cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
CHEMISTRY PROGRESS
ISSN : 19795920     EISSN : 27158365     DOI : -
Core Subject : Science,
Majalah Ilmiah Chemistry Progress merupakan media untuk menyebarkan informasi ilmiah dan sarana komunikasi bagi para ilmuan dan cendekiawan melalui tulisan-tulisan ilmiah. Majalah Ilmiah Chemistry Progress terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November) berisi kajian penelitian dalam lingkup ilmu kimia (organik, anorganik, analitik, biokimia, fisika, bahan alam, lingkungan, pangan, kelautan, pertambangan, farmasi dan komputasi). Jumlah halaman pervolume adalah 55-65 halaman.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2015)" : 5 Documents clear
KONVERSI ARANG TEMPURUNG KELAPA MENJADI ELEKTRODA KARBON Rampe, Meytij Jeanne
CHEMISTRY PROGRESS Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.8.2.2015.13267

Abstract

Coconut shell of coconut represent one of source of material to yield charcoal, activated carbon, liquid smoke, ornament and other crafting. If coconut shell of coconut of pyrolized hence product the core important is charcoal with result from other side component of volatil, ash and water. The charcoal coconut shell of coconut was measure up to good hardness, fixed carbon high and dusty rate lower. Charcoal is a solid of materials which have pore and represent result of warm-up of pregnant materials [of] carbon element. Most of its pores still closed with hydrocarbon, other organic compound and tar and its component consist of carbon tied, ash, water, sulphur and nitrogen. Carbon material represent one of [the] material type which potential enough its use in the field of construction and engineering. Carbon material have some type of allotrop among others graphite, diamond, carbon black, fullerene and carbon tube nano (CNT). Carbon can be yielded at temperature 1000-1300 oC while graphite heated at temperature >2500 oC. Sintesis of carbon electrode from of the charcoal coconut shell can be done by warm-up at temperature 1500 oC and yield carbon electrode of charcoal of amorf become carbon with structure of semi-cristal.Tempurung kelapa merupakan salah satu sumber material untuk menghasilkan arang, karbon aktif, asap cair, ornament dan kerajinan lainnya. Apabila tempurung kelapa dipirolisis maka produk utamanya adalah arang dengan hasil samping komponen volatil, air dan abu. Arang tempurung kelapa memiliki sifat kekerasan yang baik, kadar karbon terikat tinggi dan kadar abu rendah. Arang adalah suatu bahan padat yang berpori dan merupakan hasil pemanasan dari bahan yang mengandung unsur karbon. Sebagian besar dari pori-porinya masih tertutup dengan hidrokarbon, tar dan senyawa organik lain dan komponennya terdiri dari karbon terikat, abu, air, nitrogen dan sulfur. Material karbon merupakan salah satu jenis material yang cukup potensial penggunaannya dalam bidang rekayasa dan konstruksi. Material karbon memiliki beberapa jenis allotrop di antaranya grafit, intan, black carbon, fullerene dan carbon nano tube (CNT). Karbon dapat dihasilkan pada temperatur 1000-1300 oC sedangkan grafit dipanaskan pada temperatur 2500 oC ke atas. Pembuatan elektroda karbon dari arang tempurung kelapa dapat dilakukan pada pemanasan pada temperatur 1500 oC dan menghasilkan elektroda karbon dari arang amorf menjadi karbon dengan struktur semi-kristal.
NILAI GIZI, FITOKIMIA DAN KADAR TOTAL FENOL DARI BEBERAPA UMBI LOKAL SULAWESI TENGGARA Wahyuni, Sri; Indradewi, Fery
CHEMISTRY PROGRESS Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.8.2.2015.13263

Abstract

This research conducted to explore nutritional value, bioactive compounds and antioxidants concentration from tuber local foods of South East Sulawesi as functional food to maintain and develop health status for local society in South East Sulawesi. The local food was used in this study consist of Manga and Opha (Dioscorea alata Yam), Ghofa/Gembili (Dioscorea esculenta (Lour.) Burkill), Tonea/Keladi (Colocasia esculenta (L.) Schott). The total phenolic content in the extracts was determined using the Folin-Ciocalteu reagent method with equivalent tannic acid as a standard. The phytochemical screening was used to identify bioactive compounds in the tuber extracts. The result of this study showed that tubers local food had bioactive compounds such as alkaloid, tannin, and saponin. Nutrient tubers content are best found in the tubers, which has the highest protein content, glucose, and starch, but the lowest fat when compared to the three sample types other tubers. South East Sulawesi local tuber has a total concentration of phenol which is equivalent to the concentration of tannic acid as antioxidant standard. The highest concentration present in the chloroform extract contains alkaloids from bulbs Manga amounted to 259.5 ppm. While total phenol content is the lowest chloroform extract contains alkaloids from bulbs Opha of 20.5 ppm. This result is generally having the highest levels of total phenol content from water extract compared with the chloroform extract, except in Manga tubers.Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi nilai gizi, senyawa bioaktif dan konsentrasi antioksidan dari makanan lokal umbi Sulawesi Tenggara sebagai makanan fungsional untuk mempertahankan dan mengembangkan status kesehatan bagi masyarakat lokal di Sulawesi Tenggara. Makanan lokal umbi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Manga dan Opha (Dioscorea alata Yam), Ghofa/Gembili (Dioscorea esculenta (Lour.) Burkill), Tonea/Keladi (talas (L.) Schott). Jumlah total fenol dalam ekstrak ditentukan dengan menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan asam tanat setara sebagai standar. Uji fitokimia digunakan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif dalam ekstrak umbi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makanan umbi lokal memiliki senyawa bioaktif seperti: alkaloid, tanin, dan zat saponin. kandungan gizi umbi yang terbaik ditemukan pada umbi Tonea yang memiliki kandungan protein, glukosa, dan pati tertinggi, tetapi lemak terendah jika dibandingkan dengan tiga jenis sampel umbi lainnya. Sultra umbi lokal memiliki Konsentrasi total fenol yang setara dengan konsentrasi asam tanat senyawa antioksidan sebagai standar, konsentrasi total fenol tertinggi terdapat pada ekstrak kloroform yang mengandung alkaloid dari Manga sebesar 259,5 ppm. sementara kadar fenol total terendah terdapat pada ekstrak kloroform yang mengandung alkaloid dari Opha 20,5 ppm. Jenis umbi lokal Sultra yang dianalisis dalam penelitian ini, umumnya memiliki konsentrasi total fenol tertinggi dari ekstrak air dibandingkan dengan ekstrak kloroform, kecuali pada umbi Manga.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR DAN ETANOL DARI EMPELUR BATANG SAGU BARUK (Arenga microcarpha)AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR DAN ETANOL DARI EMPELUR BATANG SAGU BARUK (Arenga microcarpha) Ginting, Alvin Febryanto; Suryanto, Edi; Momuat, Lidya Irma
CHEMISTRY PROGRESS Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.8.2.2015.13265

Abstract

The objective was to determined antioxidant activity of water and ethanol extracts from sago baruk trunk pith. After that, the extracts of trunk pith were analyzed total phenolic and condensed tannin content. Antioxidant activity of each extracts were evaluated using 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) free radical at various concentrations (1-5 mg/ml). The extracts were identified its compounds group by spectrophotometry UV at 200-400 nm. This result showed that water extract (EA) has highest total phenolic content than ethanol extract 80%. The phenolic total content of EA and EE80 were 124.62; and 86.52 μg/mL, respectively. Whereas, ethanol extract 80% has condensed tannin no different with water extract. The condensed tannin total content of EE80 and EA were 39.911 and 39.74 μg/mL, respectively. Result was evaluation of DPPH free radical scavenging, ethanol extract 80% showed highest free radical scavenging activity than water extract. Result was IC50 calculation of EE80 and EA have IC50 value were 56.23 and 1949.84 μg/mL, respectively. UV spectra of phenolic compounds in the water and ethanol extracts exhibited a maximum absorbance at 275 nm and indication present in tannin condensed component. It was concluded that ethanol extract 80% having tannin condensed component and potential as antioxidantPenelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak air dan ekstrak etanol dari empelur batang sagu baruk. Empelur batang sagu baruk diekstraksi dengan menggunakan pelarut air dan etanol. Setelah itu, setiap ekstrak dianalisis kandungan total fenolik dan tanin terkondensasi. Aktivitas antioksidan dari ekstrak empelur batang dievaluasi dengan radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) pada berbagai konsentrasi (1-5 mg/mL). Ekstrak diidentifikasi golongan senyawanya dengan spektrofotometer UV-vis pada panjang gelombang 200-400 nm. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak air (EA) memiliki kandungan total fenolik tertinggi daripada ekstrak etanol 80% (EE). Kandungan total fenolik EA dan EE berturut-turut adalah 150,31 dan 88,92 μg/mL sedangkan kandungan total tanin terkondensasi tidak menunjukkan perbedaan antara ekstrak air dan ekstrak etanol 80%. Kandungan total tanin terkondensasi EA dan EE berturut turut adalah 39,91 dan 39,74 μg/mL. Hasil pengujian aktivitas penangkal radikal bebas DPPH, ekstrak etanol menunjukkan penangkal radikal bebas DPPH yang lebih tinggi daripada ekstrak air. Hasil penghitungan IC50 untuk ekstrak etanol dan ekstrak air berturut-turut adalah 56,23 dan 1949,84 μg/mL. Spektra UV dari senyawa fenolik yang terdapat dalam ekstrak air dan atanol menunjukkan absorbansi maksimum pada 275 dan petunjuk adanya komponen tannin terkondensasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak etanol 80% memiliki tanin terkondensasi dan berpotensi sebagai antioksidan.
ISOLASI CAPSAICIN DARI OLEORESIN CABAI RAWIT Thaib, Novita; Katja, Dewa Gede; Aritonang, Henry Fonda
CHEMISTRY PROGRESS Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.8.2.2015.13266

Abstract

This study aims to isolate the capsaicin of cayenne pepper oleoresin by extraction method. The results obtained as much as 0.5 g (0.5%) products of 100 g of dried cayenne pepper. Product is colorless crystalline solid (clear), a melting point of 66 oC and a refractive index of 1.4694. Crystals were analyzed with an infrared spectrophotometer (IR), namely the OH group (3409.9 cm-1 and 1026.1 cm-1), NH stretching and bending (3278.8 cm-1, 1515.9 cm-1 and 920 cm-1) which is a secondary amide, C=C (1643.2 cm-1), CH stretching from CH3 and CH2 (2927.7 cm-1 and 2854.5 cm-1) and CH bending of CH2 and CH3 (1461.9 cm-1 and 1377.1 cm-1), C=O (1747.4 cm-1) and group O-CH3 asymmetric and symmetric (1253.6 cm-1 and 1164.9 cm-1).Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi capsaicin dari oleoresin cabai rawit metode refluks menggunakan pelarut kloroform. Hasil yang diperoleh sebanyak 0,5 g (0,5 %) produk dari 100 g cabai rawit kering. Produk berupa padatan kristal tak berwarna (bening), titik leleh 66 dan indeks bias 1,4694. Kristal yang diperoleh dianalisis dengan spektrofotometer infra merah (IR), yaitu adanya gugus OH (3409,9 cm-1 dan 1026,1 cm-1), NH stretching dan bending (3278,8 cm-1, 1515,9 cm-1 dan 920 cm-1) yang merupakan suatu amida sekunder, C=C (1643,2 cm-1), CH stretching dari CH3 dan CH2 (2927,7 cm-1 dan 2854,5 cm-1) dan CH bending dari CH2 dan CH3 (1461,9 cm-1 dan 1377,1 cm-1), C=O (1747,4 cm-1) serta gugus O-CH3 asimetrik dan simetrik (1253,6 cm-1 dan 1164,9 cm-1).
PREDIKSI ENERGI CELAH PITA DALAM TIO2-ANATAS DAN TIO2-ANATAS TERDADAH PERAK (AG) Sutrisno, Hari
CHEMISTRY PROGRESS Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.8.2.2015.13264

Abstract

The band gaps of pure TiO2-anatase and Ag-doped TiO2-anatase have been predicted with density functional theory (DFT) approach. Kohn-Sham density functional theory calculations are performed using local density approximation (LDA) and generalized gradient approximation from Perdew-Burke-Ernzerhof (GGA+PBE) for exchange-correlation functionals. The first-principle calculations were done using unit cell convensional dan supercell (2x1x1) methods for TiO2-anatase and Ag-doped TiO2-anatase, respectively, as implemented within Amsterdam Density Functional (ADF) package of ADF-BAND version 2014.10. The calculated band gaps of pure TiO2-anatase from LDA and GGA+PBE were 2.74 and 2.87 eV, respectively. The intermediate band has been resulted from the calculation of Ag-doped TiO2-anatase using LDA and GGA+PBE as exchange-correlation functionals. The calculated band gaps of Ag-doped TiO2-anatase using LDA were 0.92 eV above valence band and 1.74 eV below conduction band, meanwhile from GGA+PBE were 1.02 eV above valence band and 1.78 eV below conduction band.Energi celah pita dalam TiO2-anatas dan TiO2-anatas terdadah perak (Ag-TiO2-anatas) dapat diprediksi dengan pendekatan density functional theory (DFT). Persamaan Kohn-Sham digunakan untuk perhitungan berdasarkan pendekatan density-functional theory (DFT) dengan fungsi korelasi perubahan local density approximation (LDA) and generalized gradient approximation dari Perdew-Burke-Ernzerhof (GGA+PBE). Perhitungan prinsip awal energi celah pita dilakukan menggunakan metode unit sel konvensional TiO2-anatas dan supersel (2x1x1) Ag-TiO2-anatas dengan program ADF-BAND versi 2014.10 yang terdapat dalam paket program Amsterdam Density Functional (ADF). Hasil perhitungan energi celah pita untuk TiO2-anatas diperoleh nilai energi celah pita berdasarkan LDA dan GGA+PBE sebagai fungsi korelasi perubahan, masing-masing sebesar 2,74 dan 2,87 eV. Pita antara (intermediate band) dihasilkan dari perhitungan energi celah pita dalam Ag-TiO2-anatas berdasarkan pendekatan DFT dengan fungsi korelasi perubahan LDA and GGA+PBE). Hasil perhitungan energi celah pita dalam Ag-TiO2-anatas dengan LDA sebesar 0,92 eV di atas pita valensi dan 1,74 eV di bawah pita konduksi, sedangkan dengan GGA+PBE sebesar 1,02 eV di atas pita valensi dan 1,78 eV di bawah pita konduksi. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5