cover
Contact Name
Yusuf Adam Hilman, S.I.P, M.Si
Contact Email
aristo@umpo.ac.id
Phone
+6281296125801
Journal Mail Official
aristo@umpo.ac.id
Editorial Address
Jalan Budi Utomo NO 10 Siman Ponorogo, Lt 02 Gedung Perkuliahan, FISIP UMPO
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
ARISTO
ISSN : 23385162     EISSN : 25278444     DOI : 10.24269
Core Subject : Education, Social,
ARISTO is a Journal that is published biannually or twice a year, which is in January and July. It is published by Social and Political Science Faculty, Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Journal ARISTO aims to share the scientific studies that are conducted by scientists from Universitas Muhammadiyah Ponorogo and other institutions. Journal ARISTO receives manuscripts that depict the findings of the field study based research or literature review within the scope of social, politic and humanities.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015): January" : 6 Documents clear
REVITALISASI KONSEP ALUN ALUN SEBAGAI RUANG PUBLIK: ( Studi pada pemanfaatan alun alun Ponorogo) Yusuf Adam Hilman
ARISTO Vol 3, No 1 (2015): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.322 KB) | DOI: 10.24269/ars.v3i1.9

Abstract

Fungsi Alun alun sebagai ruang publik bagi masyarakat di sekitar kabupatenPonorogo, seharusnya bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, akan tetapi adanyafenomena pergeseran konsep alun alun yang berubah dan mulai mengarah sebagai saranauntuk mengumpulkan provite karena dirubah menjadi pusat perekonomian, menjadikansecara perlahan lahan, masyarakat mulai kehilangan ruang ekspresi, gerak, dan jugaaktualisasi diri, perlu diingat bahwa sebagai makhluk sosial manusia juga membutuhkansaluran saluran yang terbuka, bebas untuk berinteraksi dan bersosialisasi denganmasyarakat ataupun komunitas lainnya, ditengah sombongnya pembangunan yang tidak lagimemihak mereka, pemahaman mansyarakat yang mulai kendur dan bergeser terkait konseppemanfaatan ruang publik, seharusnya menjadi perhatian bersama untuk di revitalisasisupaya semangat untuk berekspres, dan berkreasi bisa kembali muncul sehinggamasyarakatdapat mengembangkan potensi dan juga mengatasi permasalahannya secaramandiri dengan proses proses yang lebih manusiawi dan bermartabat.
OPINI PUBLIK TERHADAP PERAN MEDIA DALAM MELESTARIKAN BUDAYA (Studi pada Program Acara Budaya di Radio Gema Surya Dan Radio Duta Nusantara Ponorogo) Eli Purwati
ARISTO Vol 3, No 1 (2015): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.899 KB) | DOI: 10.24269/ars.v3i1.10

Abstract

Radio siaran diberi julukanThe Fifth Estate disebabkan daya kekuatan nya dalam mempengaruhi masa khalayak. Ini disebabkan beberapa factor, yakni: Daya langsung adalahuntuk mencapai sasarannya pendengar, isi program yang akan disampaikan tidaklahmengalami proses yang komplek. Daya tembus factor lain yang menyebabkan radio dianggapmemiliki kekuatan kelima ialah daya tembus radio siaran, dalam arti kata tidak mengenaljarak dan rintangan.Radio Gema Surya dan Radio Duta Nusantara merupakan radio yangsudah terdaftar di PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesai) memilikitanggung jawab yang besar terhadap masyarakat dengan program yang disajikan. Opinipendengar merupakan kekuatan pada diri pendengar untuk memberikan perhatian pada suatuobjek dan suatu aktifitas yang di munculkan dalam siaran (Dan Nimmo, 1998: 12). Dan yangmenjadi pengaruh cukup besar terhadap opini pendengar pada siaran radio adalah kesukaanpendengar.Dari pemaparan diatas maka peneliti mengambil judul OPINI PUBLIKTERHADAP PERAN MEDIA DALAM MELESTARIKAN BUDAYA (Studi Pada ProgramAcara Budaya di Radio Gema Surya Dan Radio Duta Nusantara Ponorogo) denganmenggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Menggunakan rumus nya Yamane dalammenggali Data. Opini pendengar merupakan kekuatan pada diri pendengar untuk memberikan perhatian pada suatu objek dan suatu aktifitas yang di munculkan dalam siaran (Dan Nimmo, 1998: 12). Dan yang menjadi pengaruh cukup besar terhadap opini pendengar pada siaran radio adalah kesukaan pendengar. Kesukaan dapat berupa dari kepercayaan, perasaan maupun tindakan terhadap program acara Budaya.
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMAHAMAN MEDIA LITERACY Khoirurrosyidin .
ARISTO Vol 3, No 1 (2015): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.013 KB) | DOI: 10.24269/ars.v3i1.12

Abstract

Dampak media massa yang mulai dikhawatirkan terutama dampaknya bagi anak-anak. Tingkat menonton televisi di kalangan anak-anak sudah sangat tinggi. Tingginyapenggunaan televisi ini sangat membahayakan bagi tumbuh kembang mereka. MenurutSteinfeld dalam Tankard, 2005, menyatakan bahwa menjelang usia 12 tahun, rata-rata anakakan menyaksikan 101.000 episode kekerasan di televisi. Inilah latar belakang perlunyadilakukan penelitian ini agar kita mendapatkan gambaran apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan masa depan bangsa melalui pemahaman para pendidik kita tentang medialiterasi sebagai modal untuk memberikan pendampingan bagi anak didiknya ketikamengakses isi media. Dalam penelitian ini masalah dirumuskan sebagai berikut: 1).Bagaimana para pendidik memahami media massa yang mempengaruhi sikap dan perilakupeserta didiknya. 2). Bagaimana dampak media dirasakan para pendidik pada anak didiknya.3). Bagaimana dialektika isi media berlangsung. 4). Bagaimana kontribusi media literasi bagipendidik kita. Diharapkan nantinya penelitian ini dapat memberikan manfaat, untukmengetahui, dalam penelitian ini bertujuan agar para pendidik memahami media massa yangmempengaruhi sikap dan perilaku peserta didiknya, untuk mengetahui dampak mediadirasakan para pendidik pada anak didiknya, serta untuk mengetahui Bagaimana dialektikaisi media berlangsung, dan juga untuk mengetahui kontribusi media literasi bagi pendidikkita. Media literasi sebagai kemampuan berkomunikasi secara kompeten melalui media massabaik cetak maupun elektronik. Center for Media Literacy (CML,2003) menyebutkan bahwamedia literasi mencakup beberapa kemampuan: Kemampuan mengkritisi media, Kemampuanmemproduksi media, Kemampuan menggambarkan tentang media, Kemampuanmengeksplorasi sistem pembuatan media, Kemampuan mengeksplorasi berbagai posisi danKemampuan berpikir kritis atas isi media. Begitu besarnya pengaruh media massa inimenunjukkan betapa pentingnya para pendidik sekarang untuk memahami apa itu mediamassa, dampak dan fungsi positif yang dapat dimanfaatkannya bagi anak didik. Melaluipemahaman seluk media massa ini guru dapat mensiasati pengaruh media bahkan bagaimanamemanfaatkan media bagi proses pendidikan anak-anak. Suatu yang tidak mungkin untukmenolak kehadiran media massa ditengah-tengah kehidupan kita saat ini. Pendidik perluuntuk menambah bekal mengajarnya dengan memahami seluk beluk media massa. Bekal initerutama untuk membangun cara pandang guru dalam merespon dinamika anak didik yangsangat cepat dalam mengakses informasi sehingga pendidik dapat memberikan bimbinganyang terbaiknya kepada anak didiknya tanpa harus terjadi kesenjangan informasi antara anakdidik dan pendidiknya. Para pendidik harus memahami secara kontekstual dampak mediaterhadap anak didik secara umum. Ini diperlukan agar para pendidik lebih waspada terhadappengaruh media sehingga mereka lebih responsif dalam upaya mengantisipasi kemungkinanterburuk dampak media pada anak didiknya. Seperti halnya proses filsafati keilmuan yangtelah berkembang, isi media massa berpotensi menimbulkan dialektika dalam menemukankebenaran.
SURVIVALITAS PEDAGANG WARUNG KOPI LESEHANJALAN BARU DI KOTA PONOROGO Slamet Santoso
ARISTO Vol 3, No 1 (2015): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.785 KB) | DOI: 10.24269/ars.v3i1.13

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan secara rinci tentang survivalitas para pedagang warung kopi lesehan jalan baru di Kota Ponorogo. Penelitian ini mengambil lokasi di Jalan Singodimedjo atau sering disebut dengan jalan baru. Penggalian data dan informasi menggunakan teknik wawancara secara langsung yang dipandu dengan kuesioner dan metode penentukan responden menggunakan metode random sampling. Penelitian ini lebih bersifat eksploratif sehingga dalam melakukan analisis data menggunakan metode Analisis Deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: a) Pedagang warung kopi lesehan jalan baru di Kota Ponorogo merupakan salah satu jenis usaha yang termasuk dalam golongan sektor informal pedagang kaki lima yang mempunyai ciri dan karakteristik tertentu dan juga digolongkan sebagai bentuk wirausaha; b) Pedagang warung kopi lesehan jalan baru saling membangun kepercayaan dan saling bantu diantara mereka, dan hal ini dapat menjadi pondasi untuk berjalannya modal sosial diantara mereka; c) Usaha warung kopi lesehan jalan baru telah ditekuni sampai bertahun-tahun dan menunjukkan bahwa usaha tersebut masih mampu bertahan dan telah mampu menghidupi keluarga mereka. Secara umum, hasil usaha digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, memperbaiki rumah, dan untuk biaya pendidikan anak. Selain itu, juga mereka gunakan untuk membeli barang konsumtif lainnya, misalnya televisi, hand phone, baju atau pakaian, dan kendaraan sepeda motor; dan d) Fenomena semangat pedagang warung kopi lesehan jalan baru di Kota Ponorogo dalam berusaha dan sekaligus mengembangkan usahanya tersebut sesuai dengan teori The Need for Achievement yang dikembangkan oleh David Mc Clelland.
INTERAKSI SIMBOLIK DALAM KOMUNIKASI BUDAYA (Studi Analisis Fasilitas Publik Di Kabupaten Ponorogo) Oki Cahyo Nugroho
ARISTO Vol 3, No 1 (2015): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.066 KB) | DOI: 10.24269/ars.v3i1.7

Abstract

Ponorogo adalah salah satu kota di ujung barat Propinsi Jawa Timur yangmempunyai kesenian khas yaitu Reyog Ponorogo. Kesenian ini merupakan salah satukekayaan kesenian nasional yang menjadi aset bangsa dalam kekayaan budaya dunia. Reyogsendiri ibaratnya sudah mendarah daging dan menyatu dalam kehidupan sosial dimasyarakat Ponorogo. Hal ini tercermin dari banyaknya jumlah even yang diselenggarakanbaik dalam tingkat desa, kecamatan maupun tingkat nasional. Kebanggan akan kesenian inidiwujudakan dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah bangunan yang bersifat publikatau lebih tepatnya landmark yang menjadi ciri khas dan identitas kota ini. Jika kitaperhatikan lebih jauh, bangunan publik berupa gerbang masuk kabupaten Ponorogo dariempat penjuru mempunyai perbedaan jika dibandingkan dengan beberapa bangunan yangmempunyai cirikhas atau yang berkaitan langsung dengan reyog itu sendiri. Begitu puladengan beberapa gapura masuk perkampungan penduduk yang berbeda dari pusat kota.Penelitian ini berusaha mengungkap makna yang terkandung dalam setiap bangunan yangbercirikan reyog dan berusaha menemukan proses interaksi simbolik yang terjadi antar bangunan tersebut dilihat dari sudut pandang ilmu komunikasi. Mind, Self and Society dari Mead dalam interaksi simbolik ini merupakan teori dasar yang menjadi pegangan dalam menganalisa fenomena yang ada di Ponorogo ini. Pentingnya makna bagi perilaku manusia, pentingnya konsep mengenai diri, hubungan antara individu dengan masyarakat merupakan konsep dasar bangunan-bangunan yang mencirikan sebuah kondisi sosial masyarakat yang hadir pada jaman tersebut.Metode penelitian ini menggunakan metode kualitiatif dimana data yang diambil dengan tekhnik snowball sampling.Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Kabupaten Ponorogo dibangun atas empat era yang berbeda dalam sudut pandang memaknai kesenian reyog ini sebagai identitas dan kebanggan Ponorogo sebagai kota reyog. Politik, ekonomi, pendidikan berpengaruh terhadap daya cipta, rasa, dan karsa dalam pembentukan fasilitas publik berupa tugu atau gerbang (landmark). Kondisi sosial yang dipengaruhi oleh kelompok masyarakat yang dominan turut menyumbang keragaman dalam pembentukan identitas di kota ini.
KAJIAN ETNOLINGUISTIK TERHADAP PAKAIAN ADAT WAROK PONOROGO Alip Sugianto
ARISTO Vol 3, No 1 (2015): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.48 KB) | DOI: 10.24269/ars.v3i1.8

Abstract

Pakaian Adat merupakan sebuah identitas suatu daerah yang mana simbol darikebudayaan yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Hal tersebut sebagaimana Pakaian AdatEtnik Panaragan yang terkenal dengan Pakaian Khas Warok Ponorogo. Pakaian Adat KhasPonorogo memiliki nilai filosofi yang terkandung didalamnya yang akan di telaah denganmenggunakan pendekatan etnolinguistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pakaianadat panaragan atau warok memiliki kharakter jiwa masyarakat Ponorogo yang tersimpandalam nilai-nilai yang terdapat dalam pakaian adat. Nilai tersebut antara lain ketenangan,keberanian, kesabaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2026): July : Forthcoming Vol 14 No 2 (2026): July : Forthcoming Vol 14, No 1 (2026): January : (Fortchoming ) Vol 14 No 1 (2026): January Vol 13, No 2 (2025): July Vol 13 No 2 (2025): July Vol 13 No 1 (2025): January Vol 13, No 1 (2025): January: Forthcoming Issue Vol 12 No 3 (2024): Election and Regional Election in Indonesian Vol 12, No 3 (2024): Election and Regional Election in Indonesian Vol 12, No 2 (2024): July Vol 12, No 2 (2024): July : in press Vol 12 No 2 (2024): July Vol 12 No 1 (2024): Januari Vol 12, No 1 (2024): Januari Vol 11, No 2 (2023): July Vol 11 No 2 (2023): July Vol 11 No 1 (2023): January Vol 11, No 1 (2023): January Vol 10, No 3 (2022): December / Special Issue : Local Governance Vol 10 No 3 (2022): December / Special Issue : Local Governance Vol 10, No 2 (2022): July Vol 10 No 2 (2022): July Vol 10 No 1 (2022): January Vol 10, No 1 (2022): January Vol 9, No 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): January Vol 8, No 2 (2020): July Vol 8, No 1 (2020): Januari Vol 7, No 2 (2019): July Vol 7 No 2 (2019): July Vol 7 No 1 (2019): Januari Vol 7, No 1 (2019): Januari Vol 6 No 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): July Vol 6 No 1 (2018): Januari Vol 6, No 1 (2018): Januari Vol 5, No 2 (2017): July Vol 5 No 2 (2017): July Vol 5, No 1 (2017): January Vol 5 No 1 (2017): January Vol 4 No 2 (2016): Aristo Vol. 7 2016 Vol 4 No 1 (2016): ARISTO Vol. 6 Tahun 2016 Vol 4, No 2 (2016): July Vol 4, No 1 (2016): January Vol 3, No 2 (2015): July Vol 3 No 2 (2015): Juli Vol 3 No 1 (2015): Januari Vol 3, No 1 (2015): January Vol 2, No 2 (2014): July Vol 2 No 2 (2014): Agustus Vol 1, No 2 (2013): July Vol 1 No 2 (2013): Juli Vol 1, No 1 (2013): January Vol 1 No 1 (2013): January More Issue