cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
ISSN : 20887485     EISSN : 26849313     DOI : https://doi.org/10.35906/equili
Core Subject : Economy,
Jurnal Equlibrium merupakan jurnal ilmiah terbit enam bulan sekali yang memuat hasil-hasil penelitian baik teoritis maupun terapan dari bidang ilmu ekonomi, manajemen dan akuntansi serta disiplin ilmu lainnya yang relevan dengan bidang ilmu ekonomi.
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
PENGARUH KEPEMIMPINAN ETIS DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PERAWAT YANG DIMEDIASI KEPUASAN KERJA Wuwuti, Ishak Samuel; Sediawan, Lisan
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2771

Abstract

ABSTRAKPerawat yang merasa puas karena lingkungan kerja yang adil dan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan cenderung memiliki motivasi intrinsik yang lebih tinggi untuk memberikan layanan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemimpinan etis dan pengembangan kompetensi terhadap kepuasan kerja dan kinerja perawat di RSUD JP Wanane Sorong. Fokus utama penelitian ini meliputi pengaruh kepemimpinan etis dan pengembangan kompetensi terhadap kepuasan kerja dan kinerja perawat, baik secara langsung maupun melalui mediasi kepuasan kerja. Penelitia ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yang diadopsi adalah explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di RSUD JP Wanane Sorong, yang berjumlah 161 orang. Sampel diambil menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kepercayaan 5%, menghasilkan jumlah sampel sebanyak 115 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan etis berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja, menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keadilan dan integritas. Selain itu, pengembangan kompetensi juga berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja, karena perawat merasa lebih dihargai dan percaya diri setelah mengikuti pelatihan. Meskipun kepemimpinan etis tidak menunjukkan pengaruh langsung terhadap kinerja perawat, pengembangan kompetensi terbukti meningkatkan kinerja mereka. Kepuasan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perawat, yang meningkatkan motivasi dan kualitas kerja mereka. Lebih lanjut, kepemimpinan etis dan pengembangan kompetensi berpengaruh positif terhadap kinerja perawat, melalui peningkatan kepuasan kerja.ABSTRACTNurses who are satisfied with a fair working environment and opportunities to develop their skills tend to have a higher level of intrinsic motivation to provide high-quality care. This study aims to examine the influence of ethical leadership and competency development on job satisfaction and nurse performance at RSUD JP Wanane Sorong. The main focus of thisresearch includes the influence of ethical leadership and competency development on job satisfaction and nurse performance, both directly and through job satisfaction mediation. This study adopts a quantitative approach with explanatory research design. The population of this study consists of all nurses at RSUD JP Wanane Sorong, totaling 161 individuals. The sample was determined using the Slovin formula with a 5% confidence level, resulting in 115 respondents. The sampling technique used is simple random sampling. The results show that ethical leadership has a significant positive effect on job satisfaction, creating a work environment that supports fairness and integrity. Furthermore, competency development also significantly positively impacts job satisfaction, as nurses feel more valued and confident after participating in training. Although ethical leadership does not directly influence nurse performance, competency development has been shown to improve their performance. Job satisfaction significantly positively influences nurse performance, enhancing their motivation and work quality. Moreover, both ethical leadership and competency development positively influence nurse performance through job satisfaction. These findings provide valuable insights for improving nurse performance in hospitals through effective management of leadership and competency development.
PENGARUH BEBAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION PADA KARYAWAN INDUSTRI RITEL MINIMARKET KABUPATEN KUNINGAN Januar, Muhamad Alfiyan; Maryam, Siti
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2826

Abstract

ABSTRAKIndustri ritel khususnya minimarket dikenal sebagai sektor dengan tingkat perputaran karyawan yang tinggi karena pekerjaan di dalamnya mempunyai karakteristik yang cepat, repetitif, dan penuh tekanan. Dalam konteks empiris memperlihatkan bahwa tingkat turnover pada industri ritel cukup tinggi. Kondisi seperti ini sering Menjadi permasalahan, yang membuat karyawan ingin berhenti. Tujuan studi ini dirancang untuk mengkaji dampak workload dan work stress terhadap tingkat turnover intention di kalangan pegawai ritel minimarket Kabupaten Kuningan. Pendekatan kuantitatif dengan rancangan kausal-assosiatif, melibatkan 104 responden sebagai sampel. Sampel yang di tetaapkan mengingat keseluruhan populasi studi ini relatif kecil yaitu 104 orang, maka pengambilan sampel memakai teknik sampel jenuh (total sampling). Data primer diperoleh melalui distribusi instrumen survei, Selanjutnya, penulis mengolah data menggunakan software IBM SPSS Statistics 22. Analisis yang dilakukan memperlihatkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari beban kerja terhadap turnover intention, sehingga disimpulkan bahwa workload dan work stress secara bersama memengaruhi niat untuk berhenti secara kuat. maka, gabungan workload yang berlebih serta tingkat tekanan psikologis yang dialami pegawai turut mendorong peningkatan kecenderungan mereka untuk keluar dari organisasi di area studi.ABSTRACTThe retail industry, particularly minimarkets, is known for its high employee turnover rate due to its fast-paced, repetitive, and stressful nature. Empirically, turnover rates in the retail industry are quite high. This often leads to problems that lead employees to quit. This study aimed to examine the impact of workload and job stress on turnover rates among minimarket retail employees in Kuningan Regency. A quantitative approach with a causal-associative approach involved 104 respondents as a sample. The sample size was determined considering the relatively small population of 104 people, thus using a saturated sampling technique (total sampling). Primary data were obtained through the distribution of survey instruments. Furthermore, the authors processed the data using IBM SPSS Statistics 22 software. The analysis showed a positive and significant effect of workload on turnover, thus concluding that workload and job stress together strongly influence intention to quit. Therefore, the combination of excessive workload and the level of psychological stress experienced by employees contributes to an increase in their tendency to leave the organization in the field of study.
ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (ABC) UNTUK PENGENDALIAN BIAYA OPERASIONAL RAWAT INAP TAHUN 2025 Harianto, Ongky; Girsang, Ermi; Nasution, Sri Lestari Ramadhani
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2843

Abstract

ABSTRAKRumah sakit memerlukan informasi biaya yang akurat untuk menetapkan tarif layanan, menyusun anggaran, dan mengendalikan biaya operasional. Di RS Pratama Krayan, penetapan tarif rawat inap masih berpotensi menimbulkan distorsi biaya karena belum sepenuhnya menggunakan pendekatan berbasis aktivitas. Penelitian ini menganalisis penerapan Activity Based Costing (ABC) dalam pengendalian biaya operasional rawat inap di RS Pratama Krayan, Kalimantan Utara, tahun 2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan wawancara, lalu dianalisis melalui tahapan ABC, yaitu identifikasi aktivitas, pengelompokan biaya ke dalam cost pool, penetapan cost driver, perhitungan tarif aktivitas, dan pembebanan biaya pada masing-masing kelas rawat inap untuk memperoleh unit cost. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ABC menghasilkan unit cost per hari sebesar Rp 179.494 untuk VIP, Rp 107.782 untuk Kelas I, Rp 88.608 untuk Kelas II, dan Rp 86.881 untuk Kelas III, yang lebih rendah dibandingkan tarif yang berlaku. Selain itu, ditemukan sembilan aktivitas biaya utama dengan total biaya operasional rawat inap sebesar Rp 2.744.000.000, dengan cost driver berupa hari rawat inap, luas ruangan, dan konsumsi listrik. Temuan ini menunjukkan bahwa ABC mampu menghasilkan informasi biaya yang lebih rinci, proporsional, dan transparan. Dengan demikian, ABC dapat menjadi dasar yang lebih akurat dalam evaluasi tarif serta pengendalian biaya operasional rumah sakit.ABSTRACTHospitals need accurate cost information to determine service tariffs, prepare budgets, and control operational costs. At RS Pratama Krayan, inpatient tariff setting may still cause cost distortion because it has not fully applied an activity-based approach. This study analyzed the implementation of Activity Based Costing (ABC) in controlling inpatient operational costs at RS Pratama Krayan, North Kalimantan, in 2025. A quantitative descriptive case study was conducted. Data were collected through documentation and interviews, then analyzed using ABC procedures: activity identification, cost pooling, cost driver determination, activity rate calculation, and cost allocation to each inpatient class to obtain unit cost. The results show that ABC produces unit costs per day of Rp 179,494 for VIP, Rp 107,782 for Class I, Rp 88,608 for Class II, and Rp 86,881 for Class III, all of which are lower than the existing tariffs. In addition, nine major cost activities were identified with total inpatient operational costs of Rp 2,744,000,000, using cost drivers such as inpatient days, room area, and electricity consumption. These findings indicate that ABC provides more detailed, proportional, and transparent cost information. Therefore, ABC can serve as a more accurate basis for tariff evaluation and operational cost control in hospitals.