cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Medicine and Health
ISSN : 24425227     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Medicine and Health (JMH) is an open access journal (OAJ), a periodic scientific publication biannually online published on February and August; using review and screening system by peer group reviewer. JMH receives original research articles which related to medicine, health, new developing therapy from traditional medicine or herbs and developing clinical therapy. JMH also receives otiginal review articles, case report, continuing medicine and health study. Articles should be written in good English or Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2022)" : 5 Documents clear
The Effect of Type 2 Diabetes Mellitus on Sarcopenia in Elderly Anindya Rosma; Decky Gunawan; Cindra Paskaria
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i2.2886

Abstract

Sarkopenia adalah penurunan massa otot dan umum terjadi pada lansia. Sarkopenia dikaitkan dengan proses selular seperti penurunan faktor-faktor anabolisme otot dan peningkatan faktor-faktor inflamasi yang berdampak pada proses katabolisme otot. Terjadinya sarkopenia dikaitkan dengan bermacam-macam faktor risiko, salah satunya adalah diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2). DM adalah penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh DM tipe 2 terhadap sarkopenia pada lansia. Metode penelitian adalah studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Terdapat 60 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, yang terdiri dari 22 lansia yang menderita DM tipe 2 dan 38 lansia yang tidak menderita DM tipe 2. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square pada tabel 2x2 dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi penderita sarkopenia pada lansia yang menderita DM tipe 2 (61,9 %) lebih banyak daripada lansia yang tidak menderita DM tipe 2 (38,1) dengan nilai p = 0,003. Nilai Odds Ratio sebesar 5,471, menunjukkan bahwa lansia yang memiliki riwayat DM tipe 2 berisiko 5 kali lebih besar mengalami sarkopenia. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh DM tipe 2 terhadap sarkopenia pada lansia.
Anti Aging Benefits of Microgreen Shiela Stefani; Diyah E Andayani
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i2.3887

Abstract

Penuaan adalah proses hilangnya fungsi jaringan dan organ yang terjadi secara progresif, salah satunya akibat akumulasi stres oksidatif. Terapi antioksidan dapat membantu dalam mengatasi stres oksidatif dan mencegah terjadinya penuaan dini. Microgreens mengandung vitamin dan fitokimia yang bekerja sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Tujuan penulisan telaah pustaka ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan nutrisi di dalam microgreens dan efeknya terhadap penuaan. Metode penelitian ini adalah tinjauan pustaka dari semua literatur mengenai manfaat anti penuaan dari microgreens yang dipublikasi dalam 10 tahun terakhir hingga tahun 2021. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa vitamin dan fitokimia yang terdapat dalam microgreens lebih tinggi dibandingkan tanaman maturnya. Microgreens mengandung vitamin A, C, dan E serta polifenol yang memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi. Hal ini mungkin memberikan keuntungan untuk memperlambat penuaan. Kesimpulan dari penulisan telaah pustaka ini adalah kandungan vitamin dan fitokimia dalam microgreens mungkin berperan dalam menghambat proses penuaan, namun pengetahuan mengenai manfaat anti penuaan dari microgreens masih sangat terbatas. Diperlukan penelitian mengenai pengaruh kandungan vitamin, mineral, dan fitokimia pada berbagai microgreens terhadap kesehatan dan sebagai anti penuaan, terutama secara in vivo.
Pansitopenia dan Hipoglikemia – Presentasi Atipikal dari Tirotoksikosis Ridha Amalia; Ade E Y Nasution; Nanny N M Soetedjo
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i2.3957

Abstract

Pancytopenia and hypoglycemia are atypical presentations and potentially devastating complications of thyrotoxicosis which may lead to delayed diagnosis. This case report aims to describe atypical presentations of thyrotoxicosis. A case report of a 55-year-old man who was admitted with a history of epigastric pain for seven days, accompanied by malaise, weight loss, clammy hand, increase in appetite followed by a decrease in appetite, diarrhea, nausea, nervousness, and restlessness, palpitation, easy fatigability, and fever which happened for the past one month until the day he was admitted on 13 October 2020 to Sumedang General Hospital. He was treated accordingly. Laboratory examination showed pancytopenia, hypoglycemia, and low Thyroid Stimulating Hormone level. The Electrocardiogram showed atrial fibrillation and left ventricular strain. The patient was diagnosed with Thyroid Crisis. After four days of treatment, the clinical condition of the patient was getting better. Conclusion, history taking of previous symptoms and disease is becoming significant to establish a working diagnosis. A thorough history taking could help a physician to consider hyperthyroidism as a differential diagnosis not merely based on laboratory results. Recognition of unusual thyrotoxicosis presentations is important in early diagnosis and effective treatment of the disease to prevent further complication and morbidity.
An Overview of Patients of Appendicitis and Surgical Site Infection Postappendectomy at Bethesda Hospital Yogyakarta Period 2019-2020 Manda R Happyanto; Oeij A Adhika; Dono Pranoto
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i2.4140

Abstract

Apendisitis adalah peradangan pada usus buntu dan merupakan kasus yang paling sering dijumpai oleh dokter bedah. Apendektomi merupakan penatalaksanaan apendisitis dan dibedakan menjadi apendektomi terbuka dan apendektomi laparoskopik. Infeksi luka operasi merupakan salah satu komplikasi pascaapendektomi. Penelitian ini bertujuan mempelajari gambaran pasien apendisitis dan infeksi luka operasi pascaapendektomi yang dirawat di Rumah Sakit Bethesda Kota Yogyakarta periode 2019–2020 berdasarkan usia, jenis kelamin, jenis apendisitis, keluhan utama, temperatur, leukosit, antibiotika preoperatif, jenis apendektomi, durasi operasi, dan infeksi luka operasi. Disain penelitian observasional deskriptif menggunakan data retrospektif dari rekam medis pasien apendisitis yang dirawat dengan metode whole sampling. Distribusi tertinggi adalah kelompok dewasa muda usia (17–30 tahun) sebesar 43,58%. Pasien apendisitis lebih banyak laki-laki (58,46%) dan jenis apendisitis simpleks (39,48%). Keluhan utama nyeri perut kanan bawah dijumpai pada seluruh pasien (100%). Distribusi tertinggi temperatur adalah ≤38ºC (94,36%) dan jumlah leukosit adalah ≤16.000/mm3 (67,18%). Antibiotika preoperatif diberikan kepada 89,74% pasien. Jenis apendektomi yang tersering dilakukan adalah apendektomi terbuka (60,51%), durasi operasi tersering adalah 60–90 menit (57,95%). Kejadian infeksi luka operasi dijumpai pada 4 orang (2,05%). Sebagai kesimpulan, hasil studi ini sesuai teori yang sudah dicantumkan pada latar belakang.
Hubungan Beberapa Karakteristik Kanker Payudara Berdasarkan Kelompok Usia Agatha MA Putri; Jayadi Tejo; Wiwiek Probowati; Jonathan W Siagian
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i2.4554

Abstract

In 2020, Global Cancer Observatory reported breast cancer incidence was 11.7% and mortality was 6.9%, most presenting a late-stage and delaying diagnosis. The study aimed to assess the breast cancer clinicopathologic characteristics according to the age groups. The research was conducted on 98 Medical Records from Bethesda Hospital Yogyakarta. The variable data were analyzed by univariate and the association between variables were analyzed with binary logistic regression with odds ratio and 95% confidence interval. The presentation of age groups ≤ 30 years (1,02%), 31-40 years (12,24%), 41-50 years (25,51%), 51-60 years (46,94%), and ≥ 61 years (15,31%); right breast (48,98%) and left breast (51,02%); stage I (3,06%), II (28,57%), III (55,10%), dan IV (13,27%); ductal type of breast cancer (89,80%) and others (10,20%); molecular subtype luminal A (43,88%), luminal B (14,29%), HER-2 neu enriched (29,59%), and basal-like/triple-negative (12,24%). There wasn’t any association between age groups and stages (p=0.368). There was an association between age groups and molecular subtype (p=0.013, OR 2.993 CI95% 1.239-7.230). Conclusions: The commonest clinicopathologic characteristic of breast cancer patients were in the age group 51-60 years, left breast, high stage, ductal type, and luminal A. Hormone receptors in breast cancer expressed more common in patients ≤50 years.

Page 1 of 1 | Total Record : 5