cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 61 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL" : 7 Documents clear
PENGENDALIAN MATERIAL PROYEK DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING PADA PEMBANGUNAN STAR SQUARE MANADO Wohos, Ivone Pricilia; Mandagi, Robert J. M.; Walangitan, D. R. O.
TEKNO Vol 12, No 61 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material Requirement Planning adalah suatu metode untuk menentukan jumlah suatu material yang harus tersedia dan dibutuhkan dari suatu pelaksanaan proyek.Pemilihan teknik lot sizing yang tepat akan sangat membantu dan mempengaruhi keefektifan dari rencana kebutuhan material sehingga dapat memperoleh hasil yang memuaskan. Teknik yang dipakai dalam penelitian ini yakni teknik lot sizing untuk satu tingkat dengan kapasitas tak terbatas Fixed Period Requirement dan Silver Meal.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik Fixed Period Requirement (FPR) untuk 2 minggu pemesanan persis dengan total perhitungan persediaan material dengan teknik Silver Meal (SM)tetapi kemudahan teknik Silver Meal (SM) adalah memberikan gambaran akurat secara simple melalui rumus yang digunakan untuk menentukan periode pemesanan material yang efektif dan efisien. Optimasi persediaan yang dihasilkan untuk material semen adalah sebesar 60.247 zak, pasir 166,694 m3, dan batu bata 53.460 buah. Total persediaan kumulatif masing-masing material dengan teknik Silver Meal yaitu semen sebesar Rp. 7.202.830.000,-, pasir Rp. 24.400.844,-, dan batu bata Rp. 166.505.600,-. Kata kunci: Material Requirement Planning, lot sizing, Fixed Period Requirement, Silver Meal
STUDI PENGARUH ASPAL CUT-BACK TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG Bulo, Ricky Immanuel; Ticoh, Jack H.; Sompie, Octovian B. A.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 12, No 61 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis tanah lempung dalam pengerjaan perkerasan jalan jarang di pergunakan sebagai lapisan subgrade, ini disebabkan karena sifat tanah lempung yang memiliki nilai daya dukung yang rendah serta besarnya kembang susut yang terjadi mengikuti iklim. Dalam pelaksanaan konstruksi perkerasan jalan nilai cbr tanah sangat berpengaruh terhadap tebal lapisan atas oleh karena itu banyak perlakuan yang di lakukan agar nilai CBR tanah asli dapat naik. Stabilisasi tanah dengan campuran aspal dianggap bisa digunakan karena aspal memiliki sifat pengikat dan kedap air sehingga dapat meningkatkan stabilitas tanah, kohesi serta memberikan efek kedap air. Dengan adanya penambahan aspal ini penyerapan kadar air dapat di kurangi sehingga akan meningkatkan kestabilannya.Dari hasil uji pemadatan dengan proctor standart didapatkan nilai γdmax = 1,592 kg/cm3 dan ωopt = 25.6%. Penambahan aspal meningkatkan nilai CBR dimana nilai maksimumnya terjadi pada penambahan campuran aspal 10%, nilai CBR tanah asli sebesar 7.11% meningkat menjadi 26.7%. Kata kunci : Aspal, CBR, Tanah Lempung
KONSEP PENYUSUNAN MASTER PLAN TERMINAL REGIONAL PROVINSI SULAWESI UTARA Pandey, Sisca
TEKNO Vol 12, No 61 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal regional merupakan salah satu bentuk terminal terpadu yang merupakan bagian dari angkutan multimoda. Angkutan multimoda memadukan beberapa angkutan seperti angkutan jalan, angkutan udara, angkutan laut dan angkutan kereta api. Pembangunan terminal regional Provinsi Sulawesi Utara merupakan suatu langkah maju untuk mengendalikan pergerakan angkutan orang dan angkutan barang. Keberadaan terminal regional akan melayani pergerakan secara regional provinsi Sulawesi Utara sesuai dengan Perda Provinsi Sulawesi Utara No. 1 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dan Peraturan Gubernur Sulawesi Utara Nomor. 41 Tahun 2013 tentang Tataran Transportasi Wilayah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2012-2032. Masterplan Terminal Regional Provinsi Sulawesi Utara sekiranya dapat menjadi pedoman bagi pemangku kebijakan dalam menyusun Perencanaan Terminal Regional Provinsi Sulawesi Utara lebih lanjut.   Kata kunci : terminal regional, multimoda, RTRW, Tatrawil
PERANAN KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA TAHAP PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN (Studi Kasus : THE LAGOON TAMAN SARI) Tuelah, Joel Daniel Paulus; Tjakra, Jermias; Walangitan, D. R. O.
TEKNO Vol 12, No 61 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jasa konsultan manajemen konstruksi biasanya digunakan pada proyek berskala besar, dimana konsultan manajemen konstruksi berperan untuk mengelola manajemen proyek. Meskipun demikian, penggunaan jasa konsultasi ini tidak menjamin suatu proyek berjalan dengan lancar. Justru berbagai permasalahan dalam tahap pelaksanaan sering terjadi. Oleh karena itu, perlu ditinjau apa saja peranan konsultan manajemen konstruksi dan bagaimana implementasi peranan tersebut di lapangan.Sebagai wakil pemilik proyek, konsultan manajemen konstruksi mempunyai wewenang untuk bertindak atas nama pemilik proyek dan bertindak sebagai pemimpin dari pada tim. Konsultan manajemen konstruksi adalah penasehat, pembantu, dan partner. Keterlibatan konsultan manajemen konstruksi diharapkan dapat memberikan informasi terpercaya kepada pemilik proyek. Pada tahap pelaksanaan konstruksi, konsultan manajemen konstruksi melakukan koordinasi terhadap pengadaan material, peralatan juga terhadap seluruh proses pembangunan.Proyek pembangunan The Lagoon Taman Sari khususnya pada pekerjaan struktur menunjukkan adanya keterlambatan waktu pelaksanaan yang di sebabkan beberapa factor antara lain ; kurangnya tenaga kerja, kurangnya koordinasi di lapangan, keterlambatan sparepart Tower Crane, dan gangguan cuaca. Sehingga pada realisasinya pekerjaan mengalami keterlambatan. Kata kunci : Konsultan Manajemen Konstruksi, Wakil Pemilik Proyek, Waktu
OPTIMALISASI SISTEM JARINGAN DRAINASE JALAN RAYA SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN MASALAH GENANGAN AIR Hendratta, Liany Amelia
TEKNO Vol 12, No 61 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan Kota Manado yang pesat memicu terjadinya alih fungsi lahan yang tidak terkendali sehingga banjir dan genangan air sering terjadi di kawasan sekitar kompleks Kantor Camat Tuminting dan menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi jalan, aktivitas lalu lintas  serta kehidupan masyarakat sekitarnya. Penelitian ini dilakukan berdasarkan kondisi aktual melalui observasi lapangan serta pengumpulan data yang terdiri dari data curah hujan, peta lokasi dan peta jaringan jalan lokasi penelitian. Metode analisis meliputi analisis hidrologi berupa analisis curah hujan dan analisis hidrolika untuk perencanaan drainase dan bangunan pelengkapnya. Suatu rekomendasi sebagai alternatif penyelesaian masalah genangan air di sekitar Jalan Hasanudin kompleks Kantor Camat Tuminting dihasilkan dalam penelitian ini, terutama menyangkut kerangka sistem jaringan drainase dengan maksud optimalisasi terhadap sistem jaringan drainase eksisting dan penambahan kapasitas saluran serta gorong-gorong dengan tetap memperhatikan faktor efektivitas dan faktor ekonomis dalam menyelesaikan persoalan dan genangan air dan aliran permukaan.   Kata kunci : drainase jalan raya, genangan air, analisis hidrologi, analisis hidrolika
PENGARUH PERCEPATAN DURASI TERHADAP PENINGKATAN BIAYA PADA KONSTRUKSI (Studi Kasus : PERUMAHAN PURI KELAPA GADING) Hutasoit, Paulus Hubertus; Sompie, Bonny F.; Pratasis, Pingkan
TEKNO Vol 12, No 61 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mewujudkan keberhasilan suatu proyek konstruksi, setiap proyek membutuhkan suatu perencanaan, penjadwalan dan pengendalian yang baik. Maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu durasi, biaya dan sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Seringkali dalam pelaksanaan proyek, terbatasnya sumber daya mengakibatkan terlambatnya pelaksanaan penyelesaian proyek tersebut. Untuk itu perlu diambil tindakan agar proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Salah satu tindakan yang dapat daimbil adalah dengan cara mengoptimasi, yaitu bagaimana mempercepat durasi atau yang disebut crashing pada proyek dengan mengeluarkan biaya tambahan. Data yang digunakan yaitu data pada proyek pembangunan Perumahan Puri Kelapa Gading Manado. Untuk menganalisis durasi digunakan metode jalur kritis (Critical Path Method/CPM) dengan menggunakan data time schedule. Sedangkan untuk menghitung durasi dan biaya percepatan digunakan analisis hubungan durasi-biaya. Dari hasil perhitungan dengan melakukan crashing dapat dilihat bahwa setiap melakukan percepatan durasi terjadi kenaikan pada biaya langsung proyek. Diperoleh durasi maksimum umur proyek yaitu 132 hari dengan durasi percepatan sebesar 106 hari, dan biaya langsung percepatan proyek maksimum sebesar Rp.10.875.000 . Percepatan durasi dilakukan sampai 3 tahap. Biaya paling efisien diperoleh pada durasi umur proyek 106 hari dengan durasi percepatan sebesar 26 hari dan biaya percepatan sebesar Rp. 9.750.000Kata kunci :Biaya, Critical Path Method, Durasi
ANALISA KELAYAKAN INVESTASI ASPHALT MIXING PLANT (Studi kasus : PT. Lumbung Berkat Indonesia base camp Molobok Kabupaten Bolaang Mongondow Timur) Supit, Vinky Viktor; Tjakra, Jermias; Mangare, Jantje B.
TEKNO Vol 12, No 61 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pembangunan sarana prasarana transportasi yang semakin pesat membuat adanya peningkatan mutu jalan dari aspal penetrasi menjadi aspal beton. Untuk dapat memenuhi kebutuhan bahan jalan berupa campuran aspal panas (Hotmix) yang memenuhi sisi kualitas dan kuantitas, diperlukan sarana pengelolaan campuran aspal (asphalt mixing plant) yang memadai. Peningkatan kebutuhan Hotmix membuat banyak para investor berminat untuk menanamkan modalnya pada usaha jasa Asphalt Mixing Plant.Dengan demikian pengambilan keputusan investasi proyek pembangunan Asphalt Mixing Plant  perlu dilakukan studi kelayakan proyek. Studi kelayakan proyek ditinjau dari berapa aspek , diantaranya finansial, hukum, lingkungan, dan lain sebagainya. Pada penelitian ini ditinjau dari aspek fianasial yang bertujuan menganalisa kelayakan dan besar keuntungan  pada proyek investasi asphalt mixing plant pada PT. Lumbung Berkat Indonesia, yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break Event Point (BEP), Annual Equivalen (AE), dan Benefit Cost Ratio (BCR), serta menilai apakah menguntungkan atau tidak. Dengan menganalisis kriteria investasi, data arus dana diolah untuk mendapatkan dana investasi. disamping menganalisa diperlukan data yang langsung dari perusahaan yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan Net Present Value = Rp23,595,466,409 yang bernilai positif,  Internal Rate of Return = 10,00733 %, Break Event Point = 37.301.387.942 pada tahun 2014 bulan ke-1 ,Annual Equivalen = 6.845.196.440 , dan Benefit Cost Ratio= 6.37 >1. Asphalt Mixing Plant PT. Lumbung Berkat Indonesia memenuhi syarat dalam kriteria investasi sehingga investasi pada proyek ini menguntungkan dan baik untuk dilaksanakan. Penyusunan arus dana sangat menentukan dalam menganalisa biaya investasi, untuk itu diperlukan ketelitian dalam mengestimasi pendapatan dan biaya proyek. maka sebaiknya dilakukan penelitian yang lebih luas lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat mengenai kelayakan suatu proyek. Kata Kunci :     Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break Event Point (BEP), Annual Equivalen (AE), dan Benefit Cost Ratio (BCR)

Page 1 of 1 | Total Record : 7