cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Satya Widya
ISSN : 08545995     EISSN : 2549967X     DOI : -
Core Subject : Education,
SATYA WIDYA is presenting diverse, yet still within major themes in education. Especially the study of theoretical education and results of descriptive research, classroom action research, experimental and development research, in the purpose of sustainable professionalism development.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 30 No 2 (2014)" : 7 Documents clear
MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 GETASAN, KABUPATEN SEMARANG Maya Theofany Kesitawahyuningtyas; Sumardjono Padmomartono
Satya Widya Vol 30 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.424 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i2.p63-70

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa SMA Negeri 1 Getasan, Kabupaten Semarang melalui layanan bimbingan klasikal. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan desain pretest dan posttest. Ditetapkan 20 siswa kelas X.1 sebagai kelompok eksperimen dan 20 siswa kelas X.2 sebagai kelompok kontrol berdasarkan perolehan skor yang rendah pada skala komunikasi interpersonal. Kelompok eksperimen mendapatkan bimbingan klasikal dengan materi untuk meningkatkan komunikasi interpersonal selama 5 (lima) sesi. Untuk menguji perbedaan perolehan skor komunikasi interpersonal digunakan analisis Mann Whitney dengan p = 0,000 0,050 pada mean rank pretest kelompok eksperimen 10,75 dan mean rank posttest kelompok eksperimen 30,25. Selisih mean rank pretest dan mean rank posttest kelompok eksperimen sebesar 19,50 artinya ada peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal yang signifikan setelah siswa menempuh bimbingan klasikal selama 5 sesi. Disimpulkan bahwa bimbingan klasikal dapat meningkatkan secara signifikan komunikasi interpersonal siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Getasan, Kabupaten Semarang.
PENGEMBANGAN PENGUKURAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN BERBANTUAN KOMPUTER UNTUK MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING Limpid Sestu Lupyanto; Yari Dwikurnaningsih
Satya Widya Vol 30 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.79 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i2.p71-81

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pengembangan aplikasi komputer untuk mengukurkompetensi kepribadian mahasiswa BK dalam rangka menjadi figur dari seorang guru BK yang memiliki kompetensi kepribadian yang disyaratkan. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D). Teknik pengumpulan data awal tentang kompetensi kepribadian mahasiswa BK menggunakan skala kompetensi kepribadian disusun berdasarkan rumusan Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor (SKAKK) yang tertuangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No.27 Tahun 2008. Skala pengukuran terdiri 51 item pernyataan yang mencakup 4 aspek dan 17 indikator. Sedangkan teknik yang digunakan untuk memperoleh data validasi model menggunakan focuss group discussion (FGD). Teknik analisis data awal menggunakan deskriptif kuantitatif dan data hasil FGD menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Komponen desain yang dihasilkan terdiri dari kata pengantar, rasional, tujuan, manfaat, program aplikasi skala pengukuran kompetensi kepribadian berbantuan komputer. Desain telah divalidasi oleh ahli BK dan hasilnya item-item yang disusun belum sepenuhnya mengacu pada indikator, karena itu item-item telah diperbaiki oleh peneliti. Desain juga telah divalidasi oleh ahli teknologi informasi dan dinilai sudah baik. Subjek penelitian untuk uji coba terbatas kepada tiga mahasiswa BK FKIP UKSW dan tiga dosen BK FKIP UKSW dan hasil dari uji coba desain membahas tentang struktur kalimat pada setiap item, penggunaan aplikasi memakai Microsoft Excel agar data lebih aman dan proses penginputan hasil pengerjaan yang lebih cepat. Setelah melakukan serangkaian pengujian terhadap seluruh sistem pada desain ini maka dapat dinyatakan bahwa desain ini sudah memenuhi kelayakan untuk dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kepribadian mahasiswa BK.
DESKRIPSI TINGKAT KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF (TKBK)PADA MATERI SEGIEMPAT SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PABELAN KABUPATEN SEMARANG Helarius Ryan Wahyu Santoso; Novisita Ratu; Tri Nova Hasti Yunianta
Satya Widya Vol 30 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.549 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i2.p82-95

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir kreatif (TKBK) siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pabelan Kabupaten Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 siswa yang dipilih berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kreatif untuk mewakili masing-masing tingkat kemampuan berpikir kreatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive. Penelitian dilakukan dengan cara tes dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) subjek yang termasuk dalam TKBK 4 (sangat kreatif), pada tingkat ini subjek mampu menunjukkan kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan dalam menjawab soal; (2)subjek yang termasuk TKBK 3 (kreatif), pada tingkat ini subjekmampu menunjukkan kefasihan dan fleksibilitas; (3) subjek yang termasuk TKBK 2 (cukup kreatif), pada tingkat ini subjek mampu menunjukkan adanya fleksibilitas dalam menjawab soal; (4)subjek yangtermasuk dalam TKBK 1 (kurang kreatif), pada tingkat ini subjek mampu menunjukkan adanya kefasihan; (5)subjek yang termasuk dalam TKBK 0 (tidak kreatif), pada tingkat ini subjek tidak menunjukkan adanya kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan dalam menjawab soal.
IDENTIFIKASI TAHAP BERPIKIR GEOMETRI SISWA SMP NEGERI 2 AMBARAWA BERDASARKAN TEORI VAN HIELE Susi Lestariyani; Novisita Ratu; Tri Nova Hasti Yunianta
Satya Widya Vol 30 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.705 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i2.p96-103

Abstract

Geometri dipelajari mulai dari sekolah dasar sampai di sekolah menengah atas. Beberapa kajian menunjukkan bahwa pada sekolah menengah pertama (SMP), banyak siswa memiliki kesulitan dalam belajar geometri. Level Geometri van Hiele dapat menjelaskan kesulitan geometri siswa. Van hiele menyatakan bahwa dalam memahami geometri, siswa perlu melalui lima level, diantaranya level 1 (tahap pengenalan), level 2 (tahap analisis), level 3 (tahap pengurutan), level 4 (tahap deduksi), dan level 5 (tahap ketepatan). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan level berpikir geometri siswa sekolah menengah pertama. Ada 209 siswa yang masuk dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran. Intrumen tes yang digunakan diadaptasi dari Proyek CDASSG Usiskin. Hasilnya menunjukkan ada 28,71% siswa SMP berada pada level 1, 44,02% siswa berada pada level 2 dan 5,26 siswa berada pada level 3. Ada 1,91% siswa berada pada level 0, dan tidak ada siswa yang berada pada level 4 dan 5. Siswa Ada sekitar 20,10% tidak dapat dikelompokkan ke dalam level yang ada dikarenakan tidak memenuhi kriteria dari instrumen penelitian. Berdasarkan hasil ini, siswa kebanyakan masih berada pada level 1 dan 2. Tidak seperti pendapat van Hiele yang menyatakan bahwa level berpikir geometri untuk siswa SMP berada di level 3. Berdasarkan hasil penelitian ini, penting untuk melakukan pemerikasaan lebih lanjut mengenai level berpikir geometri siswa SMP di tempat lain.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SD NEGERI SIDOMULYO 04 KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Nani Mediatati
Satya Widya Vol 30 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.45 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i2.p104-111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi pendidikan karakter di SD Negeri Sidomulyo 04 Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2010/2011. Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptif. Subyek penelitiannya adalah Kepala Sekolah, guru kelas 1 sampai kelas 6, dan siswa kelas 6 yang diambil sampel sebanyak 15 siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri Sidomulyo 04 Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang telah mengimplementasikan pendidikan karakter sejak tahun pelajaran 2004. Pendidikan karakter diimplementasikan melalui kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan pembiasaan diri. Melalui kegiatan intrakurikuler, pendidikan karakter dilaksanakan dalam pembelajaran setiap mata pelajaran, mulai dari penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), pelaksanaan pembelajaran di kelas, dan evaluasi. Dalam kegiatan ekstrakurikuler, pendidikan karakter dilaksanakan melalui kegiatan kepramukaan; seni, budaya dan ketrampilan; keagamaan; olah raga; pengembangan IPTEK; dan pelayanan konseling. Selanjutnya pendidikan karakter dilakukan melalui pembiasaan diri yaitu berjabat tangan dan memberi salam setiap pagi baik kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa; mendengarkan lagu nasional, daerah, rohani yang diputar dari kantor setiap pagi sebelum masuk kelas dan mulai pelajaran; menyisihkan sebagian uang saku sebagai bentuk kepedulian sosial dan sikap berbagi; kerja bakti bersama; dan makan bersama. Guru dan kepala sekolah sangat berperan dalam pelaksanaan pendidikan karakter tersebut dan siswa memberi respon positif terhadap pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah tersebut.
TATA RUANG KANTOR PENUNJANG EFISIENSI KERJA PADA KANTOR TATA USAHA DI SMK NEGERI 1 SALATIGA Lelahester Rina; Entri Sulistari
Satya Widya Vol 30 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.24 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i2.p112-120

Abstract

Kantor sebagai tempat dan proses dalam melaksanakan kegiatan administrasi suatu organisasi guna mencapai tujuan tertentu. Administrasi sangat penting peranannya karena sebagai pusat informasi yang dibutuhkan oleh pimpinan dalam pengambilan keputusan maupun pihak-pihak yang berkepentingan. Penelitian ini bermuara pada keadaan ruang kantor yang dijadikan sebagai tempat dalam kegiatan administrasi dan semua jenis pekerjaan kantor di sekolah. Hasil penelitian diharapkan memiliki makna dalam manajemen tatanan ruang kerja yang dapat menunjang efisiensi kerja pegawai khususnya staff tata usaha sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penataan ruang kantor dalam menunjang efisiensi kerja pada ruang tata usaha SMK Negeri1 Salatiga. Deskripsi penataan ruang kantor dinilai berdasarkan; (1) Penataan ruangan secara umum, (2) Penempatan staff tata usaha, dan (3) Pengaturan peralatan dan perabot kantor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan ruang kantor yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Salatiga tidak menunjang efisiensi kerja. Penataan ruang kantor belum memenuhi tujuan penataan kantor seperti memudahkan gerakan pegawai dari penyimpanan arsip, mobilitas staff dalam melewati lorong utama untuk akses jalan, dan kelancaran proses pekerjaan bersangkutan. Serangkaian pekerjaan dalam prosedur kerja harus melewati berbagai rintangan seperti dokumen, arsip, dan barang-barang yang berserakan dan tidak sesuai dengan tempatnya, jarak yang sempit menghambat proses pekerjaan. Hal ini menjadikan gerakan yang berlebihan karena penataan yang kurang efektif. Selain itu, penataan meja dan kursi kerja staff yang terlalu rapat menghambat jalannya pekerjaan karena membutuhkan waktu dan tenaga dalam berpindah untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Beberapa kondisi lingkungan fisik kantor seperti kondisi udara, pemerataan cahaya, beberapa perabot memiliki warna yang sudah memudar serta sumber suara yang belum memberikan kenyamanan dan kepuasan staff dalam bekerja. Hasil penelitian tersebut memberikan gambaran bahwa penataan ruang kantor kurang diperhatikan oleh berbagai pihak sekolah karena dianggap sudah baik dalam penataan ruangan kantor. Kesepakatan bersama dalam menjaga dan mempertahankan keindahan ruangan kantor hendaknya menjadi tanggungjawab yang harus dikerjakan dalam menyelesaikan pekerjaan kantor.
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 5 MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT)DI SEKOLAH DASAR VIRGO MARIA 1 AMBARAWA SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2013 2014 Vian Anggraeni; Wasitohadi Wasitohadi
Satya Widya Vol 30 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.132 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i2.p121-136

Abstract

Pembelajaran matematika di Sekolah Dasar (SD) pada umumnya masih diajarkan oleh guru dengan metode yang konvensional melalui ceramah. Hal tersebut menyebabkan siswa menjadi jenuh dan cenderung pasif pada saat pembelajaran di kelas. Ketidaktepatan guru dalam memilih metode dan media pembelajaran juga akan berakibat pada rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa. Oleh sebab itu, maka diperlukan adanya perbaikan pembelajaran tersebut untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas 5 dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) di SD Virgo Maria 1 Ambarawa pada semester II tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Model penelitian ini mengadopsi model PTK Kurt Lewin yang terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD Virgo Maria 1 Ambarawa yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data berupa teknik tes dan non tes. Teknik tes berupa soal evaluasi akhir dan non tes berupa observasi serta dokumentasi. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini yaitu jika nilai rata-rata siswa kelas 5 mencapai atau melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 65. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis ketuntasan dan analisis komparatif hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas 5 SD Virgo Maria 1 Ambarawa. Ini dapat dilihat dari skor awal aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 67 dengan rata-rata 3,2 (79,8%); pada siklus II meningkat menjadi 76 dengan rata-rata 3,6 (90,5%). Hasil belajar matematika siswa kelas 5 juga mengalami peningkatan rata-rata kelas. Pada tes pra siklus 60,7; tes siklus I 64,2; dan tes siklus II menjadi 74,5. Siswa yang tuntas belajar, pada tes pra siklus 46,2%; siklus I 46,2%; dan pada siklus II sebanyak 61,5%. Ini berarti dari segi persentase ketuntasan belum dapat memenuhi indikator kinerja yang diharapkan yaitu siswa tuntas dengan persentase 80%.

Page 1 of 1 | Total Record : 7