cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 76 (2020)" : 3 Documents clear
Pengaruh Penambahan Geopolymer Berbahan Fly Ash Dari PLTU Terhadap Kuat Geser Pada Tanah Pasir Berlempung Erfanto, Anggi; Legrans, Roski R. I.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 18, No 76 (2020)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan geopolymer berbahan dasar fly ash dari PLTU terhadap kadar air, kuat geser, regangan dan modulus elasitisitas tanah pasir berlempung. Penelitian dilakukan melalui pengujian laboratorium terhadap variasi penambahan geopolymer dengan persentase 5%, 10%, 15%, dan 20% terhadap berat tanah yang digunakan pada masing-masing variasi, dengan menggunakan alat uji tekan bebas. Analisa varians (ANAVA) dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan geopolymer berbahan dasar fly ash terhadap kadar air, kuat geser, regangan dan modulus elastisitas tanah berlempung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat geser tanah asli adalah 0,625 kg/cm2. Setelah penambahan 5% geoplymer kuat geser benda uji menjadi 0,672 kg/cm2, pada penambahan 10 % geoplymer kuat geser benda uji menjadi 1,006 kg/cm2, pada penambahan 15% geoplymer kuat geser benda uji menjadi 1,088 dan pada penambahan 20% geoplymer kuat geser benda uji menjadi 0,719 kg/cm2. Hasil analisa varians menunjukkan bahwa penambahan geopolymer berpengaruh secara signifikan (F>0.05) terhdap kadar air, kuat geser, regangan dan modulus elastisitas. Berdasarkan uji Dunnet, variasi penambahan 15% memberikan selisih kuat geser terbesar terhadap kuat geser tanah asli dibandingkan variasi penambahan yang lain. Berdasarkan analisis statistik tersebut, penggunaan geopolymer yang disarankan untuk memperbaiki tanah adalah penambahan geopolymer dengan rasio 15%.. Kata kunci - tanah berlempung, fly ash PLTU, geopolymer, kuat geser
Studi Penurunan Kualitas Udara Ambien Akibat Debu Dari Kendaraan Bermotor (Studi Kasus: Jl. R. W. Monginsidi Depan Kawasan Bahu Mall Manado) Uniplaita, Jeverson; Mangangka, Isri R.; Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 18, No 76 (2020)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jl. R. W. Monginsidi depan kawasan Bahu Mall Manado merupakan jalan utama yang memiliki akses ke kawasan Bahu Mall Manado. Segmen jalan ini banyak dilalui kendaraan bermotor dan merupakan salah satu titik kemacetan kendaraan bermotor yang ada di kota Manado. Kendaraan bermotor dapat memproduksi partikulat diantaranya (PM10) yang apabila kosentrasinya tinggi maka dapat menurunkan kualitas udara ambien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara volume kendaraan bermotor berdasarkan jenis kendaraan dengan konsentrasi partikulat (PM10), dan mengetahui status kualitas udara akibat konsentrasi partikulat (PM10) berdasarkan baku mutu dan indeks standar pencemaran udara (ISPU). Penelitian ini mengukur kosentrasi partikulat (PM10) dengan EPAM 5000 HAZ DUST Particle Air Monitor dan mengukur volume kendaraan bermotor dengan Multi Counter, di Jl. R. W. Monginsidi depan kawasan Bahu Mall Manado. Analisis data dalam penelitian dilakukan untuk mengetahui korelasi antara volume kendraan bermotor dan kosentrasi partikulat (PM10) dengan menggunakan metode korelasi, menganalisa status kualitas udara ambien menggunakan indeks standar pencemaran udara (ISPU) dan baku mutu udara. Hasil (I) analisis kualitas udara ambien dengan metode baku mutu menunjukan rata-rata kosentrasi partikulat (PM10) bulan Juli 2020 selama 6 hari sebesar 10.34 (ug/m3) dan pada bulan November 2020 selama 2 hari sebesar 15.90 (ug/m3), sedangkan pada analisis metode Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukan rata-rata nilai ISPU bulan Juli 2020 selama 6 hari sebesar 10.34 dan pada bulan November 2020 selama 2 hari sebesar 15.90. Hal ini menjelaskan bahwa kosentrasi tersebut masih berada di bawah baku mutu yang artinya kosentrasinya tidak mencemari lingkungan dan tidak ada efek negatif yang ditimbulkan bagi kesehatan manusia atau makhluk hiduplainnya., (II) analisis metode korelasi menunjukan hubungan kendaraan ringan (KR) terhadap kosentrasi partikulat (PM10) linier dan positif sangat kuat sebesar 0.834, kendaraan berat (KB) terhadap kosentrasi partikulat (PM10) linier dan negatif lemah sebesar -0.332, dan sepeda motor (SM) terhadap kosentrasi partikulat (PM10) linier dan positif kuat sebesar 0.630. Hal ini menjelaskan bahwa adanya konstribusi kendaraan bermotor dalam peningkatan kosentrasi partikulat (PM10). Kata kunci – partikulat (PM10), kendaraan bermotor
Perancangan Sistem Informasi Manajemen Data Base Jalan Dan Jembatan Berbasis SIG Di Kabupaten Kep. Siau Tagulandang Biaro Rompas, Leidy Magrid
TEKNO Vol 18, No 76 (2020)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan data dan informasi pada berbagai tingkat pengelolaan yang mempunyai karakteristik yang berlainan. Pada tingkat pengelolaan atas data atau informasi yang diperlukan yang bersifat strategis dan tersaring, pada tingkat pengelolaan menengah data atau informasi yang bersifat taktis dan agak tersaring sedangkan pada tingkat operasional pelaksanaan diperlukan data atau informasi yang bersifat teknis dan terinci oleh karena itu, dalam rangka turut serta meningkatkan keseimbangan kualitas pelayanan maupun kualitas sumber daya manusia baik yang bersifat teknis maupun strategis. Berdasarkan hal ini maka perlu dilakukan studi tentang Sistem Informasi Manajemen Data Base Jalan Dan Jembatan Berbasis SIG. Sesuai dengan asas otonomi daerah, dalam rangka efisiensi dan peningkatan layanan kepada masyarakat, Pemerintah Daerah memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan program dan penyelenggaraan pembangunan. Dalam melakukan perencanaan pembangunan diperlukan data yang akurat agar program pembangunan dapat dibuat dengan tepat dan tujuan pembangunan dapat tercapai dengan baik. Program penanganan jaringan jalan di seluruh wilayah Indonesia membutuhkan ketersediaan data informasi dan sistem yang mampu memantau jaringan-jaringan jalan perkotaan secara terpadu. Ketersediaan pangkalan data jalan perkotaan yang sangat baik dan kompleks dan kurangnya koordinasi berbagai wilayah akan menjadi kendala dalam pemutakhiran data untuk mengantisipasi perubahan yang sangat cepat terhadap data jalan dan kebutuhan jalan. Keadaan ini yang selanjutnya menyebabkan kurang kesempurnaannya analisis untuk perencanaan dan pengembangan jalan perkotaan. Berdasarkan hasil studi ini diperoleh data panjang jalan kabupaten kepulauan Siau Tagulandang Biaro untuk jalan kendsaraan dengan permukaan aspal sebesar 203,291 km, untuk jalan setapak sebesar 40,053 km, untuk jalan kendaraan dengan permukaan kerikil sebesar 10 km dan untuk jalan dengan permukaan tanah sebesar 18,956 km., sedangkan jumlah jembatan sebanyak 134 buah jembatan dan gorong-gorong (termasuk plat duiker) sebanyak 175 buah. Berdasarkan Sistem Informasi Manajemen Data Base Jalan Dan Jembatan Berbasis SIG ini dapat digunakan sebagai acuan bagi pemerintah untuk menangani jalan dan jembatan.Kata kunci – data base, jalan, jembatan

Page 1 of 1 | Total Record : 3