JURNAL WALENNAE
Walennae’s name was taken from the oldest river, archaeologically, which had flowed most of ancient life even today in South Sulawesi.
Walennae Journal is published by Balai Arkeologi Sulawesi Selatan as a way of publication and information on research results in the archaeology and related sciences. This journal is intended for the development of science as a reference that can be accessed by researchers, students, and the general public.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 9 No 2 (2006)"
:
9 Documents
clear
CERUK LA SABO DI PULAU MUNA, SULAWESI TENGGARA: INDIKASI PERMUKIMAN PRASEJARAH?
Bernadeta AKW
WalennaE Vol 9 No 2 (2006)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2471.281 KB)
|
DOI: 10.24832/wln.v9i2.180
Pulau Muna memiliki situs gua dan ceruk yang banyak menyimpan data guna mengungkap tabir kehidupan manusia pada masa tertentu. Potensi gua dan ceruk terutama dari aspek lukisan dindingnya termasuk data yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk merekam data arkeologi khususnya di situs La Sabo. Metode yang digunakan berupa ekskavasi dan survei permukaan untuk dapat mengukur serta mendeskripsi temuan permukaan meliputi lukisan dinding dan situs itu sendiri. Perolehan data kemudian diakumulasi dan diolah menggunakan hipotesis untuk menarik kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa manusia pendukung tidak bermukim di ceruk La Sabo secara permanen, terlihat kurangnya perkakas yang ditemukan saat dilakukan ekskavasi. Kemungkinan lokasi tersebut dijadikan tempat meluapkan ekspresi mereka dan dihuni secara insidentil atau sewaktu-waktu.
WANITA DAN PERANANNYA (TINJAUAN ARKEOLOGIS)
Ayu Kusumawati
WalennaE Vol 9 No 2 (2006)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4344.698 KB)
|
DOI: 10.24832/wln.v9i2.186
Peranan wanita dalam kehidupan sangat berpengaruh, terlihat dari beberapa bukti peran wanita dalam berbagai upacara yang dilaksanakan masyarakat. Data yang telah terkumpul dari berbagai situs masa prasejarah memperlihatkan peran dari wanita tersebut. Keterkaitan wanita dengan budaya dan arkeologi menghadapi berbagai problema, hal ini mencakup tentang wanita dari kacamata masyarakat sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran dan fungsi wanita pada masa prasejarah. Metode yang terapkan berupa pengumpulan data pustaka kemudian dikelompokkan dan dianalisis untuk kemudian menarik kesimpulan. Hasil yang diperoleh bahwa peran wanita dalam kehidupan masa prasejarah hingga sekarang masih melanjutkan kehidupan dan tradisi prasejarah. Peran wanita juga dalam kehidupan dunia kepercayaan dan kebutuhan sakral memegang peranan penting bahkan dari segi tari-tarian untuk kematian diperankan oleh penari wanita.
BUDAYA PALEOLITIK DI INDONESIA TIMUR
nfn Jatmiko
WalennaE Vol 9 No 2 (2006)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3632.884 KB)
|
DOI: 10.24832/wln.v9i2.176
Kepulauan Indonesia terletak antara benua Asia dan Australia yang memiliki posisi strategis. Pada masa prasejarah Indonesia memegang peranan penting yang berkaitan dengan proses persebaran budaya dan migrasi manusia serta fauna dari daratan Asia ke Oceania atau sebaliknya. Penelitian ini memusatkan perhatian pada tinggalan budaya khususnya kala Plestosesn yang menyangkut alat-alat paleolitik yang memiliki kaitan dengan aspek-aspek migrasi. Tujuannya untuk menggambarkan berbagai jenis tinggalan budaya prasejarah khususnya temuan alat paleolitik yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data baik data pustaka dan data lapangan yang diolah serta dianalisis. Hasil yang diperoleh terlihat bahwa bukti-bukti tinggalan budaya paleolitik di wilayah NTT kemungkinan mempunyai sebaran yang lebih luas dan tidak terbatas hanya pada daerah pulau Sumba, Sabu, Timor dan Flores. Karakter menonjol dari budaya paleolitik di NTT umumnya menghasilkan industri litik berbentuk sederhana dan berukuran besar serta kasar yang dihasilkan lewat pengerjaan yang masih sederhana.
ALUK TODOLO DALAM TATANAN KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT TORAJA
Andi Fatmawati Umar
WalennaE Vol 9 No 2 (2006)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3514.986 KB)
|
DOI: 10.24832/wln.v9i2.181
Aluk todolo telah menjadi pedoman secara universal bagi masyarakat Toraja jauh sebelum datangnya ajaran agama Kristen dan Islam. Ajaran ini telah terdistorsi dengan berbagai macam pengaruh baik dari luar maupun pemahaman masyarakat yang telah berkurang. Penulisan ini bertujuan untuk melestarikan ajaran aluk todolo sebelum akhirnya hilang. Metode yang digunakan berbentuk pengumpulaan data dan survei mengenai ajaran tersebut yang ditelusuri dari tokoh-tokoh masyarakat atau tominaa yang masih memahami ajaran aluk todolo. Hasil yang diperoleh bahwa ajaran aluk todolo masih dapat ditelusuri sehingga usaha untuk mewariskan kepada generasi berikutnya masih dapat terlaksana. Ajaran ini juga mengandung aturan yang harus dipatuhi oleh penganutnya. Aluk todolo memenuhi segala aspek kehidupan manusia penganutnya.
KEMUNGKINAN PENERAPAN METODE ANALITICAL HIERARCHI PROCESS DALAM PERSPEKTIF RUANG SKALA MIKRO (STUDI KASUS GUA GARUNGGUNG, KABUPATEN PANGKEP)
nfn Asfriyanto
WalennaE Vol 9 No 2 (2006)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5123.57 KB)
|
DOI: 10.24832/wln.v9i2.177
Gambar prasejarah yang terdapat pada gugusan gua hunian di Maros-Pangkep, dapat dijadikan suatu objek ujicoba pendekatan metode analytical hierarchi proses (AHP) dalam bidang arkeologi. Secara umum permasalahan penelitian berkaitan dengan fenomena tersebut, yaitu apa yang menjadi alas an pendukung kebudayaan Garunggung dalam memilih ruang dan bidang gua sebagai media gambar. Pendekatan ini bertujuan untuk menguji variabilitas data ruang dan bidang sebagai media gambar. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data, karena pendekatan analitical hierarchi proses membutuhkan beberapa kriteria data seperti data morfologi gua yang berkaitan dengan keruangan, dilanjutkan dengan menganalisa dan menafsirkan data. Hasil yang diperoleh bahwa tulisan ini barulah sebatas ujicoba, dan harus diujicobakan pada gua-gua prasejarah lain yang tersebar digugusab kawasan karts Maros-Pangkep dan objek arkeologi lain. Penerapan pendekatan ini layak dipertimbangkan dalam analisis yang memiliki spesifikasi jangkauan ruang skala mikro.
VARIABILITAS TEMUAN SITUS TINCO SEBAGAI INDIKASI SITUS PEMUKIMAN AWAL KERAJAAN SOPPENG
nfn Rosmawati
WalennaE Vol 9 No 2 (2006)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2724.179 KB)
|
DOI: 10.24832/wln.v9i2.183
Situs Tinco merupakan suatu kawasan yang mengandung tinggalan arkeologis dengan variabilitas jenis, bentuk dan karakteristik tersendiri. Kawasan situs Tinco sangat potensial dan strategis untuk dijadikan sebagai tempat beraktivitas, sebagaimana yang tampak pada pola distribusi temuan artefaktualnya. Temuan tersebut dapat didekati dengan dua pandangan yaitu keruangan dan idiologis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengambarkan variabilitas temuan yang ada di situs Tinco. Metode yang digunakan berupa deskripsi data artefak berdasarkan pembagian wilayah survei, kemudian dikelompokkan dan dianalisis sehingga menghasilkan interpretasi data. Hasil yang diperoleh menunjukkan kawasan Situs tinco sebagai pusat awal berdirinya kerajaan Soppeng. Berdasarkan temuan keramik asing dapat diketahui periode masa okupasi situs yang kemungkinan berada pada abad ke-12 masehi sebagai awal berdirinya kerajaan Soppeng praislam.
INTERPRETASI LUKISAN HASIL SURVEI DI GUA POMINSA DAN SUGI PATANI, KABUPATEN RAHA, SULAWESI TENGGARA: LUKISAN MASA PRASEJARAH ATAU BUKAN?
Budianto Hakim
WalennaE Vol 9 No 2 (2006)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3141.313 KB)
|
DOI: 10.24832/wln.v9i2.179
Leang Sakapao sebagai salah satu gua prasejarah di Sulawesi Selatan, menjadi perhatian dalam mengungkapkan tentang bagaimana aktivitas manusia pendukungnya tidak dapat terlepas dari usaha untuk merekonstruksi lingkungan aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi lingkungan pada masa penghunian di era prasejarah. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data pustaka dan pendataan situs yang dilanjutkan dengan analisis artefaktual dan non artefaktual serta interpretasi data. Hasil rekonstruksi lingkungan leang Sakapao dapat dikatakan bahwa untuk memahami dan mengungkap pola kehidupan manusia prasejarah pada jaman mesolitik, mengenai lingkungan merupakan faktor penentu.
KOMPLEKS MEGALITIK SEWO, SOPPENG: TINJAUAN AWAL TERHADAP PERIODISASI DAN INTERPRETASI
Citra Andari
WalennaE Vol 9 No 2 (2006)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3943.939 KB)
|
DOI: 10.24832/wln.v9i2.184
Bangunan megalitik ditemukan tersebar luas hampir diseluruh kepulauan Indoonesia, salah satunya dapat disaksilakan pada situs Sewo, Soppeng. Situs Sewo telah banyak diungkap yang sifatnya deskriptif, maka kali ini penelitian akan mengungkap mengenai periodesasi dan fungsi dari situs Sewo, yang bertujuan untuk menggambarkan periodesasi dan fungsi situs megalitik Sewo, Soppeng. Metode yang digunakan yaitu melakukan suatu perbandingan dengan situs megalitik yang masih berlanjut berdasarkan gejalan aktivitas masyarakat maupun pola penempatan megalitnya melalui studi etnoarkeologi serta melakukan ekskavasi untuk menghimpun data yang diperlukan kemudian memberikan hipotesa sebagai kesimpulan. Hasil yang diperoleh bahwa situs Sewo sebagai tempat suci yang berfungsi sebagai tempat pemujaan dan sebagai tempat pelantikan seorang pemimpin yang terlihat dari pola penempatannya.