cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam merupakan salah satu jurnal berbasis open-access yang turut berkontribusi dalam meningkatkan khazanah keilmuan, khususnya di Indonesia terkait relevansinya dalam pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administasi. Jurnal Al-Idarah dikelola dan diterbitkan secara berkala oleh Pusat Penelitian dan Penerbitan UIN Ar-Raniry yang bekerjasama dengan Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Secara umum, Jurnal Al-Idarah menerima dan menerbitkan beragam tulisan dan hasil penelitian ilmiah terkait tema pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi ditinjau dari segala aspek. Lebih khusus, terkait pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi Islam, seperti Pengembangan Manajemen Dakwah, Masjid, Zakat-Infaq-Shadaqah, Haji, Organisasi Islam, dan berbagai pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi Islami lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018)" : 8 Documents clear
PERENCANAAN DAN PENGORGANISASIAN PADA RADIO BAITURRAHMAN BANDA ACEH SEBAGAI RADIO DAKWAH Teuku Nasharul Julianda
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.476 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4459

Abstract

Radio masih menjadi salah satu pilihan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan segudang informasi, baik hiburan, kesehatan, dan pendidikan. Pada tahun 2017, di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar tercatat 22 stasiun radio penyiaran yang beroperasi. Melihat jumlah tersebut, seharusnya dakwah dapat berkembang pesat ke masyarakat hingga ke plosok tempat. Namun pada kenyataannya, stasiun radio di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar dengan program dakwah masih sangat minim, kebanyakan hanya bersifat hiburan yang tak jelas. Lebih jauh, kajian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan fungsi perencanaan, pengorganisasian di Radio Baiturrahman dan untuk mengetahui peran Radio Baiturrahman sebagai media dakwah. Kajian ini termasuk pada jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil kajiaan menunjukkan, bahwa Radio Baiturrahman sudah dikenal sebagai radio dakwah, karena hampir 90% konten yang disajikan bernuansa dakwah, baik dari segi musik, diskusi, talkshow, hingga halaqah subuh dan magrib. Di dalam hal perencanaan, Radio Baiturrahman berupaya merumuskan program-program yang menarik minat pendengar, sesuai zaman dan kebutuhannya. Pada pengorganisasian, Radio Baiturrahman mengelola sumber daya yang ada, pembagian job desk yang baik serta penempatan sumber daya yang tepat, membuat radio ini terus bertahan dan masih diminati hingga saat ini.
STRATEGI MARKETING COMMUNICATION DAARUT TAUHIID PEDULI CABANG ACEH DALAM MEMBANGUN CITRA LEMBAGA Indah Zara Putri; Fajri Chairawati
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.114 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4421

Abstract

Penelitian ini berjudul “Strategi Marketing Communication Daarut Tauhiid (DT) Peduli Cabang Aceh dalam Membangun Citra Lembaga”. Ada tiga masalah yang ingin dikaji, yaitu: bagaimana strategi marketing communication DT Peduli Cabang Aceh dalam membangun citra lembaga? Bagaimana upaya marketing communication DT Peduli Cabang Aceh dalam menjalin hubungan dengan instansi lain? Dan apa sajakah faktor pendukung dan penghambat marketing communication DT Peduli Cabang Aceh dalam membangun citra lembaga? Tujuannya adalah untuk mengetahui strategi marketing communication DT Peduli Cabang Aceh dalam membangun citra lembaga, upaya yang dilakukan marketing communication DT Peduli Cabang Aceh dalam menjalin hubungan dengan instansi lain, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat marketing communication DT Peduli Cabang Aceh dalam membangun citra lembaga. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara (interview), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi marketing communication DT Peduli Cabang Aceh dalam membangun citra lembaga dengan cara menentukan target pemasaran, melakukan bauran pemasaran, dan melakukan bauran promosi. Dalam menjalin hubungan dengan instansi lain, upaya yang dilakukan DT Peduli Cabang Aceh yaitu silaturrahim, melakukan pendekatan, follow up, dan perjanjian tertulis. Faktor pendukung DT Peduli Cabang Aceh dalam membangun citra lembaga yaitu karena adanya icon K.H. Abdullah Gymnastiar sebagai pendiri DT Peduli yang dikenal sebagai pendakwah dan faktor penghambat DT Peduli Cabang Aceh dalam membangun citra lembaga yaitu kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.
STRATEGI MAJELIS ADAT ACEH (MAA) DALAM MELESTARIKAN BUDAYA ACEH Jum'addi Efendi
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.478 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4422

Abstract

Globalisasi telah membawa dampak yang signifikan dalam perkembangan adat dan budaya Aceh. Oleh karena itu diperlukan strategi tertentu untuk melestarikannya. Majelis Adat Aceh (MAA) yang merupakan suatu lembaga yang mempunyai tugas untuk melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya Aceh tentunya memiliki fungsi dan tugas yang signifikan dalam melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya Aceh. Lebih jauh, kajian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Majelis Adat Aceh dalam melestarikan budaya Aceh serta faktor pendukung dan penghambat Majelis Adat Aceh dalam melestarikan budaya Aceh. Kajian ini diklasifikasikan sebagai penelitian lapangan (field research) dan pada taraf-taraf teertentu juga termasuk sebagai kajian perpustakaan (library research), dan termasuk pada jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa startegi yang dilakuakan Majelis Adat Aceh dalam melestarikan budaya Aceh dilaksanakan melalui pembinaan nilai-nilai adat, baik melalui sosialisasi, pelatihan, serta pembinaan dan pengembangan kehidupan hukum adat dan adat istiadat di setiap daerah Aceh. Kekuatan Majelis Adat Aceh dalam melestarikan adat dan budaya Aceh berupa adanya sumber daya manusia (ahli/pakar adat) yang cukup memadai dan  aturan (Qanun) khusus yang mengatur tentang Lembaga Adat Aceh. Tidak hanya itu, kemajemukan masyarakat Aceh yang mayoritas beragama Islam menjadi peluang bagi majelis adat Aceh untuk melestarikan budaya yang berlandas syariah. Pada sisi lain, globalisasi telah membawa dampak yang signifikan dalam perkembangan adat dan budaya Aceh. Hal ini menuntut adat dan budaya Aceh harus mampu beradaptasi dan menyeimbangkan dengan perkembangan zaman.
REKONSTRUKSI MAKNA DAN METODE PENERAPAN AMAR MA’RUF NAHI MUNAR BERDASARKAN AL-QUR’AN A. Karim Syeikh
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.63 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4009

Abstract

Istilah amar ma’ruf dan nahi munkar sangat populer bahkan telah melekat dalam dialektika masyarakat Islam. Hanya saja pemahaman makna dan penafsirannya masih dititikberatkan pada nahi munkar. Karena itu, pelaksanaannya cenderung diterjemahkan secara operasional sebagai perjuangan pemberantasan, pembasmian, pemberangusan kemungkaran. Berdasarkan alasan tersebut, kajian mengenai term amar ma’ruf nahi munkar perlu dilakukan. Kajian ini kemudian diberi judul: “Rekonstruksi Makna dan Metode Penerapan Amar Ma’ruf Nahi Munkar Berdasarkan al-Qur’an”. Sumber data berasal dari al-Qur’an, kitab-kitab tafsir, pendapat para ulama masa lampau, dan buku-buku karangan para intelektual muslim. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa ma’ruf ialah segala perilaku, sifat dan perbuatan yang bernilai baik dalam pandangan agama maupun penilaian akal sehat, serta baik pula dalam pandangan masyarakat umum. Sedangkan munkar adalah segala perilaku, sifat dan perbuatan yang jelek atau jahat menurut syara’ (agama), jelek menurut akal sehat serta jelek menurut budaya dan adat masyarakat setempat. Sistem penerapannya harus mendahulukan amar ma’ruf selanjutnya menerapkan nahi munkar dengan menggunakan metode al-hikmah (bijaksana), mau’izhah al-hasanah (pengajaran yang baik) dan mujadalah (berdiskusi) yang santun, disamping beberapa metode lainnya sesuai dengan kondisi mad’u dengan memanfaatkan pendekatan kultural dalam aktivitas dakwah yad’uwna ila al-khair, dan pendekatan struktural dalam implementasi amar ma’ruf nahi munkar. Pendekatan struktural sama halnya dengan pendekatan politik atau pendekatan kekuasaan. Dan dalam kaitan ini yang memiliki kekuasaan dan kekuatan  adalah pemerintah maka pemerintah berkewajiban dan bertanggungjawab  untuk menjalankan amar ma’ruf nahi munkar, tentunya  dengan menggunakan strategi yang tepat, metode yang sesuai, sistem yang relevan dan teknik pelaksanaan yang efektif.
STRATEGI UNIT DAKWAH JABATAN HAL EHWAL AGAMA ISLAM NEGERI SABAH (JHEAINS) DALAM MENYEBARKAN DAKWAH PADA NON-MUSLIM DI NEGERI SABAH Mohammad Raj Azzahari
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.202 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4424

Abstract

Kajian ini berjudul “Strategi Unit Dakwah Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri Sabah (JHEAINS) dalam Menyebarkan Dakwah Pada Non-Muslim di Negeri Sabah”. Kajian ini nertujuan untuk mengetahui: Pertama, strategi unit dakwah JHEAINS dalam menyebarkan dakwah pada golongan Non-Muslim di Negeri Sabah. Kedua, untuk mengetahui program-program yang dilaksanakan oleh unit dakwah JHEAINS. Ketiga, untuk mengetahui tantangan yang dihadapi oleh Unit Dakwah JHEAINS dalam menyebarkan dakwah pada Non-Muslim di Negeri Sabah. Metode kajian ini termasuk pada metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) dan pendekatan lapangan (field research). Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan studi dokumen.  Dari hasil kajian meninjukkan, bahwa Unit dakwah JHEAINS mempunyai strategi tersendiri dalam melaksanakan program-program dakwah di Negeri Sabah. Unit dakwah JHEAINS juga tergolong aktif dalam proses peng-Islaman non-Muslim di Negeri Sabah Malaysia. Namun, masih ditemukan beberapa tantangan yang dihadapi oleh unit dakwah JHEAINS dalam menyebarkan dakwah di Negeri Sabah.
PENGARUH IKLAN BAHAYA MEROKOK TERHADAP TINGKAT KONSUMSI ROKOK PADA MASYARAKAT PEKERJA KERAS/TUKANG BANGUNAN DI GAMPONG KEUTAPANG LHOKSUKON ACEH UTARA Asmaunizar Asmaunizar
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.79 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4460

Abstract

Iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang banyak dikenal dan paling banyak dibahas orang, tidak terkecuali oleh perusahaan yang memproduksi rokok. Kendati pemerintah telah mewajibkan produser rokok untuk mencantumkan iklan bahaya merokok pada kemasan bungkus rokok, namun realitasnya masyarakat masih saja mengkonsumsinya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dampak iklan merokok bagi pekerja keras/tukang bangunan, pengetahuan pekerja keras/tukang bangunan tentang bahaya merokok dari iklan, dan untuk mengetahui tingkat konsumsi rokok pada pekerja keras/tukang bangunan di Gampong Keutapang Lhoksukon Aceh Utara. Kajian ini termasuk pada jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskiptif, karena bertujuan untuk menjelaskan fenomena dan menganalisis data melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini adalah pekerja keras/tukang bangunan. Dari hasil kajian ditemukan bahwa ada atau tidak adanya iklan bahaya merokok yang terdapat pada bungkusan rokok bagi masyarakat pekerja keras/tukang bangunan tidak memiliki pengaruh yang signifikan bagi mereka. Di dalam hal ini, adanya pengetahuan konsumen terkait adanya bahaya merokok serta berbagai penyakit yang ditimbulkan sepertinya tidak mau tahu akan bahaya yang ditimbulkan oleh rokok tersebut. Tingkat konsumsi rokok para pekerja keras/tukang bangunan ini berbeda-beda sesuai dengan beban pekerjaan yang mereka pikul.
MODEL IMPLEMENTASI BUSANA MUSLIM MENURUT PERATURAN DAERAH NO 5 TAHUN 2000 Eni Suriati
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.938 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4423

Abstract

Di antara gaya berbusana yang menjadi trend dikalangan masyarakat Muslim adalah busana syar’i yang di dalam pemakaiannya terdapat jilbab dan baju gamis. Namun, patut diperhatikan bahwa dalam pemakaiannya tidak semua Muslim mengikuti ketentuan syari’at, seperti di dalam pemakaian jilbab yang digunakan tidak diulurkan ke bawah untuk menutupi dadanya, dan baju yang dikenakan tidak longgar sehingga membentuk setiap lekukan tubuh. Oleh karena itu, berbusana yang dalam penglihatannya sudah syar’i, namun pada hakikatnya bertabarruj dalam waktu yang bersamaan. Kajian ini lebih jauh bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2000, dan untuk mengetahui model implementasi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2000 di Wilayah Kota Banda Aceh. Kajian ini bersifat deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknis analisis datanya dilakukan dengan menggunakan teknis analisis deskriptif. Dari hasil kajian dapat diketahui bahwa peran pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengimplementasikan Perda Nomor 5 Tahun 2000 berfungsi sebagai regulator, motivator, dan fasilitator. Pemerintah Kota banda Aceh melakukan  penghimbauan dan pemantauan kepada seluruh masyarakat untuk mengamalkan Perda Nomor 5 Tahun 2000 tentang busana muslim. Model implementasi Perda Nomor 5 Tahun 2000 pasal 15 ayat 3 yaitu didasarkan pada isi dan jenis kebijakan publik yang sifatnya mendorong masyarakat untuk mengimplementasikan sendiri kebijakan tersebut dan melibatkan aparatur pemerintah sebagai tim pengawas ditataran rendah.
PRINSIP GOOD GOVERNANCE PADA KEPEMIMPINAN UMAR BIN ABDUL AZIS Nana Audina; Raihan Raihan
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.592 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i2.4010

Abstract

Khalifah Umar Bin Abdul Aziz merupakan khalifah kedelapan dari empat belas khalifah yang memimpin Bani Umayyah. Kepemimpinan Umar Bin Abdul Azis dinilai berhasil dalam menerapkan prinsip good governance menjadi fenomena menarik untuk di kaji saat ini. Kajian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran ilmiah dalam bidang studi ilmu leadership Islam. Data primer dalam penelitian ini adalah dua buku tentang Umar bin Abdul Aziz yang ditulis oleh Ali Muhammad Ash-Shallabi dengan judul “Biografi Umar bin Abdul Aziz“ dan “Umar bin Abdul Aziz Pembaharu dari Bani Umayyah”. Sedangkan yang menjadi data sekunder diperoleh dari bahan bacaan dan referensi-referensi lain terkait dengan tema penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, mengidentifikasi wacana dari buku-buku, makalah atau artikel, majalah, jurnal, web (internet), ataupun informasi lainnya yang terkait dengan tema kajian ini. Sedangkan teknik analisis data dilakukan secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Umar bin Abdul Aziz adalah seorang khalifah Dinasti Umayyah yang berusaha menghidupkan kembali ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat. Di dalam sistem kepemimpinannya, Umar berusaha mengangkat gubernur yang terpercaya, membuat perencanaan dan tujuan yang jelas serta melakukan pengawasan terhadap jalannya roda kepemimpinannya. Di antara upaya Umar dalam menjalankan good governance terlihat dalam praktik-praktik kepemimpinan yang dilakukannya seperti menegakkan keadilan, menjalankan prinsip musyawarah, mempraktikkan prinsip persamaan derajat, menerapkan prinsip kebebasan dan bertanggung jawab terhadap kekuasaan yang dipikulnya. Prinsip-prinsip tersebut telah mampu membawa kehidupan kaum muslimin kepada pembaharuan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8