cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
CHEMISTRY PROGRESS
ISSN : 19795920     EISSN : 27158365     DOI : -
Core Subject : Science,
Majalah Ilmiah Chemistry Progress merupakan media untuk menyebarkan informasi ilmiah dan sarana komunikasi bagi para ilmuan dan cendekiawan melalui tulisan-tulisan ilmiah. Majalah Ilmiah Chemistry Progress terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November) berisi kajian penelitian dalam lingkup ilmu kimia (organik, anorganik, analitik, biokimia, fisika, bahan alam, lingkungan, pangan, kelautan, pertambangan, farmasi dan komputasi). Jumlah halaman pervolume adalah 55-65 halaman.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2018)" : 6 Documents clear
STANDARISASI BAHAN RIMPANG TEMULAWAK ASAL MANOKWARI PAPUA BARAT SEBAGAI ANTIMALARIA ALAMI Pulung, Maria Lidya
CHEMISTRY PROGRESS Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.11.1.2018.27913

Abstract

ABSTRAK Penentuan aktivitas antimalaria dan standarisasi bahan rimpang temulawak dalam bentuk bubuk simplisia dan bubuk sari temulawak telah dilakukan. Bubuk sari dan bubuk simplisia temulawak diekstrak menggunakan pelarut etanol dengan metode maserasi. Uji antimalaria dilakukan secara in vitro menggunakan Plasmodium falciparum strain 3D7 yang sensitif terhadap klorokuin. Nilai IC50 ditentukan berdasarkan analisis probit. Standarisasi bahan meliputi penentuan kadar abu total, kadar air, analisis kadar kurkuminoid (Bisdesmetoksi kurkumin, Desmetoksi kurkumin, kurkumin) dan xanthorizol menggunakan HPLC, analisis logam berat (Pb, Cd, As) menggunakan AAS. Hasil uji antimalaria menunjukkan ekstrak bubuk sari temulawak lebih aktif dibandingkan ekstrak simplisia temulawak dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 0,062 dan 0,085 µg.mL-1, sementara hasil analisis standarisasi bahan menunjukkan bahwa rimpang temulawak aman digunakan sebagai antimalaria alami sesuai standar BPOM.  ABSTRACT The determination of antimalarial activity and standardization of ginger rhizome material in the botanicals extracts of ginger and powdered extract of ginger juice has been achieved. The botanicals extracts of ginger and powdered extract of ginger juice were extracted using ethanol solvent by maceration method. Antimalarial tests were performed in vitro using Plasmodium falciparum strain 3D7 which is sensitive to chloroquine. The value of IC50 is determine by probit analysis. Material standardization includes determination of total ash content, moisture content, analysis of curcuminoid content (Bisdesmetoksi curcumin, Desmetoksi curcumin, curcumin) and xanthorizol using HPLC, as well as heavy metal analysis (Pb, Cd, As) using AAS. The result of antimalarial test showed powdered extract of ginger juice are more active than botanicals extracts of ginger with IC50 value of 0.062 and 0.085 μg.mL-1, while the result of material standardization analysis showed that the ginger rhizome is safe to be used as natural antimalaria according to BPOM standard. 
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG PAKOBA (Syzygium sp.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPALOGI GINJAL TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI ETILEN GLIKOL Walean, Mario; Rumondor, Rolef; Mailangkay, Hendra; Melpin, Rostina
CHEMISTRY PROGRESS Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.11.1.2018.27911

Abstract

ABSTRAK Pakoba sebagai tanaman endemik Sulawesi Utara yang mempunyai manfaat secara etnomedikal dalam mengobati batu ginjal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran histopatologi ginjal yang diiduksi etilen glikol dengan pemberian ekstrak etanol kulit batang pakoba. Tikus putih jantan dewasa (n= 20) dengan berat rata-rata 150-200 gram dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Kelompok pertama sebagai kontrol normal dengan pemberian aquadest, kelompok kedua diberikan etilen glikol 0,75%, kelompok ketiga dan keempat diberi etilen glikol 0,75 % dan ekstrak etanol kulit batang pakoba 150 mg/kg BB dan 300mg/kg BB. Hasil penelitian menunjukkan gambaran histopalogi ginjal dengan pemberian ekstrak etanol kulit batang pakoba 150 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB dapat memperbaiki ginjal tikus yang mengalami kerusakan akibat pemberian etilen glikol. Dosis 300 mg/kg BB lebih baik dalam memperbaiki ginjal dibandingkan dengan dosis 150 mg/kg BB.  ABSTRACT Pakoba as a North Sulawesi endemic plant that has ethnomedical benefits in treating kidney stones. The purpose of this research was to investigate the histopathology of  kidney rats induced ethylene glycol by administration of bark ethanol extract of pakoba. Adult male rats (n = 20) with an average weight of 150-200 grams divided into 4 treatment groups. The first group as normal control with aqueous, the second group was given 0.75% ethylene glycol, the third and fourth groups were given 0,75% ethylene glycol and 150 mg/kg BW and 300 mg/kg BW bark ethanol extract of bark. The results showed renal histopatogy  with the ethanol extract of pakoba steam bark 150 mg/kg BW and 300 mg/kg BW can repair the renal kidney damaged due to ethylene glycol induced. Dose 300 mg/kg BW better in repairing kidney compared with dose 150 mg/kg BB. 
PREDIKSI POTENSI ANTIKANKER SENYAWA TURUNAN XANTHON MENGGUNAKAN HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR DAN AKTIVITAS (HKSA) Male, Yusthinus; Sutapa, I Wayan; Pusung, Yulian A. D.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.11.1.2018.27907

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian untuk memprediksi potensi antikanker senyawa turunan xanthon menggunakan hubungan kuantitatif struktur dan aktivitas (HKSA) (Quantitative Structure Activity Relationship-QSAR) dengan deskriptor elektronik berupa muatan bersih atom, momen dipol, polarisabilitas, energi HOMO-LUMO, dan Log P yang dihitung menggunakan metode semi empirik PM3. Hasil analisis HKSA menunjukan bahwa model persamaan HKSA terbaik adalah Log IC50 = 18,730 + (-1,042.qC1) + (1,633.qC2) + (3,369.qC3) + (1,257.qC4) + (29,759.qC8) + (53,543.qC9) + (2,337.qC10) + (-0,161.momen dipol) + (1.550.Ehomo) + (-2,919.Elumo) +(0,140.Polarisabilitas) + (0.892. Log P) (n=27; r=0,997; r2=0,993; SE=0,08530; Fhitung/Ftabel=9,1588; PRESS= 50,04021). Penelitian ini menunjukkan bahwa pusat aktif senyawa turunan xanthon terletak pada atom karbon C1, C2, C3, C4 C8, C9 dan C10 sehingga modifikasi substituen pada posisi-posisi ini akan memberikan dampak signifikan terhadap aktifitas antikanker senyawa turunan xanthon  ABSTRACT The research has been done to predict anti cancer potential of xanthon derivative compounds using Quantitative Structure Activity Relationship (QSAR) with electronic descriptor such as : atomic net charge, dipole moment, polarizability, HOMO-LUMO energy and Log P were calculated by semi-empirical PM3 method. The best QSAR model equation were determined from analysis of multiple linear regression. The result of QSAR analysis shows that best QSAR model equation is Log IC50 = 18,730 + (-1,042.qC1) + (1,633.qC2) + (3,369.qC3) + (1,257.qC4) + (29,759.qC8) + (53,543.qC9) + (2,337.qC10) + (-0,161.momen dipol) + (1.550.Ehomo) + (-2,919.Elumo) +(0,140.Polarisabilitas) + (0.892. Log P) (n=27; r=0,997; r2=0,993; SE=0,08530; Fcal/Ftable=9,1588; PRESS= 50,04021). This research also shows that active site of the xanthon derivatives is located on carbon atom C1, C2, C3, C4 C8, C9 and C10 so that the modification of the substituents in these positions will have a significant impact on the anticancer activity of xanthon derivatives. 
UJI EFEKTIFITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Maliangkay, Hendra P.; Rumondor, Rolef; Walean, Mario
CHEMISTRY PROGRESS Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.11.1.2018.27909

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek antidiabetes ekstrak kulit buah manggis pada tikus putih jantan galur wistar (Rattusnorvegicus) yang diinduksi aloksan yang diberikan secara intreperitoneal dan membandingkan efektivitasnya dengan glibenklamid. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok perlakuan yaitu pemberian aquadest sebagai kontrol normal, pemberian aloksan sebagai kontrol negatif, pemberian aloksan dan glibenklamid sebagai kontrol positif dan ekstrak etanol kulit buah manggis dengan dosis 150 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB. Pengukuran glukosa darah dilakukan pada hari ke-0 (tiga hari sesudah di induksi), hari ke-7 dan hari ke-14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit buah manggis (Gracinia mangostana) dapat menurunkan kadar glukosa darah. Dosis 150 mg/kg BB memiliki presentase penurunan kadar glukosa darah pada hari ke 7 dan hari ke 14 masing-masing sebesar 64,68% dan 81,46%. Dosis 300 mg/kg BB memiliki presentase penurunan kadar glukosa darah pada hari ke 7 dan hari ke 14 masing-masing sebesar 35.77% dan 76.75%. Dosis 150 mg/kg BB lebih efektif sebagai antidiabetes dibandingkan dengan dosis 300 mg/Kg BB. Pemberian ekstrak etanol kulit buah manggis (Gracinia mangostana) juga memiliki aktivitas untuk memperbaiki kerusakan sel-sel β-pankreas pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. ABSTRACT The purpose of this study to determine the anti-diabetic effect of mangosteen rind extract of galur wistar male rats (Rattus norvegicus)  induced alloxan given intraperitoneally and comparing its effectiveness with glibenclamide. This study uses 5 groups namely giving aquadest as normal control, giving alloxan as a negative control, giving alloxan and glibenclamide as a positive control and the ethanol extract of mangosteen rind with a dose of 150 mg/kg BB and 300 mg/kg BB. Blood glucose measurement performed on day 0 ( three days after induction ), day 7, and day 14. The results showed that ethanol extract of mangosteen (Garcinia mangostana L) rind can lower blood glucose levekls. A dose of 150 mg/kg BB have percentage decrease in blood glucose levels on day 7 and day 14 respectively by 64.68% and 81.46%. dose of 300 mg/kg BB have a percentage decrease in blood glucose levels on day 7 and day 14 respectively by 35.77% and 76.75%. a dose of 150 mg/kg BB is more effective as an anti-diabetic compared with a dose of 300 mg/kg BB. Ethanol extract mangosteen (Garcinia mangostana L) rind also has an activity to repair damaged pancreatic-β cells in rats (Rattus norvegicus) induced by alloxan. 
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENSTABIL OKSIGEN SINGLET DARI KOMBINASI PISANG GOROHO DAN JAGUNG MANADO KUNING Ering, Aprily A. P.; Suryanto, Edi; Momuat, Lidya I.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.11.1.2018.27910

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi antioksidan dan penstabil oksigen singlet tepung kombinasi dari pisang goroho dan jagung Manado kuning. Penelitian ini dimulai dengan mengekstraksi tepung kombinasi dari pisang goroho dan jagung Manado kuning menggunakan cara refluks selama dua jam dengan pelarut etanol 80%. Ekstrak kemudian dipartisi berturut-turut menggunakan pelarut petroleum eter, etil asetat, butanol, dan aquadest dan ditentukan, aktivitas antioksidan dan penstabil oksigen singlet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki kandungan diena terkonjugasi tertinggi diikuti fraksi butanol, petroleum eter, dan aquadest. Kandungan diena terkonjugasi secara berurutan adalah 76,92; 69,23%, 46,15%, dan 30,76%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa fraksi etil asetat dapat berperan sebagai antioksidan dan penstabil oksigen singlet lebih baik dibandingkan fraksi lainnya. ABSTRACT The study aim to asses the antioxidant and the singlet oxygen quenching activity of combination banana goroho and corn flour. This study started extracted by reflux for 2 hours with ethanol solvent 80%. Then extract was fractionation respetively with petroleum eter, ethyl acetat, buthanol, aquadest solven antioxidant and singlet oxygen quenching activity of combination banana goroho and corn flour was determine. Results of he research show that ethyl acetat fraction has the highest conjugated diene content followed by buthanol, petroleum eter, and aqudest fraction. Diene conjugated content in sequence are 76,92%, 69,23%, 46,15%, and 30,76%. The concluded of study that ethyl acetat fraction could better as antioxidant and singlet oxygen quenching than the other fraction.  
AKTIVITAS PENANGKAL RADIKAL BEBAS DAN PENSTABIL OKSIGEN SINGLET DARI EKSTRAK BIJI JAGUNG MANADO KUNING (ZEA MAYS L.) Waworuntu, Mutiara G.; Suryanto, Edi; Momuat, Lidya I.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.11.1.2018.27912

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas penangkal radikal bebas, dan penstabil singlet oksigen dari ekstrak biji jagung Manado kuning dengan berbagai ekstrak. Ekstrak fenolik bebas dibuat dibuat dengan teknik maserasi selama 24 jam dengan pelarut etano 80%l. Residu dari sisa ekstraksi, diambil 1g dihidrolisis dengan HCl untuk mendapatkan ekstrak fenolik terikat. Ekstrak asam ferulat diambil 0,5 mL dari ekstrak fenolik bebas. Dan untuk ekstrak karotenoid didegesti dengan pelarut etanol:petroleum eter pada suhu 75oC  selama 5 menit. Selanjutnya, ditentukan kandungan total fenolik, aktivitas penangkal radikal bebas, dan aktivitas penstabil oksigen singlet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak fenolik terikat memiliki nilai total fenolik dan aktivitas antiokisdan yang paling tinggi. Sedangkan untuk penstabil oksigen singlet ekstrak karotenoid mempunyai aktivitas penstabil oksigen yang lebih baik dari pada ekstrak lainnya. Kata kunci:  ABSTRACT The aim of study was to determine the free-radical scavengers activity,  and singlet oxygen quenching of various extracts Manado yellow corn kernels. Free phenolic extract were prepared by maseration technique for 24 hours with 80 % ethanol.  1 g Residual of extraction, hydrolyzed with HCl to obtain a bound phenolic extract. For the ferulic acid extract is taken of 0.5 mL from the free phenolic extract. And the carotenoid extract digested with ethanol: petroleum ether at temperature 75OC for 5 minutes. And then, determined of total phenolic content, free-radical scevengers, and singlet oxygen quenching activity. Results of the research shows that bound phenolic extract has the highest total phenolic and antioxidant values. As for the singlet oxygen stabilizer carotenoid extract has better oxygen stabilizer activity than other extracts. Keywords: Corn kernels, free-radical scavengers, phenolic, singlet oxygen quenching

Page 1 of 1 | Total Record : 6