cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KONVERSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Konversi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013)" : 6 Documents clear
PEMBUATAN SELULOSA ASETAT BERBAHAN DASAR NATA DE SOYA Adityo Sawong Seto; Alvika Meta Sari
JURNAL KONVERSI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.2.1.%p

Abstract

Selulosa asetat umumnya dibuat dengan mengunakan sumber selulosa yang berasal dari kayu dan kapas, penggunaan kayu dan kapas tersebut pun akan semakin meningkat seiring bertambahnya kebutuhan akan selulosa asetat dari tahun ketahun yang kemudian akan dapat menimbulkan gangguan pada kelestarian alam, oleh karena itu diperlukan sumber selulosa lain untuk mengatasi masalah tersebut. Pada penelitian ini kami memanfaatkan limbah produksi tahu sebagai sumber altematif selulosa dalam pembuatan selulosa asetat. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan katalis terhadap rendemen dan kadar asetil dari selulosa asetat yang dihasilkan dan mengetahui volume katalis yang optimal untuk menghasilkan selulosa asetat.Limbah tahu yang tidak dimanfaalkan dijadikan bahan dasar untuk membuat selulosa (nata de soya), nata de soya dibuat dari limbah tahu dengan bantuan bakteri acetobacter xylinium yang kemudian dikeringkan dan dihaluskan untuk menghasilkan serbuk selulosa Serbuk selulosa kemudian direaksikan dengan pereaksi asetilisasi asam asetat anhidrat dengan bantuan katalis H2SO4 (p) dan dalam pemanasan 40°C yang kemudian menjadi selulosa asetaiPada penelitian ini dilakukan variasi terhadap volume katalis dengan variasi volume 0,25 ml, 0,5 ml, 0,75 ml, 1 ml, 1,25 ml, dan 1,5 ml untuk mendapatkan jumlah volume yang optimal dalam mendapatkan selulosa asetat. Dari penelitian yang dilakukan didapat volume katalis yang paling optimal adalah 1ml dengan rendemen sebesar 67,93% dan kadar asetil sebesar 44,42%. Kadar asetil yang terkandung tersebut melebihi standar yang tercantum dalam SNI yaitu 39-40%. Kata kunci : selulosa asetat, nata de soya, katalis 
UNJUK KERJA SPEKTROFOTOMETER UNTUK ANALISA ZAT AKTIF KETOPROFEN Dwi Warono; Syamsudin Ab
JURNAL KONVERSI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.2.1.%p

Abstract

Unjuk kerja spektrofotometer dapat dilihat secara tidak langsung dari beberapa pengulangan data yang di dapat dari sampel dan standar ketoprofen yang di analisa secara berkesinambungan, sekaligus menentukan baik tidaknya hasil yang didapat untuk kemudaian digunakan dalam analisa harian. Unjuk kerja spektrofotometer Shimadzu 1700 dengan menggunakan standar baku primer ketoprofen standar USP yang telah diketahui kadarnya dengan pasti pada proses pengujian. Unjuk kerja alat spektrophotometer dapat dikatakan dalam keadaan baik, hal ini dapat dilihat dari enam kali data pengulangan pengukuran yang konsisten selama tiga hari berturut-turut dengan menggunakan sampel ketoprofen injeksi 100 mg/mL. Unjuk kerja spektrofotometer Shimadzu 1700 dikatakan baik dengan nilai galat kurang dari 2,0%. parameter yang diuji seperti ketepatan dan ketelitian lebih dari 98% ( hasil yang di dapat 99.787%), linearitas dengan nilai regresi diatas 0.995 (hasil yang didapat 0.9995), ketelitian, perolehan kembali, selektivitas, dan kapabilitas memberikan hasil yang baik karena telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk setiap parameter.
PENGARUH SUHU APLIKASI TERHADAP VISKOSITAS LEM ROKOK DARI TEPUNG KENTANG Diana Apriyanti; Nurul Hidayati Fithriyah
JURNAL KONVERSI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.2.1.%p

Abstract

. Sebuah perekat atau lem, adalah campuran cairan dalam keadaan semi-cair atau yang melekat atau ikatan item bersama. Perekat dapat berasal dari sumber alam atau sintetis. Kini tingkat persaingan yang tinggi menuntut perusahaan untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, sehingga perusahaan perlu memberikan perhatian serius terhadap kualitas produk yang akan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian agar kualitas produk semakin baik.Dalam penelitian ini dipelajari “ Pengaruh Suhu Aplikasi Terhadap - Viskositas Lem Rokok Dari Tepung Kentang “. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Quality Control PT. LF Asia, Jl. Raya Bogor km 28 Jakarta Timur. Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah tepung kentang, actiside, antifoam, dan air. Bahan-bahan tersebut akan dicampur, untuk proses pembuatan lem rokok. Setelah lem tersebut jadi, maka lem akan dicek viskositasnya dengan menggunakan alat yang dinamakan viskometer. Viskometer yang digunakan yaitu Viskometer Brookfield LVT 3/30. Pada penelitian ini digunakan suhu aplikasi 15°, 20°, 25°, 30° dan 35 °C untuk pengecekan viskositas lem dan analisa organoleptis lem rokok tersebut.Pada penelitian ini, digunakan lem yang berbahan dasar tepung kentang sebagai bahan untuk membuat lem kertas rokok, karena tepung kentang memiliki daya rekat yang cukup kuat, selain itu tepung kentang cukup aman digunakan sebagai lem rokok karena berasal dari bahan nabati yang memiliki warna kekuningan dan tidak akan merubah warna kertas rokok saat digunakan sebagai lem kertas. Kata Kunci : Viskositas, lem rokok, tepung kentang
RECOVERY SILIKA DARI ABU BATUBARA BOILER TEKANAN RENDAH Taofik Hidayat; Hartini Hadi Santoso
JURNAL KONVERSI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.2.1.%p

Abstract

Saat ini abu batubara dari boiler tekanan rendah merupakan limbah yang belum tertangani dengan baik. Komponen utama yang ada di dalam abu batubara adalah silika (Si02), yaitu sebesar 40,22%. Oleh karena itu, silika dalam abu batubara memiliki potensi yang besar untuk di-recovery menjadi produk berbasis silika. Proses recovery dilakukan dengan cara mereaksikan abu batubara dengan larutan NaOH, kemudian campuran reaksi difiltrasi sehingga menghasilkan filtrat berupa, natrium silikat. Untuk melakukan proses recovery tersebut, maka diberikan variasi: konsentrasi larutan NaOH (0,5; 0,8; 1,1; 1,4; 1,6; dan 2 M), rasio mol NaOH/Si02 (0,5; 0,7; 1,7; 3; dan 4), suhu reaksi (60, 70, 80, 90 dan 100°C), waktu reaksi (1, 3, 5, 7, dan 9 jam), dan diameter partikel abu (+2 mm, -1+0,63 mm, -0,63+0,335 mm, -0,355+0,2 mm, dan -0,112+0,05 mm).Dari penelitian yang telah dilakukan, kondisi operasi yang menghasilkan persen recovery silika tertinggi dari abu batubara adalah: konsentrasi larutan NaOH 2M, rasio mol NaOH/Si02 4, suhu reaksi 100°C, waktu reaksi 9 jam, dan diameter partikel abu -0,112+0,05 mm. Selain itu, didapatkan hasil bahwa rentang variasi diameter partikel abu yang diberikan tidak menghasilkan perbedaan persen recovery yang signifikan. Kata kunci : silica, batu bara, boiler
PENGARUH KONSENTRASI GLISERIN TERHADAP VISKOSITAS DARI PEMBUATAN PASTA GIGI CANGKANG KERANG DARAH Heriawan Budiarto; Adiwarna Adiwarna
JURNAL KONVERSI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.2.1.%p

Abstract

Telah dilakukan penelitian "Pengaruh Konsentrasi Gliserin Terhadap Viskositas Dari Pembuatan Pasta Gigi Cangkang Kerang Darah" yang dilakukan di PT Biotek Indonesia. Pasta gigi tersebut dibuat dari tepung cangkang kerang darah berukuran 800 mesh dengan campuran gliserin, MgC03, minyak peppermint, ekstrak daun sirih, dan pewarna appel green. Alasan penggunaan cangkang kerang darah adalah untuk memanfaatkan limbah cangkang kerang darah dan kandungan kalsium pada cangkang kerang darah itu tinggi. Prosedur penelitian ini dilakukan dengan cara pembersihan dan pengeringan cangkang kerang darah, grinding dan screening, penambahan bahan-bahan sampai terbentuk gel pasta gigi berwarna hijau seulas, kemudian dilakukan pengukuran viskositas dari masing- masing konsentrasi gliserin dengan menggunakan viskometer Brookfield model LVDVI+, dengan spindle 4, kecepatan 0,3 rpm. Dari hasil penelitian didapatkan konsentrasi gliserin ideal pembuatan pasta gigi tersebut adalah sebesar 50%. Pasta gigi ini memenuhi standar SNI 12-3524-1994 dengan viskositas 120.000 cP. Peningkatan kadar gliserin (x) terbukti menurunkan viskositas pasta gigi (y) menurut persamaan linier : y = -25.900x + 14.200. Kata kunci : gliserin, viskositas, cangkang, kerang darah, limbah 
PENGARUH SUHU EKSTRAKSI KULIT BUAH PAPAYA DENGAN PELARUT HCL 0,1N PADA PEMBUATAN PEKTIN Krisnayanti Krisnayanti; Syamsudin Ab
JURNAL KONVERSI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.2.1.%p

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) pada umumnya dimanfaatkan oleh konsumen hanya daging buahnya saja. Sedangkan kulitnya selalu terbuang sia-sia. Oleh karena itu kami memanfaatkan limbah kulit pepaya yang sudah tidak dimanfaatkan lagi sebagai bahan baku pembuatan pektin dengan cara mengekstraksi kulit pepaya dengan pelarut asam mineral encer (HC1 0,1 N). Pektin digunakan secara luas sebagai komponen fungsional pada industri makanan karena kemampuannya membentuk gel encer dan menstabilkan protein (May, 1990). Penambahan pektin pada makanan akan mempengaruhi proses metabolisme dan pencernaan khususnya pada adsorpsi glukosa dan tingkat kolesterol (Baker, 1994). Selain itu, pektin juga dapat membuat lapisan yang sangat baik yaitu sebagai bahan pengisi dalam industri kertas dan tekstil, serta sebagai pengental dalam industri karet. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh suhu ekstraksi terhadap rendemen pektin dari kulit pepaya. Penelitian ini dilakukan di laboratorium PTK II Fakultas Teknik Universitas Muhammdaiyah Jakarta dan di PT Akasha Wira International. Penelitian dilakukan selama 3 bulan dari bulan Januari - Maret 2013.Variabel yang digunakan dalam peneliatan ini yaitu waktu ekstraksi 90 menit dengan variasi suhu ekstraksi (50’C, 60°C 70°C, 80°C dan 90°C ). Kata kunci : ekstraksi, kulit papaya, pektin

Page 1 of 1 | Total Record : 6