cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1: Januari 2016" : 11 Documents clear
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAINTIFIK PENDIDIKAN JASMANI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR Suherman, Ayi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5121

Abstract

Abstract: One of the efforts to improve the management of physical education learning through scientific approach which gives ample opportunity for students to critical thinking, analysis and precise in solving problems in teaching physical education. The purpose of this study is to improve student learning elementary school. This research method using Action Research (PTK) collaborative. Data collection techniques using field notes, interview sheets, observation sheets, and a photo camera. Location of the study conducted in SDN Jatihurip Sumedang District of the North with the studied subjects totaling 35 students of class VI student. The results of the study includes planning, teacher performance, student activities, student learning outcomes. In cycle 1, aspects of planning reached 74.16%, aspects of teacher performance reached 68.33%, aspects of student activity reached 42.10% of the overall target of 90% and aspects of learning outcomes that otherwise completed 47.38% of the target of 90%. In the cycle to two aspects of planning reached 88.83%, aspects of teacher performance reached 89.16%, aspects of student activity reached 55, 26% and aspects of learning outcomes expressed 87.57 although not reached the target of 90%. In the 3rd cycle, planning aspect only reached 97.75%, aspects of teacher performance only reached 99.16%, aspects of student activity shows the results of 97.36% and aspects of learning outcomes that otherwise completed reached 94.73% exceeded the target of 90%. The conclusion of this study is the use of physical education scientific approach to learning can be used to improve student learning outcomes.Keywords: Learning Approach, Sports Education, Learning outcomes Abstrak: Salah satu upaya memperbaiki pengelolaan pembelajaran pendidikan jasmani melalui pendekatan saintifik yang memberi kesempatan yang luas kepada siswa untuk berfikir secara kritis, analisis dan tepat dalam memecahkan masalah dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pembelajaran siswa sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas(PTK) kolaboratif. Teknik pengumpulan data menggunakan catatan lapangan, lembar wawancara, lembar pengamatan, dan kamera foto. Lokasi penelitian dilaksanakan di SDN Jatihurip Kecamatan Sumedang Utara dengan subjek yang diteliti siswa kelas VI berjumlah 35 siswa. Hasil penelitian meliputi perencanaan, kinerja guru, aktivitas siswa, hasil belajar siswa. Pada siklus 1, aspek perencanaan mencapai 74,16%, aspek kinerja guru mencapai 68,33%, aspek aktivitas siswa mencapai 42.10% dari keseluruhan target 90% dan aspek hasil belajar yang dinyatakan tuntas 47,38% dari target 90%. Pada siklus ke 2 aspek perencanaan mencapai 88,83%, aspek kinerja guru mencapai 89,16%, aspek aktivitas siswa mencapai 55, 26% dan aspek hasil belajar yang dinyatakan 87.57meskipun belum mencapai target 90%. Pada siklus ke3, aspek perencanaan hanya mencapai 97,75%, aspek kinerja guru hanya mencapai 99,16%, aspek aktivitas siswa menunjukkan hasil 97.36% dan aspek hasil belajar yang dinyatakan tuntas mencapai 94,73% melampai target 90%. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan pendekatan pembelajaran saintifik pendidikan jasmani dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Pendekatan Pembelajaran, saintifik Penjas, hasil pembelajaran dan kurikulum 2013.
ANALISIS KEMUNCULAN SIKAP SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SD YANG MENGGUNAKAN KTSP DAN KURIKULUM 2013 Gusviani, Evi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5127

Abstract

Abstract: Nowadays, moral decadence is a serious handling requires the formamation of character and dignity of the nation depended on the establisment of the man himself. The efforts can be done in the educational environment that is built the character of learners by developing an attitude of spiritual and social components used in this study. The goals of this study are to describe of spiritual and social attitudes on science learning activities on fourth grade that use KTSP and 2013 curriculum. The study was conducted with qualitative descriptive method and purposive sampling technique. Instruments used in the form of observational learning activities to analyze the emergence of the spiritual and social attitudes using videograph. Based on the results of the average total spiritual and social attitudes acquired elemtary used 2013 curriculum get bigger results. Expected from this research can serve as a basis for further research and as a motivation for teachers to be able to bring up an spiritual and social attitudes, especially in science learning. Keywords: spiritual attitudes, social attitudes, KTSP, and Curriculum 2013 Abtrak: Dewasa ini, dekadensi moral merupakan hal yang memerlukan penanganan serius mengingat pembentukan watak dan martabat bangsa bergantung pada pembentukan pribadi dari manusia itu sendiri. Upaya yang dapat dilakukan dalam lingkungan pendidikan yaitu membina karakter peserta didik dengan mengembangkan sikap spiritual dan sosial yang dijadikan komponen dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemunculan sikap spiritual dan sosial pada kegiatan pembelajaran IPA kelas IV SD yang menggunakan KTSP dan Kurikulum 2013. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif dan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa observasi kegiatan pembelajaran untuk menganalisis kemunculan sikap spiritual dan sosial menggunakan videograph. Berdasarkan hasil perhitungan total rata-rata kemunculan sikap spiritual dan sosial diperoleh SD yang menggunakan Kurikulum 2013 mendapatkan hasil yang lebih besar. Diharapkan dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar bagi penelitian selanjutnya dan sebagai motivasi bagi guru untuk dapat memunculkan sikap spiritual dan sikap sosial, khususnya dalam pembelajaran IPA.Kata kunci:sikap spiritual, sikap sosial, KTSP, dan Kurikulum 2013
DESAIN DIDAKTIS SOAL CERITA OPERASI HITUNG CAMPURAN UNTUK KELAS III SEKOLAH DASAR Nurhamid, Sahid Agus; Suryadi, Didi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5117

Abstract

Abstract: This research based on the student’s learning obstacle of mixed operation of word problem. The purpose of the research is to explore student’s learning obstacle in order to plan didactic design of mathematics learning, especially in word problem matter that can be implemented in third grade students elementary school. The approach used in this research is the qualitative approach through the method of Didactical Design Research (DDR). Technique of collecting data uses documentation, interview, test and observation. The data was analyzed qualitatively for knowing student’s learning obstacle. The focus of the analysis is based on the theory of didactic situation, and the result of this analysis are used for the development of a didactic design hypothetic. The researcher makes pedagogic didactic anticipation based on identified learning obstacle. The didactic design was implemented in SDN 154 Purwodadi Tanjung Jabung Barat. The result of research showed that student’s ontogenical obstacle, didactical obstacle and epistimological obstacle in learning mixed operation of word problem. Based on the above findings, an expected alternative didactical design was composed to minimaze the obstacle that has been identified. From the research it can be concluded that by using this didactic design is one of the alternatives in learning the mixed operation of word problem in elementary school of class III found that learning obstacle can be reduced.Keyword: Didactic design, word problem, mixed operation, learning obstacle. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya hambatan belajar (learning obstacle) siswa tentang soal cerita operasi hitung campuran. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi learning obstacle untuk merancang desain didaktis pembelajaran matematika soal cerita operasi hitung campuran yang dapat diterapkan di kelas III Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui metode DDR (Didactical Design Research). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi, wawancara, tes dan obervasi. Data dianalisis secara kualitatif untuk menemukan learning obstacle.  Fokus analisis berdasarkan teori situasi didaktis, dan hasil analisis ini digunakan untuk pengembangan desain didaktis hipotetik. Peneliti menyusun antisipasi didaktis pedagogis berdasarkan learning obstacle yang telah teridentifikasi. Desain didaktis yang telah dirancang tersebut diujicobakan di SDN 154 Purwodadi Tanjung Jabung Barat. Hasil penelitian menunjukkan siswa mengalami ontogenical obstacle, didactical obstacle dan epistimological obstacle pada pembelajaran soal cerita operasi hitung campuran. Berdasarkan temuan diatas, disusunlah suatu desain didaktis alternatif yang diharapkan mampu mengatasi learning obstacle yang telah teridentifikasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan desain didaktis ini merupakan salah satu alternatif dalam pembelajaran soal cerita operasi hitung campuran di SD kelas III, sehingga learning obstacle siswa dapat dikurangi.Kata Kunci: Desain didaktis, soal cerita, operasi hitung campuran, learning obstacle
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA KONSEP RESPIRASI Hadiryanto, Soleh; Thaib, Dina
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5122

Abstract

Abstract: This study is based on students critical thinking low ability in solving contextual problems which are faced by students. Problems-based learning  is  one  of alternative  learning model to improve students critical thinking. The aim of the study is to analyze problems-based learning efect toward improvement of students critical thinking. The method that used is experiment. In this study, experiment class use problems-based learning and control class use conventional learning. Instruments that used critical thinking test. Wilcoxon test result shows that there is difference on improvement of critical thinking ability significantly (α 0,05) between class that use problems-based learning with class that use conventional instruction; there is also difference on improvement of students critical thinking significantly between students with high ability and students with low ability; and there is significant interaction between learning model with students ability toward students critical thinking.Keywords: Critical Thinking Skills, Problem-based Learning Abstrak: Penelitian ini didasarkan pada kemampuan siswa rendah berpikir kritis dalam memecahkan masalah kontekstual which yang dihadapi oleh siswa. Masalah pembelajaran berbasis adalah salah satu model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan siswa berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis masalah pembelajaran berbasis berpengaruh terhadap peningkatan siswa berpikir kritis. Metode yang digunakan adalah eksperimen itu. Dalam studi ini, kelas eksperimen penggunaan masalah berbasis belajar dan menggunakan kelas kontrol pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan tes berpikir kritis. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada perbedaan pada peningkatan kemampuan berpikir kritis signifikan (α 0,05) antara kelas yang menggunakan masalah pembelajaran berbasis dengan kelas yang menggunakan instruksi konvensional; Juga ada perbedaan pada peningkatan siswa berpikir kritis Secara signifikan, antara siswa dengan kemampuan tinggi dan siswa dengan kemampuan rendah; dan ada interaksi yang signifikan antara siswa model pembelajaran dengan siswa menuju kemampuan berpikir kritis.Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Pembelajaran Berbasis Masalah
PENERAPAN STRATEGI PREDICT, DISCUSS, EXPLAIN, OBSERVE, DISCUSS, EXPLAIN (PDEODE) PADA PEMBELAJARAN IPA SD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MENURUNKAN KUANTITAS SISWA YANG MISKONSEPSI PADA MATERI PERUBAHAN WUJUD BENDA DI KELAS V Dewi, Suci Zakiah; Suhandi, Andi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5118

Abstract

Abstract: Understanding of concepts in science learning is very important in order to avoid students misconceptions and is one of the requirements for success in learning science. the purpose of this study was to determine the extent of students' understanding of the concept and the ability to decrease the quantity of misconceptions by using learning strategies PDEODE at primary school level precisely in one of the Government Elementary School in the city of Bandung. The method used is quasi-experimental with pretest-posttest control group design. The process of learning happens in the classroom control with traditional learning in the classroom and experiment with strategies PDEODE. Learning takes place during the four meetings of each class and in each of the activities carried out are also observations about the enforceability of the learning activities as described in the steps in the lesson plan. The results showed an increased understanding of the concept as well as a decrease in the quantity of students' misconceptions after learning implemented. T test results showed that between ttabel predetermined with the calculation results tcount discovered show that thitung thitungttabel and means Ho rejected. Furthermore, students' responses to the use PDEODE strategy is positive. Students feel more involved in the learning process and thus deemed not to saturate a given learning can improve understanding of concepts and reconstruct his conception so in accordance with the scientific concept indeed.Keyword: PDEODE Strategy, Conceptual Understanding, Misconception Abstrak: Pemahaman konsep dalam pembelajaran sains merupakan hal yang sangat penting guna menghindari miskonsepsi pada siswa dan merupakan salah satu syarat dalam mencapai keberhasilan belajar sains. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan pemahaman konsep siswa dan penurunan kuantitas miskonsepsi dengan mengunakan strategi pembelajaran PDEODE di jenjang sekolah dasar tepatnya di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan control group pretest-postest design. Proses pembelajaran terjadi di kelas kontrol dengan pembelajaran tradisional dan di kelas eksperimen dengan strategi PDEODE. Pembelajaran berlangsung selama 4 kali pertemuan masing-masing kelas dan dalam setiap kegiatannya dilakukan juga observasi mengenai keterlaksanaan kegiatan pembelajaran seperti tertera dalam langkah-langkah di RPP. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep serta penurunan kuantitas siswa miskonsepsi setelah pembelajaran dilaksanakan. Hasil uji t menunjukkan bahwa antara ttabel yang telah ditentukan dengan hasil penghitungan thitung yang ditemukan menunjukkan bahwa thitungttabel dan artinya Ho ditolak. Selanjutnya tanggapan siswa terhadap penggunaan strategi PDEODE adalah positif. Siswa merasa lebih terlibat dalam proses pembelajaran dan dianggap tidak membuat jenuh sehingga pembelajaran yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman konsep dan merekontruksi konsepsinya sehingga sesuai dengan konsep ilmiah sesungguhnya.Kata kunci: Strategi PDEODE, pemahaman konsep, miskonsepsi, perubahan wujud benda
MENINGKATKAN KEMAMPUAN HITUNG PERBANDINGAN MELALUI MEDIA FLOWCHART PADA SISWA KELAS V SDN KLUMPIT 03 KEC. SOKO-TUBAN Sumijan, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5123

Abstract

Abstract: Mathematics is one of the basic sciences taught at all levels of schooling, with the aim to prepare students to be able to confront changing circumstances in life and in the world is always evolving, through acting on the basis of logical thinking, rational, critical, careful, honest, effectively and efficiently and can use matmatika and mindset of mathematics in daily life - today and in studying various sciences. This research uses classroom action research with the object of Action "Media Use Image" in the problem-solving arithmetic comparison in class V SDN Klumpit 03 Soko District of Tuban in academic year 2007/2008. research results or mendisplai describes the data, reflection data and research findings. Description of the results of the study include; First, the part that describes the process of implementation of research; The second part describes the results of a case study; Third, data analysis and discussion of case studies; Fourth, describe the results of model development; fifth, describes testing and validation of the model with experimental studies; sixth, test data analysis and statistical assumptions; The seventh, a general discussion; and eighth, summaries of research findings. Calculate the ratio of the expanded concept of fractional arithmetic concepts, hence the mastery of arithmetic concept will very much depend on the mastery of the main concept of fractions equivalent fractions; 2) Use of media images / charts can enhance the ability of arithmetic comparison in class V SDN Klumpit 03 Soko District of Tuban in academic year 2007/2008.Keywords: math arithmetic capability, media flow chart Abstrak: Matematika adalah salah satu ilmu dasar yang diajarkan pada semua jenjang sekolah, dengan tujuan untuk mempersiapkan siswa agar sanggup mengahadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang, melalui bertindak atas dasar pemikiran logis , rasional, kritis, cermat, jujur, efektif dan efisien serta dapat menggunakan matmatika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari – hari dan dalam mempelajari berbagai ilmu. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas dengan obyek Tindakan ”Penggunaan Media Gambar” dalam penyelesaian soal hitung perbandingan  pada siswa kelas V SDN Klumpit 03  Kecamatan Soko Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2007/2008. hasil-hasil penelitian memaparkan atau mendisplai data, refleksi data dan temuan penelitian. Deskripsi hasil-hasil penelitian itu meliputi; pertama, bagian yang mendeskripsikan proses pelaksanaan penelitian; kedua, bagian yang mendeskripsikan hasil studi kasus; ketiga, analisis data dan pembahasan studi kasus; keempat, mendeskripsikan hasil penelitian pengembangan model; kelima, mendeskripsikan uji coba dan validasi model dengan penelitian eksperimental; keenam, analisis data dan uji asumsi statistik; ketujuh, pembahasan umum; dan kedelapan, ringkasan temuan penelitian. Hitung perbandingan merupakan konsep terkembang dari konsep hitung pecahan, karenanya penguasaan konsep hitung ini akan sangat bergantung pada penguasaan konsep pecahan utamanya pecahan senilai; 2) Penggunaan media gambar / bagan dapat meningkatkan kemampuan hitung perbandingan pada siswa kelas V SDN Klumpit 03 Kecamatan Soko Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2007/2008.Kata kunci: kemampuan hitung matematika, media flow chart
DAFTAR ISI VOLUME 8 NOMOR 1 JANUARI 2016 Editor, Humaniora
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5941

Abstract

Eduhumaniora Vol 8, No 1 Januari 2016
DESAIN DIDAKTIS PADA KONSEP LUAS DAERAH TRAPESIUM UNTUK KELAS V SEKOLAH DASAR Annizar, Edya Kresna; Suryadi, Didi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5119

Abstract

Abstract: This research was conducted in grade V, Cijambe Elementary School, Cibeber District, Cianjur regency, by using a qualitative approach through the method of Didactical Design Research (DDR). From the results of the initial study, the obstacles found to indicate the presence of ontological obstacles, didactical obstacles, and epistemological obstacles in learning trapezoid. The focus of the analysis is based on the theory of didactic situations, and the results of this analysis are used for the development of a didactic design hypothetic. Hypothetical didactic design is implemented to see how the didactic situations that developed during the learning followed by an analysis of the video transcript of learning outcomes of the implementation. The implementation results are analyzed again to obtain empirical didactic design, called retrosfektif analysis. Empirical didactic design composed of three lesson design. The first lesson design, consisting of three situations in which an action situation and formulations. Lesson second design, consisting of two situations in which an action situation, formulation and validation. Lesson third design, consisting of four situations are situations of action, the situation formulation, validation situation, and the situation institutionalization.Keywords: Didactical Design Research, Learning Obstacle, Didactical Design, Trapezoid. Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan di Kelas V Sekolah Dasar Negeri Cijambe Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode DDR (Didactical Design Research). Dari hasil studi awal, hambatan yang ditemukan menunjukkan adanya ontogenical obstacles, didactical obstacles, dan epistemological obstacles pada pembelajaran trapesium. Fokus analisis berdasarkan teori situasi didaktis, dan hasil analisis ini digunakan untuk pengembangan desain didaktis hipotetik. Desain didaktis hipotetik diimplementasikan untuk melihat bagaimana situasi-situasi didaktis yang berkembang selama pembelajaran dilanjutkan dengan analisis terhadap transkrip video pembelajaran hasil implementasi. Hasil implementasi dianalisis lagi untuk mendapatkan desain didaktis empirik, yang disebut analisis retrosfektif. Desain didaktis empirik yang tersusun terdiri dari tiga pertemuan (lesson design). Lesson design pertama, terdiri dari tiga situasi yang merupakan situasi aksi dan formulasi. Lesson design kedua, terdiri dari dua situasi yang merupakan situasi aksi, formulasi, dan validasi. Lesson design ketiga, terdiri dari empat situasi yang merupakan situasi aksi, situasi formulasi, situasi validasi, dan situasi institusionalisasi.Kata kunci: Didactical Design Research, Learning Obstacle, Desain Didaktis, Trapesium
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENCAK SILAT BERBASIS KARAKTER Muhtar, Tatang
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5124

Abstract

Abstract: Enterprise application and improvement of character education is necessary to answer all the problems that occur on these days, especially against the challenges of globalization that is pervasive in almost all areas of life and supported by the progress of information and communication technology. If no steps are taken in anticipation, our nation will gradually lose their national identity as a nation that has a variety of noble values. The main purpose of this research is to improve the character of students through the application of martial arts-based learning model character. The method used is the method quasi experiment pretest and posttest group design. The results obtained inter alia, that the application of martial arts-based learning model can improve the character of the character of elementary school students significantly. This means that there are significant differences between the average value of the character of students before and after implementation of the model-based learning martial arts characters. Therefore, it can be concluded that the application of the model-based martial arts can enhance the character of students with significant character.Keywords: Pencak Silat, Character Education, Elementary School Students Abstrak: Usaha penerapan dan peningkatan pendidikan karakter sangat diperlukan untuk menjawab segala permasalahan yang terjadi pada dewasa ini terutama terhadap tantangan globalisasi yang merambah di hampir seluruh bidang kehidupan dan ditunjang oleh perkembangan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Jika tidak dilakukan langkah-langkah antisipasi, bangsa kita akan sedikit demi sedikit kehilangan jati diri bangsa sebagai bangsa yang memiliki berbagai nilai luhur. Adapun tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan karakter siswa melalui penerapan model pembelajaran pencak silat berbasis karakter. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasieksperimen pretest and postest group design. Adapun hasil yang diperoleh antara lain bahwa penerapan model pembelajaran pencak silat berbasis karakter dapat meningkatkan karakter siswa sekolah dasar secara signifikan. Artinya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai karakter siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajar pencak silat berbasis karakter. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pencak silat berbasis karakter dapat meningkatkan karakter siswanya dengan signifikan.Kata Kunci :Pencak Silat, Pendidikan Karakter, Siswa Sekolah Dasar
PERILAKU PROSOSIAL (PROSOCIAL BEHAVIOR) ANAK USIA DINI DAN PENGELOLAAN KELAS MELALUI PENGELOMPOKAN USIA RANGKAP (MULTIAGE GROUPING) Matondang, Elvrida Sandra
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5120

Abstract

Abstract: The aspect of moral development is of great concern of early childhood caregivers. Moral development, which is now better known as prosocial behaviors include behaviors such as empathy, generosity, cooperation, caring, and many more. Various attempts to build prosocial behavior has been carried out in kindergarten, including in one of international preschools  in Bandung that management class is using the multiage grouping.  According to this phenomenon which needed to be achieved, such as the form of prosocial behavior of the child at the multiage grouping, factors that affect the incidence of prosocial behavior in multiage grouping, teachers intervention to any problems relate to prosocial behavior in the multiage grouping, the efforts of teachers to develop prosocial behavior in multiage grouping, the efforts of teachers to manage classes with the concept of multiage grouping. The purpose of doing this research on the grounds of how the management class that uses multiage grouping can increase prosocial behavior of children between the age range of 3-6 years.  The method used in this study is a qualitative approach using case studies, data collection is done by observation, interview and documentation. The findings of this study represent children’s prosocial behavior in the form of cooperative behavior, friendship, helping, sharing, and caring. Children prosocial behavior should practically continually place in their environment and if the foundation is strong enough, they will easily adjust to school environment, especially in a school where the class management is using multiage grouping.Keywords: Early Childhood, Multiage Grouping, Pro-social Behavior Abstrak: Aspek perkembangan moral adalah perhatian besar dari pengasuh anak usia dini. perkembangan moral, yang sekarang lebih dikenal sebagai perilaku prososial mencakup perilaku seperti empati, kedermawanan, kerjasama, peduli, dan banyak lagi. Berbagai upaya untuk membangun perilaku prososial telah dilakukan di TK, termasuk di salah satu TK internasional di Bandung yang kelas manajemen menggunakan pengelompokan multiage. Menurut fenomena ini yang perlu dicapai, seperti bentuk perilaku prososial anak di kelompok multiage, faktor yang mempengaruhi timbulnya perilaku prososial dalam pengelompokan multiage, guru intervensi untuk masalah berhubungan dengan perilaku prososial dalam pengelompokan multiage , upaya guru untuk mengembangkan perilaku prososial dalam pengelompokan multiage, upaya guru untuk mengelola kelas dengan konsep pengelompokan multiage. Tujuan melakukan penelitian ini dengan alasan bagaimana manajemen kelas yang menggunakan pengelompokan multiage dapat meningkatkan perilaku prososial anak-anak antara usia 3-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi kasus, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian ini merupakan perilaku prososial anak-anak dalam bentuk perilaku kooperatif, persahabatan, membantu, berbagi, dan peduli. Anak-anak perilaku prososial harus praktis terus menempatkan di lingkungan mereka dan jika yayasan cukup kuat, mereka akan dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah, terutama di sekolah di mana manajemen kelas menggunakan pengelompokan aneka usia.Kata Kunci: Usia Dini, Perilaku Prososial, Pengelompokan Aneka Usia

Page 1 of 2 | Total Record : 11