desa, sehingga didalam pelaksanaan pilkades tidak jarang menimbulkan kericuhan dan konflik yang dapat merusak keutuhan dan keberadaan masyarakatnya. Situasi yang memprihatinkan ini tidak jarang terjadi di berbagai daerah seperti yang terjadi di Desa Werot Kecamatan Likupang Selatan Kabupaten Minahasa Utara pasca pemilihan kepala desa diwarnai dengan persaingan tidak sehat, kericuhan, kekerasan yang berujung pada konflik masyarakat.Timbulnya konflik Pemilihan Kepala Desa yang berkepanjangan akibat fanatisme dan kerasnya pertentangan pendukung calon kepala desa yang secara tatap muka saling memperjuangkan kemenangan calon masing-masing dan telah melupakan nilai dari demokrasi serta melunturkan nilai etika yang selama ini tertanam dalam masyarakat desa. Fanatisme kelompok penduduk saling hujat, curiga, hilangnya sikap saling menghormati dan menghargai atas keunggulan lawan adalah sikap-sikap tidak terpuji yang pada gilirannya menimbulkan konflik. Untuk itu proses identifikasi dari sisi pemicu, cara mengatasi sebagai upaya mencari solusi pemecahan menjadi penting untuk dilakukan. Kata Kunci : Peran, Konflik, Pilkades
KINERJA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI SULAWESI UTARA DALAM PENANGANAN PENGUNA NARKOTIKA PSIKOTROPIKA DAN OBAT TERLARANG DI PROVINSI SULAWESI UTARA Londa, Noldi J
JURNAL POLITICO Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDari data yang dimilikki Badan Narkotika Nasional (BNN) pengguna narkoba di Sulawesi Utara pada 3 tahun terakhir, di tahun 2014 sebanyak 4,1 juta jiwa pengguna narkoba, pada tahun 2015 sebanyak 5 juta jiwa, dan pada tahun 2016 pengguna narkoba mencapai 5,9 juta jiwa. Korban penyalahgunaan narkoba yang dirawat oleh BNN Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2014 sebanyak 400 orang, pada tahun 2015 sebanyak 386 orang, kemudian pada tahun 2016 sebanyak 52 orang. Untuk itu pengendalian dan pengawasan sebagai upaya penanggulangan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sangat diperlukan. Dan untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan identifikasi berbagi permasalahan yang terkait dengan penyalahgunaan narkoba agar dapat dicarikan solusi yang konprehensif. Penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi berbagai persoalan terkait narkoba dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian wilayah kota Manado. Hasil penelitian menunjukan bahwa penanganan penyalahgunaan narkoba di kota manado masih perlu ditingkatkan terlebih dari sisi tempat perawatan, sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, dan lain-lain.Kata Kunci : Penyalahgunaan Narkoba dan BNN
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PEMILIHAN HUKUM TUA TAHUN 2016 (Studi Di Desa Kolongan Tetempangan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara) Kario, Stevan
JURNAL POLITICO Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemilihan Hukum Tua merupakan pesta demokrasi, dimana masyarakat desa semestinya berpartisipasi dalam proses tersebut, dengan memberikan suaranya untuk memilih calon Hukum Tua. Oleh karena itu  pemilihan Hukum Tua sangat penting dalam mewujudkan demokrasi di desa. Selain itu keberhasilan pelaksanaan hukum tua juga tidak terlepas dari bagaimana tingkat partisipasi aktif anggota masyarakat desa, baik kesatuan sistem maupun sebagai individu yang merupakan bagian integral bagian sistem pemerintahan desa. Secara prinsip, pelaksanaan pemilihan hukum tua ditujukan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat di desa. Maka keadaan tersebut diharapkan dapat menimbulkan tanggung jawab penyelenggaraan pemerintahan desa yang tidak saja berada ditangan hukum tua, badan permusyawaratan desa dan aparat pelaksanaanya, tetapi juga ditangan masyarakat desa. Pada pelaksanaan pemilihan Hukum Tua di desa Kolongan Tetempangan, dilihat dari tingkat partisipasi masyarakatnya dapat dikatakan masih rendah. Hal itu terlihat dari total jumlah pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) berjumlah 3.065 suara, sedangkan yang menggunakan hak pilih dalam pemilihan Hukum Tua hanya berjumlah 1.910 pemilih di Desa Kolongan Tetempangan. Hal ini menjadi sesuatu yang menarik dan sekaligus memprihatinkan karena tingkat partisipasi masyarakat itu terlihat sangat rendah. Mengapa hal tersebut terjadi dari data awal yang ada, hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain: kurang  maksimalnya pendidikan politik   terhadap   masyarakat   oleh pemerintah,   masyarakat   merasa   jenuh   terlibat   dalam   pemilihan Hukum Tua karena seluruh calon tidak ada yang  berkenan di hati, menurunnya  kepercayaan   masyarakat   dengan proses demokrasi selama 5 tahun yang tidak membawa perubahan kepada kehidupan rakyat, serta factor pekerjaan yang menyebabkan   masyarakat tidak menggunakan hak pilih karena mereka bekerja dan sekolah diluar desa. Selain itu memilih Hukum Tua tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang prioritas atau sangat di perlukan karena pemilih bukan suatu kewajiban melainkan sebuah hak, jadi bisa memilih bisa tidak. Selain itu tidak adanya konsekuensi hukum dan moral politik bagi mereka yang tidak memilih dan hal ini diperparah dengan masyarakat terjebak dalam rutinitas ekonomi sehingga mempengaruhi cara pandang mereka terhadap politik.  Kata Kunci : Partisipasi Politik, PILHUT
PERILAKU PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2014 Ibrahim, Anzal B.P.
JURNAL POLITICO Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2014 pemilih pemula memiliki porsi yang cukup signifikan. Tercatat jumlah mereka berkisar 20 juta pemilih. Oleh karena itu keberadaan mereka sangat diperhitungkan dalam kontestasi politik pada tahun 2014. Maka sangat menarik untuk mengetahui bagaimana orientasi politik mereka ketika menentukan atau memilih cara dalam menjatuhkan pilihan mereka dalam pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku pemilih pemula tersebut terutama ketika menjatuhkan pilihan mereka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan informan yang telah ditetapkan oleh peneliti. Hasil penelitian yang dilakukan di desa Sangkub menunjukkan bahwa  hanya sedikit pemilih pemula yang menunjukkan model perilaku memilih dengan pendekatan sosiologis dalam menjatuhkan pilihan politiknya. Factor adanya kesamaan daerah dan pengaruh latar belakang lingkungan keluarga yang masih mempengaruhi perilaku pemilih pemula dalam menjatuhkan pilihan politiknya hanya minim. Sebagian besar pemilih pemula menunjukkan perilakunya dengan melihat visi dan misi dari calon Presiden dan Wakil Presiden sehingga kebanyakan dari pemilih pemula dalam menjatuhkan pilihannya mengedepankan persepsi terhadap kandidat. pemilih pemula yang menunjukkan model pilihan rasional dalam penelitian ini adalah mereka yang memilih seorang kandidat melihat prestasi, keberhasilan, serta kapasitas kepemimpinan yang dimiliki dari seorang kandidat calon presiden dan calon wakil presiden dan melihat kinerja-kinerja kepemimpinan sebelumnya. Namun, rasionalitas yang mereka tunjukkan pula tidak lepas dari faktor sosiologis. Maka dari itu dibutuhkan komitmen Komisi Pemilihan Umum dan Pihak kelurahan untuk melakukan sosialisasi terkait pemilihan umum dan cara memilih kandidat dengan cerdas serta pentingnya pendidikan politik usia dini. Kata kunci : Pemilih Pemula ABSTRACTIn the 2014 presidential and vice presidential elections beginner voters had a significant portion. Their numbers range from 20 million voters. Therefore their existence was taken into account in political contestation in 2014. So it is very interesting to know how their political orientation when determining or choosing a way to make their choice in the 2014 presidential and vice presidential elections. This study aims to identify the behavior of the new voter especially when dropping their choices. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques are carried out by interview observation with informants who have been determined by the researcher. The results of research conducted in Sangkub village showed that only a few beginner voters showed a model of voting behavior with a sociological approach in dropping political choices. Where there are similarities in the area and the influence of the background of the family environment which still influences the behavior of beginner voters in dropping their political choices. Most of the beginner voters showed their behavior by looking at the vision and mission of the candidates for President and Vice President so that most of the voters in dropping their choices put forward the perception of the candidates. Beginner voters who show a rational choice model in this study are those who choose a candidate to see the achievement, success, and leadership capacity possessed of a presidential candidate and vice presidential candidate and see previous leadership performance. However, the rationality they show is also inseparable from sociological factors. Therefore, it requires the commitment of the General Election Commission and the Kelurahan to conduct socialization related to the general elections and ways to intelligently elect candidates and the importance of early political education. Keywords: Beginner Voter
PERANAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA (Suatu Studi di Desa Maumbi Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara) Manembu, Angelia E
JURNAL POLITICO Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKeterlibatan perempuan menjadi syarat mutlak dalam upaya mewujudkan   pembangunan   yang   berkeadilan.   Negara   tidak   mungkin sejahtera jika para perempuannya dibiarkan tertinggal, tersisihkan dan tertindas.  Seperti  yang  di  ungkapkan  oleh  Vivekananda  (Darwin 2005:8) bahwa: negara dan bangsa yang tidak menghormati kaum perempuannya tidak akan pernah menjadi besar, baik di saat ini maupun di masa depan. Satu alasan mendasar sebagai penyebab kejatuhan bangsa secara drastis adalah karena tidak memiliki rasa hormat pada kehidupan perempuan yang di lukiskan sebagai sakti(istri). Sehingga pembangunan yang utuh dan menyeluruh dari suatu negara menuntut   peranan   penuh   dari   kaum  perempuan   dalam   segala   bidang kehidupan. Bahwa wanita baik sebagai warga negara maupun sebagai sumber insan pembangunan mempunyai hak, kewajiban dan kesempatan yang sama dengan pria dalam segenap kegiatan pembangunan di segala bidang kehidupan. Peran perempuan juga telah diakomodir oleh segenap peraturan pembangunan nasional, seperti UU No 6 tahun 2014 tentang desa, yang menyajikan keterlibatan perempuan yang sangat diperlukan bagi keberhasilan pembangunan desa.Keberadaan perempuan di Desa Maumbi yang menjadi lokasi penelitian ini, kebanyakan berlatar belakang etnik Minahasa, yang memposisikan perempuan sejajar dengan laki-laki. Artinya perempuan juga bisa menduduki jabatan-jabatan pemerintahan mulai dari BPD, Meweteng, Perangkat Desa, hingga Kepala Desa. Di Maumbi sendiri, peran perempuan dalam segenap aspek pembangunan cukup terasa, mulai dari turut serta dalam pembangunan fasilitas desa, menjaga keamanan desa, PKK dalam pemberdayaan keluarga, dan lain sebagainya.. Hanya permasalahannya yang ada di Desa Maumbi berkaitan dengan peranan tersebut, sebetulnya sedikit menyimpang dari tradisi perempuan Minahasa, yakni peran mereka dalam kepemimpinan Desa di Maumbi terlihat kurang, seperti kurangnya perempuan dalam menduduki jabatan-jabatan yang ada di desa, kurang dalam jabatan di aparatur desa. Ini menjadi menarik untuk dikaji karena perubahan masyarakat telah menganulir peran perempuan tersebut, sehingga perlu dicarikan akar permasalahannya.  Kata Kunci : Peranan Perempuan, Pembangunan Desa,

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): Januari 2026 Vol. 13 No. 1 (2024): Januari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Januari 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): Oktober 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Juli 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): April 2022 Vol 11, No 1 (2022): Januari 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Januari 2022 Vol 10, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 10, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 10, No 2 (2021): April 2021 Vol 10, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 10, No 4 (2021): Repository Vol 10, No 2 (2020): Juni 2020 Vol 9, No 4 (2020): Oktober 2020 Vol 9, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 9, No 2 (2020): April 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 8, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 8, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 8, No 3 (2019): November 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 2 (2019): April 2019 Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 7, No 3 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 7, No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7, No 2 (2018): April 2018 Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 6, No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 2 (2014): April 2014 Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014 Vol 2, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013 More Issue