cover
Contact Name
Agus Eka Aprianta
Contact Email
penerbitan@isi-dps.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isi-dps.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Segara Widya: Jurnal Penelitian Seni
ISSN : 23547154     EISSN : 27988678     DOI : -
Core Subject : Art,
The journal presents as a medium to share knowledge and understanding art, culture, and design in the area of regional, national, and international levels. The journal accommodates articles from research, creation, and study of art, culture, and design without limiting authors from a variety of disciplinary/interdisciplinary approaches such as art criticism, art anthropology, history, aesthetics, sociology, art education, and other contextual approaches.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2024)" : 8 Documents clear
Objek Perlindungan Hak Cipta atas Hasil Karya Seni di Institut Seni Indonesia Denpasar Sujayanthi, Ni Wayan Masyuni
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seniman akademik di Institut Seni Indonesia Denpasar telah banyak menciptakan karya - karya seni yang bernilai ekonomis, sehingga keinginan untuk mendaftarkan hak kekayaan intelektual di kalangan para seniman akademik saat ini semakin meningkat, namun beberapa para seniman mengalami kesulitan dengan hasil karya ciptanya termasuk hak cipta atau termasuk hak kekayaan industri. Berdasarkan hal tersebut, dalam tulisan ini akan diulas mengenai objek perlindungan hak cipta yang bertujuan agar seniman akademik mengetahui jenis objek perlindungan hak kekayaan intelektual yang sesuai dengan hasil karya ciptanya. Adapun metode penulisan yang digunakan yaitu dengan metode normatif, dimana sumber bahan hukum diambil dari Undang - undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang hak cipta dan literatur - literatur yang terkait dengan objek penelitian hak kekayaan intelektual kemudian kesemua bahan hukum tersebut dianalisis dan disajikan secara deskriptif dengan memberikan suatu kesimpulan. Hasil dari penulisan ini, dimana objek perlindungan hak cipta telah diatur dalam Undang - undang Nomor 28 Tahun 2014 yang meliputi ciptaan yang dilindungi Pasal 40 yang bisa dijadikan pedoman oleh para seniman akademik di Institut Seni Indonesia Denpasar dalam menentukan objek perlindungan hak kekayaan intelektual sesuai dengan hasil karya yang diciptakan.
Study on the Phenomenon of Shifting Meaning of Mural Art in Denpasar Rieza Pangestuty, Lorenz Angelia
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perubahan kegiatan seni pada komunitas mural yang berada  di Denpasar. Fenomena perubahan makna mural dari seni jalanan yang sering berkaitan erat dengan vandalisme lalu kini banyak menjadi bentuk mural dekoratif tidak terlepas dari kegiatan serta pola pikir dari pelaku kegiatan seni tersebut. Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 komunitas mural yang berada di Denpasar yaitu Komunitas Podjok, Komunitas Djamur dan Mural Bali Studio. Komunitas tersebut dipilih karena dirasa dapat mewakili 3 generasi yang memiliki pengaruh tersendiri dalam menggerakkan seniman mural lainnya dalam berpikir, bertindak dan menyampaikan makna dari seni mural itu sendiri. Perubahan kegiatan serta pola pikir ini dibedah melalui teori Pierre Bordeu yang melibatkan modalitas, ranah dan praktik dengan metode kualitatif sehingga diharapkan dapat menjelaskan hubungan antara perubahan aktivitas dan pola pikir pada perubahan makna bentuk seni mural di kota Denpasar.
Perancangan Komik Latri Dewi Naga Turun Ke Bumi Di Made Blez Studio andyta, Gede Pasek Chaya Andyta; I Gusti Ngurah Wirawan S.Sn., M.Sn , I Gusti Ngurah Wirawan S.Sn., M.Sn; Cokorda Alit Artawan, S.Sn., M.Sn , Cokorda Alit Artawan, S.Sn., M.Sn
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekembangan teknologi digitalisasi saat ini yang begitu cepat menyebabkan perubahan yang begitu masif pada berbagai industri terutamadibidang kreatifseperti pada bidang industri desain hingga illustrasi hal ini juga berlaku pada industri komik yang dimana dahulu pengerjaan komikdilakukan secara manual menggunakan pensil, pen, dan kertas serta dicetak dalam bentuk buku,. Namun dikarenakan alasan kepraktisan dankemudahan dalam membaca maka muncullah komik yang sepenuhnya digital dimana bukan hanya pengerjaannya saja yang bersifat digitalmenggunakan aplikasi bahkan format dan bentuk hasil jadi dari komik tersebutpun berbentuk digital atau umun kita kenal dengan nama webcomic. Proses perancangan Komik Latri Dewi Naga Turun Ke Bumi telah melewati beberapa tahapan, yaitu: Melakukan identifikasi terhadaprefrensi dan penyusunanalur cerita dalam bentuk storyline, mengerjakan sketsa kasar karakter komik beserta judul dan covernya, sertamemfisualkan alur cerita yang sudah disusun menjadi sebuah komik yang berformat digital hingga mengunggahnya ke website Webtoon.Melakukan analisis data terhadap hasil identifikasi yang diperoleh dengan menggunakan studi literatur seperti pengertian MBKM, TujuanMBKM, Pengertian Komik, Jenis Komik. Semua proses tersebut penulis lakukan selama magang di Made Blez Studio.
Ekosistem Seni Event Organizer “PG Pro” Pada Event Festival Saba Blangsinga 2024 Aryani, Putri
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekosistem seni yang digunakan oleh event organizer PG Pro dalam event Saba Festival Blangsinga 2024. Secara teoritis hasil penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan kepada pembaca khususnya pelaku event organizer dan tata kelola seni terkait membangun sebuah ekosistem seni di suatu acara besar. Saba Festival Blangsinga 2024, merupakan salah satu event seni yang menghadirkan banyak pengunjung, peserta dan pertunjukan kesenian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan dan memaparkan hasil analisis pada ekosistem seni yang dirancang oleh event organizer PG Pro khususnya dalam event Saba Festival Blangsinga 2024.
Bali Kandarupa: Cerminan Dinamika Cipta Lintas Masa Idayati, Ni Wayan
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merunut kembali jejak historis seturut dinamika cipta masyarakat seni rupa Bali yang lintas masa dalam beberapa peristiwa kunci, sekaligus menimbang relevansi kehadiran kebijakan regulasi PERDA Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali dalam praktik kesenian di Bali, diantaranya pameran kolosal berkala Bali Kandarupa. Penelitian ini menggunakan metode sejarah heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi, dengan pendekatan sejarah sosial yang diakronis. Sejumlah peristiwa kunci yang dirujuk, antara lain; terbentuknya organisasi Pita Maha tahun 1936 sebagai cerminan gerakan sosial pada masa itu; Pesta Kesenian Bali (PKB) pertama tahun 1979 sebagai visi kebudayaan Gubernur pada masa itu, yakni Ida Bagus Mantra; gerakan “Mendobrak Hegemoni” sebagai salah satu bentuk kontra atau protes terhadap PKB; peristiwa seni rupa pasca Bom Bali I & II yang menandakan upaya masyarakat seni rupa untuk bangkit; kelahiran organisasi Bali Art Society (BAS) sebagai salah satu bentuk aksi advokasi untuk kebijakan seni budaya di Bali; kemudian ditetapkannya regulasi berupa PERDA Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali; dan kehadiran Pameran Bali Kandarupa sebagai salah satu manifestasi PERDA Nomor 4 Tahun 2020. Melalui kajian ini dapat dirumuskan bahwa setidaknya ada 3 (tiga) unsur yang berperan dalam dinamika cipta seni rupa Bali yang lintas masa; 1) peristiwa, menunjuk pada ruang dan faktor kesadaran atau kehendak pelaku sejarah; 2) momentum, merujuk pada waktu yang dikehendaki sejarah; dan 3) sosok yang memiliki kesadaran sejarah, kemudian mengakselerasikan peristiwa dan momentum tersebut menjadi sebuah gerakan.  
Historiografi Koleksi Museum Pasifika Imansa, Namira Putri
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Pasifika merupakan museum yang menampilkan 600 koleksi dari 200 seniman dan 25 negara yang tinggal di Asia Pasifik maupun mengangkat topik-topik di sekitar Asia Pasifik. Museum ini didirikan sebagai lembaga permanen untuk menampilkan gaya dan bentuk daerah agar dapat dipelajari serta dinikmati semua orang. Tulisan ini dipaparkan dengan metode kualitatif deskriptif. Pendekatan yang menggunakan adalah teori praktik sosial dari Pierre Bordjue yang memiliki rumusan generative yaitu (Habitus x Modal) + Arena= Praktik. Tujuan dari penulisan historiografi koleksi di Museum Pasifika adalah untuk mengidentifikasi modalitas budaya, modalitas ekonomi, modalitas sosial, dan modalitas simbolik, habitus, dan arena dari Museum Pasifika. Kemudian dari tahapan identifikasi tersebut dapat diketahui perjalanan praktik sosial yang telah dilakukan oleh Museum Pasifika. Praktik sosial yang dilakukan Museum Pasifika ini tentunya untuk mengumpulkan koleksi, membangun citra baik museum agar koleksi tetap dapat lestari. Kajian ini penting dilakukan agar memberikan tambahan wawasan dan referensi akademik terkait praktik yang dilakukan oleh komponen sosial dan agen sosial di balik adanya maupun pengelolaan koleksi Museum Pasifika.
Peran UMKM Kwace Bali dalam Mempertahankan Eksistensi Kain Tenun Endek di Provinsi Bali Ni Luh Putu Diah Gitanjali
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v12i1.2987

Abstract

Endek merupakan kain tenun khas Bali. Perluasan pasar kain Endek merupakan peluang dan potensi bagi pengrajin Endek yang tergolong UMKM. Namun selain potensi dan peluang, terdapat tantangan yang harus dihadapi yaitu adanya kain tenunan yang menyerupai Endek Bali yang pengerjaannya menggunakan Alat Tenun Mesin (ATM) yang tidak membutuhkan penenun dalam pengerjaannya, sehingga harga kain tersebutmenjadi lebih murah dibandingkan dengan kain  tenunan ATBM. Kwace Bali merupakan perusahaan yangbergerak di bidang tailor dan tekstil yang  berdiri sejak awal tahun 2003 dengan menjual jasa jahit dan pada tahun 2012 mulai bergerak di bidang pertenunan kain tradisional Endek sekaligus mengolahnya menjadi pakaian jadi dengan sistem pre-order . Pada penelitian ini, penulis akan meneliti faktor yang melatarbelakangipengerajin tenun Endek Kwace Bali memproduksi motif modern, serta bagaimana motif-motif modern yangdibuat oleh Kwace Bali. Selain itu, penulis juga akan meneliti aspek-aspek yang terdapat pada motif modern yang bisa dikembangkan dalam tujuan mempertahankan eksistensi kain tenun di Bali. Metode penelitian yangdigunakan adalah dekriptif kualitatif. Penelitian ini mendapatkan hasil yaitu Kwace Bali memiliki peran yang cukup penting dalam mempertahankan eksistensi kain tenun di Bali. Terdapat tiga factor yang melatarbelakangi Kwace Bali memproduksi motif modern, yakni faktor budaya, faktor ekonomi dan faktor lingkungan. Motif–motif modern yang dihasilkan oleh pengerajin tenun Endek Kwace Bali pada umumnya adadua jenis yaitu motif modern hasil kombinasi dan motif yang mengambil corak dari hasil barang teknologi.Aspek-aspek yang terdapat pada motif tenun Endek yang bisa dikembangkan adalah aspek pengetahuan tentang sumber daya alam, aspek seni, dan aspek kewirausahaan.
Gurat Institut dalam Menjembatani Tradisi dan Modernitas dalam Seni Rupa Bali Win, Allyce
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengulas peran Gurat Institut dalam menjembatani tradisi dan modernitas dalam seni rupa Bali. Sebagai lembaga independen berbasis di Denpasar, Bali, Gurat Institut berfokus pada riset, dokumentasi, dan pengembangan kebudayaan visual melalui program-program seni rupa dan karya kolaboratif lintas seniman. Visi utama institut ini adalah menggali dan mengenali potensi warisan budaya Bali serta mengkaji dampak kolonialisme dalam penyebaran nilai-nilai budaya Bali ke dunia Barat. Selain itu, Gurat Institut juga berfungsi sebagai portal pengembangan kebudayaan kawasan, menjadikan Bali sebagai pintu gerbang menuju wilayah Indonesia Timur. Dengan berbagai program seperti dokumentasi seni visual, riset seni rupa, pendidikan berbasis Kurikulum Merdeka, dan publikasi, Gurat Institut berperan penting dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi seni lintas kawasan, mengembangkan seni rupa Bali dalam konteks modern sekaligus melestarikan nilai-nilai tradisionalnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8