cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi
Published by Universitas Paramadina
ISSN : 19797273     EISSN : 25409255     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ilmiah Psikologi Inquiry ISSN 1979-7273 (Print); ISSN 2540-9255 (Online) diterbitkan oleh program studi psikologi Universitas Paramadina yang mengakomodir publikasi karya ilmiah baik yang bersifat penelitian lapangan, review buku, tinjauan teoretik atau inovasi teoretik dalam bidang psikologi atau perilaku manusia. Karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah psikologi Inquiry secara khusus juga mengarahkan pada pengembangan Psikologi Indonesia dengan mendasarkan pada tema-tema keragaman sebagai dasar ke-Indonesiaan dan mengusung kearifan lokal yang berkembang dalam bidang Industri dan Organisasi, Sosial, Pendidikan, Klinis, Perkembangan, Konseling, Kesehatan dan lain-lain. Jurnal Ilmiah Psikologi Inquiry diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juli dan Desember. Saat ini Inquiry telah terindeks pada Google Scholar dan Onesearch.id.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2018)" : 5 Documents clear
PERAN MODERASI DARI STRESS KERJA PADA HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN DI TEMPAT KERJA Athifa An Umillah; Arum Etikariena
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.568 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menelaah peranan stress kerja sebagai variabel moderasi dalam hubungan motivasi kerja dan kesejahteraan karywan di tempat kerja. Partisipan penelitian ini berjumlah 200 karyawan swasta, berumur 25-49 tahun dan sudah bekerja minimal dua tahun. Peneliti menggunakan salah satu teknik penentuan sampel non-probabilitas, yaitu convenience sampling. Penelitian ini mengadaptasi alat ukur Workplace Well-being Index (WWBI) yang mencakup dimensi core affect, ekstrinsik dan intrinsik. Selain itu juga ada alat ukur Motivation at Work Scale (MAWS) dengan empat dimensi, yaitu Intrinsic Motivation, Introjection Regulation, Identification Regulation, dan External Regulation. Sedangkan stress kerja diukur melalui Job Stress Scale (JSS) yang terdiri dari empat dimensi yaitu job stress scale role expectation conflict, coworker support, dan work-life balance. Teknik analisis yang dilakukan adalah moderasi menggunakan macro model 1 (Hayes, 2013). Hasil analisis data hipotesis mempunyai nilai (p) 0.0204, yang berarti (p)<0.05. Stress kerja terbukti memoderasi hubungan antara motivasi kerja dan kesejahteraan karyawan di tempat kerja. Nilai koefisien β -.01 dan nilai t hitung -2.34 menunjukkan bahwa stress kerja berperan sebagai variabel moderator yang memperlemah pengaruh motivasi kerja pada kesejahteraan karyawan di tempat kerja. 
PENERAPAN KONSELING DIREKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA KORBAN BULYING DI SDN KENARI JAKARTA Nur Zaituny Busyra
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128 KB)

Abstract

Konseling merupakan suatu konseptualisasi atau kerangka acuan berpikir tentang bagaimana proses konseling berlangsung (Winkel, 2013). Proses konseling merujuk pada rangkaian perubahan yang terjadi pada konseli yang berinteraksi dengan seorang konselor selama jangka waktu tertentu. Konseling direktif adalah konselor mengambil peranan penting dan berusaha memberi pengarahan yang sesuai dengan penyelesaian masalahnya (Gunarsa, 2000). Dalam hal ini konselor yang menjadi pusat dalam proses penyelesaian masalah. Konseling direktif ini adalah metode untuk meningkatkan rendahnya rasa kepercayaan diri pada korban bullying. Bagi korban bullying tingkat kepercayaan diri yang berkurang karena judge negatif dari pelaku bullying membuat korban tidak memiliki keyakinan akan potensi yang mereka miliki, yang mengakibatkan menurunnya potensi didalam diri korban. Ini adalah kasus tunggal dengan desain eksperimental penelitian dengan desain ABA. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa konseling direktif cukup efektif dalam mengatasi perilaku kepercayaan diri yang rendah. Dengan perolehan hasil yang menunjukkan adanya perubahan mean persentase perilaku kepercayaan diri yang rendah pada tahap baseline (A1), intervensi, dan baseline (A2). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang lebih baik pada subjek dimana adanya peningkatan pada kepercayaan diri terhadap korban bullying.
TUNTUTAN KERJA DAN STRES KERJA PADA KARYAWAN SWASTA: PERAN MEDIASI MOTIVASI KERJA Dina Ramadhani; Arum Etikariena
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.904 KB)

Abstract

Stres merupakan istilah yang tidak asing di dalam kehidupan. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa pun dan dimana pun, termasuk di tempat kerja. Stres kerja dapat disebabkan beberapa hal, diantaranya beban kerja yang berlebihan, hubungan dengan atasan atau rekan kerja yang buruk, gaji yang terlalu rendah, dan waktu kerja yang terlalu panjang. Stres kerja memiliki hubungan dengan tuntutan kerja dan juga motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan mengukur pengaruh tuntutan kerja dengan stres kerja dengan dimediasi oleh motivasi kerja. Penelitian dilakukan terhadap karyawan swasta dengan kriteria berusia 25-55 tahun, memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun, tingkat pendidikan minimal S1, dan bukan pekerja shift/magang/lapangan. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel stres kerja adalah Job Stress Scale (22 item). Variabel tuntutan kerja diukur dengan dimensi tantangan (challenge) sebanyak 6 item dan rintangan (hindrance) sebanyak 5 item. Variabel motivasi kerja diukur dengan The Motivation at Work Scale (MAWS) yang terdiri dari 12 item. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kusioner yang disebar secara online menggunakan google form.  Jumlah responden yang diolah datanya sebanyak 192 orang. Data dianalisis dengan analisis regresi berganda menggunakan Process Macro Hayes. Hasil penelitian menunjukkan motivasi kerja memediasi hubungan antara tuntutan kerja dengan stres kerja (β= 0.06, SE= 0.02, 95% CI [0.10; 0.02]). Implikasi teoritis dan praktis dari penelitian ini adalah dapat menjadi informasi baru bahwa motivasi kerja menjadi variabel moderator terhadap pengaruh tuntutan kerja terhadap stres kerja dan organisasi dapat mengambil langkah untuk mengurangi stres kerja karyawan dengan melakukan intervensi terhadap tuntutan kerja yang ada.
PERILAKU PROSOSIAL REMAJA PADA SISWA SMA ATAU SEDERAJAT YANG MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Siti Fatonatul Arifah; Handrix Chris Haryanto
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.968 KB)

Abstract

This research aims to describe about Adolescents’s Prosocial Behavior on High School Students Whose joining Extracuricular Activities. Respondent of this research were High School Students Whose joining Extracuricular Activities. The number of respondents in this research were 210 respondents. Convenience sampling technique is used to sample the population. The measuring instrument in this research was Revise Prosocial Tendencies Measure (R-PTM) from Carlo and Randall (2002). There was 22 items in the questionnaire, and there was open question  about respondents perceived benefit of Extracuricular Activities. The results showed that the majority of Prosocial Behavior in low categories. Extracuricular that was having the highest mean was pramuka. The most perceived benefit was training cooperation.
KETERAMPILAN SOSIAL SEBAGAI PREDIKTOR PEMBENTUKAN KONSEP DIRI AKADEMIK PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR INKLUSIF Fitria Dwi Pratiwi; Frieda Maryam Mangunsong
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.301 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan sosial terhadap konsep diri akademik pada siswa berkebutuhan khusus (special needs). Hal tersebut didasarkan pada pentingnya komponen akademis dalam konsep diri terutama bagi siswa berkebutuhan khusus karena berkaitan langsung dengan pencapaian prestasi akademiknya. Prestasi akademik di sekolah saat ini merupakan ukuran keberhasilan siswa dalam menempuh pelajaran di sekolah. Marsh (2003) mengungkapkan bahwa konsep diri akademis dapat membuat individu menjadi  lebih  percaya  diri  dan  merasa  yakin  akan  kemampuan  mereka. Konsep diri akademik dalam penelitian ini didefinikan sebagai penilaian siswa terhadap kemampuan akademik yang dimiliki (Atmasari, 2009) serta melihat seberapa baik performanya di sekolah atau seberapa baik dirinya belajar (Huitt, 2004). Perkembangan konsep diri akademik sendiri tidak terlepas dari adanya interaksi dengan orang lain, yang ditunjukkan dalam keterampilan sosial sehari-hari. Keterampilan sosial adalah suatu hal yang penting untuk dikembangkan saat pendidikan dasar dimana pada usia sekolah dasar siswa mulai beradaptasi dengan lingkungan pembelajaran di sekolah yang memungkinkannya untuk berinteraksi lebih sering dengan teman dan guru (Rimm-Kaufman, Curby, Grimm, Brock, & Nathanson, 2009). Dimensi keterampilan sosial adalah komunikasi, kerja sama, ketegasan, tanggung jawab, empati, keterlibatan, dan pengendalian diri (Gresham & Elliott, 2008). Penelitian ini menggunakan analisis regresi dengan metode Enter dan responden penelitian ini adalah 292 siswa dengan kebutuhan khusus di sekolah dasar inklusif di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konsep diri akademik siswa (p <0,05). Dimensi tanggung jawab memiliki pengaruh terkuat dengan nilai R. Square adalah .115 (p <.005).Kata kunci: keterampilan sosial, konsep diri akademik, pendidikan inklusif, siswa berkebutuhan khusus 

Page 1 of 1 | Total Record : 5