cover
Contact Name
Suherman
Contact Email
suherman.umpar@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@jurnalpertanianumpar.com
Editorial Address
-
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL GALUNG TROPIKA
ISSN : 23024178     EISSN : 24076279     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2022)" : 4 Documents clear
Pertumbuhan dan Hasil 6 Varietas Bunga Matahari (Helianthus annus L.) Pada Lahan Bukaan Baru di Dataran Tinggi Alahan Panjang Ramadhan, Nugraha; Martinsyah, Rachmad Hersi; Jamsari, Jamsari
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v11i1.870

Abstract

Bunga matahari merupakan komoditi yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku penghasil minyak nabati karena mengandung vitamin E yang cukup tinggi. Tanaman ini memiliki daya adaptasi yang luas dan membutuhkan daerah dengan sinar matahari penuh. Walau demikian, hanya varietas tertentu yang mampu untuk tumbuh dan berkembang optimal diberbagai agroekosistem. Sehinga diperlukan suatu informasi mengenai kesesuaian varietas dengan kondisi spesifik suatu lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang varietas yang adaptif pada lahan bukaan baru di dataran tinggi Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (1.620 mdpl) berdasarkan pertumbuhan dan hasil yang dicapai. Percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kelompok dan 5 taraf perlakuan, yaitu varietas bunga matahari. Varietas meiputi IPB BM 1, Ring of fire, Russian Mammoth, Hoppy Black Dye, Black Russian, dan Kanigara. Varietas Russian Mammoth, Ring of Fire dan Hopi Black Dye memiliki pertumbuhan yang lebih baik apabila dilihat dari keadaptifannya di lokasi penelitian. Sedangkan berdasarkan bobot biji/tanaman, persentase biji bernas, dan bobot 100 butir varietas Russian mammoth memiliki hasil yang terbaik.Sunflower is a commodity that has the potential to be developed as a raw material for producing vegetable oil because it contains high levels of vitamin E. This plant has wide adaptability and requires areas with full sun. However, only certain varieties are able to grow and develop optimally in various agroecosystems. So we need information regarding the suitability of varieties with specific conditions of a location. This study aims to obtain information about varieties that are adaptive to new openings in the highlands of Alahan Panjang, Solok Regency, West Sumatra (1,620 masl) based on growth and yields achieved. The experiment was designed using a Randomized Block Design (RAK) with 3 groups and 5 levels of treatment, namely sunflower varieties. The varieties include IPB BM 1, Ring of fire, Russian Mammoth, Hoppy Black Dye, Black Russian, and Kanigara. The varieties of Russian Mammoth, Ring of Fire, and Hopi Black Dye have better growth when viewed from their adaptability in the research location. Meanwhile, based on the weight of seeds/plant, the percentage of pithy seeds, and the weight of 100 grains the Russian mammoth variety had the best results.
Analisis Kelayakan Usahatani Padi di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten Sholihah, Efi Nikmatu; Sumarmi, Sumarmi; Aslam, Benhar
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v11i1.796

Abstract

Beras merupakan makanan pokok yang sulit tergantikan oleh makanan alternatif lainnya. Hal ini membuat tingkat konsumsi beras di Indonesia tergolong tinggi. Penggunaan lahan di Kecamatan Cawas telah banyak bergeser menjadi pemukiman dan luas penggunaan lahan untuk pertanian semakin berkurang. Hal ini secara tidak langsung menyiratkan bahwa sebagian besar petani di Kecamatan Cawas telah mengalihkan penggunaan lahannya dari lahan pertanian ke lahan pemukiman karena usahatani yang sebelumnya tidak lagi memberikan keuntungan. Pendapatan usahatani dapat digunakan sebagai indikator kesejahteraan petani, semakin tinggi pendapatan bersih yang diterima oleh petani kemungkinan tingkat kesejahteraan petani secara ekonomi semakin tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut, maka perlu dianalisis lebih lanjut mengenai tingkat penggunaan biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usahatani sehingga diketahui sejauh mana usahatani padi dapat menjamin kesejahteraan ekonomi rumah tangga petani. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara dengan kelompok tani Mugi Subur di Kecamatan Cawas dan dilaksanakan pada bulan Maret. Analisis pendapatan usahatani dapat dilakukan dengan melakukan wawancara mengenai penggunaan biaya usahatani dan harga padi saat panen. Selanjutnya berdasarkan data tersebut dihitung nilai Break Event Point (BEP), R/C ratio, dan B/C ratio untuk menentukan kelayakan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani padi di Kecamatan Cawas memberikan keuntungan bagi petani dan layak untuk diusahakan.Rice is a staple food that is difficult to replace with other alternative foods. This makes the level of rice consumption in Indonesia quite high. Land use in Cawas District has shifted a lot to settlements and the area of land use for agriculture is decreasing. This indirectly implies that most of the farmers in Cawas Sub-district have shifted their land use from agricultural land to residential land because the previous farming no longer provides a profit. Farm income can be used as an indicator of farmer welfare, the higher the net income received by farmers, the higher the economic welfare level of farmers. In this regard, it is necessary to further analyze the level of use of costs, revenues, income, and the feasibility of farming so that it is known to what extent rice farming can guarantee the economic welfare of farmers' households. This research was conducted by interview method with the Mugi Subur farmer group in Cawas District and was carried out in March. Farming income analysis can be done by conducting interviews regarding the use of farming costs and the price of rice at harvest. Furthermore, based on the data, the Break Event Point (BEP) value, R/C ratio, and B/C ratio were calculated to determine the feasibility of farming. The results showed that rice farming in Cawas District provides benefits for farmers and is feasible to cultivate.
Karakteristik Snack Ekstrusi Dengan Penambahan Grit Ikan Gabus (Channa striata) Nuraenah, Nani; Deviarni, Ika Meidy; Fitriyani, Evi
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v11i1.854

Abstract

Snack food merupakan salah satu jenis produk yang dihasilkan dengan teknologi ekstrusi.  Umumnya produk snack ekstrusi tinggi kandungan karbohidrat dan rendah protein karena bahan utama yang digunakan adalah bahan dengan kandungan pati yang tinggi seperti seperti jagung dan beras. Kandungan protein dari produk snack ekstrusi dapat ditingkatkan dengan menambahkan bahan tinggi protein seperti ikan gabus.  Penambahan ikan gabus pada produk snack dapat mempengaruhi terhadap karakteristik fisik dan kimia snack yang dihasilkan. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh ukuran dan konsentrasi grit ikan terhadap karakteristik fisik (hardness, fracturability, warna, rasio ekspansi), kimia (kadar air), dan hedonik dari produk snack ekstrusi dengan panambahan grit ikan gabus. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor A (ukuran grit ikan) dalam 3 taraf (10, 12, dan 20 mesh) dan faktor B (persentasi grit ikan) sebanyak 2 taraf yaitu (10%, dan 15%). Sebagai pembanding (kontrol) digunakan snack tanpa penambahan grit ikan. Semua perlakuan dilakukan sebanyak 2 kali. Ukuran maupun konsentrasi grit ikan tidak mempengaruhi terhadap karakteristik fisik snack ekstrusi baik hardness, fracturability, maupun rasio ekspnasi, kecuali warna snack ekstrusi dipengaruhi oleh ukuran grit ikan tetapi tidak dipengaruhi oleh konsentrasi maupun interaksi antara ukuran dan konsentrasi grit ikan.  Hasil analisis sensori menunjukkan kombinasi ukuran dan konsentrasi grit ikan tidak mempengaruhi penerimaan panelis terhadap parameter sensori kenampakan, warna, aroma, dan tekstur namun berpengaruh terhadap paremeter rasa.Snack food is one type of product produced by extrusion technology. Generally, extruded snack products are high in carbohydrates and low in protein because the main ingredients used are ingredients with high starch content, such as corn and rice. The protein content of extruded snack products can be increased by adding high-protein ingredients such as snakehead fish. The addition of snakehead fish to snack products can affect the physical and chemical characteristics of the resulting snack. The research aimed to study the effect of the size and concentration of fish grit on the physical characteristics (hardness, fracturability, color, expansion ratio), chemical (moisture content), and hedonic of the extruded snack product with the addition of snakehead fish grit. The study used a factorial completely randomized design consisting of 2 factors, namely factor A (fish grit size) in 3 levels (10, 12, and 20 mesh) and factor B (fish grit percentage) in 2 levels, namely (10%, and 15%). ). As a comparison (control) snacks were used without the addition of fish grit. All treatments were carried out 2 times. The size and concentration of fish grit did not affect the physical characteristics of the extruded snack, either hardness, fracture, or expansion ratio, except that the color of the extruded snack was influenced by the size of the fish grit but not influenced by the concentration or interaction between the size and concentration of the fish grit. The results of the sensory analysis showed that the combination of size and concentration of fish grit did not affect the panelists' acceptance of the sensory parameters of appearance, color, aroma, and texture but did affect the taste parameters.
Pertumbuhan dan Hasil Bunga Matahari Pada Lahan Tidur di Lahan Pantai Kabupaten Pesisir Selatan Obel, Obel; Ninda Rosadi, Firsta; Jamsari, Jamsari; Rahmad, Ali; Seswita, Seswita
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v11i1.866

Abstract

Lahan di kawasan pantai pemanfaatannya belum optimal untuk lahan pertanian karena dihadapkan pada beberapa masalah baik dari segi ekonomis maupun praktek budidaya. Perlu suatu gagasan dalam mengoptimalkan potensi lahan tersebut agar dapat lebih produktif dan memberi manfaat nyata pada masyarakat. Salah satu cara untuk memanfaatkan lahan pantai adalah dengan melakukan budidaya bunga matahari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil bunga matahari pada lahan tidur di kawasan pesisir. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan perlakuan 3 varietas dan 2 aksesi bunga matahari yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bunga matahari sangat berpotensi untuk dikembangkan pada  lahan tidur di daerah pantai Pesisir Selatan. Aksesi Ha1 menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan aksesi Ha15 dan varietas Kanigara, Lokal Jumbo serta IPB BM1. Land in the coastal area has not been optimally utilized for agricultural land due to a number of issues, both economically and in terms of cultivation practices. An idea for maximizing the land's potential so that it can be more productive and deliver concrete benefits to the community is required. Sunflower cultivation is one technique to make use of coastal land. The goal of this study was to see how well sunflowers grew and yielded on unused land in coastal areas. The study used a randomized block design, with treatments of three sunflower kinds and two accessions repeated three times. The findings revealed that sunflowers have the potential to be grown on undeveloped land along the coast of the United States.

Page 1 of 1 | Total Record : 4