cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Creative Information Technology Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Creative Information Technology Journal (CITEC) merupakan jurnal yang berisi hasil penelitian ilmiah di bidang ilmu komputer, teknik komputer, informatika, sistem informasi, dan teknik industri. Jurnal ini bertujuan untuk menjembatani adanya kesenjangan antara kemajuan teknologi informasi secara faktual dengan hasil penelitian yang ada.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017): November-Januari" : 7 Documents clear
Kinerja Quagga pada Routing BGP IPv6 Menggunakan Metode Dual Stack Performance of Quagga on BGP IPv6 Routing Using Dual Stack Method Andi Kriswantono; Arief Setyanto; Suwanto Raharjo
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 1 (2017): November-Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.743 KB) | DOI: 10.24076/citec.2017v5i1.141

Abstract

Alamat jaringan yang digunakan saat ini adalah IPv4 (Internet Protocol v4), perkembangan jaringan menuju IoT (Internet of Think) meningkatkan kebutuhan akan alamat IP (Internet Protocol. Solusi terkait masalah IP adalah dengan melakukan migrasi ke alamat IPv6 (Internet Protocol Version 6).Metode transisi IPv4 ke IPv6 menggunakan Dual Stack merupakan metode yang paling baik dan stabil untuk dapat diimplementasikan. Salah satu pertimbangan dari provider penyedia jasa dan jaringan internet dalam melakukan migrasi ke jaringan IPv6 adalah terkait dengan kinerja BGP (Border Gateway Protocol) yang merupakan routing pondasi terbentuknya internet. Hal ini terkait dengan besarnya rute dengan adanya IPv6 yang nantinya mengakibatkan besarnya konsumsi CPU, memori dan lamanya BGP dalam menerima table routing secara penuh (convergence). Salah satu software routing BGP yang popular dan banyak digunakan di jaringan adalah menggunakan Quagga routing. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Quagga dalam menangani 10 peer BGP IPv4 dan IPv6 menunjukkan hasil yang baik, router membutuhkan waktu 106,6 second atau kurang lebih 1 menit 7 detik dengan konsumsi CPU maksimal 18,54% dan konsumsi memori 16,45% untuk dapat menerima seluruh table routing.Kata Kunci — Ipv6, Dual Stack, Quagga, BGP routing, convergenceThe current network address is IPv4 (Internet Protocol v4), network development towards IoT (Internet of Think) increases the need for IP addresses (Internet Protocol). The solutions of IP problem are to migrate to IPv6 (Internet Protocol Version 6) addresses. IPv4 to IPv6 transition method using Dual Stack is the best and most stable method to implement. One of the considerations of internet service provider in migrating to IPv6 network is related to BGP (Border Gateway Protocol) performance that is the foundation routing internet connection. This is related to the magnitude of the route with the IPv6 which will result in the amount of CPU consumption, memory and the length of BGP in receiving the full table routing (convergence) One of the popular and widely used BGP routing software on the network is using Quagga routing. The results of this study show that using Quagga in handling 10 BGP IPv4 and IPv6 peers shows good results, the router takes 106.6 seconds or approximately 1 minute 7 seconds with a maximum CPU consumption of 18.54% and memory consumption of 16.45% to be able to accept all routing tables.Keywords— Ipv6, Dual Stack, Quagga, BGP routing, convergence
Sistem Pendukung Keputusan Dalam Pemilihan Control Panel Virtual Private Server Menggunakan Metode AHP dan SAW Arwendra Adi Putra; Kusrini kusrini; Eko Pramono
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 1 (2017): November-Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.349 KB) | DOI: 10.24076/citec.2017v5i1.116

Abstract

Hosting dapat dibedakan menjadi berbagai macam type, salah satunya adalah Virtual Private Server (VPS). VPS merupakan sebuah cara untuk membagi sumber daya sebuah physical server menjadi server virtual. Sebuah VPS memerlukan control panel karena untuk mempermudah pengaturan seperti mengelola email, disk, database, penambahan domain, memonitor bandwidth dan backup data. Terdapat berbagai macam control panel dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Pemilihan control panel tersebut sangat penting karena control panel tersebut harus disesuaikan dengan spesifikasi VPS. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan sistem yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan dalam pemilihan control panel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Analitical Hierarcy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW). Metode AHP digunakan untuk mencari bobot variabel kriteria, sedangkan metode SAW digunakan untuk menentukan nilai akhir dan perangkingan. Hasil perangkingan alternatif control panel pada sistem ini menunjukkan hasil yang sama dengan hasil perangkingan dari pakar control panel, sehingga sistem ini dapat digunakan oleh pengguna sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menentukan pemilihan alternatif control panel.Kata Kunci — control panel, VPS, AHP, SAW, sistem pendukung keputusanHosting can be divided into various types, one of them is Virtual Private Server (VPS). VPS is a way to divide the resources of a physical server into a virtual server. A VPS requires a control panel because it use to simplify settings such as managing email, disks, databases, adding domains, monitoring bandwidth and data backups. There are various control panels with different specifications. Selecting of control panel is very important because control panel must be adjusted to the VPS specification.Based on these problems, we need a system that can assist in decision making in selecting of control panel. The method that is used in this research is Analytical Hierarchy Process (AHP) and Simple Additive Weighting (SAW). The result of alternative ranking control panel on this system shows the same result with ranking result from control panel expert, so this system can be used by the user as the basis of decision making in determining the alternative selection of control panel.Keywords— control panel, VPS, AHP, SAW, decision support system
Implementasi Algoritma A* Dalam Aplikasi Berbasis Web untuk Menemukan Rute Terpendek sebagai Navigasi Peta Digital Indoor Maulana, Afrizal Adam; Wijanarto, Wijanarto
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 1 (2017): November-Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.819 KB) | DOI: 10.24076/citec.2017v5i1.129

Abstract

Kemajuan teknologi dan fasilitas infrastruktur saat ini seringkali mengakibatkan seseorang sulit untuk mengingat semua jalan menuju ke tempat tertentu. Lebih dari 75% sebagian orang menghabiskan waktu dalam ruangan. Ketika mereka pergi ke tempat didalam bangunan dengan dimensi dan ukuran yang berbeda-beda, seperti, bangunan bertingkat, pusat perdagangan, pusat perbelanjaan, bandara, rumah sakit dan universitas, seringkali mereka bingung untuk menuju tempat yang diinginkan dalam waktu cepat dan tepat berdasarkan informasi yang terbatas. Pertanyaan yang akan dijawab dalam paper ini, bagiamana menganalisa prinsip dasar navigasi dan mendefinisikan instruksi dalam suatu domain model. Kemudian menentukan algoritma untuk menghasilkan rute terpendek. Terakhir mengimplementasikan algoritma dalam suatu aplikasi berbasis web dengan javascript. Solusinya adalah membuat model navigasi dengan unified modeling language peta digital, algoritma A-start dipilih sebagai solusi dalam menentukan rute untuk navigasi dalam peta serta membangun dan mengevaluasi aplikasi dengan javascript dan jasmine unit test. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa model yang dipilih tepat untuk dapat diimplementasikan menjadi aplikasi berbasis web dan lolos evaluasi dengan 75 test case sebesar 100%, semua fungsionalitas aplikasi berjalan sesuai disain dan menghasilkan aplikasi tanpa anomaly.Kata Kunci — Navigasi, Indoor, Rute Terpendek, A-Star.Advances in technology and infrastructure facilities today often make it difficult for people to remember all the way to a particular place. More than 75% of people spend time indoors. When they go to places in buildings of different dimensions and sizes, such as, multilevel buildings, commercial centers, shopping centers, airports, hospitals and universities, they are often confused to get to the desired place in quick and precise time based on information limited. Questions to be answered in this paper, how to analyze the basic principles of navigation and define instruction in a domain model. Then determine the algorithm to generate the shortest route. Last implemented algorithm in a web based application with javascript. The solution is to create a navigation model with a unified modeling language digital map, A-start algorithm selected as a solution in determining the route for navigation in the map as well as build and evaluate applications with javascript and jasmine unit tests. The results of the research show that the chosen model is appropriate to be implemented into web-based applications and pass the evaluation with 75 test cases of 100%, all application functionality runs according to design and produces application without anomaly.Keywords— Navigation, Indoor, Shortest Route, A-Star.
Perancangan Enterprise Arsitektur Sistem Informasi Billing PT. Time Excelindo Menggunakan TOGAF ADM Yans Safarid Hudha; Ema Utami; Emha Taufiq Luthfi
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 1 (2017): November-Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.478 KB) | DOI: 10.24076/citec.2017v5i1.125

Abstract

PT. Time Excelindo merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang usaha Penyedia Jasa Layanan Internet (ISP), Online System, Telecommunication, Data Communication, Software Development, serta pembangunan dan pemeliharaan jaringan komputer maupun jaringan telekomunikasi. Dalam proses bisnis pembuatan tagihan jasa layanan, pengerjaannya masih menggunakan cara manual. Agar dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan sejenis maka perlu menyesuaikan diri dan mengikuti perkembangan informasi dan teknologi sekarang sebagai pendukung kelancaran bisnis. PT. Time Excelindo harus mempunyai sistem informasi billing yang lebih canggih, cepat dan akurat serta dapat dimengerti oleh pengguna. Arsitektur enterprise adalah deskripsi dari misi stakeholder dalam hal ini adalah pimpinan organisasi yang didalamnya termasuk informasi, fungsionalitas/ kegunaan, lokasi organisasi, dan parameter kinerja. Pemilihan Framework TOGAF ADM didasarkan pada kebutuhan perancangan sistem, karena TOGAF ADM terbilang lengkap untuk membuat blueprint. TOGAF ADM digunakan untuk mengembangkan enterprise architecture, dimana terdapat metode dan tools yang detil untuk mengimplementasikannya. Penelitian ini bertujuan menyusun perencanaan enterprise arsitektur sistem informasi billing menggunakan metode TOGAF ADM, validasi perancangan menggunakan enterprise architecture score card.Kata Kunci — TOGAF ADM, Enterprise Arsitekture, Billing, EA ScoreCard.PT. Time Excelindo is a company engaged in the business of Internet Service Provider (ISP), Online System, Telecommunication, Data Communication, Software Development, as well as the construction and maintenance of computer networks and telecommunications networks. In the business process to make billing in the services of the workmanship is still used manually. In order to compete with similar companies, it is necessary to adapt and follow the development of information and technology that develops now, as a supporter of business smoothness. PT. Time Excelindo must have a billing information system that is more sophisticated, fast and accurate and can be understood by the user. Enterprise architecture is a description of the mission of stakeholders in this case is the leadership of the organization that includes information, functionality / usability, location of the organization and performance parameters. Selection of TOGAF ADM Framework is based on system design requirement, because TOGAF ADM is complete to make blueprint. TOGAF ADM is used to develop enterprise architecture, where there are detailed methods and tools for implementing it. This study aims to compile enterprise information architecture billing information system using TOGAF ADM method, design validation using enterprise architecture score cardKeywords— TOGAF ADM, Enterprise Arsitekture, Billing, EA ScoreCard
Pengembangan Prototype Tes Psikologi Perencanaan Karir Siswa SMA Agam Saka Jati; Kusrini Kusrini; Hanif Al Fatta
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 1 (2017): November-Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2017v5i1.169

Abstract

Karir adalah salah satu hal penting yang perlu disiapkan dalam kehidupan seseorang. Perencanaan karir idealnya dilakukan pada masa remaja. Meskipun demikian, banyak siswa SMA masih belum bisa menentukan dan mengambil keputusan tentang pemilihan studi lanjut di Perguruan Tinggi. Lembaga Psikologi DTC membutuhkan pengembangan sistem agar dapat menggantikan peran dari sesi konseling untuk dapat memberikan rekomendasi jurusan kepada siswa yang berasal dari bimbingan belajar yang bekerja sama dengan mereka. Karena keterbatasan tenaga ahli untuk konseling di beberapa kota, maka dibutuhkan pengembangan sistem untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Pada penelitian ini, prototype psikotes yang akan dikembangkan adalah tes perencanaan karir. Tes perencanaan karir ini adalah tes model CBT (Computer Base Test) yang berisi tes kognitif (bakat) dan tes minat. Bentuk dari tes kognitif adalah multiple choice menggunakan teori Sternberg. Bentuk dari tes minat adalah forced choice menggunakan teori Holland. Hasil dari prototype ini berupa report yang berisi tentang hasil dari tes kognitif, tes minat dan rekomendasi jurusan yang cocok untuk siswa SMA.Kata Kunci — Sistem Pakar, Psikologi, Kognitif, Minat, Sternberg, Holland.Career is one of the important things that need to be prepared in a person's life. Career planning is ideally done in adolescence. Even so, many high school students still cannot determine and make decisions about the selection of advanced studies in college. The DTC Psychology Institute requires the development of a system so that it can replace the role of the counseling session to be able to provide recommendations of college majors to students from tutoring agency who collaborate with the DTC. Because of the limited expert for counseling in several cities, it is necessary to develop a system to improve service quality. In this study, the prototype psychological test that will be developed is a career planning test. This career planning test is a Computer Base Tes) model that contains cognitive tests (aptitude) and interest tests. The form of cognitive test is multiple choice using Sternberg’s theory. The form of interest test is forced choice using Holland’s theory. The results of this prototype is a report containing the results of cognitive tests, interest tests and recommendations of college majors that are suitable for high school students.Keywords— Expert System, Psychology, Cognitive, Interet, Sternberg, Holland.
Pola Tekstur Permukaan untuk Klasifikasi Mutu Ubin Teraso Menggunakan GLCM dan KNN Doni Briyan Wahyudi; Kusrini Kusrini; Ferry Wahyu Wibowo
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 1 (2017): November-Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2017v5i1.166

Abstract

Ubin teraso adalah pelapis lantai ataupun tembok yang menggunakan bahan batu marmer, kristal kuarsa, granit, gelas, dan bahkan pelat logam. Industri ubin teraso tetap terjaga meskipun tergolong karya klasik, karena sifatnya yang mewah. Proses pengendalian mutu dilakukan dengan memeriksa tekstur permukaannya. Fitur tekstur dari permukaan ubin teraso bisa diekstraksi melalui pengolahan citra digital, sehingga bisa ditentukan nilai kehalusannya yang menyatakan sebagai produk layak jual atau gagal produksi. Penelitian ini melakukan analisis fitur gray level co-occurence matrix (GLCM) citra permukaan ubin teraso, yaitu angular second moment (ASM), contrast, inverse different moment (IDM), entropy, dan correlation. Nilai varians dan simpangan baku masing-masing fitur tersebut digunakan sebagai indikator kemampuan dan akurasi melakukan klusterisasi data. Algoritma k-nearest neighbor (KNN) digunakan untuk menerima masukan dari masing-masing lima fitur tersebut untuk didapatkan hasil pembelajaran maupun pengenalan dan dibandingkan dengan kondisi sebenarnya. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari kelima fitur GLCM terdapat empat fitur yang layak digunakan sebagai alat klusterisasi data pada mutu ubin teraso, yaitu ASM, IDM, entropy, dan correlation. Sementara fitur contrast dinyatakan tidak layak sebagai pembeda klasifikasi. Selain itu, pengenalan menggunakan KNN untuk klasifikasi mutu pada ubin teraso menghasilkan akurasi 85% bagi mutu “layak jual” dan 85% bagi mutu “gagal produksi”.Kata Kunci — GLCM, k-nearest neighbor, ubin teraso, kendali mutu, ekstraksi fitur teksturTerrazzo tiles are decorative covering materials for floor and wall consisted of quartz sand, marble, granite, glass, and metal coating. Nowadays, the terrazzo tile industry is maintained despite old fashioned, due to its luxurious nature. The quality control process is carried out by examining the surface texture. Texture features of the terrazzo tile surface can be extracted through digital image processing, so that the fineness value can be determined which states that it is a good product or production defects. This study analyzed calculation of the gray level co-occurrence matrix (GLCM) features from the terrazzo tile surface image data, namely angular second moment (ASM), contrast, inverse different moment (IDM), entropy, and correlation. Variance values and standard deviations of each feature are used as accuracy indicators for data clustering. K-nearest neighbor algorithm (KNN) is used to obtain learning and recognition results and will be compared with actual conditions. The final results indicate that only four features are feasible to be used as data clustering tools, namely ASM, IDM, entropy, and correlation, while the contrast feature is considered inappropriate. In addition, usage of KNN for quality classification on terrazzo tiles produces 85% accuracy for all quality.Keywords—GLCM, k-nearest neighbor, terrazzo tiles, quality control, texture feature extraction
Sistem Penilaian Karakteristik Anjing Menggunakan Metode Weighted Product Christine Christine; Halim Agung
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 1 (2017): November-Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2017v5i1.127

Abstract

Anjing merupakan hewan yang paling banyak populasinya di tahun 2016 menurut survey populasi hewan kesayangan oleh asosiasi pembuat makanan hewan di Inggris (PFMA). Dengan banyaknya jenis anjing dan perbedaan karakteristik, tidak semua manusia dapat memilih jenis anjing yang sesuai dengan situasi dan kondisi mereka. Maka dari itu sistem penilaian karateristik anjing dibuat yang bertujuan untuk memudahkan user dalam memilih jenis anjing yang sesuai dengan situasi dan kondisi user tersebut. Sistem ini dibuat dengan menggunakan metode weighted product karena metode ini lebih efisien dibandingkan metode lain yang termasuk dalam penyelesaian masalah MADM (Multi Attibute Decision Making). Sistem ini dibuat berdasarkan data anjing yang terdaftar di American Kennel Club. Variabel-variabel yang terdapat dalam sistem ini meliputi kategori kelompok, lingkungan yang cocok, level energi, kerontokan bulu, tingkat kesulitan grooming, tingkat kepatuhan, size anjing, dan seringnya gonggongan. Hasil yang didapatkan dari sistem penilaian ini adalah 20 dari 30 pengujian sesuai dengan perhitungan manual. Sehingga tingkat kecocokan dari metode weighted product adalah 67%. Kesimpulan yang didapat dari penilitian ini adalah metode weighted product cukup efisien untuk diterapkan dalam sistem penilaian karakteristik anjing.Kata Kunci — Rekomendasi Jenis Anjing, Weighted Product, Memilih Anjing, Karakteristik, Sistem Penilaian.The dog is the most populous animal in the year 2016 according to a survey of pets population by the association of animal feed makers in the UK (PFMA). With many dog breeds and characteristic differences, not all humans can choose the type of dog that suits their circumstances. Therefore, the system of characteristic assessment of dogs made that aims to facilitate the user in selecting the type of dog that suits the situation and condition of the user. This system is made using the weighted product method because this method is more efficient than other methods which are included in solving the MADM (Multi Attibute Decision Making) problem. This system is based on dog data registered with American Kennel Club. The variables contained in this systeminclude group categories, suitable environments, energy levels, shedding, grooming difficulty level, adherence level, dog size, and frequent barking. The results obtained from this scoring system are 20 out of 30 tests according to manual calculations. So the match rate of weighted product method is 67%. The conclusion of this research is that the weighted product method is efficient enough to be applied in the dog's characteristic rating system.Keywords — Dog’s Breed Recomendation, Weighted Product, Choosing Dog, Characteristic, Scoring System.

Page 1 of 1 | Total Record : 7