cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Search results for , issue "2024" : 215 Documents clear
Terapi Dzikir Lisan untuk Menurunkan Nyeri pada Pasien Pasca Operasi Fraktur May Dwi Yuri Santoso; Satriya Pranata; Edy Soesanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15219

Abstract

Pain is one of the common problems in post-fracture surgery patients after the effects of anesthetic drugs wear off. One of the non-pharmacological actions that does not cause side effects to reduce pain is oral dhikr therapy, a dhikr in the form of spoken words. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of oral dhikr therapy to reduce pain in post-fracture surgery patients. The research design used was one group pretest and posttest. The study was conducted at the dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Hospital, involving 43 post-fracture surgery patients, who were selected using a purposive sampling technique. Oral dhikr treatment by reciting dhikr in the form of spoken words for 15 minutes. The level of pain was measured using the Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed using the Wilcoxon signed ranks test. The results of the analysis showed that before oral dhikr was performed, the average pain level score was 6.00; while after oral dhikr was performed, the average pain level score decreased to 4.70. The results of the Wilcoxon Signed Ranks Test showed a p-value of 0.000; so it was interpreted that there was a difference in pain levels between before and after oral dhikr therapy. Furthermore, it could be concluded that oral dhikr therapy is effective in reducing pain in post-fracture surgery patients.Keywords: oral dhikr therapy; pain; post-fracture surgery ABSTRAK Nyeri merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada pasien pasca operasi fraktur setelah hilangnya efek obat anestesi. Salah satu tindakan non farmakologi yang tidak menimbulkan efek samping untuk mengurangi nyeri adalah terapi dzikir lisan, suatu dzikir dalam bentuk ucapan lisan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektifitas terapi dzikir lisan untuk menurunkan nyeri pada pasien pasca operasi fraktur. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest and posttest. Penelitian dilakukan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dengan melibatkan 43 pasien pasca operasi fraktur, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Perlakuan dzikir lisan dengan mengucapkan dzikir dalam bentuk ucapan lisan yang dilakukan selama 15 menit. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan Wilcoxon signed ranks test. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum dilakukan dzikir lisan, skor rerata tingkat nyeri adalah 6,00; sedangkan sesudah dilakukan dzikir lisan, skor rerata tingkat nyeri menurun menjadi 4,70. Hasil Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan nilai p 0,000; sehingga diinterpretasikan ada perbedaan tingkat nyeri antara sebelum dan sesudah dilakukan terapi dzikir lisan. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa terapi dzikir lisan efektif untuk menurunkan nyeri pada pasien pasca operasi fraktur.Kata kunci: terapi dzikir lisan; nyeri; pasca operasi fraktur
Intervensi Non Farmakologi dalam Penanganan Konstipasi pada Pasien Stroke Kristiowati, Suli; Soesanto, Edy; Pohan, Vivi Yosafianti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15345

Abstract

In stroke, disruption of the relationship between the nervous and digestive systems due to blockage of blood vessels in the brain by a thrombus or embolus can result in constipation. Constipation that is not managed effectively will affect the quality of life. Handling of constipation problems in stroke patients can be done with non-pharmacological therapy that does not cause side effects. The purpose of this study was to determine non-pharmacological therapy for treating constipation in stroke patients. This study was a systematic literature review. The source of literature was the database on the app.dimensions.ai website. The literature search was conducted in April 2024, using the keywords "Non-pharmacological interventions for treating constipation in stroke patients". The flowchart used was the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis. The search obtained 66,642 articles published in 2020-2024, in English and Indonesian, then filtered down to 8 articles. The review results show that non-pharmacological therapies for constipation in stroke patients are acupressure, abdominal massage, acupuncture, visceral mobilization and digital rectal stimulation. These therapies had been proven effective in relieving constipation, improving distension, increasing bowel movements, maintaining static balance and preventing neurogenic bowel dysfunction in stroke patients. Furthermore, it was concluded that various non-pharmacological therapies are effective in treating constipation in stroke patients, with their respective mechanisms.Keywords: stroke; constipation; non-pharmacological therapy ABSTRAK Pada stroke, gangguan hubungan antara sistem saraf dan pencernaan akibat penyumbatan pembuluh darah otak oleh trombus atau embolus dapat mengakibatkan konstipasi. Konstipasi yang tidak dikelola secara efektif akan mempengaruhi kualitas hidup. Penanganan masalah konstipasi pada pasien stroke dapat dilakukan dengan terapi non farmakologi yang tidak menimbulkan efek samping. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui terapi non farmakologi untuk penanganan konstipasi pada pasien stroke. Studi ini merupakan systematic literature review. Sumber literatur adalah database pada website app.dimensions.ai. Pencarian literatur dilakukan pada bulan April 2024, menggunakan kata kunci “Non-pharmacological interventions for treating constipation in stroke patients”. Diagram alir yang digunakan adalah Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis. Pencarian mendapatkan 66.642 artikel terbitan tahun 2020-2024, berbahasa Inggris dan Indonesia, lalu disaring hingga tinggal 8 artikel. Hasil review menunjukkan bahwa terapi non-farmakologi untuk konstipasi pada pasien stroke adalah akupresur, pijat perut, akupuntur, mobilisasi viseral dan digital rectal stimulation. Terapi-terapi ini terbukti efektif meringankan konstipasi, memperbaiki distensi, meningkatkan pergerakan usus, menjaga keseimbangan statis serta mencegah disfungsi usus neurogenik pada pasien stroke. Selanjutnya disimpulkan bahwa berbagai terapi non-farmakologi efektif untuk menangani konstipasi yang terjadi pada pasien dengan stroke, dengan mekanisme masing-masing.Kata kunci: stroke; konstipasi; terapi non-farmakologi
Kunjungan Antenatal dan Kejadian Stunting di Wilayah Puskesmas Payung Rejo, Lampung Puspitarini, Zenni; Ayu, Riska Nur Suci; Suja, Monica Dara Delia
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk128

Abstract

Stunting in school children is a manifestation of stunting in toddlers who experience failure to grow during the golden period, lack of nutrients for a long time and infectious diseases. Stunting is a condition of failure to grow in children resulting from chronic malnutrition so that the child is too short for his age. The aim of this study was to analyze the correlation between antenatal care visits and the incidence of stunting at the Payung Rejo Community Health Center, Central Lampung. This study used a cross-sectional design. The research subjects were 57 toddlers aged 1 to 60 months. Antenatal care visits were measured by filling out questionnaires, while the incidence of stunting was measured by anthropometry. Data were analyzed using the Chi-square test. The analysis results showed that the p-value was 0.293. Furthermore, it was concluded that antenatal care visits were not correlated with the incidence of stunting at the Payung Rejo Community Health Center, Central Lampung.Keywords: antenatal care; stunting; toddler ABSTRAK Stunting pada anak sekolah merupakan manifestasi dari stunting masa balita yang mengalami kegagalan dalam pertumbuhan pada golden periode, kekurangan zat gizi dalam waktu yang lama dan penyakit infeksi. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi antara kunjungan antenatal care dengan kejadian stunting di Puskesmas Payung Rejo, Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Subyek penelitian adalah 57 balita yang berusia 1 sampai 60 bulan. Kunjungan antenatal care diukur melalui pengisian kuesioner, sedangkan kejadian stunting diukur dengan antropometri. Data dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p adalah 0,293. Selanjutnya disimpulkan bahwa kunjungan antenatal care tak berkorelasi dengan kejadian stunting di Puskesmas Payung Rejo, Lampung Tengah.Kata kunci: antenatal care; stunting; balita
Edukasi Berbasis Android untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Menurunkan Kecemasan Ibu Hamil Terkait Tanda Bahaya Kehamilan Melia Aprina; Amel Yanis; Vaulinne Basyir
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15416

Abstract

Maternal morbidity and mortality can be prevented when women and their families recognize warning signs during pregnancy and seek health services promptly. This study aimed to analyze the effectiveness of Android-based education to improve knowledge and reduce anxiety in pregnant women related to pregnancy danger signs. This study was an experimental study with a one-group pretest and posttest design, involving 87 pregnant women at Andalas Health Center, Padang City, who were selected using a simple random sampling technique. Data on the level of knowledge and anxiety levels in the pre- and post-treatment phases were measured by filling out a questionnaire. Furthermore, a test of differences in knowledge levels between before and after treatment was carried out using a paired samples t-test; meanwhile, differences in anxiety levels between before and after treatment were tested using the Chi-square test. The results showed that the p-value for the paired samples t-test was 0.000, which means that there was a difference in knowledge levels between before and after treatment. The p-value for the Chi-square test was 0.004, which means that there was a difference in anxiety levels between before and after treatment. Based on these results, it could be concluded that Android-based education is effective in improving knowledge and reducing anxiety levels in pregnant women related to pregnancy danger signs.Keywords: pregnancy danger signs; education; Android; knowledge; anxiety  ABSTRAK Morbiditas dan mortalitas pada ibu dapat dicegah ketika wanita dan keluarganya mengenali tanda-tanda peringatan selama kehamilan dan segera mencari layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi berbasis Android untuk meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan ibu hamil terkait tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest, yang melibatkan 87 ibu hamil di Puskesmas Andalas, Kota Padang, yang diseleksi dengan teknik simple random sampling. Data tentang tingkat pengetahuan dan level kecemasan pada fase sebelum dan sesudah perlakuan diukur melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya dilakukan uji perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan paired samples t-test; sementara itu, perbedaan level kecemasan antara sebelum dan sesudah perlakuan diuji menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk paired samples t-test adalah 0,000 yang berarti bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Nilai p untuk uji Chi-square adalah 0,004 yang berarti bahwa ada perbedaan level kecemasan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa edukasi berbasis Android efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan menurunkan level kecemasan ibu hamil terkait tanda bahaya kehamilan.Kata kunci: tanda bahaya kehamilan; edukasi; Android; pengetahuan; kecemasan
Pendidikan Perawatan Kaki dalam Pencegahan Ulkus Kaki Diabetikum Yalini, Laksmi; Samiasih, Amin; Armiyati, Yunie
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15127

Abstract

Prevention of diabetic ulcers is one of the chronic complications of type 2 diabetes mellitus which is characterized by infection, ulceration, and/or damage to the deepest skin tissue of the feet in sufferers, due to neurological abnormalities and peripheral vascular disorders. The aim of this research was to obtain an overview of methods and strategic interventions for educational foot care to prevent diabetic foot ulcers. This study was a systematic review prepared based on the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes. The databases used in this research were Google Scholar, ProQuest and PubMed, from 2018 to 2023. The keywords used were "Education" AND "Foot Care" AND "Diabetic Ulcer Prevention". This systematic review used 10 articles that met the inclusion criteria. The results of the review include the method of education delivery, duration and follow-up, the team involved, and the effectiveness of the educational intervention. The targets for providing educational interventions were individuals, families and groups. The method of providing education was face-to-face in clinics, hospitals, or at home, by telephone and via Android applications. Foot care education interventions effectively increase foot care knowledge, foot care self-efficacy, foot care behavior, glycemic control, reduce skin and nail problems, improve diabetic foot, reduce the incidence of DFU, and improve quality of life. Ulcer/amputation events are less likely to identify clinical improvements which is significant. Furthermore, it was concluded that foot care education for individuals, families and groups using various methods can increase knowledge and efficacy of foot care, reduce the incidence of foot injuries, improve glycemic control and improve blood pressure, increase foot sensitivity and improve quality of life.Keywords: diabetic ulcer; foot care; education ABSTRAK Pencegahan ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronik dari diabetes mellitus tipe 2 yang ditandai dengan infeksi, ulserasi, dan/atau kerusakan jaringan kulit terdalam kaki pada penderita, akibat kelainan neurologis dan gangguan pembuluh darah perifer. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang metode dan intervensi strategis perawatan kaki edukasi pencegahan ulkus kaki diabetik. Studi ini merupakan systematic review yang disusun berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes. Database yang digunakan dalam penelitian ini adalah Google Scholar, ProQuest dan PubMed, dari 2018 hingga 2023. Kata kunci yang digunakan adalah “Edukasi” AND “Perawatan Kaki” AND “Pencegahan Ulkus Diabetikum”. Systematic review ini menggunakan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil review mencakup metode pemberian pendidikan, durasi dan tindak lanjut, tim yang terlibat, dan efektivitas intervensi pendidikan. Sasaran pemberian intervensi pendidikan adalah individu, keluarga dan kelompok. Metode pemberian edukasi adalah tatap muka di klinik, rumah sakit, maupun di rumah, melalui telepon dan melalui aplikasi Android. Intervensi pendidikan perawatan kaki secara efektif meningkatkan pengetahuan perawatan kaki, efikasi diri perawatan kaki, perilaku perawatan kaki, kontrol glikemik, mengurangi masalah kulit dan kuku, memperbaiki kaki diabetik, menurunkan kejadian DFU, dan meningkatkan kualitas hidup kejadian ulkus/amputasi cenderung tidak mengidentifikasi perbaikan klinis yang signifikan. Selanjutnya disimpulkan bahwa pendidikan perawatan kaki kepada individu, keluarga dan kelompok dengan berbagai metode dapat meningkatkan pengetahuan dan kemanjuran perawatan kaki, menurunkan kejadian cedera kaki, meningkatkan kontrol glikemik dan meningkatkan tekanan darah, meningkatkan sensitivitas kaki dan meningkatkan kualitas hidup.Kata kunci: ulkus diabetikum; perawatan kaki; edukasi
Dokumentasi Keperawatan Elektronik untuk Meningkatkan Kualitas Asuhan Keperawatan Agustina, Agustina; Sillehu, Sahrir; Has, Eka Mishbahatul Mar’ah; Indarwati, Retno
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15230

Abstract

In the era of globalization and rapid development of information technology, the health sector is not free from digital transformation. Electronic nursing documentation provides various advantages, including reducing the risk of documentation errors and increasing time efficiency. This study aimed to determine the effect of electronic nursing documentation on improving nursing care. This systematic method was carried out using several databases, namely Scopus, ScienceDirect, and PubMed published from 2018 to 2024. The results of this literature review indicated that the advantages of electronic nursing documentation are increasing nurses' insight in developing efficient strategies to increase patient participation in electronic nursing documentation, increasing accessibility, accuracy and speed of information, obtaining data on time and can be accessed from anywhere. Current obstacles are technical problems, workload, and patient data security. It was hoped that cooperation with related sectors can improve nurses' skills in using electronic documentation, patient data security and improving nursing documentation instruments that are appropriate to patient conditions. It was concluded that electronic documentation is superior which has great potential to improve the quality of patient care, makes it easier for nurses to improve communication, makes it easier to find data, minimizes errors, is efficient and makes it easier to measure performance and audit nursing staff.Keywords: nurses; nursing care; electronic nursing documentation ABSTRAK Di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat, sektor kesehatan tidak luput dari transformasi digital. Dokumentasi keperawatan elektronik memberikan berbagai keuntungan, termasuk pengurangan risiko kesalahan dokumentasi dan peningkatan efisiensi waktu. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dokumentasi keperawatan elektronik terhadap peningkatan asuhan keperawatan. Metode sistematis ini dilakukan dengan menggunakan beberapa basis data yaitu Scopus, ScienceDirect, dan PubMed yang diterbitkan tahun 2018 sampai 2024. Hasil tinjauan literatur ini menunjukkan bahwa keuntungan dokumentasi keperawatan secara elektronik adalah meningkatkan wawasan perawat dalam mengembangakan strategi yang efisien untuk meningkatkan partisipasi pasien dalam dokumentasi keperawatan elektronik, meningkatkan aksebilitas, akurasi dan kecepatan informasi, mendapatkan data tepat waktu dan dapat diakses dari mana saja. Kendala saat ini adalah masalah teknis, beban pekerjaan, dan keamanan data pasien. Diharapkan kerja sama dengan sektor terkait dapat meningkatkan keterampilan perawat dalam menggunakan dokumentasi elektronik, keamanan data pasien dan perbaikan instrumen dokumentasi keperawatan yang sesuai dengan kondisi pasien. Disimpulkan bahwa dokumentasi elektronik lebih unggul yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien, memudahkan perawat untuk meningkatkan komunikasi, memudahkan menemukan data, minim kesalahan, efisien dan memudahkan dalam mengukur kinerja dan audit tenaga keperawatan.Kata kunci: perawat; asuhan keperawatan; dokumentasi keperawatan elektronik
Stress Kerja dan Kepuasan Kerja sebagai Determinan dari Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap Mutmaina, Andi; Wardani, Ratna; Kusumawati, Prima Dewi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk117

Abstract

The performance of nurses in providing nursing services is an important aspect that is a benchmark for the success of quality services. Quality nursing services are related to work stress, job satisfaction and support system management. The aim of this research was to determine the influence of work stress, job satisfaction, and support system management on the performance of nurses in the inpatient room. This study implemented a cross-sectional design. The subjects of this research were 123 executive nurses in inpatient wards, who were selected using proportional random sampling technique. The data collection instrument used was a questionnaire with a Likert scale. Data were analyzed using linear regression tests. The research results showed that the p-value for each risk factor was: work stress = 0.04, job satisfaction = 0.03, and management support system = 0.18. Furthermore, it was concluded that the determinants of nurse performance in the inpatient room at Tora Belo Regional Hospital were work stress and job satisfaction.Keywords: work stress; job satisfaction; support system management; nurse performance ABSTRAK Kinerja perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan merupakan salah satu aspek penting yang menjadi tolak ukur keberhasilan suatu pelayanan yang berkualitas. Pelayanan keperawatan yang berkualitas terkait dengan stres kerja, kepuasan kerja dan manajemen support system. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stress kerja, kepuasan kerja, dan manajemen support system terhadap kinerja perawat di ruang rawat inap. Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional. Subyek penelitian ini adalah 123 perawat pelaksana yang berada di ruang rawat inap, yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan skala Likert. Data dianalisis dengan uji regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor risiko adalah: stres kerja = 0,04, kepuasan kerja = 0,03, dan manajemen support system = 0,18. Selanjutnya disimpulkan bahwa determinan dari kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Tora Belo adalah stress kerja dan kepuasan kerja.Kata kunci: stres kerja; kepuasan kerja; manajemen support system; kinerja perawat
Control Card Sebagai Media yang Efektif untuk Meningkatkan Perilaku Konsumsi Obat Tuberkulosis Amelia Febrina; Demsa Simbolon; Lisma Ningsih
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v15i3.4186

Abstract

The coverage of tuberculosis treatment in Bengkulu City is still far below the government's target. This is influenced by behavior. An example of media that can influence the behavior of consuming tuberculosis drugs is a medication reminder tool that has been added with brief information about consuming tuberculosis drugs. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of control cards to improve the behavior of consuming tuberculosis drugs. The design of this study was pre-test and post-test with control group. This study involved 60 tuberculosis patients selected using simple random sampling technique. The sample was divided into treatment group and control group, each consisting of 30 people. The intervention group received health promotion using a control card, and the control group received a leaflet. The behavior of consuming tuberculosis drugs was measured by filling out a questionnaire. Data analysis was carried out using the Chi-Square Test, Wilcoxon Signed Rank Test and Mann Whitney U Test, and ANCOVA. The results of the Mann-Whitney U test showed that the behavior of consuming tuberculosis drugs in patients using control cards was better than in patients using leaflets (p value = 0.007). The results of this study also showed that there were differences in the behavior of consuming tuberculosis drugs based on gender, education, and occupation, but did not differ based on age groups. Furthermore, it was concluded that the control card is an effective medium for increasing the behavior of consuming tuberculosis drugs.Keywords: tuberculosis; patients; behavior; tuberculosis drugs; control card ABSTRAK Cakupan pengobatan tuberkulosis di Kota Bengkulu masih jauh di bawah target pemerintah. Hal ini dipengaruhi oleh perilaku. Contoh media yang dapat mempengaruhi perilaku konsumsi obat tuberkulosis yaitu alat bantu pengingat minum obat yang telah ditambahkan informasi singkat mengenai konsumsi obat tuberkulosis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas control card untuk meningkatkan perilaku konsumsi obat tuberkulosis. Desain penelitian ini adalah pre-test and post-test with control group. Studi ini melibatkan 60 penderita tuberkulosis yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Sampel dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, masing-masing 30 orang. Kelompok intervensi mendapat promosi kesehatan menggunakan control card, dan kelompok kontrol mendapat leaflet. Perilaku konsumsi obat tuberkulosis diukur melalui pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan Chi-Square Test, Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann Whitney U Test, serta ANCOVA. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa perilaku konsumsi obat tuberkulosis pasien yang menggunakan control card lebih baik dibandingkan dengan pasien yang menggunakan leaflet (nilai p = 0,007). Hasil penelitian ini juga menunjukan ada perbedaan perilaku konsumsi obat tuberkulosis berdasarkan jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan, namun tidak berbeda berdasarkan kelompok umur umur. Selanjutnya disimpulkan bahwa  control card merupakan media yang efektif untuk meningkatkan perilaku konsumsi obat tuberkulosis.Kata kunci: tuberkulosis; pasien; perilaku; obat tuberkulosis; control card
Mutu Pelayanan dan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Tamalanrea, Makassar Sinay, Herlien; Dolang, Mariene Wiwin; Soumokil, Yerry; Sillehu, Sahrir
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15119

Abstract

Efforts to improve the level of public health can be done through quality health services, so this is a necessity in every health service delivery activity. Therefore, research was needed that aimed to determine the relationship between the quality of health services and outpatient satisfaction at the Tamalanrea Community Health Center, Makassar. This type of research was an observational study with a cross-sectional approach. This research involved 87 community health center patients who were selected using accidental sampling technique. Data was collected by filling out a questionnaire, and then analyzed using the Chi-square test. From the research results, the p value was obtained for each dimension of service quality, namely; tangible = 0.412, reliability = 0.002, responsiveness = 0.031, assurance = 0.046, empathy = 0.001. Thus, it could be concluded that community satisfaction with Tamalanrea Community Health Center services is related to the dimensions of reliability, responsiveness, assurance and empathy.Keywords: satisfaction; service quality; reliability; responsiveness; assurance; empathy ABSTRAK Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui layanan kesehatan yang berkualitas, sehingga ini merupakan suatu kebutuhan dalam setiap aktivitas pemberian layanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Tamalanrea, Makassar. Jenis penelitian ini adalah studi observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 87 pasien puskesmas yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, dan selanjutnya dilakukan analisis menggunakan uji Chi-square. Dari hasil penelitian diperoleh nilai p untuk masing-masing dimensi mutu pelayanan yaitu; tangible = 0,412, reliability = 0,002, responsiveness = 0,031, assurance = 0,046, empathy = 0,001. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas Tamalanrea berhubungan dengan dimensi reliability, responsiveness, assurance dan empathy.Kata kunci: kepuasan; mutu pelayanan; reliability; responsiveness; assurance; empathy
Terapi Komplementer untuk Mengurangi Mual Muntah pada Pasien Kanker Payudara Purba, Venbora; Waluyo, Agung; Allenidekania, Allenidekania; Gayatri, Dewi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15233

Abstract

Nausea and vomiting due to chemotherapy are still the most common side effects, causing low compliance to treatment, impaired functional activities, increased stress and depression, and decreased quality of life. Complementary therapies are expected to improve health and quality of life and can overcome nausea and vomiting in patients with breast cancer. The purpose of this review was to find and discuss complementary therapies that can reduce nausea and vomiting in patients with breast cancer. This study was a systematic review sourced from several databases, namely Medline, Embasse, ScienceDirect, ProQuest, using the keywords “complementary therapies” AND “breast cancer OR breast neoplasm OR breast carcinoma OR breast tumor” AND “nausea and vomiting”. This study found 11 articles related to complementary therapies to reduce nausea and vomiting in patients with breast cancer. From these articles, there were seven types of complementary therapies that can be used as complementary therapies to overcome nausea and vomiting, namely auricular acupressure, breathing exercise, peppermint oil, foot massage, ginger root powder, structured yoga therapy and abdomen massage. It was concluded that aromatherapy with peppermint essential oil is the most widely used complementary therapy to overcome nausea and vomiting in breast cancer patients.Keywords: breast cancer; nausea; vomiting; complementary therapy ABSTRAK Mual dan muntah akibat kemoterapi masih merupakan efek samping yang paling umum, yang menyebabkan rendahnya kepatuhan untuk pengobatan, gangguan aktivitas fungsional, peningkatan tekanan dan depresi, serta penurunan kualitas hidup. Terapi komplementer diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup serta dapat mengatasi mual dan muntah pada pasien dengan kanker payudara. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mencari dan membahas terapi komplementer yang dapat mengurangi mual dan muntah pada pasien dengan kanker payudara. Studi ini merupakan systematic review yang bersumber dari beberapa database yaitu Medline, Embasse, ScienceDirect, ProQuest, dengan menggunakan kata kunci “complementary therapies” AND “breast cancer OR breast neoplasm OR breast carcinoma OR breast tumor” AND “nausea and vomiting”. Studi ini menemukan 11 artikel terkait terapi komplementer untuk mengurangi mual muntah pada pasien dengan kanker payudara. Dari artikel-artikel tersebut ada tujuh jenis terapi komplementer yang dapat yang dapat digunakan sebagai terapi pendamping untuk mengatasi mual dan muntah, yaitu auricular acupressure, breathing exercise, peppermint oil, foot massage, ginger root powder, structured yoga therapy dan abdomen massage. Disimpulkan bahwa aromaterapi dengan minyak atsiri peppermint merupakan terapi komplementer yang paling banyak digunakan untuk mengatasi mual muntah pada pasien kanker payudara.Kata kunci: kanker payudara; mual; muntah; terapi komplementer

Page 6 of 22 | Total Record : 215


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue