cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal TABARO Agriculture Science
ISSN : 25806165     EISSN : 25978632     DOI : -
Artikel dapat berupa hasil-hasil penelitian mutakhir (paling lama 5 tahun yang lalu), ulasan (review) singkat, analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat (research note) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary result), yang mencakup salah satu disiplin ilmu dalam bidang teknologi budidaya pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan, sosial ekonomi pertanian, dan biologi tanaman
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1: MEI 2018" : 7 Documents clear
PERBEDAAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP MUTU BUAH JERUK SELAYAR Taruna Shafa Arzam AR; Basri Baba
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1: MEI 2018
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.343 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v2i1.108

Abstract

Buah jeruk Selayar merupakan jeruk unggulan Sulawesi Selatan yang memiliki daya simpan rendah.  Penyimpanan suhu rendah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya simpan produk hortikultura. Namun, setiap produk memiliki respon berbeda pada setiap tingkatan suhu. Penelitian ini bertujuan mempelajari suhu simpan yang tepat untuk memperpanjang daya simpan buah jeruk Selayar.  Penelitian ini menggunakan rancangan lingkungan Tersarang (Nested design) dengan perlakuan suhu simpan (suhu 18 oC, 20 oC dan suhu ruang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jeruk Selayar perlakuan penyimpanan suhu ruang, mengalami susut bobot dan kelunakan yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan suhu 18 oC dan suhu 20 oC. Namun, suhu simpan (18, 20 oC dan suhu ruang) tidak berpengaruh pada kandungan gula (Total Padatan Terlarut) dan total asam tertitrasi buah jeruk selayar
PERAN PENYULUH TERHADAP PENGUATAN KELOMPOK TANI DAN REGENERASI PETANI DI KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT Wardani Wardani; Oeng Anwarudin
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1: MEI 2018
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.465 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v2i1.113

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis peran penyuluh terhadap penguatan, kemandirian kelompok tani serta regenerasi petani dan menganalisis pengaruh penguatan, kemandirian kelompok tani terhadap regenerasi petani. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Caringin, Kabupaten Bogor pada Juni sampai November 2017. Populasi penelitian adalah petani muda yang menjadi anggota kelompok tani dan gabungan kelompok tani sebanyak 60 orang yang diambil menggunakan teknik acak sederhana. Data diambil menggunakan kuesioner dengan skala instrumen rating scale. Variabel penelitian terdiri atas peran penyuluh pertanian (X1), penguatan kelompok tani (X2), kemandirian kelompok tani (X3) dan regenerasi petani (Y). Analisis data menggunakan statistik deskriptif, korelasi dan regresi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa peran penyuluh pertanian berpengaruh signifikan terhadap penguatan kelompok tani. Peran penyuluh dan penguatan kelompok tani berpengaruh nyata terhadap kemandirian kelompok tani. Peran penyuluh, penguatan kelompok dan kemandirian kelompok tani berpengaruh tidak nyata terhadap regenerasi petani.
RESPON PEMBERIAN ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Akmal Akmal
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1: MEI 2018
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.12 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v2i1.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun terhadap pemberian berbagai dosis abu tandan kosong kelapa sawit. Penelitian dilakukan dalam pemberian abu tandan kosong kelapa sawit dengan 5 dosis perlakuan yaitu; kontrol, 100 g, 200 g, 300 g, dan 400 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu tandan kosong kelapa sawit sebesar 200 g/polybag memberikan hasil terbaik terhadap jumlah buah dengan rata-rata 3,9 buah/pohon, berat buah dengan rata-rata berat 0,26 kg dan panjang buah rata-rata 14,67 cm, namun pada umur berbunga menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata antara perlakuan 100 g/polybag dengan rata-rata 16,93 hst dan 200 g/polybag yang rata-rata 15,73 hst
DETEKSI SOYBEAN MOSAIC VIRUS (SMV) TERBAWA BENIH KEDELAI DI SULAWESI TENGGARA Asmar Hasan; Muhammad Taufik; Niken Nur Kasim; Hijria Hijria
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1: MEI 2018
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.707 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v2i1.114

Abstract

Virus mosaik kedelai (SMV) adalah salah satu patogen paling penting dalam tanaman kedelai yang aktivitasnya bahkan dapat menyebabkan kerugian tanaman hingga 100%, sehingga menghambat upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada kedelai. Terkait hal ini, sekitar awal tahun 2015, gejala mosaik telah ditemukan pada kedelai yang dibudidayakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara dan berdasarkan hasil deteksi serologi membuktikan bahwa daun kedelai gejala mosaik positif terinfeksi oleh virus mosaik seperti SMV. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah benih kedelai yang ditemukan di kalangan petani dan digunakan sebagai bibit juga telah terinfeksi oleh SMV. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan SMV pada benih kedelai petani menggunakan metode uji serodiagnosis dengan teknik ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMV positif menginfeksi biji kedelai varietas Dena dan Dega dari Desa Belatu, Kecamatan Pondidaha. Terdeteksi pada getah daun kedelai yang telah diunggulkan sedangkan getah biji kering tidak terdeteksi
ALOKASI WAKTU DAN TINGKAT PENDAPATAN PETANI MERICA DI DESA BANTIMURUNG KECAMATAN BONE BONE KABUPATEN LUWU UTARA Suryanto Suryanto; Heri Juniawan
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1: MEI 2018
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.619 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v2i1.110

Abstract

Merica sebagai tanaman perkebunan  diharapkan dapat meningkatkan devisa negara. Sumbangan komoditi merica terhadap total ekspor non migas masih relatif kecil yaitu sebesar 1% tiap tahunnya. Namun sebagai komoditi ekspor pengembangan tanaman Merica masih sangat strategis walaupun setiap tahun selalu terjadi fluktuasi harga di pasaran internasional. Penelitian bertujuan mengetahui alokasi waktu dan besarnya pendapatan petani dalam usahatani merica di Desa Bantimurung, Kecamatan Bone Bone, Kabupaten Luwu Utara, dilaksanakan Juli sampai September 2017. Penentuan responden dengan metode simple random sampling yaitu 15% dari 160 populasi sehingga terdapat 35 responden. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung (observasi) dan melalui wawancara dengan kuisioner. Data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian berdasarkan perhitungan HOK per hektar menujukkan bahwa tanaman merica pada persiapan lahan adalah HKP 17.58, HKW 2.64, HKA 1.57, pengolahan lahan HKP 9.15, penanaman HKP 9.40, penyiangan HKP 3.40, HKW 1.55, pemupukan HKP 4.20, penyemprotan HKP 7, pemangkasan HKP 4.20, pengontrolan HKP 3.88, panen HKP 16.26, dan pasca panen HKP 5.10, HKW 0.88, HKA 0.30, dan total pendapatan bersih (TR) Rp. 41.468.884 per tahun atau Rp. 3.455.740,3. Usahatani tanaman merica menguntungkan dan layak untuk usahakan
ADAPTASI KEBERAGAMAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADA WILAYAH MARGINAL PERTANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalanicum L.) Ambo Upe; Tenri Sau
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1: MEI 2018
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.242 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v2i1.111

Abstract

Penelitian bertujuan mendapatkan varietas dengan adaptasi luas yang mampu tumbuh dan menghasilkan produksi optimal pada lahan marginal pertanaman bawang merah, yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani, mengurangi ketergantungan impor bawang merah, menjadi pengekspor bawang merah menuju kedaulatan pangan. Metode yang akan dipakai adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang teridiri dari lima varietas bawang merah sebagai perlakuan yaitu varietas Bima Brebes, Tajuk, Bauji, Super Philip, dan Lokal Enrekang. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Pengolahan data dengan SPSS Software, Versi 22, dan jika terdapat pengaruh yang nyata, maka dilakukan uji beda dengan Uji Duncan pada taraf α=0,05. Penelitian dilaksanakan pada  lahan percobaan STIP Puangrimaggalatung Sengkang. Parameter yang diamati terdiri atas pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah.  Hasil analisis menunjukan bahwa varietas bawang merah yang cukup adaptif adalah bawang merah varietas Bima Brebes dan mampu mengahasilkan rataan produksi sebesar 12.08 t ha-1
KAPASITAS ADAPTASI PETANI KAKAO TERHADAP PERUBAHAN IKLIM Idawati Idawati; Fatchiya Fatchiya; Tjitropranoto Tjitropranoto
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 1: MEI 2018
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.155 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v2i1.112

Abstract

Dampak perubahan iklim menjadi salah satu penyebab hama penyakit pada tanaman kakao semakin meningkat dan sulit terkendalikan, menjadi penyebab degradasi lahan dan akhirnya menurunkan produksi perkakaoan nasional. Tujuan penulisan adalah: (1) Menganalisis kapasitas adaptasi petani kakao terhadap perubahan iklim (2) Menganalisis adopsi inovasi penyuluhan terhadap perubahan iklim dan (3) Menganalisis usahatani kakao berkelanjutan terhadap perubahan iklim. Metode penulisan adalah kajian ilmiah studi literatur dengan teknik review dan sintesis berbagai hasil penelitian. Hasil yang diperoleh  adalah (1) Beradaptasi dengan kondisi alam yang berubah membutuhkan suatu kapasitas adaptasi (adaptive capacity) petani kakao terhadap perubahan iklim dalam bentuk kemampuan adopsi inovasi transfer teknologi, kemampuan kelembagaan, kemitraan, modal sosial dan akses terhadap modal usaha; (2) Upaya adaptasi dibutuhkan proses penyuluhan sebagai proses adopsi ide, praktik atau objek dalam suatu proses pembelajaran perubahan perilaku yang dimulai dari pengetahuan, sikap dan keterampilan dan menerapkan inovasi (proses adaptasi); dan (3) Keberlanjutan usahatani kakao dalam  meningkatkan produktivitas dengan cara meningkatkan keterampilan dan daya adaptasi petani terhadap perubahan iklim, penggunaan pupuk organik dan pestisida ramah lingkungan serta penguatan kelembagaan kelompok tani untuk membangun kesamaan persepsi, komitmen, dan keterpaduan antar-subsektor, pusat dan daerah pada lingkup pertanian dan stakeholder terkait

Page 1 of 1 | Total Record : 7