cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2021): Januari" : 26 Documents clear
Tantangan Proses Impelementasi Program Penurunan Angka Kematian Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember Elok Permatasari; Ni’mal Baroya; Andrei Ramani; Dimas Bagus Cahyaningrat Wicaksono; N. Ulya Luthfiyana; Devi Arine Kusumawardani; Dwi Martiana Wati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12106

Abstract

Jember Regency is one of the areas with a high maternal mortality rate (MMR). This study aims to describe the implementation of the maternal mortality reduction program in Panti health center, Jember Regency. This type of research was qualitative, which revealed the processes and aspects that affect, as well as obstacles and challenges, in the implementation of the MMR reduction program in health center. The research subjects were individuals who were directly involved in the accelerated program to decrease MMR. The results showed that there were various challenges in program implementation in the aspects of planning, involvement and leader's opinion. An important finding in this study is the very low cross-sectoral active role which causes delays in service delivery to the community. Keywords: maternal mortality rate; puskesmas; decrease ABSTRAK Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah dengan angka kematian ibu (AKI) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan implementasi program penurunan kematian ibu di Puskesmas Panti, Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang mengungkap proses dan aspek yang mempengaruhi, serta hambatan dan tantangan, dalam pelaksanaan program penurunan AKI di puskesmas. Subjek penelitian adalah individu yang terlibat langsung dalam program akselerasi penurunan AKI. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai tantangan dalam implementasi program pada aspek perencanaan, keterlibatan dan opini pemimpin. Temuan penting dalam kajian ini adalah sangat rendahnya peran aktif lintas sektor yang menyebabkan terhambatnya pemberian pelayanan bagi masyarakat. Kata kunci: angka kematian ibu; puskesmas; penurunan
Faktor yang Mempengaruhi serta Metode Peningkatan Kualitas Tidur Pasien Hemodialisis: Literatur Review Renditya Anggana; Krisna Yetti; I Made Kariasa
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12120

Abstract

Sleep disturbance is a common problem that is often experienced by hemodialysis patients, and can have an impact on sleep quality. This needs attention so that the causative factors and effective treatment methods can be carried out. This article was written using the literature review method. The articles were taken from the online databases namely ScienceDirect, Springer, ClinicalKey, and Pubmed. The results of the study identified factors related to sleep problems of hemodialysis patients, namely low serum vitamin D levels, snoring, pain, napping during the day, respiratory problems, pruritus, good dialysis index (GDI) scores, heavy symptom distress, excess sadness fluid before dialysis, sex, age, triceps skinfold, hypoproteinemia, hyperkalemia, hyperpospatemia, and poor nutritional status, frequency of HD, restless legs syndrome (RLS). While suitable method to improve the sleep quality of HD patients include listening to music, sleep hygiene education, aromatherapy through inhalation, continuous care models (CCM), while acupressure does not have a significant impact in improving sleep quality of HD patients. Adoption or modification may be needed in order to get more effective results in improving the sleep quality of HD patients. Keywords: sleep quality; factors; hemodialysis patients ABSTRAK Gangguan tidur merupakan masalah umum yang sering dialami pasien hemodialisis, serta dapat berdampak pada kualitas tidur. Hal ini perlu mendapat perhatian agar faktor penyebab dan metode penanganan yang efektif dapat dilakukan. Artikel ini ditulis dengan metode literature review dengan pencarian melalui di online database ScienceDirect, Springer, ClinicalKey, dan Pubmed. Hasil studi mengidentfikasi faktor-faktor yang terkait dengan maslah tidur pasien hemodialisis yaitu kadar vitamin D serum yang rendah, ngorok, nyeri, napping di siang hari, masalah pernafasan, pruritus, skor good dialysis index (GDI), gejala distres yang berat, kelebihan cairan sebelum dialisis, jenis kelamin, usia, lipatan kulit trisep, hipoproteinemia, hiperkalemia, hiperpospatemia, dan status nutrisi yang buruk, frekuensi HD, restless legs syndrome (RLS). Sementara metode yang cocok untuk meningkatkan kualitas tidur pasien HD diantaranya yaitu mendengarkan musik, edukasi sleep hygiene, aromaterapi melalui inhalasi, continuous care model (CCM), sedangkan akupresur tidak berdampak signifikan dalam peningkatan kualitas tidur pasien HD. Adopsi maupun modifikasi mungkin diperlukan agar mendapatkan hasil yang lebih efektif dalm meningkatkan kualitas tidur pasien HD. Kata kunci: kualitas tidur; faktor; pasien hemodialisis
Gambaran Perilaku Pengawas Minum Obat (PMO) Terhadap Sikap, Kepatuhan Minum Obat Dan Kualitas Hidup Pasien TB Paru I Kadek Dwi Swarjana; Tintin Sukartini; Makhfudli Makhfudli
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12110

Abstract

Tuberculosis (TB) is a bacterial infectious disease that has received global attention. Indonesia is the country with the third-highest burden of tuberculosis in the world, after India and China, every 30 seconds one person is infected with tuberculosis, and an average of 13 people die every hour. treatment and lack of discipline for patients with pulmonary tuberculosis areare strongly influenced by the Drug Drinking Supervisor. This study aims to provide an overview of the behavior of supervisors taking medication (PMO) on attitudes, adherence, and quality of life of pulmonary TB patients. This study used a descriptive observational method with a cross-sectional design. The sampling method in this study was purposive sampling with 70 respondents. The results of the study revealed that respondents 45.7 had a sufficient attitude, 61.4% were in the obedient category and 64.3% of the majority was sufficient. Based on this, it is hoped that the support and motivation for supervisors to take medication can improve attitudes, compliance, and quality of life for pulmonary TB patients. Keywords: pulmonary TB; attitude; compliance; quality of life; madication supervisor ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi bakteri yang telah menjadi perhatian global. Indonesia adalah negara dengan beban TBC tertinggi ketiga di dunia, setelah India dan China, setiap 30 detik satu orang tertular Tuberkulosis, dan rata-rata 13 orang meninggal setiap satu jam, Salah satu penyebab kegagalan tersebut adalah perilaku tidak patuh penderita terhadap pengobatan sehingga penyebab kegagalan pengobatan dan kurang kedisiplinan bagi penderita TB Paru sangat dipengaruhi oleh Pengawas Minum Obat. penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang perilaku pengawas minum obat (PMO) terhadap sikap, kepatuhan dan kualitas hidup pasien TB Paru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional. Metodel sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan responden penelitian sebanyak 70 responden. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa responden 45.7 memiliki sikap cukup, 61.4% kategori patuh dan kualitas hidup responden 64.3 % mayoritas cukup. Berdasarkan hal tersebut di harapkan dukungan dan motivasi pengawas minum obat untuk dapat meningkatkan sikap, kepatuhan dan kualitas hidup pasien TB Paru. Kata kunci: TB paru; sikap; kepatuhan; kualitas hidup; pengawas minum obat
Efektivitas Tatalaksana Aplikasi Smartphone dan Non Smartphone terhadap Regulasi Glikemik (Kadar Gula Darah dan Hba1c) pada pasien Diabetes: A Systematic Review Tifanny Gita Sesaria; Kusnanto Kusnanto; Abu Bakar
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12123

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that is a global public health problem that has a social impact, economic impact, and quality of life for patients, which leads to increased morbidity and mortality. Uncontrolled blood sugar levels and long-term DM, affecting the pathophysiology of disorders including diabetic retinopathy, heart disease, kidney failure, hyperglycemia and hypoglycemia are needed interventions that can help regulate glycemic (blood sugar levels and HbA1c). Objective: To find out various therapies non-smartphone and smarthphone to regulate glycaemic control (blood glucose and hba1c) in patients with diabetes mellitus. Method: This systematic review was based on preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyzes (prisma). The database used in this studied was scopus, proquest and pubmed were limited to the last 5 years of publication from 2015 to 2020 and full-text article. The keywords used were "diabetes mellitus, “glycaemic control”, health education” and “m-health”. This systematic review conist of 15 articles that fit the inclusion criteria. Results: Non-smartphone management in diabetic patients to help regulate glycemic (blood sugar and HbA1c levels) is peer support and booklets, while those using smartphones are mobile application and short message service (SMS). The treatment provided includes 4 pillars that become guidelines, namely education, eating arrangements, exercise, medication adherence given in stages according to the educational media used. Keywords: diabetes mellitus; glycaemic control; health education; m-health ABSTRAK Latar belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan publik global yang memberikan dampak sosial,dampak ekonomi, dan kualitas hidup bagi pasien, yang mengarah ke peningkatan morbiditas dan mortalitas. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dan lama menderita DM, mempengaruhi patofisiologi terjadinya gangguan diantaranya adalah retinopati diabetik, jantung, gagal ginjal, hiperglikemia dan hipoglikemia adalah sehingga dibutuhkan intervensi yang dapat membantu meregulasi glikemik (kadar gula darah dan HbA1c). Tujuan: Untuk mengetahui berbagai macam tatalaksana diabetes mellitus non smartphone dan smartphone untuk meregulasi kadar glikemik (kadar gula darah dan HbA1c). Metode: Systematic Review ini disusun berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes (PRISMA). Database yang digunakan dalam penelitian ini adalah Scopus, Proquest dan Pubmed terbatas untuk publikasi 5 tahun terakhir dari tahun 2015 hingga 2020 dan full text article. Kata kunci yang digunakan adalah “diabetes mellitus” AND “ glycaemic control” AND “health education” AND “m-health” . Systematic review ini menggunakan 15 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Tatalaksana non smartphone pada pasien diabetes untuk membantu meregulasi glikemik (kadar gula darah dan HbA1c) adalah peer support dan booklet, sedangkan yang menggunakan smartphone yaitu mobile application dan short message service (SMS). Tatalaksana yang diberikan meliputi 4 pilar yang menjadi pedoman, yaitu edukasi, pengaturan makan, olahraga, kepatuhan pengobatan yang diberikan dengan tahapan-tahapan sesuai media edukasi yang digunakan. Kata kunci: diabetes mellitus; glycaemic control; health education; m-health
Pengaruh Terapi Activity Daily Living terhadap Pemulihan Pasien Halusinasi Suhermi Suhermi; Rahmawati Ramli; Hasriani Caing
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12114

Abstract

Mental health is a condition where an individual can develop physically, mentally, spiritually, and socially so that the individual is aware of his own abilities, can deal with pressure, can work productively, and is able to contribute to his community. Recovery is also the process by which a person is able to live, work, study and participate fully in his community. This study aims to determine the effect of daily living activity therapy on the recovery of hallucinatory patients in DADI Province South Sulawesi Hospital. The research design used was a pre-experimental design with one-group pre-post test design without control. The sample was determined by using purposive sampling technique, so that the samples were determined according to the inclusion criteria, namely patients with hallucinatory nursing diagnoses who were in the recovery process as many as 20 respondents. The results showed that there was an effect of daily activity therapy on the recovery process of hallucinatory patients (p = 0.00). So, there is an effect of daily activity therapy on the recovery process of hallucinations in Cempaka Room of RSKD DADI Province of South Sulawesi. It is therefore expected that nurses increase the daily administration of therapeutic activities in hallucinatory patients because the therapy is very influential on the patient's recovery process. Keywords: activity daily living; hallucinatory; recovery ABSTRAK Kesehatan jiwa merupakan kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya. Pemulihan merupakan proses dimana seseorang mampu untuk hidup, bekerja, belajar dan berpartisipasi secara penuh dalam komunitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi activity daily living terhadap pemulihan pasien halusinasi di RSKD DADI Provinsi Sulsel. Desain penelitian yang digunakan adalah pra experimental dengan rancangan one-group pre-post test design without control. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, sehingga menentukan sampel sesuai kriteria inklusi yaitu pasien dengan diagnosa keperawatan halusinasi yang dalam proses pemulihan sebanyak 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi aktivitas harian terhadap proses pemulihan pasien halusinasi (p=0,00), sehingga ada pengaruh terapi activity daily living terhadap proses pemulihan pasien halusinasi di ruang Cempaka RSKD DADI Prov Sulsel. Oleh karena itu diharapkan pada perawat agar meningkatkan pemberian terapi aktivitas harian pada pasien halusinasi karena terapi tersebut sangat berpengaruh terhadap proses pemulihan pasien. Kata kunci: kegiatan harian; halusinasi; pemulihan
Dukungan Keluarga Berhubungan dengan Perilaku Perawatan Diri Pasien Gagal Jantung di Surabaya Roby Aji Permana; Yuni Sufyanti Arief; Abu Bakar
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12107

Abstract

Heart failure is a progressive health problem caused by the decrease in functional capacity. Heart failure patients will have difficulty to doing self-care activities independently. The purpose of this study was to identify the relationship between family support and self-care behavior of heart failure patients. This study used a cross-sectional design with a total sample of 85 respondents. The variables of this study were family support and self-care behavior obtained through a questionnaire that was declared valid and reliable. Statistical analysis in this study was Spearman Rank. The results of this study found that 36 (42.4%) respondents had sufficient family support and 35 (41.2%) respondents had poor self-care behavioral. Statistical test results showed a correlation coefficient was 0.626 with a significance of 0.000. The conclusion of this study there was a strong relationship between family support and self-care behavior of heart failure patients. The better family support will increase self-care behavior of heart failure patient. Nurses must actively involve the family during the treatment process when in the hospital or at home. Keywords: family support; self-care; heart failure ABSTRAK Gagal jantung merupakan masalah kesehatan yang bersifat progresif yang diakibatkan oleh penurunan kapasitas fungsional. Pasien gagal jantung akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas perawatan diri secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan perilaku perawatan diri pasien gagal jantung. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan ukuran sampel sebanyak 85 responden. Variabel penelitian ini adalah dukungan keluarga dan perilaku perawatan diri yang didapatkan melalui kuesioner yang dinyatakan valid dan reliabel. Analisis statistik pada penelitian ini adalah Spearman Rank. Hasil penelitian ini didapatkan sebanyak 36 (42,4%) responden memiliki dukungan keluarga yang cukup dan sebanyak 35 (41,2%) responden memiliki kemampuan perilaku perawatan diri yang buruk. Hasil uji statistik menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,626 dengan signifikansi 0,000. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan kuat antara dukungan keluarga dengan perilaku perawatan diri pasien gagal jantung. Semakin baik dukungan keluarga yang diberikan, perilaku perawatan diri juga akan semakin baik. Perawat harus melibatkan keluarga secara aktif selama proses perawatan ketika di rumah sakit maupun di rumah. Kata kunci: dukungan keluarga; perawatan diri; gagal jantung
Manfaat Discharge Planning pada Pasien CVA Infark : A Systematic Review Fetreo Negeo Putra; Nursalam Nursalam; Aang Kunaifi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12121

Abstract

Background: Discharge planning is a systematic process and pilot of various case that needs continous trearment, for example is CVA infarct. Objective: To find out the function of discharge planning on CVA infarct patient. Method: The database used in this study were Scopus, SAGE and Pubmed were limited to the last 6 years of publication from 2014 to 2020, full-text articles and in English. The keyword used were "discharge planning" AND "CVA infarct” AND “Nursing". This systematic review used 10 articles that fit the inclusion criteria. Results: Benefit from discharge planning for patient with CVA infarct is to identified and assesment level of physical capability patient with CVA infarct, to make sure that patient with CVA infarct ready continous treatment in home, determine rehabilitatif treatment that patient CVA infarct needed in home and decrease statistic readmision of CVA infarct case. Conclusion: Discharge planning have many benefits for patient with CVA infact for rehabilitation after hospitalization and to decrease the number of readmition. Keywords: discharge planning; CVA infarct; nursing ABSTRAK Latar belakang: Perencanaan pulang atau discharge planning merupakan proses sistematis dan panduan pada berbagai kasus penyakit yang membutuhkan perawatan lanjutan diantaranya adalah penyakit CVA infark.. Tujuan: Untuk mengetahui manfaat discharge planning terhadap penyakit CVA infark. Metode: Database yang digunakan dalam penelitian ini adalah Scopus, SAGE dan Pubmed terbatas untuk publikasi 6 tahun terakhir dari 2014 hingga 2020, full text article dan berbahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan adalah “Discharge Planning” AND “CVA Infarct” AND “Nursing”. Systematic review ini menggunakan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Manfaat discharge planning bagi pasien CVA infark adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji tingkat kemampuan fisik dari pasien cva infark, memastikan pasien cva infark siap untuk melanjutkan perawatan di rumah, menentukan tindakan rehabilitatif yang diperlukan pasien CVA infark ketika di rumah dan mengurangi angka terjadinya readmisi pada pasien CVA infark. Kesimpulan: Discharge planning memiliki banyak manfaat bagi pasien CVA infark untuk menjalani rehabilitasi di rumah dan menurunkan angka terjadinya readmisi. Kata kunci: perencanaan pulang; CVA infark; perawat
Faktor Resiliensi Pasien Amputasi: A Systematic Review M Ruli Maulana; Tintin Sukartini; Sylvia Dwi Wahyuni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12117

Abstract

Introduction: Someone who has a physical disability will certainly affect mental health. Therefore we need the ability to be able to adapt so that it can restore the quality of life. Objective: To analyze resilience factors in post-amputation patients. Methods: The database used in this study were Scopus, SAGE, and Cambridge and limited to the last 5 years of publication from 2016 to 2020, full-text articles, and in English. The keywords used were "Resilience" AND "Factor AND Amputation". This systematic review used 10 articles that fit the inclusion criteria. Results: From the 10 articles, it was found that there were several resilience factors in post-amputation patients, namely factors psychological factors such as the ability to hold emotions, physical factors, medical factors, coping adaptation factors, cognitive factors of flexibility (ability to solve problems), optimism factors, social support factors, environmental involvement factors in establishing positive relationships with others, love factors and family support, find meaning, goals and planning perspectives for the future, utilizing personal values and self character. High levels of resilience in post-amputation patients can overcome the threat to support the ability of individuals to adapt and develop positivel. Conclusion: there are several factors in increasing the resilience or resilience of patients after amputation so that they can get up quickly from adversity. Suggestion: Resilience can be used to help someone in dealing with and overcoming difficult situations and can be used to maintain and improve their quality of life. Keywords: resilience; factor; amputation ABSTRAK Pendahuluan: Sesorang yang mengalami kecacatan fisik tentu akan membawa pengaruh pada kesehatan mental. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan untuk dapat beradaptasi sehingga mampu mengembalikan kualitas hidup. Tujuan: Untuk menganalisis factor resiliensi pada pasien pasca amputasi. Metode: Database yang digunakan dalam penelitian ini adalah Scopus, SAGE dan Cambridge terbatas untuk publikasi 5 tahun terakhir dari 2016 hingga 2020, full text article dan berbahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan adalah “Resilience” AND “Factor AND Amputation”. Systematic review ini menggunakan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Dari 10 artikel didapatkan hasil bahwa ada beberapa faktor resiliensi pada pasien pasca amputasi yaitu faktor psikologis seperti kemampuan menahan emosi, faktor fisik , faktor medis, faktor adaptasi koping, faktor kognitif fleksibilitas (kemampuan memecahkan masalah), faktor optimisme, faktor dukungan sosial, faktor keterlibatan dilingkungan dalam menjalin hubungan yang positif dengan orang lain, faktor cinta dan dukungan keluarga, menemukan makna, tujuan dan perspektif perencanaan untuk masa depan, memanfaatkan nilai-nilai pribadi dan karakter diri. Tingkat resiliensi yang tinggi pada pasien pasca amputasi dapat mengatasi ancaman dalam rangka menyokong kemampuan individu untuk beradaptasi dan berkembang secara positif. Simpulan: ada beberapa faktor dalam meningkatkan resiliensi atau ketahan pasien pasca amputasi agar dapat segera bangkit dari keterpurukan. Saran: Resiliensi dapat digunakan untuk membantu seseorang dalam menghadapi dan mengatasi situasi sulit serta dapat digunakan untuk mempertahankan serta meningkatkan kualitas hidupnya. Kata kunci: resiliensi; faktor; amputasi
Hubungan Self Efficacy dengan Perilaku Dan Ketepatan Tindakan Perawatan Kaki Mandiri Pada Pasien Rawat Jalan Dengan Diabetes Melitus Saskiyanti Ari Andini; Ferry Efendi; Suprajitno Suprajitno
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12105

Abstract

Diabetes mellitus type 2 (T2DM) is a rapidly developing health problem in the world and Indonesia that causes various complications. One problem that is often encountered in patients with diabetes mellitus is diabetes distress. Diabetes distress causes low self-confidence in treating diabetes independently and this can lead to poor self-care and ultimately glycemic control is also bad. The purpose of this study was to analyze the relationship of self efficacy with the behavior and accuracy of independent foot care measures. This study was a cross sectional study with a sample of 54 respondents with consecutive sampling techniques in outpatients with diabetes mellitus in the Lingsar Health Center. Data collected through filling questionnaires and then analyzed through descriptive and inferential analysis. The results showed that there was a significant relationship between self efficacy and behavior (p = 0.000) and accuracy of action (p = 0.000). Self efficacy has a significant relationship to the behavior and accuracy of actions in performing foot care independently. Nurses in providing nursing interventions, especially in outpatient paisen also pay attention and help build patient confidence in conducting care independently as an effort to prevent complications. Keywords: self efficacy; foot care behavior; foot self care ABSTRAK Diabetes mellitus tipe 2 (T2DM) adalah masalah kesehatan yang berkembang pesat di dunia maupun Indonesia yang menimbulkan berbagai komplikasi. Salah satu masalah yang sering ditemui pada pasien diabetes mellitus yaitu diabetes distress. Diabetes distress menyebabkan rendahnya keyakinan diri dalam melakukan perawatan diabetes secara mandiri dan ini dapat mengakibatkan perawatan mandiri yang buruk dan pada akhirnya kontrol glikemik juga buruk. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan self efficacy dengan perilaku dan ketepatan tindakan perawatan kaki mandiri. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan sampel 54 responden dengan teknik consecutive sampling pada pasien rawat jalan dengan diabetes mellitus di Puskesmas Lingsar. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis melalui analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan perilaku (p=0,000) dan ketepatan tindakan (p=0,000). Self efficacy memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku dan ketepatan tindakan dalam melakukan perawatan kaki secara mandiri. Perawat dalam memberikan intervensi keperawatan terutama pada paisen rawat jalan juga memperhatikan dan membantu membangun keyakinan diri pasien dalam melakukan perawatan secara mandiri sebagai upaya pencegahan terjadinya komplikasi. Kata kunci: self efficacy; perilaku foot care; perawatan kaki mandiri
Pengalaman Perawat Saat Menghadapi Gempa Bumi: A Systematic Review Yanuar Aga Nugraha; Tintin Sukartini; Ferry Efendi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12124

Abstract

Background: Earthquake disaster can damage everything and threaten human life. Nurses play a major role to rescue victims during earthquake. Nurses play a major role to rescue victims when a disaster occurs. Thus, nurses’ response is needed in facing an earthquake. Objective: to find out nurses’ experiences in facing the earthquake. Methods: Systematic Review was prepared using Preffered Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes (PRISMA). Database used in this study were Scopus, Proquest and Science direct in the last 5 years from 2014 to 2019, full text article and in English. Keywords used in this study were “nurse OR public health nurse OR community nurse” AND “disaster OR natural disaster OR earthquake” AND “experience OR experience of life”. This systematic review used 10 articles that fit the inclusion criteria. Results: Of the 10 articles used in this study, the results indicated that nurses’ experiences in coping with earthquake were dillema experienced by nurses, lack of disaster preparedness, limited tools, psychological problem, and fear of aftershocks. Conclusion: Nurses had various experiences in responding to earthquake disaster and they need more careful preparation in preparing for earthquake. Keywords: disaster; earthquake; nurse ABSTRAK Latar belakang: Gempa menjadi bencana yang dapat merusak segalanya dan mengancam kehidupan manusia. Perawat menjadi pemegang kunci penyelamat korban ketika terjadi bencana. Sehingga diperlukan respon perawat dalam menghadapi bencana gempa bumi. Tujuan: untuk mengetahui pengalaman perawat saat menghadapi gempa bumi. Metode: Systematic Review ini disusun menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes (PRISMA). Database yang digunakan yaitu Scopus, Proquest dan Science Direct yang dibatasi 5 tahun terakhir dari 2014 hingga 2019, full text article dan berbahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan yaitu “nurse OR public health nurse OR community nurse” AND “disaster OR natural disaster OR earthquake” AND “experience”. Systematic review ini menggunakan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: dari 10 artikel yang digunakan telah didapatkan hasil tema pengalaman perawat dalam mengadapi bencana alam gempa antara lain dilema yang dirasakan oleh perawat, kurangnya pelatihan bencana, keterbatasan alat, masalah psikologis, dan takut akan datangnya gempa susulan. Kesimpulan: Berbagai pengalaman perawat ketika merespon bencana gempa bumi dan diperlukan persiapan lebih matang lagi untuk perawat dalam mempersiapakan menghadapi bencana gempa bumi. Kata kunci: bencana; gempa bumi; perawat

Page 2 of 3 | Total Record : 26


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 2 (2026): February 2026 Vol 17, No 1 (2026): January 2026 2026 Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue