cover
Contact Name
Gde Putu Arya Oka
Contact Email
imedtechjournal@gmail.com
Phone
+6281236518677
Journal Mail Official
imedtechjournal@gmail.com
Editorial Address
P2M STKIP Citra Bakti Jl. Trans Flores, Malanuza, Golewa
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
ejurnal imedtech
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 25806033     DOI : http://dx.doi.org/10.38048/imedtech.v4i2.227
Core Subject : Science, Education,
ejurnal Imedtech fokus pada Instructional Media, Design dan Instructional Technology. Body of Knowledge instructional technology atau teknologi pembelajaran menjadi ruang lingkup dari jurnal ini. Adapun ruang lingkupnya adalah sebagai berikut: Artikel terkait dengan desain sistem pembelajaran, strategi pembelajaran dan obyek kajian tentang pebelajar beserta karakteristiknya; Artikel terkait dengan kawasan pengembangan, seperti: pengembangan bebasis teknologi cetak seperti bahan ajar, media pembelajaran, terknologi audiovisual, teknologi berbasis komputer dan teknologi terpadu; Artikel terkait dengan kawasan pemanfaatan, seperti: pemanfaatan media, difusi inovasi dan implementasi kelembagaan serta kebijakan dan regulasi; Artikel terkait dengan kawasan pengelolaan, seperti pengelolaan pusat dan sumber belajar, sistem penyampaian (online learning) dan pengelolaan informasi pembelajaran; Artikel terkait dengan kawasan penilaian, seperti evaluasi formative maupun sumatif terkait.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019" : 5 Documents clear
MAKNA SIMBOLIK DALAM BAHASA RITUAL REBA PADA MASYARAKAT LUBA DESA TIWORIWU KECAMATAN JEREBUU KABUPATEN NGADA pelipus wungo kaka
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.297 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v3i1.206

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata cara pelaksanaan upacara Reba dalam budaya masyarakat Kampung Luba   Desa Tiworiwu Kecamatan Jerebuu Kabupaten Ngada, mendeskripsikan makna simbol-simbol bahasa ritual Reba di Desa Tiworiwu. Manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan masukan bagi masyarakat Luba   dalam memaknai nilai-nilai upacara ritual Reba, sebagai bahan untuk memperkaya kekhasan kearifan lokal bangsa sebagai suatu nilai luhur yang dianut oleh masyarakat Ngada pada umumnya dan masyarakat Luba   Desa Tiworiwu pada khususnya, sebagai bahan informasi bagi peneliti lain yang ingin mengkaji lebih lanjut masalah yang berkaitan dengan penelitian ini, sebagai informasi untuk membangkitkan dan menumbuhkan rasa cinta kearifan lokal lokal. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu suatu analisis yang menggambarkan secara rinci hasil-hasil temuan di lapangan yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu dengan mewawancarai dan mengobservasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upacara ritual Reba pada masyarakat Luba   Desa Tiworiwu Kecamatan Jerebuu mempunyai tata cara atau pelaksanaan yang dilakukan pada saat upacara ritul Reba seperti didalam nilai-nilai tersebut  antara lain: nilai religius, nilai filosofis, nilai kesenian, nilai moral, nilai magis, nilai ekonomi, nilai sosial, nilai hukum,dan nilai pendidikan.Ritual Reba merupakan sebuah acara yang patut dilaksanakan selama setahun sekali  perlu ditaati sejak dari  leluhur pada zaman dahulu kala dan harus terbawa terus sampai anak cucu. Apabila disia-siakan ritual Reba ini maka segala usaha tidak terkabul oleh perlindungan leluhur karena leluhur inilah yang membentuk budaya adat ritual Reba sehingga dikembangkan oleh generasi penerus. Dengan adanya upacara Reba dapat mengingatkan pesanan yang telah ditinggalkan oleh leluhur (Sili Ana Wunga) sebagai pioner pertama penyelenggara budaya Reba. Perayaan adat Reba merupakan upacara ritual magis karena seluruh tahapan upacara Reba wajib didahului dengan pemberian sesajian Roh  arwah leluhur agar dapat menguasai alam sehingga perayaan Reba dapat berjalan dengan baik.      Kata Kunci: Makna Simbolik Bahasa Ritual Reba  ABSTRACTThe background of this research is very important for the community as a ritual ceremony Luba   Reba embrace the values of the humanitarian nature that need to be maintained for the younger generations are relevant to the procedures established by the ancestral ceremonies. With the ritual Reba, Luba   people still believe in good faith that is not extinct and still retain its own culture and do not care about foreign cultures. The purpose of this study is to describe procedures for Reba ceremony in the village of Luba   culture Tiworiwu Jerebuu Ngada District, describes the meaning of symbols in a ceremony at Village Tiworiwu Reba. The benefits of this research is as an input for the Luba   in meaning values Reba ritual ceremonies, as a material to enrich the cultural distinctiveness of the nation as a virtue embraced by the community and society in general Ngada Luba   Village Tiworiwu in particular, for information for researchers others who wish to further examine the problems associated with this research, as information to generate and foster a love of local culture. This study is a qualitative descriptive analysis that describes in detail the findings in the field who use the questions. This study uses data collection techniques that is by interviewing and observing. Data analysis technique used is descriptive qualitative.The results showed that in the ritual ceremony at the Luba   Village Reba Tiworiwu Jerebuu District has procedures or operations to be carried during the ceremony ritual Reba like in those values among others: the religious, philosophical values, artistic values, moral values, the magical , economic value, social value, legal value, and value education. Reba ritual is an event that should be implemented over a year since it need to be adhered to from ancestors in ancient times and must be carried on until our children and grandchildren. If the ritual Reba wasted this then all the effort is not granted by the ancestors for protection of ancestral indigenous culture that has shaped so that Reba rituals developed by future generations. With the ceremony to remind Reba orders that have been left by the ancestors (Sili Ana Wunga) as the first pioneer of cultural organizers Reba. Reba is the customary celebration of a magical ritual for all phases of the ceremony must be preceded by Reba Spirit giving offerings to ancestral spirits can control nature so that the celebration of Reba can run well. Keywords: symbolic language meaning of the ceremony Reba
PENGARUH LATIHAN STRATEGI MENYERANG MENGGUNAKAN POLA 1-2-1 DAN POLA 2-2 TERHADAP EFEKTIVITAS MENCETAK GOL PADA SISWA EKSTRAKURIKULER FUTSAL MAN 2 SAMARINDA julianur julianur; Andri Tria Raharja; Januar Abdilah Santoso
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.708 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v3i1.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh latihan strategi menyerang menggunakan pola 1-2-1 dan pola 2-2 terhadap efektivitas mencetak gol pada siswa ekstrakurikuler futsal MAN 2 Samarinda. Penelitian ini bersifat eksperimen lapangan dengan melibatkan dua variable bebas dan satu variable terikat yaitu efektivitas mencetak gol. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan siswa ektrakurikuler futsal MAN 2 Samarinda. Sampel penelitian ini sebanyak 20 orang dengan menggunakan machid ordinat, yang dibagi kedalam dua kelompok latihan yaitu kelompok A dengan metode latihan strategi menyerang menggunakan pola 1-2-1 dan kelompok B dengan metode latihan strategi menyerang menggunakan pola 2-2, masing-masing kelompok terdiri 10 orang. Teknik analisis data diolah dengan menggunakan bantuan komputer melalui program SPSS 21.0. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil: (1) Ada pengaruh metode latihan strategi menyerang menggunakan pola 1-2-1 terhadap efektivitas mencetak gol pada siswa ekstrakurikuler futsal MAN 2 Samarinda, terbukti dengan nilai t hitung (to) = 3.096 > t-tabel α 0.05 = 1.734. (2) Ada pengaruh metode latihan strategi menyerang menggunakan pola 2-2 pada siswa ekstrakurikuler futsal MAN 2 Samarinda, terbukti dengan nilai t hitung (to) = 2.228 > t-tabel α 0.05 = 1.734. Metode latihan strategi menyerang menggunakan pola 1-2-1 memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan metode latihan strategi menyerang menggunakan pola 2-2 terhadap efektivitas mencetak gol pada siswa ekstrakurikuler futsal MAN 2 Samarinda
PENGARUH PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK BERBANTUAN LKS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD GUGUS 2 KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA-FLORES Wilibaldus Bhoke
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.189 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v3i1.203

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan matematika realistik berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan menggunakan dasain faktorial 2 × 2.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus 2 Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada-Flores, dengan anggota sampel sebanyak 80 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling terhadap kelas.  Data yang dikumpulkan ada dua  yaitu angket motivasi dan instrumen pilihan ganda.  Analisis data menggunakan analisis varians dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pendidikan matematika realistik lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (FA = 2,95, p < 0,05); 2) terdapat interaksi antara pembelajaran dan motivasi balajar terhadap hasil belajar matematika (FAB = 3,132, p < 0,05); 3) Bagi siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pendidikan matematika realistik lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Qhitung = 4,61 dan Qtabel 5%= 3,96, Qhitung > Qtabel); 4) Bagi siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pendidikan matematika realistik (QHitung = 5,76 dan Qtabel 5%= 3,96, Qhitung > Qtabel). Kata kunci: Hasil belajar matematika,  motivasi belajar, Pendidikan Matematika Realistik  ABSTRACTThe present study examines the effect of realistic mathematics education using students’ work sheet (LKS) on mathematics achievement viewed from students’ learning motivation. The study was quasi experimental by using 2 × 2 factorial design. The population in this study was the fifth grade primary school students of cluster 2 from Bajawa sub-district, Ngada regency, Flores. Samples in this study were 80 students which were chosen randomly . There were two collected data; motivational questionnaires and multiple choice instruments. Data were analyzed by using double stripe variant analysis and continued with Tukey test. The result of study showed that: 1) mathematics achievement of students following realistic mathematics education was better than the students following conventional learning (FA = 2,95, p < 0,05); 2) there was an interaction between learning and learning motivation on mathematics achievement (FAB = 3,13, p < 0,05); 3) to the students having higher learning motivation, mathematics achievement of students following realistic mathematics education was higher than mathematics achievement of students following conventional learning (Qobserved= 4,61 danQtable5% = 3,96, Qobserved>Qtable); 4) to the students having lower learning motivation, mathematics achievement of students following conventional learning was higher than mathematic achievement of students following realistic mathematics education (Qobserved= 5,76 danQtable5% = 3,96, Qobserved>Qtable). Key words: Mathematics achievement, learning motivation, Realistic Mathematics Education
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN MODEL GENIUS LEARNING STRATEGY PADA MATERI BARISAN DAN DERET SMP NEGERI 4 GOLEWA Maria Edhita Bela
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.224 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v3i1.204

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika yang valid, praktis dan efektif dengan model Genius Laerning Strategi (GLS) pada materi barisan dan deret untuk siswa kelas IX SMP Negeri 4 Golewa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan model pengembangan Plomp yang terdiri atas 3 fase yaitu: (a) Penelitian Awal (Preliminary Research), (b) Fase pengembangan (Prototyping Phase) (c) Fase Penilaian (Assessment Phase). Perangkat yang dikembangkan pada penelitian ini berupa Lembar Kerja Siswa (LKS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembalajaran tersebut Valid. Hal ini ditunjukkan oleh hasil validasi yang dilakukan oleh dua validator yang berbeda. Kepraktisan didapat dari hasil observasi keterlaksanaan aktivitas guru dan menunjukkan kriteria baik. Sedangkan keefektifan dinilai dari tiga hal, yaitu observasi aktivitas siswa dan hasil respon siswa dengan kategori baik dan positif.  Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Genius Learning Strategy, Barisan Dan Deret Abstract This research aimed at developing Mathematics learning devices which valid, practical, and effective with Genius Laerning Strategi (GLS)model  in line and series materials of class IX SMP Negeri 4 Golewa. The research design used was Plomp development model design consisted of three phases, which were: Preliminary Research, Prototyping Phase, and Assessment Phase. The devices developed in this research were Students Worksheet. The result of research showed that the learning devices were valid. This indicated by the result of validation which done by two different valuators. The practicality was obtaining from the result of observing the implementation of the teacher activities and showed good criteria. Whereas the effectiveness was judged by three things namely the observation of students activity and the result of students responds in good and positive category. Keywords: learning devices, genius learning strategy, line and series materials
KOMPARASI BELAJAR SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH PERSAMAAN LINEAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA Maria Carmelita Tali Wangge
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.291 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v3i1.205

Abstract

AbstrakKenyataan yang masih sering ditemui adalah masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika. Beberapa penyebab kesulitan tersebut antara lain pelajaran matematika tidak tampak kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, cara penyajian pelajaran matematika yang monoton dari konsep abstrak menuju ke kongkrit, tidak membuat anak senang belajar. Penelitian tentang perbandingan belajar siswa merupakan suatu hal yang penting untuk merencanakan pembelajaran yang sesuai. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan cara belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran matematika realistik Indonesia dan yang tidak menggunakan model pembelajaran matematika realistik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran matematika realistik Indonesia berada pada kualifikasi tinggi sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas yang tidak menggunakan model pembelajaran matematika realistik Indonesia pada kualifikasi rendah. AbstractThe facts that often faced were there were a lot of students who have difficulties in learning Mathematics. Some difficulties reason were learning Mathematics has no relation related to everyday life, the way to presented Mathematics subject was monotonous from abstract concept to concrete, and did not make the students happy to learn. The research about students learning comparison was something important to plan an appropriate learning. This research aimed at comparing how students learned through Realistic Mathematic Indonesian learning model and students who did not learned through Realistic Mathematic Indonesian learning model. The result of research showed that the average of students learning achievement on class which used Realistic Mathematic Indonesian learning model being in high qualification, while that the average of students learning achievement on class which did not use Realistic Mathematic Indonesian learning model being in low qualification.Kata Kunci: Komparasi belajar siswa, PMRI

Page 1 of 1 | Total Record : 5