cover
Contact Name
Aan Nasrullah
Contact Email
nasrullah.aljalil07@gmail.com
Phone
+6282228047272
Journal Mail Official
nasrullah.aljalil07@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H. Abdul Fattah, Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi
Published by STAI Miftahul Ula
ISSN : -     EISSN : 25407767     DOI : 10.29138
The mission of JURNAL LENTERA is to encourage scholarly research in religious, scientific and technological studies. The Journal provides a unique peer-reviewed forum to postgraduate students, scholars, professors, and researchers in various topics within the scope. The Journal welcomes research papers as well as review articles and conference reports
Articles 2 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 1 (2016): March 2016" : 2 Documents clear
Dakwah Kultural, Karya Ulama Indonesia Kajian Untuk Menangkal Radikalisme Agama Wajdi, Muh. Barid Nizaruddin
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Vol 2 No 1 (2016): March 2016
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is undeniable that some Indonesian Muslims comprehend Islam in radicalism perspective. They use several ways to spread this radicalism through the organization of cadres, speech in mosques that managed under their control, magazines publishing, booklet and books, and through various websites on internet. Although many people develop tendentious speculation that terrorism originates from fundamentalism and religious radicalism, but not a few who believe that the motives of radicalism and terrorism are not sourced from a single aspect. This article discusses about the propaganda (Dakwah) that is carried out by Muhammad (pbuh), Walisongo and theologian (‘Ulama). The term of dakwah is often used by Muslims who spread theirbeliefs to others There are some Muslims who engage in dakwah actively. This clearly requires a preacher to adapt the method used, especially in modern era. Such as, the first is dakwah bil kitabah, the method of dakwah by writing, either through books, newspapers or magazines. The second is dakwah bil lisan. Dakwah verbally (linguistic) such as, seminar, symposium, discussion, sermon, opened discussion, chatting etc. The third is dakwah bi al-hal. Dakwah with the act, which is expressed in action to the development of the surrounding environment.
Konsep Pendidikan Islam Multikultural (Studi Analisis Gagasan Abdurrahman Wahid Tentang Sistem Pendidikan Pesantren) Harsoyo, Roni
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Vol 2 No 1 (2016): March 2016
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam multikultural menawarkan dirinya sebagai solusi dari berbagai konflik yang menggejala pada saat ini akibat dari penyelenggaraan pendidikan yang hanya berorientasi pada pencapaian target kurikulum tertentu, serta hanya menekankan pada pengetahuan dan pencapaian nilai/angka (ranah kognitif), yang cenderung mengabaikan pembelajaran pada ranah efektif dan psikomotorik. Pesantren sebagai salah satu institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia telah ikut serta mewujudkan pendidikan Islam yang berwatak multikultural tersebut. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melalui konsep sistem pendidikan pesantren yang digagasnya, pesantren diharapkan mampu menjadi ‘mitra’ masyarakat dalam mencetak manusia yang memiliki kepribadian yang utuh dan bulat, sekaligus menjadikan pesantren sebagai lembaga yang menjalankan sistem pendidikannya dengan corak multikultural.

Page 1 of 1 | Total Record : 2