cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JURNAL WALENNAE
ISSN : 14110571     EISSN : 2580121X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Walennae’s name was taken from the oldest river, archaeologically, which had flowed most of ancient life even today in South Sulawesi. Walennae Journal is published by Balai Arkeologi Sulawesi Selatan as a way of publication and information on research results in the archaeology and related sciences. This journal is intended for the development of science as a reference that can be accessed by researchers, students, and the general public.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (1998)" : 8 Documents clear
TEKNOLOGI PERAHU TRADISIONAL SALOMPONG DI BULUKUMBA: CIKAL-BAKAL PINISI A. Fatmawati Umar
WalennaE Vol 1 No 2 (1998)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3053.993 KB) | DOI: 10.24832/wln.v1i2.56

Abstract

Sejarah perahu pinisi tidak terlepas kaitannya dengan sejarah perkembangan budaya Sulawesi selatan khususnya dari lingkup sejarah kebaharian bangsa Indonesia pada umummnya. Berikut ini akan disajikan mengenai gambaran singkat tentang Perahu Pinishi. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menyimpulkan bahwa Kepandaian membuat perahu telah dimiliki oleh orang-orang Ara sejak zaman dahulu, Pengetahuan teknologi tradisional yang mereka miliki merupakan warisan turun temurun yang di ajarkan secara tradisional dan mendapat pengaruh dari kebudayaan luar. 
BEBERAPA CATATAN TENTANG DUA MERIAM NUSANTARA DARI GALESONG Moh. Ali Fadillah
WalennaE Vol 1 No 2 (1998)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5210.109 KB) | DOI: 10.24832/wln.v1i2.57

Abstract

Penelitian ini menyajikan deskripsi tentang dua buah meriam kuno di  Desa Galesong Baru, kecamatan Galesong Selatan kabupaten Takalar. Peneliotian ini menggunakan data sekunder berupa gambar dan foto dokumentasi milik Balai Arkeologi. Dengan membandingkan bentuk dan gaya yang ada pada kedua meriam galesong dengan beberapa tipe meriam nusantara, disimpulkan bahwa meriam Galesong merupakan Meriam tipe Nusantara yang kemungkinan di produksi di Mataram atau di kerajaan Goa. Dengan demikian kedua meriam Galesong mempunyai alasan yang kuat untuk di masukkan ke dalam kategori benda cagar budaya, mengingat keduanya dapat menjadi sumber informasi penting bagi kajian sejarah Politik-ekonomi dan bahkan juga teknologi militer.
ARTEFAK BATU DARI SITUS BULU BAKUNG, MALLAWA: JEJAK TEKNOLOGI ALAT BATU M. Fadhlan S. Intan
WalennaE Vol 1 No 2 (1998)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2267.141 KB) | DOI: 10.24832/wln.v1i2.47

Abstract

Penelitian ini membahas tentang artefak batu di situs Bulu Bakung, dengan fokus utama untuk mengetahui lokasi sumber bahan baku dari artefak litik di Situs Bulu Bakung Kecamatan  Mallawa Kabupaten Maros. Dengan melakukan survei permukaan berhasil dikumpulkan beberapa jenis temuan artefak litik seperti, batu inti, alat – alat serpih, bilah , kapak batu tanpa asah, batu bulat. Berdasarkan hasil analisis patrologi yg dilakukan diketahui bahwa sumber bahan baku artefak litik situs Bulu Bakung berasal dari lingkungan di sekitar Bulu Bakung.
A NOTE ON ANCIENT TERRACOTA FIGURINES DISCOVERED IN BANTAENG, SOUTH SULAWESI Wayne A. Bougas
WalennaE Vol 1 No 2 (1998)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.864 KB) | DOI: 10.24832/wln.v1i2.54

Abstract

No Abstract
FRAGMEN WADAH TEMBIKAR DARI SITUS MALLAWA: BEBERAPA TIPE TEKNOLOGIS nfn Najemain
WalennaE Vol 1 No 2 (1998)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2540.003 KB) | DOI: 10.24832/wln.v1i2.48

Abstract

Situs Mallawa terletak di desa Sabila Kecamatan Mallawa kabupaten Maros. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe teknologi wadah tembikar di Situs Mallawa. Dengan melakukan survei permukaan berhasil dikumpulkan 290 fragmen yang terdiri atas berabagai bentuk dan ukuran. Melalui hasil analisis morfologis yang dilakukan diketahui bahwa tembikar di Situs Mallawa memiliki dua tipe yaitu wadah berhias dan wadah polos. Selain itu berdasarkan hasil analisis komposisi bahan dasar dan campuran tembikar dari situs mallawa terdiri dari wadah-wadah halus dan kasar. Selain itu berdasarkan hasil analisis laboratorium dapat di simpulakan bahwa tembikar dari Situs Mallawa merupakan barang impor yang berasal dari luar Situs Mallawa
Info Arkeologi Tim Editor
WalennaE Vol 1 No 2 (1998)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1306.817 KB) | DOI: 10.24832/wln.v1i2.59

Abstract

MAKAM-MAKAM KUNA DI PESISIR SULAWESI SELATAN: TANDA KUBUR ISLAM TRADISIONAL nfn Muhaeminah
WalennaE Vol 1 No 2 (1998)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2462.867 KB) | DOI: 10.24832/wln.v1i2.55

Abstract

Nisan-nisan kuno termasuk tinggalan arkeologi islam yang banyak terdapat pada kompleks makam raja-raha di sulawesi selatan. Tulisan ini menyajikan gambaran singkat tentang bentuk-bentuk nisan pada makam kuno di pesisir sulawesi selatan yang pernah di teliti oleh balai arkeololi ujung pandang sejak tahun 1994-1995. Bentuk-bentuk nisan kubur dapat memberi gambaran mengenai arti simbolis beberapa unsur budaya masa lalu yang kini masih dapat kita saksisan melalui tinggalannya.
WADAH KUBUR ERONG DI TANAH TORAJA: TRADISI TEKNO-RELIGI MEGALITIK Bernadeta AKW
WalennaE Vol 1 No 2 (1998)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2128.882 KB) | DOI: 10.24832/wln.v1i2.49

Abstract

Erong yang di kenal luas di tanah toraja merupakan kuburan keluarga, oleh sebab itu dalam satu erong dapat di tempatkan beberapa mayat yang berasal dari satu keluarga atau marga. Erong dalam kedudukannya sebagai wadah kubur, secara artefaktual dapat dianalisis dari erbagai aspek, yaitu fungsi, tipologi, teknologi dan simbol. Berikut ini akan dijelaskan menegnai gambaran singkat tentang tipologi erong di Tana Toraja. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8