cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin (JTM)
Published by Politeknik Kediri
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 61 Documents
PENGARUH VARIASI ETANOLTERHADAP PRESTASI MESIN INDIRECT INJECTION irawan, Dani
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Volume 7, nomor 1 (2018)
Publisher : Program Studi Perawaran dan Perbaikan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan bakar etanol-campuran bensin digunakan untuk menguji mesin indirect injection terhadap rasio udara-bahan bakar (λ) untuk mengetahui kinerja dan emisi gas buang. Jumlah injeksi bahan bakar disesuaikan secara manual oleh sistem kontrol loop terbuka menggunakan pengontrol. Ditemukan bahwa tanpa mengubah bukaan throttle dan strategi injeksi, λ menjadi lebih sedikit karena kandungan etanol meningkat. Hasil tes performa mesin menunjukkan torsi output akan meningkat sedikit pada pembukaan katup throttle yang kecil ketika bahan bakar etanol-campuran bensin digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa emisi CO dan HC berkurang dengan meningkatnya kandungan etanol dalam bahan bakar campuran, yang dihasilkan dari pengayaan oksigen. Pada rasio kesetaraan udara-bahan bakar sedikit lebih besar dari jumlah terkecil CO dan HC dan jumlah CO 2 terbesar dihasilkan. Tercatat bahwa kondisi pembakaran emisi CO2 adalah dikendalikan oleh rasio kesetaraan udara-bahan bakar; sementara di bawah kondisi pembakaran yang kaya, emisi CO2 diimbangi oleh emisi CO.  ditemukan bahwa emisi CO2 per unit untuk bahan bakar campuran adalah sama untuk bahan bakar bensin. Dari data percobaan, kadar etanol optimal untuk meningkat rasio udara dan bahan bakar bensin, meningkatkan performa mesin dan mengurangi polusi udara. Kata kunci: Bahan bakar etanol-campuran bensin; Rasio udara-bahan bakar; Emisi ; Performa mesin
ANALISA VOLUME BORATES LAS KUNINGAN TERHADAP KEKUATAN IMPACT DAN TARIK GESER PELAT ST 50 DAN STAINLESS STEEL Wahyu Susanto, Riswan Eko; arif, Saiful
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Volume 7, No.2 (2018)
Publisher : Program Studi Perawaran dan Perbaikan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari Penelitian adalah diperolehnya komposisi bahan tambah fluks (borates) pada kekuatan tarik dan kekuatan impak yang sesuai guna aplikasi sambungan pembentuk pisau dengan penggunaan kombinasi penggabungan dua material (joint method) pengelasan bahan kuningan dan borates. Metode penelitian yang digunakan  merupakan true experimental research. Variabel bebas nya volume Borates 0,5 gr, 1 gr, 1,5 gr dan 2 gr, Variabel terikat yang digunakan pada penelitian ini adalah: kekuatan tarik dan kekuatan impact. Variabel kontrol pada penelitian ini adalah: pelat ST50 tebal 2,5 mm, Stainless Steel tebal 2,3 mm, kawat kuningan 2,3 mm panjang setiap spesimen 1,5 mm, tekanan gas. Mesin Las OAW, Mesin Uji tarik (UTM_WDW-20) dan Mesin uji Impact menggunakan Universal Impact Testing (Hung Ta Instrument Co.Ltd). Hasil Pengujian dilakukan analisa pendekatan statistic ANOVA Satu arah. Dalam penelitian ini diperoleh bahwa semakinttinggi volume borates maka kekuatan tariknya semakin meningkat dengan kekuatan tarik maksimal sebesar sebesar 382,4 Mpa pada volumeeborates 2 gram, dan kekuatan tarik terendah sebesar 166,2 Mpa pada volume borates sebesar 0,5 gram. Sedangkan pada uji impak bahwa semakin tinggi volume borates maka kekuatan tariknya semakin meningkattdengan kekuatannimpak maksimal sebesar 103,16 Mpa padaivolume borates 2 gram, dan kekuatan impak terendah sebesar 98,95 Mpa pada volume borates sebesar 0,5 gram. Kemudian diperoleh bahwa nilai kekuatan tarik lebih besar daripada kekuatan impak. Sedangkam hasil analisa Anova diperoleh bahwa volume borates berpengaruh nyata terhadap kekuatan tarik dan kekuatan Impak dengan tingkat keyakinan 95 persen. The aim of the study was to obtain the appropriate composition of flux (borates) in tensile strength and impact strength for the application of knife-forming joints by the use of a combination of two joint methods of welding brass and borates. The research method used is true experimental research. The independent variable is the volume of Borates 0.5 gr, 1 gr, 1.5 gr and 2 gr, Dependent variables used in this study are: tensile strength and impact strength. The control variables in this study were: ST50 plate 2.5 mm thick, Stainless steel 2.3 mm thick, brass wire 2.3 mm long each specimen 1.5 mm, gas pressure. OAW Welding Machines, Tensile Testing Machines (UTM_WDW-20) and Impact Testing Machines using Universal Impact Testing (Hung Ta Instrument Co.Ltd). The test results were analyzed by one-way ANOVA statistical approach. In this study, it was found that due to the high volume of borates, the tensile strength increased with a maximum tensile strength of 382.4 Mpa in volume gram 2 grams, and the lowest tensile strength of 166.2 Mpa on the volume of borates of 0.5 gram. Whereas in the impact test that the higher the volume of borates, the tensile strength increases with the maximum strength of 103.16 Mpa at the volume of borates 2 grams, and the lowest impact strength of 98.95 Mpa on the volume of borates of 0.5 grams. Then it is obtained that the value of tensile strength is greater than the impact strength. While
PENGARUH GAP VOLTAGE DAN DUTY FACTOR PADA PROSES ELECTRICAL DISCHARGE MACHINING MATERIAL BAJA PERKAKAS TERHADAP RASIO KEAUSAN ELEKTRODA MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Bisono, Rahayu Mekar; Jainudin, Muhamad
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Volume 7, nomor 1 (2018)
Publisher : Program Studi Perawaran dan Perbaikan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EDM sinking adalah proses pemotongan logam menggunakan erosi karena loncatan bunga api listrik. Metode ini secara teratur digunakan ketika geometri, dimensi dan toleransi benda kerja tidak dapat dicapai dengan proses pemesinan lainnya. Pemilihan variabel proses dilakukan untuk mencapai kinerja pemesinan terbaik. Variabel proses ditentukan berdasarkan pada pengalaman dan buku manual. Seperti pada proses pemesinan konvensional, elektroda dalam proses EDM sinking juga mengalami keausan. Jumlah keausan elektroda dipengaruhi oleh lompatan bunga api listrik dari elektroda ke benda kerja. Pengaturan yang tepat pada pemesinan sinking EDM untuk menghasilkan rasio keausan elektroda minimum adalah dengan menggunakan kombinasi gap voltage 40 dan duty factor 0,5. Katakunci :  sinking EDM, gap voltage, duty factor, RKE
PROSEDUR PEMBUATAN MAGAZINE CONVEYOR KAPASITAS 150 Kg PADA PT. MATABIRU INDONESIA – PASURUAN Styono, Agus
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Volume 7, No.1 (2018)
Publisher : Program Studi Perawaran dan Perbaikan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Matabiru Indonesia ini memiliki banyak tenaga yang terampil, teliti dan berpengalaman sehingga mampu melayani jasa dengan baik, salah satunya yang sudah bermitra kerja adalah PT Multi Bintang Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang minuman bir di Indonesia. Dalam hubungan kerja ini PT Matabiru Indonesia membuat Magazine Conveyor Kapasitas 150 Kg. Magazine Conveyor ini berfungsi untuk membantu proses loading dan penataan galon bir pada palet. Oleh karena itu  penulis memberikan solusi agar mampu membantu pengerjaan industri dalam hal proses produksi industri maupun manufaturd dengan judul Prosedur Pembuatan Magazine Conveyor Kapasitas 150 Kg Pada PT MatabiruIndonesia.Dari kegiatan yang telah dilakukan dapat diambil rumusan masalah yaitu “Bagaimanakah Prosedur Pembuatan Magazine Conveyor Kapasitas 150 Kg Pada PT MatabiruIndonesia?”.Berdasarkan hasil penelitian pada PT Matabiru Indonesia selama satu bulan didapat hasil berupa Prosedur Pembuatan Magazine Conveyor Kapasitas 150 Kg Pada PT Matabiru Indonesia harus melalui 5proses.Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan, maka didapatkan bahwa sangan perlu mengikuti tahapan dalam pembuatan magazine conveyor agak tidak terjadi pembongkaran ulang. PT Matabiru Indonesia has a lot of skilled, meticulous and experienced personnel so that it is able to serve services well, one of which has a working partnership is PT Multi Bintang Indonesia is a company engaged in beer beverage in Indonesia. In this work relationship PT Matabiru Indonesia created a 150 Kg Capacity Conveyor Magazine. Magazine This conveyor serves to help the loading process and arrangement of gallons of beer on the pallet. Therefore the author provides a solution to be able to help work on the industry in terms of industrial production processes and manufaturd with the title of Making Procedures for 150 Kg Capacity Conveyor Magazine at PT Matabiru Indonesia. From the activities that have been done can be taken the formulation of the problem, namely "What is the Procedure for Making a 150 Kg Magazine Conveyor Capacity at PT Matabiru Indonesia?". Based on the results of research at PT Matabiru Indonesia for one month the results were in the form of a 150 Kg Capacity Conveyor Making Procedure for PT Matabiru Indonesia which had to go through 5 processes. Based on the results of the discussions that have been conducted, it is found that it is necessary to follow the stages in making the magazine conveyor rather there is no re-dismantling.
PERAWATAN MESIN BUBUT (BAGIAN ERETAN MELINTANG) PADA UNIT KERJA WORKSHOP PT. GUDANG GARAM .Tbk. Afifudin, Helmi; Wahyu, Mujahid
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Volume 7, nomor 1 (2018)
Publisher : Program Studi Perawaran dan Perbaikan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannyadilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. salah satupermasalahan yang terjadi pada mesin bubut adalaah tidak adanya prosedur perawatan mesin eretan yang berfungsi untuk mencekram benda kerja. tujuan dari penelitian ini adalahmembuat SOP tentang perawatan mesin bubut khususnya pada bagian eretan melintang. Merode yang digunakan adalah metode observasi. Hasil dari penelitian ini adalahtervbentuknya SOP bangian eretan melintang pada mesin bubut.Lathe is a machine tool used to cut rotated objects. Lathe itself is a process of feeding workpieces whose incisions are carried out by rotating the workpiece then worn on the toolthat is moved in translation parallel to the rotating axis of the workpiece. one of the problems that occur in the lathe is the absence of erection machine maintenance procedures that serve to grip workpieces. The purpose of this study was to make an SOP on the treatment of lathes, especially in cross section erections. The method used is the observation method. The results of this study are the formation of a cross-sectional SOP on a lathe.
PERAWATAN WATER TUBE BOILER H-900 DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA wahyu, Mujahid; Kurniawan, Ahmad Robin
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Volume 7, No.2 (2018)
Publisher : Program Studi Perawaran dan Perbaikan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan perawatan (Maintenance) meliputi kegiatan pengontrolan,  service  sampai  dengan perbaikan  atau  pergantian  suku cadang atau komponen yang terdapat pada fasilitas mesin mesin tersebut. Selain itu, peranan perawatan mesin sangat penting untuk menjaga agar produksi berjalan dengan baik dan lancer sehingga terhindar dari kemungkinan  kerusakan  mesin,  menurunnya  produktivitas  jam  kerja  dan  biaya perawatan  yang  tinggi. Pada dasarnya yang diharapkan dari beberapa mesin tidak  lain  untuk meningkatkan efektifitas serta porsi ke untungan bagi perusahaan. Oleh karena itu penggunaan mesin produksi tidakterlepas dari adanya pemeliharaan  yang  menjaga  agar  mesin produksi tetap terus dapat berjalan dan menjaga kestabilan produksi. Oleh  karena  rumusan masalah Bagaimana Cara Perawatan High Grade Fugal (Hgf) Robert Ws Centrifugal Tipe G– 12 Di PT. Perkebunan Nusantara X PG. Meritjan Kediri Jawa Timur?” Berdasarkan  hasil  yang    telah  dilakukan,  maka didapatkan simpulan sebagai berikut Troubleshooting yang sering terjadi pada mesin HGF ada beberapa hal,  yaitu: . pada AS, AS putus, karena Bearing aus., Pada Stang hensim,stang hansim putus kerena terlalu lama pemakaian, Pada Koberbofer, kerena terlalu lamapemakaian Perawatan pada mesin HGF yaitu : Sering melakukan pengecekan pada rumahbering, stang hensim, dan koberbofer pada saat over houl Maintenance activities (Maintenance) include control activities, service to repair or replacement of parts or components contained in the engine facilities of the machine. In addition, the role of engine maintenance is very important to keep the production running well and smoothly so as to avoid the possibility of engine damage, decreased working hours productivity and high maintenance costs. Basically what is expected from some machines is nothing but to increase the effectiveness and portion to profit for the company. Therefore the use of production machinery is inseparable from the maintenance that keeps the production machinery running and maintaining the stability of production. Therefore, both the main engine and the supporting engine must obtain optimal maintenance or maintenance in order to facilitate production activities. This is part of the Meritjan Kediri PG, where all production processes are carried out using a variety of machines. Because of the formulation of the problem How to Treat High Grade Fugal (Hgf) Robert Ws Centrifugal Type G– 12 at PT. Nusantara X Plantation PG. Meritjan Kediri East Java? "Based on the results that have been done, the following conclusions are obtained. Troubleshooting that often occurs on HGF machines is several things, namely:. in the US, the US broke up, due to worn bearings. In the handlebar, the handlebar was broken because it was too long to use, on the buster, because of the too long usage of maintenance on the HGF machine, often checking the house, the handlebar, and the buster when over holl
PERANCANGAN PINTU SEMI OTOMATIS BAK DRYER DENGAN SISTEM PNEUMATIK DI PT. BISI INTERNATIONAL Tbk. Pratama, Fajar; Rahmad, Hadi
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Volume 7, No.2 (2018)
Publisher : Program Studi Perawaran dan Perbaikan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahap pengeringan pertama sebelum jagung di pipil, pengeringan dilakukan selama 7 hari dan hasilnya kadar air pada jagung menurun sampai 12 %. Hal ini bertujuan untuk membuat benih jagung agar tidak mudah busuk, dan uap untuk mengeringkan jagung di ambil dari pembakaran bonggol jagung. Setelah jagung di keringkan selanjutnya jagung akan dipipil pada mesin pemipil jagung, untuk memindahakan jagung dari bak dryer ke mesin pemipil menggunakan konveyor, dan pada proses pengeluaran jagung dari bak dryer kekonveyor masih dilakuakn secara manual, yaitu dengan cara membuka pintu penutup  bak  dryer.  Hal  tersebut  akan  memperlambat  suatu  prose  produksi, karena untuk membuka pintu bak dryer pekerja harus berjalan memasuki lorong yang panjang untuk membuka satu persatu pintu. rumusan masalah “Bagaimana cara merancang alat pintu otomatis bak dryer dengan sistem pneumatik di PT. BISI International Tbk.”? Metode yang digunakan adalah metode survey, hasil yang di dapat adalah diameter silinder piston yang digunakan sebesar 30 mm dan diameter piston sebesar 12 mm dengan panjang 1000 mm. kompresor yangdibutuhkan sebesar 0,92 PK untuk 1 buah pintu Bak Dryer, dan total rancangan anggaran biaya yang dibutuhkan untuk 1 pintu Bak Dryer Semi Otomatis sebesar Rp 8.389.900. At the first drying stage before corn in the pipil, drying is done for 7 days and the result is that the water content in corn decreases to 12%. This is intended to make the corn seeds not to rot easily, and the steam to dry corn is taken from the burning of corn cobs. After the corn is dried then the corn will be piped to the corn sheller machine, to move the corn from the dryer tub to the shelling machine using a conveyor, and in the process of removing corn from the dryer tub to the conveyor, it is manually done, namely by opening the blow dryer tub. This will slow down a production process, because to open the tub dryer door workers must walk into a long hallway to open one by one the doors. The level of security for workers is also lacking due to the large amount of dust and heat in the aisle. formulation of the problem "How to design an automatic door tub dryer with pneumatic systems at PT. BISI International Tbk. "? The method used is the survey method, the results obtained are the piston cylinder diameter used by 30 mm and the piston diameter of 12 mm with a length of 1000 mm. the compressors needed are 0.92 PK for 1 door Bak Dryer, and the total budget design cost needed for 1 door Semi Automatic Dryer is Rp. 8.389,900. Key words: semi-automatic door, bal driyer, pneumatic, bisi
VARIASI TEMPERATUR PROSES PADA PERANCANGAN PROTOTYPE MESIN EKSTRUSI POLIMER SINGLE SCREW Irawan, Dani; Bisono, Rahayu Mekar
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Volume 7, No.2 (2018)
Publisher : Program Studi Perawaran dan Perbaikan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  adalah  memvariasikan temperatur proses pada perancangan  dan  memfabrikasi mesin  ekstrusi  single  screw  sebagai bahan uji coba prototype dan menemukan karakteristik temperatur yang sesuia pada mesin ekstrusi hasil perancangan.  Dalam penelitian ini memvariasikan temperatur  proses  terhadap  temparatur  melting,  pada  putaran konstan  yang  akan menghasilkan  beberapa karakteristik bentuk produk yang berbeda. Variasi temperatur prosesnya adalah: temperatur  proses  165°C,  dan  temperatur  proses  185°C.  metode penellitian yang digunakan adalh exsperimen. Hasil penelitian  menunjukan bahwa  dengan menggunakan bentuk dan dimensi ekstruder  sebagai indikator keberhasilan maka, temparatuer proses yang sesuai untuk mesin dengan single screw  kisaran 185 oC.
PENGARUH KECEPATAN PUTARAN, KEMIRINGAN TATAKAN, DAN BANYAKNYA PUTARAN TERHADAP HASIL PENGUPASAN KULIT TELUR PUYUH REBUS arif, Saiful; Nurlina, Nila
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Volume 7, nomor 1 (2018)
Publisher : Program Studi Perawaran dan Perbaikan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telur puyuh adalah telur burung puyuh yang kerap dijadikan bahan makanan di berbagai tradisi kuliner di dunia. Penyajian masakan telur puyuh seperti sate telur puyuh, sambal goreng telur puyuh, bakso telur puyuh, dan beberapa masakan lainnya, telur harus dikupas terlebih dahulu. Jumlah telur ayam perkilogram berkisat antara 15-20 butir tergantung besar kecilnya telur tersebut, sedangkan jumlah telur uyuh perkilogram sekitar 100 butir. Waktu pengupasan telur ayam rebus membutuhkan waktu sekitar ±3 menit perkilogram (Wahyudi, 2014), sedangkan waktu pengupasan telur puyuh rebus yang memakan waktu jauh lebih banyak yaitu sekitar ±20 menit perkilogram Waktu pengupasan telur puyuh untuk usaha kuliner atau catering yang membutuhkan telur puyuh dengan jumlah yang cukup banyak akan dibutuhkan waktu yang tidak sedikit. Sementara ini kebanyakan proses pengupasan masih dilakukan secara manual sehingga dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengupas telur puyuh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagimana pembuatan mesin pengupas mesin telur puyuh rebus agar diperoleh hasil telur puyuh kupas yang baik, keselamatan kerja terpenuhi, serta waktu proses pengupasan yang singkat. Analisis yang digunakan yaitu analisis variansi (Anova) dengan variabel proses: putaran spindel mesin = 60 rpm dan 120 rpm; - kemiringan tatakan terhadap spindle 30º, 45º dan 60 º; dan banyaknya putaran dalam proses pengupasan yaitu 5, 7 dan 9 putaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peningkatan banyaknya putaran pada sudut kemiringan tatakan yang sama dapat meningkatkan hasil pengupasan, Penggunaan jumlah putaran spindle 12 dan 15 pada kecepatan spindle yang sama yaitu 60 rpm menghasilkan hasil pengupasan yang tuntas dan baik, penggunaan sudut kemiringan 60˚ diperoleh hasil pengupasan yang terbaik. peningkatan banyaknya putaran yang digunakan pada proses pengupasan telur puyuh rebus meningkatkan waktu pengupasan Kata Kunci: telur puyuh, pengupasan, hasil, waktu, anova,
TROUBLESHOOTING DAN MAINTENANCE FILVO HIGH SPEED HORIZONTAL PACKAGING MACHINE F-90 G DIPT. AGRI MAKMUR PERTIWI Ali muson, Ambar; Nurlina, Nila
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Volume 7, No.2 (2018)
Publisher : Program Studi Perawaran dan Perbaikan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProses pada Pt. Agri Makmur Pertiwi tentunya juga diperlukan adanya Mesin packing otomatis untuk mengepak benih secara cepat dan efisien agar tidak memakan waktu yanglama dan tidak mengeluarkan biaya berlebih. Mesin packing otomatis memiliki peranan yangsangat penting bagi perusahaan dan berada pada ruang produksi. Salah satu contohnyaadalah Filvo High Speed Horizontal Packaging Machine F-90 G, mesin packing otomatis denganintermitten, di desain untuk memproduksi kemasan dengan tiga atau empat side – sealdengan menggunakan system PLC dan Pneumatic. Tujuan Penelitian ini adalah untukmengetahui trouble yang mungkin terjadi dan mencari solusi serta perawatan dan perbaikanpada Filvo High Speed Horizontal Packaging Machine F-90 G. Berdasarkan hasil pembahasanyang telah dilakukan maka didapatkan simpulan yaitu dengan adanya Kegiatan Praktik kerjaIndustri yang telah dilaksanakan bahwa Troubleshooting Filvo High Speed Horizontal PackagingMachine F-90 G yang terjadi yaitu Foil tidak lengket, Foil rusak (meleleh), Temperatur padasealer tidak bisa panas, Sealer panas tetapi indicator tetap rendah, Tampilan pada temperaturcontrol menunjukan error. Penanganan atau solusi dari permasalahan diatas adalah dengancara melakukan perawatan dan penggantian komponen dari Filvo High Speed HorizontalPackaging Machine F-90 G yang mengalami masalah atau ada kerusakan. Apabila denganmemperbaiki komponen yang mengalami gangguan sudah cukup, maka tidak perlumelakukan penggantian. Process on PT. Agri Makmur Pertiwi is of course also needed an automatic packing machine to pack seeds quickly and efficiently so that it does not take a long time and does not incur excessive costs. Automatic packing machines have a very important role for the company and are in the production space. One example is Filvo High Speed ​​Horizontal Packaging Machine F-90 G, automatic packing machine with intermittent, designed to produce packages with three or four side-seals using the PLC and Pneumatic systems. The purpose of this study was to find out the possible problems and find solutions and treatments and improvements in Filvo High Speed ​​Horizontal Packaging Machine F-90 G. Based on the results of the discussion that has been done, the conclusion is obtained by the existence of Industrial Work Practices that have been implemented that Troubleshooting Filvo High Speed ​​Horizontal Packaging Machine F-90 G that occurs is Foil is not sticky, Foil is broken (melted), Temperature of sealer cannot be hot, Sealer is hot but indicator stays low, Display at temperature control shows error. The handling or solution of the above problems is by carrying out maintenance and replacement of components of the F-90 G Filtration High Speed ​​Horizontal Packaging Machine which has problems or damage. If repairing the component that is experiencing interference is sufficient, then there is no need to replace it.