cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Satya Widya
ISSN : 08545995     EISSN : 2549967X     DOI : -
Core Subject : Education,
SATYA WIDYA is presenting diverse, yet still within major themes in education. Especially the study of theoretical education and results of descriptive research, classroom action research, experimental and development research, in the purpose of sustainable professionalism development.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 32 No 2 (2016)" : 9 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA GRATITUDE DENGAN PSYCHOLOGI CALWELLBEING IBU YANG MEMILIKI ANAK TUNAGRAHITA DI SLB NEGERI SALATIGA Theresia Lisiau Ratnayanti; Enjang Wahyuningrum
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.459 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p57-64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gratitude dengan psychological well-being pada ibu yang memiliki anak tunagrahita. Dalam penelitian ini, pengambilan data menggunakan metode kuantitatif dengan teknik korelasi Product Moment dari Carl Pearson. Hipotesis pada penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara gratitude dengan psychological well-being pada ibu yang memiliki anak tunagrahita. Skala pertama yang digunakan adalah Ryff ’s psychological well-being scale yang terdiri dari 42 item dengan reliabilitas (α) 0,848 . Skala kedua yang digunakan adalah The Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) yang memiliki 6 item dengan reliabilitas (α) 0,82. Sampel dalam penelitian ini adalah 51 ibu yang memiliki anak tunagrahita yang bersekolah di SLB Negeri Salatiga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara gratitude dan psychological well-being dengan hasil r = 0.322 dengan nilai signifikansi sebesar 0,011 (p<0,05) yang artinya semakin tinggi gratitude maka semakin tinggi pula psychological well-being, begitu sebaliknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gratitude memberikan sumbangan sebesar 10,37%. Hal ini dapat menunjukkan bahwa 89,63% PWB ibu yang memiliki anak tunagrahita masih dipengaruhi oleh faktor lain. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 2 TUNTANG PADA MATERI SEGITIGA Era Destiyandani; Tri Nova Hasti Yunianta; Helti Lygia Mampouw
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.069 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p65-78

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan mendeskripsikan kondisi siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Tuntang pada materi segitiga melalui penerapan model pembelajaran Number Heads Together (NHT). Melalui model pembelajaran NHT, tugas diberikan kepada semua siswa dimana siswa telah diberi nomor berbeda didalam kelompoknya namun masing-masing kelompok menggunakan penomoran yang sama. Pemanggilan nomor siswa secara acak untuk melaporkan hasil diskusi kelompok mendorong setiap siswa secara individu bertanggung jawab atas hasil belajarnya. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengambil data penelitian adalah soal tes dan lembar observasi. Penelitian ini diterapkan pada 31 siswa sebagai subjek dan menggunakan model spiral Kemmis dan McTaggart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan siswa untuk materi segitiga tentang mengidentifikasi sifat-sifat segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya pada siklus I mencapai 87,1% tuntas dan ketuntasan meningkat menjadi 96,77% pada siklus II dengan materi pembelajaran menghitung keliling dan luas segitiga. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran NHT telah meningkatkan penguasaan materi segitiga oleh siswa.
PERENCANAAN STRATEGI BERSAING SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH SWASTA SALATIGA Dewa Made Dwi Kamayuda; Mutia Ayu Krismanda
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.05 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p79-91

Abstract

This study aimed to develop competitive strategy planning in increasing number of new students in one of the private schools in Salatiga. The Design of the study is research & development and in this study is limited to the product design stage alone that produce schools competitive strategy planning in increasing the number of new students. Research instruments for gathering data are observation, interviews, FGD and study documents. Data Analysis used SWOT analysis to analyze the internal and external factors such as the school’s strengths, weaknesses, opportunities and threats in determining the appropriate competitive strategies for schools. The result of SWOT analysis indicated that the school is in quadrant position SO (Strength Opportunity), which supports an aggressive strategy by using the power of the internal environment of the school to seize the opportunities from external environment. Competitive strategy planning of the school which suggested namely: (1) Education and training for teachers:- Develop active, innovative, creative, effective and fun learning through particpated in seminars, workshops or training from both inside and outside of the school; (2) Focus on internal and external customers: Optimizing program and extracurricular activities ranging from planning, implementation, and evaluation to achieve the targets that are expected to have an opportunity to join competition with other schools, develop character building programs for students, Conducting program fun day and parenting seminar on building relationships and smooth communication between schools and parents and provides knowledge about how to educating children; (3) Teamwork: Organize retreat educators to strengthen the relationship, teamwork and equalization of school vision, Build effective and organized alumni network; (4) Engage and empower employees: Forming the evaluation team and the subject leader as an effective and efficient way to monitor and ensure the ability of the teaching profession evolved in terms of competence.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SD DALAM MENYUSUN RPP DAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN TUTOR SEJAWAT Hanifah Kusumawati
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.836 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p92-102

Abstract

Penelitian ini berangkat dari hasil supervisi tentang adanya permasalahan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) belum memadai (baru mencapai 59,375%); Demikian juga kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran baru mencapai 60,8. Kondisi devisit kompetensi guru yang cukup tinggi ini (40,625% dan 39,2%) merupakan kebutuhan guru akan pelayanan dari Kepala Sekolah selaku supervisor dalam memberikan penilaian dan masukan terhadap keterampilan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tujuan penelitian tindakan sekolah ini untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan RPP. Subjek penelitian ini adalah 4 guru SDIT AL-Fallah Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang terdiri dari dua siklus. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan panduan wawarcara. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan RPP. Pada Siklus I, meskipun belum tuntas (kriteria PTS berhasil jika terjadi peningkatan kompetensi guru c30%), namun terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP sebesar 25% dan peningkatan kompetensi dalam melaksanakan pembelajaran sebesar 26%. Pada Siklus II peningkatan kompetensi guru sudah tuntas (kriteria PTS berhasil jika terjadi peningkatan kompetensi guru ³ 25%), hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP sebesar 26% dan peningkatan kompetensi dalam melaksanakan pembelajaran sebesar 25%.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP SISWA Sara Puspitaning Tyas; Mawardi Mawardi
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.257 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p103-116

Abstract

Tulisan ini memaparkan tentang keefektifan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) pada mata pelajaran PKn dalam menumbuhkan sikap siswa kelas 4 SD. Subjek penelitian melibatkan siswa kelas tinggi SD Gendongan 01 Salatiga. Siswa 4A sebagai kelompok kontrol dan 4B sebagai kelompok eksperimen. Variabel dalam penelitian ini mencakup variabel tindakan pembelajaran dengan menggunakan model VCT pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol sebagai variabel bebas, sikap siswa sebagai variabel terikat, dan sikap awal siswa sebagai variabel kovariat. Pengumpulan data menggunakan instrumen skala sikap model Likert dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif dan teknik statistik ANCOVA. Berdasarkan uji ANCOVA terhadap treatment pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diperoleh hasil nilai F sebesar 9.884, pada taraf probabilitas 0,004; oleh karena nilai probabilitas tersebut < 0,05, maka H ditolak dan H diterima. Artinya bahwa penerapan model pembelajaran VCT memberikan dampak yang lebih tinggi secara signifikan dalam mengembangkan sikap terhadap globalisasi dibandingkan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran PKn kelas tinggi. Perbedaan yang signifikan tersebut didukung oleh perbedaan rerata dua sampel penelitian, dimana rerata skor tingkat sikap siswa pada penerapan model pembelajaran VCT sebesar 86,28, sedangkan pada pembelajaran konvensional sebesar 71,39. Maknanya adalah bahwa perlakuan pembelajaran dengan model VCT memberikan dampak pengembangan sikap yang lebih tinggi secara signifikan daripada model pembelajaran konvensional.  
MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT Sri Giarti
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.916 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p117-126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis ICT di SD serta kesenjangan yang terjadi. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SD Negeri  2 Bengle, Wonosegoro - Boyolali. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui tahapan penyusunan rancangan penelitian, pengumpulan data, analisis data dan penyusunan laporan penelitian. Instrumen pengumpalan data menggunakan lembar observasi dan wawancara serta lembar studi dokumen. Teknik analisa data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa terdapat kesenjangan dalam mengimplementasikan manajemen kurikulum dan pembelajaran, yaitu: 1) pada perencanaan, guru belum membuat RPP berbasis ICT, 2) pada tahap pelaksanaan, guru belum semua menggunakan media pembelajaran berbasis ICT dalam pembelajaran di kelas, hanya ada 3 guru yang menggunakan media berbasis ICT, 3) pada pengawasan, kepala sekolah belum rutin melakukan supervisi pembelajaran, evaluasi dan pelaporan. Selain kendala manajemen, masih ada kendala di luar manajemen yaitu 1) minimnya sarana prasarana, hanya tersedia 2 laptop dan 2 LCD sehingga pemakaiannya harus bergantian, selain itu belum ada akses internet karena letak sekolah berada di pinggiran; 2) rendahnya kompetensi guru masih rendah, dari 7 guru yang ada, hanya 3 guru yang mampu mengoperasikan komputer.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP PRESTASI SISWA Sri Lestari
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.155 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p127-132

Abstract

The purpose of this study is to determine how much influence school leadership and teacher performance on student achievement grade 6. Teachers play an important role for the success of students, but  the quality and loyalty of teacher performance leadership school. Until influenced by two factors greatly affect the achievement especially student learning outcomes Examination Schools. This research was conducted by quantitative descriptive approach. The data collection is done by using (1) questionnaires and (2) the study of document. Data were analyzed by calculating statistics using SPSS (Statistical Program Smart Solution) Ver.22 For Windows. Foreign objects are the elementary students grade 6 in District Tuntang. The results showed there is not significant relationship between   the leadership principals on student achievement, but there is a significant relationship between teaching performance of teachers to student achievement. Leadership Principal and teaching performance of teachers together have a strong influence on student achievement grade 6 elementary School in District Tuntang Semarang.
PERAN GURU DALAM MEMBENTUK ARIF BUDAYA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE Tarsisia Devi
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.459 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p133-137

Abstract

Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui peran guru dalam pembentukkan arif budaya siswa melalui model pembelajaran Think Pair Share. Model pembelajaran Think Pair Share diterapkan untuk meningkatkan daya pikir siswa dalam memecahkan suatu persoalan materi pelajaran, sehingga tercipta budaya siswa untuk berpikir cerdas. Guru mampu membentuk arif budaya siswa. Oleh karena itu guru harus dapat menjadi sumber inspirasi bagi siswa, mampu mengerakkan minat siswa untuk dapat tercipta arif budaya yang baik bagi dirinya. Guru tidak hanya menjadi pendidik, numun juga harus mampu membangkitkan semangat siswa untuk tidak malas berpikir. Metode kajian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah observasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru dituntut sebagai transformator, fasilitator dan motivator dalam pembentukkan arif budaya siswa.
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH BAGI SISWA KELAS VIIIG SMP NEGERI 2 TUNTANG KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN 2015/2016 Tri Muah
Satya Widya Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.699 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2016.v32.i2.p138-143

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIG SMP Negeri 2 Tuntang dengan model Pembelajaran Kooperatif tipe Make a match pada materi persamaan garis lurus. Model Pembelajaran Kooperatif tipe Make a match merupakan salah satu model Pembelajaran Kooperatif dimana siswa bekerja sama mencari pasangan masing-masing. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan catatan lapangan, observasi, tes dan wawancara. Alat pengumpulan data adalah lembar observasi, pedoman wawancara, dan butir soal. Analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil yang didapat dalam penelitian ini: siklus 1 dilakukan selama 2 pertemuan dengan hasil persentase siswa yang nilainya di atas KKM sebanyak 53,33%. Siklus 2 dilakukan selama 2 pertemuan dengan hasil persentase siswa yang nilainya di atas KKM sebanyak 76.67%. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif tipe Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 8G SMP Negeri 2 Tuntang.

Page 1 of 1 | Total Record : 9