cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
CHEMISTRY PROGRESS
ISSN : 19795920     EISSN : 27158365     DOI : -
Core Subject : Science,
Majalah Ilmiah Chemistry Progress merupakan media untuk menyebarkan informasi ilmiah dan sarana komunikasi bagi para ilmuan dan cendekiawan melalui tulisan-tulisan ilmiah. Majalah Ilmiah Chemistry Progress terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November) berisi kajian penelitian dalam lingkup ilmu kimia (organik, anorganik, analitik, biokimia, fisika, bahan alam, lingkungan, pangan, kelautan, pertambangan, farmasi dan komputasi). Jumlah halaman pervolume adalah 55-65 halaman.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2013)" : 6 Documents clear
POTENSI EKSTRAK FENOLIK BUAH PISANG GOROHO (Musa spp.) TERHADAP GULA DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Kaempe, Hindang S.; Suryanto, Edi; Kawengian, Shirley E. S.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.6.1.2013.2064

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan potensi ekstrak pisang goroho (Musa spp) dalam menurunkankadar gula darah tikus putih. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode percobaan laboratorium, yangmenganalisis penurunan gula darah dan kadar MDA tikus putih. Penelitian dilakukan menggunakan rancanganacak lengkap (RAL), kemudian data yang diperoleh, dianalisis perbedaan. Beda nyata antar perlakuan diujimenggunakan ANOVA deng p<0,05. Jika terdapat beda nyata antar perlakuan, data diuji menggunakanDuncan’s multiple range test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pisang goroho mengandung kadarair pisang goroho segar sebesar 69,53%. Fitokima antioksidan yang terbesar yaitu total fenolik, diikuti tanninterkondensasi kemudian terendah senyawa flavonoid. Data menunjukkan bahwa injeksi aloksan menaikkankadar gula darah tikus putih (K, EPS, ETP, EK, G). Pada perlakuan EPS, ETP dan EK mempunyai potensidalam menurunkan kadar gula darah sedangkan EK dan GB tidak berbeda nyata dan dapat dijelaskan bahwakeduanya mempunyai potensi yang sama dalam menurunkan kadar gula darah. Kesimpulan penelitian ini yaitukadar Kadar gula darah tikus yang diberikan Ekstrak pisang goroho yang mengandung fitokimia antioksidanseperti senyawa fenolik, flavonoid dan tannin yang dapat menurunkan gula darah tikus paling tinggi adalahEkstrak Pisang Segar sebesar 67,6 mg/dl (61,19%).The objectives of this research are to determine the potential of goroho banana extract (Musa spp.) todecrease blood glucose. This research using laboratory experiment methods to analyze the decreasing ofblood glucose and malonaldehyde (MDA) on mice. This research using complete random design, thusobtained data were analyzed by regression and differences. Significant difference between groups wereanalyzed using ANOVA with p<0,05. If there is significant difference between groups, data were analyzedusing Duncan’s multiple range test (DMRT).The results shows that goroho banana contain water content phenolic total and condensed tannins, the lowestis flavonoids total. Alloxan increase blood glucose of treatment mice (K, EPS, ETP, EK, G). Statistical analyseson EPS, ETP and EK are not significantly different each other, it because EPS, ETP and EK possessphytochemical antioxidant. Although EPS and EK shows potency as like GB (p>0,05).. As conclusions of thisresearch, goroho banana extract which contains antioxidant phenolics, flavonoids and tannins can decreaseblood glucose of white male wistar.
KARAKTERISASI DAN PENGUJIAN RESIN POLYALKYD ALAMI SEBAGAI ELASTOMER Wibowo, Heri Budi
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.6.1.2013.2063

Abstract

Penggunaan elastomer (karet sintetis) semakin besar dan selama ini digunakan bahan dasar elastomer yangberasal dari hasil minyak bumi seperti polibutadien, poliester dan polietilen.Adanya keterbatasan sumberminyak bumi di bidang industri elastomer perlu diatasi dengan penelitian bahan dasar alternatif yang dapatdiperbaharui untuk mendapatkan elastomer. Polialkyd merupakan polimer alami dari asam lemak yang sangatmemungkinkan diaplikasikan untuk resin elastomer. Salah satu penggunaan elastomer adalah sebagai bahanbakar dan resin untuk propelan, sebagaipengganti senyawa polibutadien. Elastomer juga dapat digunakansebagai binder propelan. Tujuan tulisan ini adalah melakukan studi penggunaan polialkyd dari asam lemaknabati untuk elastomer. Minyak yang digunakan dalam penelitian ini dipilih minyak kedelai, minyak biji rami,minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit. Penelitian dilakukan dengan proses alkoholisis asam lemak padasuhu 200 – 300o C dan proses esterifikasi pada suhu 200 – 300 o C. Proses esterifikasi dihentikan denganpenambahan ptalat anhidrida, kemudian hasil resin polyalkyd yang diperoleh direaksikan dengan bahanretikulasi MAXPO untuk didapatkan elastomer. Variabel penelitian adalah komposisi. Analisis yang dilakukanadalah kuat tarik dan kekerasan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa plyalkid dari minyak jenuh memberikanresin polyalkyd yang lebih bening, mudah kering, dan fleksibilitas tinggi. Polyalkyd dari minyak tidak jenuhmemberikan polyalkyd yang lebih keras.Most of elastomers (synthetic rubber) is produced from petroleum products such as polybutadiene, polyesterand polyethylene. Limited petroleum resources in future, it’s needs to find alternative renewable for elastomers.Polyalkyd is a natural polymer of fatty acids that is possible applied to elastomers resin that can substitute thepolybutadiene as propellant binder. Elastomer compounds can also be used as a binder propelan. The aim ofthis paper is to study the application of fatty acids of vegetable polialkyd to produce elastomer. The fatty acidssource are soybean oil, flax seed oil, coconut oil, and palm oil. Research carried out by the alcoholysis of fattyacid at temperature 200-300 °C and the esterification proccess at temperature of 200-300o C. Esterificationprocess was quenched by the addition of pthalat anhydride, then the results obtained polyalkyd resin reactedwith MAXPO reticulation materials for elastomers obtained. The research variables are the composition of rawmaterial. The analysis conducted is the tensile strength and hardness. The test results show that polyalkyd of oilsaturated resin polyalkyd provide a more transparent, easy to dry, and high flexibility. Polyalkyd of unsaturatedoils give harder polyalkyd.
SENYAWA FLAVONOID YANG BERSIFAT ANTIBAKTERI DARI AKWAY (Drimys becariana.Gibbs) Parubak, Apriani Sulu
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.6.1.2013.2069

Abstract

Daun Akway (Drimys beccariana.Gibbs) merupakan tanaman khas yang sangat berpotensi untuk dikembangkansebagai tanaman obat. Hal ini disebabkan karena komponen kimia yang terkandung dalam daun Akway sangatkuat antara lain alkaloid, flavonoid, steroid, tannin, saponin dan fenolik menunjukkan positif lemahHasil yang diperoleh dari penentuan kadar senyawa aktif flavonoid 0,3680%. Hasil fraksinasi dari ekstrak etilasetat diperoleh 4 fraksi, fraksi 1 dan 2 positif mengandung flavonoid. Berdasarkan hasil UV-Vis maka dapatdisimpulkan bahwa daun Akway mengandung senyawa flavonoid golongan flavonon yang mempunyai gugusfungsi OH terikat, CH alifatik, C=O, C=C Aromatik, C-O dan C- H aromatik.Pengujian dari ekstrak etil asetatpada fraksi 1 dan 2 menunjukkan bahwa mempunyai potensi sebagai senyawa antibakteri. Dari uji aktivitasantibakteri mempunyai daya hambat sedang sampai kuat terhadap Escherecia Coli (bakteri gram negatif) danBacillus subtilis (bakteri gram positif). Daun Akway mempunyai senyawa yang bersifat bakteriostatik(menghambat pertumbuhan bakteri).Hydroxy Terminated Polybutadiene (HTPB) is a strategic chemicals as raw material for a good propellant binderMastery of production techniques HTPB effort is needed in national rocketry industry. HTPB is mainlydetermined by the characteristics of the polymer structure is formed, the degree of crystallinity, and the averagesmolecular weight. Thorough analysis of the components of the manufacturing process in order to manufactureHTPB which is required before selecting the best and most suitable proccess. Parameters used to select thepolymerization process is the ease of process, conversion results obtained, a structure that allows the set, theoperating conditions of the most inexpensive and easy, and availability of raw material components. Thus, thedesired polymer structure can be adapted to the conditions that must be applied. Based on the review, then theradical polymerization is the most interesting was applied. In addition to the polymer structure can be regulated,low-cost process conditions, and availability of raw materials in Indonesia is high.
PENENTUAN KANDUNGAN SUKROSA PADA GULA AREN DENGAN METODE ENZIMATIK Pontoh, Julius
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.6.1.2013.2068

Abstract

Gula aren merupakan salah satu bahan pemanis yang telah digunakan oleh bangsa Indonesia sejak dahulukala. Kurangnya inovasi teknologi terhadap produk ini menyebabkan gula aren semakin tersingkirkan dalamsistim makanan maupun sebagai sektor pendapatan masyarakat. Salah satu faktor penting dalampengembangan gula aren adalah mutu produk yang masih kurang mendapat perhatian. Sekalipun telahtersedia standard mutu untuk produk ini, tetapi metode analisa kandungan sukrosa sebagai komponen utamamasih dipertanyakan kesahihannya. Metode yang dianjurkan untuk digunakan adalah hidrolisa sukrosamenjadi gula pereduksi dengan HCl. Penggunaan HCl dapat menyebabkan dextran yang terkandung dalamgula akan ikut terhidrolisa sehingga menyebabkan intervensi nilai pengukuran. Penelitian ini ditujukan untukmengembangkan metode analisa yang lebih baik dengan menggunakan enzin invertase untuk menghidrolisasukrosa menjadi gula pereduksi. Hasil penelitian telah mendapati kondisi optimum analisa sukrosa denganinvertase. Waktu hidrolisis yang relatif lebih pendek (10 menit) dibandingkan dengan HCl membutuhkan waktu1 jam dengan konsentrasi enzim 0,4 mg/L. Hasil analisa dengan invertase menunjukan hasil yang lebih akuratdan dapat dilakukan di laboratorium sederhana. Berbagai contoh gula komersil yang dianalisa denganmenggunakan enzim memperlihatkan hubungan yang jelas antara kandungan gula sukrosa dan kualitas gulalainnya seperti pH, gula reduksi dan brix.Palm sugar is one of the sweeteners used by Indonesian since long time ago. Inadequate technologicalinnovation toward this product causes palm sugar getting less significant in food system as well as the source ofpeople income. One of the important factors in development of this product is the palm sugar quality that notquite gets attention yet. Even though there is an official standard quality of palm sugar but the method forsucrose analysis is still in question for its accuracy due to the present of other carbohydrate components in thesugar. The method for sucrose analysis in the quality standard is using acid hydrolysis using HCl. Thehydrochloric acid cans hydrolysis dextran in the sugar to produce glucose which cans interference the accuracyof the method. This study focus on the development of a better analytical method for sucrose analysis in palmsugar using enzyme to hydrolysis sucrose become reducing sugars. The results showed the optimum conditionof invertase to hydrolyze sucrose become reducing sugars. The hydrolyzing time is relatively short (10 minute)compared to the acid hydrolysis needed 1 hour. The enzyme concentration needed is 0.4 mg/L. Usinginvertase for hydrolysis is more accurate and can be done in a simple laboratory without sophisticatedequipments. Several samples of commercial palm sugars analyzed with enzymatic method showed significantlyrelate between sucrose content and the sugar quality such as pH, reducing sugars and brix.
HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR ELEKTRONIK DAN AKTIVITAS ANTITUMOR SENYAWA TURUNAN AMINO PIRIMIDO ISOKUINOLIN KUINON DENGAN PENDEKATAN REGRESI KOMPONEN UTAMA Saputra, Andrian; Wijaya, Karna; Tahir, Iqmal
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.6.1.2013.2066

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas (HKSA) turunan amino pirimidoisokuinolin kuinon yang berkhasiat sebagai antitumor telah dilakukan dengan menggunakan pendekatan regresikomponen utama. Data aktivitas biologis yang digunakan pada penelitian ini merupakan aktivitas senyawamelawan sel tumor AGS (Human Gastric Adenocarcinoma Cell Line) dalam ukuran log IC 50 . Sebagai deskriptordigunakan muatan atom bersih bersih (q) pada kerangka struktur senyawa dari hasil optimasi geometrimenggunakan perhitungan mekanika kuantum semiempirik AM1. Analisis komponen utama dilakukan sebelum proses regresi untuk mendapatkan variabel laten yang merupakan hasil transformasi data deskriptor muatanatom bersih (q). Dengan pendekatan regresi komponen utama diperoleh keterkaitan erat antara log IC 50 dan q yang direpresentasikan dengan persamaan HKSA berikut :log IC 50 = 0,671 - 0,041.x 1 + 0,232.x 2 + 0,270.x 3 - 0,087.x 4 + 0,105.x 5dengan, n = 27, r = 0,762, SE = 0,362, F hitung /F tabel = 2,168.Quantitative Structure Activity Relationship (QSAR) analysis of amino-pyrimido-isoquinolin-quinone analoguesas antitumor compound has been done using principal component regression approaches. Biological activitydata that used in this research were the activity against tumor cell AGS (Human Gastric Adenocarcinoma CellLine) as log IC 50 values. Atomic net charges (q) in the skeleton of the compound have been selected asdescriptors and all data were resulted by geometry optimization using AM1 semiempirical quantum mechanicscalculations. Principle component analysis has been performed before regression process to produce latentvariables by transformation of the descriptors. Based on principle component regression approaches, there isa selected quantitative relationship between log IC 50 to the descriptors that was shown by QSAR equation below:log IC 50 = 0.671 – 0.041.x 1 + 0.232.x 2 + 0.270.x 3 – 0.087.x 4 + 0.105.x 5with, n = 27, r = 0.762, SE = 0.362, F calc. /F table = 2.168.
PEMBUATAN GLISEROL DENGAN REAKSI HIDROLISIS MINYAK GORENG BEKAS Aziz, Isalmi; Nurbayti, Siti; Suwandari, Juwita
CHEMISTRY PROGRESS Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.6.1.2013.2067

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan gliserol dengan reaksi hidrolisis minyak goreng bekas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi operasi (waktu, suhu, konsentrasi katalis (HCl) danperbandingan reaktan) yang optimum yang dapat memberikan yield gliserol yang maksimal. Penentuan kondisioptimum didasarkan pada analisa kadar asam lemak bebas yang dihasilkan. Reaksi dilakukan denganmencampur minyak goreng bekas dengan HCl dan air. Dari data optimasi didapatkan kondisi optimumpembuatan gliserol pada waktu reaksi 1 jam, konsentrasi HCl 3%, suhu 100o C dan perbandingan reaktan 1:9dengan yield gliserol 5,87%.A research was done to produce of glycerol premises used cooking oil hydrolysis reaction. This study was todetermine the operating conditions (time, temperature, catalyst concentration HCl and the ratio of reactants) togive optimum yield a maximum. Determination of optimum conditions based on the analysis of free fatty acidlevels resulting. The Produce of glycerol by mixing cooking oil with HCl and water. From the data obtainedoptimization optimum conditions for the produced of glycerol at 1 hour, 3% HCl concentration, temperature of100 ° C and the reactant ratio of 1:9 to yield 5.87% glycerol.

Page 1 of 1 | Total Record : 6