cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 52 (2010): TEKNO" : 13 Documents clear
ANALISIS KESEIMBANGAN KALOR DI UNIT PRESSING PT. BIMOLI BITUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE PINCH Lempoy, Kennie A.
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Pinch merupakan salah satu bentuk konservasi energi, dimana metode ini memanfaatkan energi panas padaaliran panas yang membutuhkan pendinginan dan memanaskan aliran dingin yang membutuhkan pemanasan. Padatulisan ini metode Pinch digunakan untuk menganalisis bentuk jaringan aliran panas dan dingin pada unit Pressingbahan baku pembuatan minyak kelapa di PT. Bimoli Bitung.Dengan menggunakan metode pinch dalam menganalisis pemakaian energi dapat mengetahui pemakaian energi secaraminimum dengan hasil yang optimal sehingga dapat menghemat proses pemakaian energi. Hasil yang didapat dalamanalisis energi dengan menggunakan metode pinch pada bagian Pressing di P.T Bimoli Bitung adalah energi panasyang terbuang sebesar 65.913 kW, energi panas ini merupakan panas sisa hasil pemakaian berupa uap air yangterkondensasi dengan temperatur udara sekitar.Kata Kunci : Metode Pinch, Pressing, Aliran panas, Aliran dingin
STUDI IMPLEMENTASI VOIP BERBASIS SIP JARINGAN KAMPUS UNIVERSITAS SAM RATULANGI Najoan, Meicsy E. I.
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Voice Over Internet Protocol (VoIP) adalah salah satu contoh perkembangan teknologi komunikasi daninformasi saat ini. Teknologi VoIP sangat menguntungkan karena menggunakan jaringan berbasis IP yang sudahmemiliki jaringan kuat di dunia sehingga biaya untuk melakukan panggilan jauh lebih efisien daripada menggunakantelepon analog. Dengan memanfaatkan jaringan komputer yang sudah ada memungkinkan teknologi VoIP dapatdiimplementasikan di Universitas Sam Ratulangi Namun yang menjadi masalah dalam penggunaan teknologi iniadalah banyaknya persepsi yang menyatakan bahwa kualitas suara pada percakapan VoIP masih tergolong buruk. Halini banyak disebabkan oleh penggunaan codec yang tidak sesuai dengan kapasitas jaringan dan masalah pada jaringanIP yang digunakan yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya delay, jitter, dan packet loss .Oleh karena itu perludilakukan analisis sebelum teknologi ini dijalankan.Dengan alasan di atas penulis melakukan analisis dari segi teknis mulai dari monitoring keadaan jaringan,kualitas sambungan/suara yang dipengaruhi oleh beberapa parameter penting yang mempengaruhi QoS (Quality ofService), serta performansi codec yang digunakan. Adapun codec yang diuji adalah codec GSM, iLBC, G.729, danG.711. Dari hasil penelitian secara umum, parameter-parameter yang mempengaruhi kualitas sambungan/suaraseperti delay, jitter dan packet loss tergolong baik untuk dijalankan di jaringan kampus Unsrat. Adapun alternatif jeniscodec yang baik digunakan yaitu G.711 karena memiliki performansi yang lebih dibanding jenis codec yang lain. Darihasil penelitian ini mengindikasikan Universitas Sam Ratulangi layak untuk mengimplementasikan teknologi ini.Kata kunci : VoIP, Codec, QoS
PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP KENAIKAN SUHU PADA BELITAN TRANSFORMATOR DAYA JENISTERENDAM MINYAK Wuwung, Janny Olny
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Menghitung kenaikan suhu minyak-atas; (2) Menghitung kenaikan suhu titik-panas; (3)Menentukan faktor laju-penuaan dan susut-umur; (4) Menentukan harapan-hidup (umur) dari transformator daya.Objek penelitian adalah pengaruh pembebanan terhadap kenaikan suhu pada belitan transformator daya jenisterendam minyak (oil-immersed power transformer). Dalam penelitian ini dapat diketahui seberapa besar harapanhidup(umur) transformator daya jika dibebani. Dalam menganalisis kenaikan suhu belitan transformatormenggunakan teori perpindahan panas yang berpedoman pada panduan standar internasional IEC dan IEEE.Hasil menunjukkan bahwa untuk faktor beban K = 1 pu, dengan suhu lingkungan sebesar 20oC ? 29.06oC,kenaikan suhu belitan dan suhu minyak-atas sebesar 45 oC ? 50oC, tidak melebihi batas suhu yang diizinkan sebesar65oC. Kenaikan suhu titik-panas sebesar 34.5oC tidak melebihi batas suhu yang diizinkan sebesar 80oC. Umurtransformator pada keadaan pembebanan tersebut sebesar 16-41 tahun. Pada faktor beban K=1.1 pu, kenaikan suhuminyak-atas dan suhu belitan berada pada nilai maksimal yang diizinkan sebesar 65oC. Suhu titik-panas sebesar 140-150oC sudah melebihi suhu yang diizinkan 110oC. Sehingga umur transformator berkisar pada 0.6 tahun ? 1.5 tahun.Dengan adanya kenaikan faktor beban akan meningkatkan faktor laju penuaan sehingga umur transformatorberkurang.Kata Kunci : Pembebanan, suhu, ambient, laju-penuaan, transformator.
PERANCANGAN DATABASE BERORIENTASI OBJEK STUDI KASUS AKADEMI XYZ Lantang, Oktavian Abraham
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, ketergantungan duniapendidikan terlebih manajeman bidang akademik akan sistem terotomasi sangatlah besar mungkin kita dapatmembayangkan berapa banyak mahasiswa yang akan melakukan registrasi dan pengurusan bidang akademik lainnyapada masa awal perkuliahan dan berapa sumber daya manusia yang dibutuhkan pihak pengelola (akademi/universitas)untuk melayani para mahasiswa tersebut belum lagi mempertimbangkan berapa lama waktu yang harus diberikan daripihak pengelola kepada mahasiswa untuk masa registrasi.Akademi XYZ adalah akademi keperawatan yang sedang berkembang di wilayah sulawesi utara, saat iniakademi masih menggunakan sistem yang tidak terotomasi sehingga menyebabkan lambannya pelayanan bidangakademik bagi mahasiswanya, tidak hanya itu imbas dari sistem manual yang dijalankan juga dirasakan oleh stafpengajar hingga mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar di kelasnya.Konsep database berorientasi objek dirancang dan akan diimplementasikan dengan tujuan menyederhankanstandar operasional layanan akademik pada akademi XYZ dengan menerapkan konsep object oriented (class, object,attribut, method)
ANALISIS PROSES PENGGAMBARAN PETA JARINGAN JALAN DARI HASIL SURVAI TRACKING JARINGAN JALAN DENGAN ALAT GPS (STUDI KASUS KOTA MANADO) Jefferson, Longdong; Sendow, Theo Kurniawan
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan fisik kota Manado yang sangat cepat mempengaruhi struktur / wajah kota sehingga dalam halpenyajian informasi dalam bentuk peta, saat ini, menjadi tidak akurat.Peta jaringan jalan kota Manado merupakan sarana guna memperoleh gambaran data ilmiah jaringan jalankota Manado dengan cara menggambarkan berbagai tanda-tanda dan keterangan-keterangan, sehingga mudah dibacadan dimengerti. Perkembangan pembangunan dewasa ini membutuhkan penyediaan sarana peta yang akurat dan up todate secara cepat, untuk mengimbangi perubahan fisik kota atau daerah yang cepat. Penyediaan peta kota, dalam halini peta jaringan jalan kota yang up to date dan akurat meupkan salah satu pendekatan cerdas yang mendukung prinsippembangunan yang dikutip dalam tema Seminar “ Green Technology for sustainable development”.Metoda pemetaan dengan bantuan Global Positioning System (GPS) sebagai cara alternatif penyediaanperbaikan / revisi peta, dewasa ini patut dikaji secar lebih ilmiah untuk mendapatkan rekomendasi yang dibutuhkanpada kondisi pembangunan sekarang. GPS merupakan suatu sistem penentuan posisi dengan bantuan perangkat kerasyang mudah berpindah (Mobile). Untuk menentukan posisi, unit penerima GPS menerima sinyal-sinyal dari satelitGPS dan melakukan perhitungan terhadap sinyal-sinyal tersebut.Dalam penelitian ini, metode penentuan posisi dengan GPS diujicobakan untuk melakukan revisipenggambaran struktur jaringan jalan kota di kota Manado.Kata Kunci : Proses, GPS, Jaringan Jalan.
KAJIAN MANFAAT TAILING UNTUK BAHAN BANGUNAN KONSTRUKSI Pandeleke, Ronny E.
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan material baru yang ramah lingkungan, tersedia serta biayanya terjangkau, merupakanlangkah maju dari ilmu teknologi beton. Didaerah ini (Sulawesi Utara) banyak beroperasi tambang emas, baik yangmempunyai ijin maupun tidak. Dampak yang diakibatkan oleh pengolahan tambang tersebut menghasilkan limbahatau tailing .Kecamatan Tatelu merupakan salah satu yang menghasilkan tailing dari tambang emas yang produksinyamencapai 4320 ton dalam satu bulan.Hal ini membuat peneliti tertarik untuk melaksanakan kajian manfaat tailing untuk bahan bangunankonstruksi.Metode yang digunakan yaitu metode experimental, tailing berasal dari KecamatanTatelu, agregat halus(pasir) dari Girian, agregat kasar (batu pecah) dari Tateli, air dan semen tonasa tipe I. Komposisi campuran didapatdari hasil mix design material pasir, batupecah, semen dan air. Hasil komposisi campuran ini dibuat variasi denganmenggantikan persentasi berat semen secara bertahap 5 %, 10%, 15% dan 20% dengan tailing. Variasi campuran inidilakukan untuk mencari kuat tekan beton dan mortar, modulus elastisitas pada umur 3, 7, 14, 28 hari serta kuat tarikbelah dan kuat tarik lentur padaumur 28 hari.Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa :1). Kandungan komposisi kimia tailing ialah CaO, SiO2, Al2O3, Arsen, Hg berturut – turut hasilnya 8%; 55%; 15%;0,00 ppm; 0,012 ppm. 2).Nilai kuat tekan beton dan mortar pada umur 28 hari hasil paling maksimum untuk betonialah 22,17 MPa pada variasi campuran 20% tailing dan mortar variasi campuran 5% dan 15% berturut- turutbesarnya 15,4 MPa dan 14,4 MPa.3). Kuat tarik belah mendapatkan hasil paling maksimum terjadipada variasi campuran 15 % tailing sebesar 2,34MPa.4). Kuat tarik lentur memperoleh hasil untuk variasi campuran 5 %, 10% dan 20% tailing berturut – turut hasilnyaialah 4,87MPa, 4,51 MPa dan 4,46 MPa.5). Nilai modulus elastisitas yang dihasilkan untuk komposisi variasi campuran 0% , 5%, 10%, 15%, 20% pada umur28hari, nilainya berkurang dari 32674 MPa sampai 23100 MPa.Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tailing dapat digunakan untuk bahan bangunan.
ANALISIS PENGUJIAN CBR LAPANGAN DAN CBR LABORATORIUM PADA TANAH DASAR INFRASTRUKTUR MANADO SELATAN Sumampouw, J. E. R.
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan jalan raya , perlu untuk menginvestigasi daya dukung lapisan tanah yang akandirencanakan terutama berawal dari pengaruhnya terhadap lapisan perkerasan jalan tersebut.Beberapa metode sudahdipakai untuk menentukan daya dukung dari pada lapisan tanah tersebut, dan metode utama adalah CBR (CaliforniaBearing Capacity) lapangan(in-situ) maupun CBR laboratorium.Adapun penelitian ini sudah membandingkan CBRlapangan dan CBR laboratorim serta kepadatan tanah (density of soil), maupun kadar airnya.Dan juga secarakompleks, menemukan korelasi antara masing –masing data tanah secara fisik dengan CBR laboratorium maupun CBRlapangan.Hasil korelasi uji CBR Laboratorium dengan CBR Lapangan dengan menggunakan persamaan regresi linierdalam penelitian ini , cukup memuaskan karena memperoleh kesamaan, membuktikan kelanjutan analisis dari padapenelitian ini akan tidak diragukan atau kecil penyimpangannya dan dapat diabaikan (dapat dilihat pada Gbr.14).PadaGbr,10 dapat dilihat CBR Laboratorium dan CBR Lapangan agak berbeda atau meleset sedikit pada lokasi ke 5 dan ke7.Hasil korelasi kepadatan dengan CBR Laboratorium dan CBR Lapangan memperoleh hubungan persamaan, y =5.487 X- 2.16 dan y = 6.719 X-2.66, sedangkan hubungan dengan kadar airmemperoleh persamaan,y = 8546 X- 2.49dan y=120 X- 1.19.Sedangkan Hubungan CBR- CPT dan ( density of soil) juga Daya dukung tanah dicerminkan pada Gbr.11& Gbr.19 dengan persamaan y=0,027 x2-0,212x+1,792 & persamaan y= 1.805X2-10.28x+40.55. Hubungan antaraCBR Laboratorium dan CBR Lapangan dengan daya dukung batas dan kedalamannya, diperoleh persamaan y =0.019X+ 2.392 , y = 2.91  X dan y = X3.278 , y = X 3.454
ESTIMASI NILAI K DALAM PENENTUAN VOLUME JAM PERENCANAAN DI KOTA BITUNG Sendow, Theo Kurniawan
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan Geometrik Jalan dikenal itilah nilai k. Adapun estimasi nilai k dalam menentukan volumejam perencanaan dihitung berdasarkan volume arus lalu lintas, kemudian untuk mengetahui arus lalu lintas yang adamaka perlu dilakukan penelitian. Ruas jalan yang dijadikan obyek dalam penelitian adalah ruas jalan Piere Tendeanyang berlokasi di Kelurahan Manembo-nembo berbatasan dengan Kelurahan Sagerat, jalan Wolter Mongisidi yangberlokasi di depan PT. Megabelia Bitung, jalan Walanda Maramis yang berlokasi di depan KODIM 1310 MadidirUnet Bitung, dan jalan Sam Ratulangi yang tepatnya berada di depan Rumah Sakit Angkatan Laut Bitung.Menggunakan metode chi kuadrat maka dapat diperkirakan nilai k yang akan digunakan pada perencanaan, yangmenurut MKJI berkisar antara 0,08 – 0,12 untuk kota Bitung. Dan nilai chi kuadrat yang terkecil yang didapat darihasil perhitungan rumus itulah yang merupakan sebagai nilai k atau faktor k.Dari hasil analisa data nilai VJP yang didapat dari volume jam sibuk, untuk Jl. Piere Tendean setelah dirataratakanadalah berjumlah 870 smp/jam, dan untuk Jl. Wolter Mongisidi berjumlah 1325 smp/jam, Jl. WalandaMaramis berjumlah 1622 smp/jam dan yang terakhir Jl. Sam Ratulangi berjumlah 2079 smp/jam. Dan nilai k ataufaktor k dari hasil perhitungan didapat nilai k yang terkecil dimana merupakan nilai chi kuadrat yang paling rendahyaitu 0,72 dengan nilai k yaitu 0,07 yang lebih kecil dari nilai k yang ditentukan. Ini disebabkan karena ukuran lebarruas jalan di Kota Bitung lebih besar daripada volume lalu lintas yang ada.Kata Kunci : , LHR, Geometrik Jalan, Faktor K dan chi kuadrat
MODEL BANGKITAN PERGERAKAN DI KELURAHAN TELING BAWAH KOTA MANADO Elisabeth, Lintong
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengantisipasi perkembangan dan kebutuhan transportasi, diperlukan perencanaan transportasi yangmatang dimana salah satu informasi yang dibutuhkan adalah bangkitan pergerakan transportasi penumpang danbarang pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bangkitanpergerakan berbasis rumah tangga di Kelurahan Teling Bawah Manado dan seberapa besar pengaruh bangkitanpergerakan terhadap aktivitas di pusat kota Manado serta mengetahui pola distribusi perjalanan masyarakat dikelurahan ini. Data-data yang digunakan berupa data sekunder dan data primer dari penyebaran kuisioner denganmengambil sampel secara acak sebanyak 60% dari populasi di Kelurahan Teling Bawah Manado.Hasil analisis baik dengan menggunakan korelasi antara variabel maupun dengan kombinasi kemungkinanpersamaan regresi yang terbentuk, terdapat variabel-variabel yang mempunyai korelasi satu sama lain yaitu: variabelkomposisi keluarga, jumlah anggota keluarga yang berkerja, jumlah anggota keluarga yang sekolah, menjadi faktorpenentu dalam menghitung jumlah bangkitan pergerakan. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = 0,350 –0,413X1 + 0,410X2 + 0,596X3 + 0,148X4 + 1,12E-008X5. Dengan koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0.944 atau94,4% oleh variabel jumlah anggota keluarga yang berkerja dan jumlah anggota keluarga yang sekolah.Distribusi perjalanan masyarakat dikelurahan Teling Bawah Manado yang paling dominan tersebar diKecamatan Wenang dengan persentase sebesar (75,65%), dan kedua di Kecamatan Wanea dengan persentase sebesar(8,55%). Kerena jarak Kelurahan Teling Bawah dengan pusat kota relative singkat ini berarti masyarakat dikawasanini mempunyai tingkat aktivitas yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan pergerakan yang cukup signifikan untuksetiap harinya.Kata kunci: Bangkitan Pergerakan, Korelasi, Distribusi Perjalanan
TUNDAAN DAN TINGKAT PELAYANAN PADA PERSIMPANGAN BERSIGNAL TIGA LENGAN KAROMBASAN MANADO Lolong, Johanis
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan adalah salah satu bagian jalan yang rawan terjadi konflik lalu lintas karena menghubungkanbeberapa ruas jalan, sehingga di daerah ini terjadi berbagai macam jenis pergerakan kendaraan yang akhirnyamenimbulkan tundaan dan antrian kendaraan yang panjang. Keadaan ini umumnya dikenal dengan kemacetan aruslalu lintas. Untuk mengurangi kemacetan di persimpangan biasanya pada persimpangan tersebut dilengkapi denganlampu pengatur lalu lintas dan rambu-rambu lalu lintas.Melihat adanya konflik yang terjadi di simpang Karombasan Manado, maka dirasa perlu untuk melakukanpenelitian. Dalam menganalisa kapasitas dan perilaku lalu lintas dibutuhkan data lapangan berupa : kondisi geometrikmeliputi lebar pendekat, kondisi arus lalu lintas selama 7 hari dari Senin, 9 November 2009 – Minggu, 15 November2009, dengan waktu pengamatan selama 12 jam per hari dari pukul 06.00 – 18.00 Wita, kondisi lingkungan berupakelas ukuran kota, tipe lingkungan jalan, dan kelas hambatan samping. Metode yang digunakan untuk menghitungtundaan pada simpang ini adalah metode Manual kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997).Tundaan rata-rata simpang untuk Persimpangan Karombasan, D = 23,04 det/smp LOS CKata Kunci : Persimpangan, Tundaan, Tingkat Pelayanan.

Page 1 of 2 | Total Record : 13