cover
Contact Name
Suprayitno
Contact Email
jsubtansi@gmail.com
Phone
+6281380853065
Journal Mail Official
jsubstansi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya Tangerang Selatan - Banten 15222
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Substansi: Sumber Artikel Akuntansi Auditing dan Keuangan Vokasi
ISSN : 25980106     EISSN : 26209853     DOI : https://doi.org/10.35837/subs
Core Subject : Economy,
SUBSTANSI: Sumber Artikel Akuntansi, Auditing, dan Keuangan Vokasi. merupakan jurnal yang mengupas artikel berkaitan dengan topik seputar Akuntansi, Auditing, dan Keuangan Vokasi. Salah satu keunikan jurnal ini adalah memublikasikan kajian ilmiah yang lebih bersifat terapan (applied science) di area akuntansi, auditing, dan keuangan vokasi.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2017)" : 12 Documents clear
Tinjauan Umum SIA Aspek Pengendalian Internal pada Siklus Penggajian Studi Kasus Pencairan Premi di DJBC Suprayitno Suprayitno; Ramadhani Minggar Husodo
SUBSTANSI Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.543 KB) | DOI: 10.35837/subs.v1i2.256

Abstract

Kegiatan penggajian merupakan bagian dari salah satu siklus Human Resource Management and Payroll, sebagai sub sistem pada Sistem Informasi Akuntansi. Aspek yang terpenting dari siklus ini adalah bagaimana suatu organisasi dapat menyajikan proses perhitungan gaji dengan akurat, termasuk menyampaikan kompensasi kerja kepada pegawai disertai dengan akuntabilitas dan keandalan data. Paper ini menyajikan tinjauan secara umum pelaksanaan kegiatan penggajian, dan khususnya pencairan Premi diĀ  lingkungan unit kerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Aspek yang dibahas pada paper ini adalah terkait dengan kecukupan penerapan sistem pengendalian intern, khususnya terkait dengan proses bisnis yang melekat pada pencairan dana Premi. Berdasarkan temuan, secara umum praktik-praktik terbaik sesuai dengan regulasi dan teori-teori terkait dengan SPI, sistem informasi akuntansi, didapatkan bahwa penyelenggaran pencairan Premi sudah dilaksanakan dengan cukup baik. Namun demikian, ada beberapa kelemahan terkait dengan penyelenggaraan SIA untuk kegiatan pencairan Premi, yaitu belum diimplementasikan semacam aplikasi SIA berbasis komputer yang dapat memperkuat tatanan pengendalian internal dalam menghasilkan perhitungan data kompensasi berupa Premi tersebut kepada para pegawai yang berhak. Dengan demikian, penerapan SIA berbasis komputer memberikan alternatif mekanisme kerja yang seharusnya dapat diadopsi pada kegiatan penggajian, khususnya pencairan dana Premi di DJBC.
Tax Amnesty upaya Memperkuat Penerimaan Negara Sektor Pajak Lestari Kurniawati
SUBSTANSI Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.266 KB) | DOI: 10.35837/subs.v1i2.252

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penyajian eksploratif deskriptif. Metode ini cocok diterapkan karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran implementasi kebijakan tax amnesty di Indonesia dalam upaya untuk memperkuat penerimaan negara. Hal ini penting untuk dilakukan karena lebih dari 80% penerimaan negara berasal dari penerimaan pajak. Penerapan self assessment dalam penghitungan kewajiban perpajakan mengakibatkan penerimaan pajak bergantung pada kepatuhan wajib pajak dalam mematuhi peraturan perpajakan. Ketidakpatuhan wajib pajak dapat dilakukan dengan cara tidak melaporkan sebagian atau seluruh kewajiban perpajakannya (tax evasion). Praktik tax evasion berdampak pada hilangnya potensi penerimaan pajak yang berakibat pada kerugian negara. Kebijakan Tax amnesty dimaksudkan untuk mengenakan kembali pajak yang belum dibayar dari kegiatan ekonomi bawah tanah ataupun pelaporan pajak yang tidak jujur. Dari empat kali pelaksanaan kebijakan tax amnesty, Pemerintah Indonesia berhasil melaksanakan dengan baik program tax amnesty Tahun 2008 dan 2016 dengan capaian tambahan penerimaan negara jangka pendek dan perluasan basis data. Sedang pada pelaksanaan tax amnesty Tahun 1964 dan 1984, partisipasi masyarakat dalam program ini rendah sehingga tidak dapat mendatangkan penerimaan negara jangka pendek maupun menghasilkan perluasan data untuk meningkatkan penerimaan jangka panjang melalui tingkat kepatuhan pajak.

Page 2 of 2 | Total Record : 12