cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
ISSN : 20887485     EISSN : 26849313     DOI : https://doi.org/10.35906/equili
Core Subject : Economy,
Jurnal Equlibrium merupakan jurnal ilmiah terbit enam bulan sekali yang memuat hasil-hasil penelitian baik teoritis maupun terapan dari bidang ilmu ekonomi, manajemen dan akuntansi serta disiplin ilmu lainnya yang relevan dengan bidang ilmu ekonomi.
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
PENGARUH E-SERVICE QUALITY DAN E-SERVICE RECOVERY TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN E-COMMERCE MELALUI KEPERCAYAAN DAN KEPUASAN Fendy Cuandra; Christina Christina; Lily Purwianti; Edy Yulianto; Stefhani Susanto
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2750

Abstract

ABSTRAKPesatnya perkembangan e-commerce telah meningkatkan persaingan antar platform digital, sehingga mempertahankan loyalitas pelanggan menjadi tantangan strategis bagi perusahaan. Dalam kondisi tersebut, kualitas layanan elektronik dan kemampuan pemulihan layanan menjadi faktor penting yang diduga berperan dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kualitas layanan elektronik dan pemulihan layanan terhadap loyalitas pelanggan e-commerce, dengan kepercayaan dan kepuasan sebagai mediator, sesuai konteks Relationship Marketing Theory. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode purposive sampling, melibatkan 264 responden pengguna e-commerce di Indonesia. Analisis data dilakukan dengan teknik Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa baik e-service quality maupun e-service recovery tidak berpengaruh langsung terhadap loyalitas pelanggan, tetapi memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui e-trust dan e-satisfaction. Kebaruan dari studi ini terletak pada penggunaan dua variabel mediasi dalam satu model konseptual yang utuh, untuk menjelaskan hubungan antara kualitas layanan dan loyalitas pelanggan secara lebih mendalam. Temuan ini menunjukkan bahwa loyalitas pelanggan e-commerce terbentuk secara langsung melalui kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Hasil ini memperluas Relationship Marketing Theory dengan menegaskan bahwa hubungan jangka panjang di konteks digital bergantung pada kemampuan platform dalam menciptakan rasa aman, kepercayaan, dan pengalaman layanan yang memuaskan. ABSTRACTThe rapid development of e-commerce has increased competition between digital platforms, making maintaining customer loyalty a strategic challenge for companies. Under these conditions, e-service quality and service recovery capabilities are important factors thought to play a role in building long-term relationships with customers. This study aims to examine the effect of e-service quality and e-service recovery on e-commerce customer loyalty, with e-trust and e-satisfaction as mediators, in the context of Relationship Marketing Theory. The study was conducted with a quantitative approach using a purposive sampling method, involving 264 e-commerce user respondents in Indonesia. Data analysis was performed using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) technique. The results show that neither e-service quality nor e-service recovery has a direct effect on customer loyalty, but has a significant indirect effect through e-trust and e-satisfaction. The novelty of this study lies in the use of two mediating variables within a single, coherent conceptual model to more deeply explain the relationship between service quality and customer loyalty. These findings suggest that e-commerce customer loyalty is formed directly through customer trust and satisfaction. These results extend Relationship Marketing Theory by emphasizing that long-term relationships in a digital context depend on the platform's ability to create a sense of security, trust, and a satisfying service experience
PENGARUH TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP DAN WORK ENGAGEMENT TERHADAP INNOVATIVE WORK BEHAVIOR DENGAN MEDIASI KNOWLEDGE SHARING PADA INDUSTRI SEPATU Waode Mahamuna Welia; Hendy Tannady
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2769

Abstract

ABSTRAKPerilaku kerja inovatif menjadi faktor kunci bagi daya saing industri manufaktur karena inovasi organisasi pada praktiknya banyak muncul dari level karyawan melalui proses menghasilkan, mempromosikan, dan merealisasikan ide perbaikan kerja yang berdampak pada efisiensi proses, penurunan cacat, peningkatan kualitas, serta respons yang lebih cepat terhadap perubahan desain dan tuntutan pasar di era disrupsi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh transformational leadership (TL) dan work engagement (WE) terhadap IWB, dengan knowledge sharing (KS) sebagai variabel mediasi. Metode kuantitatif digunakan dengan teknik purposive sampling terhadap 160 karyawan dari tujuh perusahaan industri sepatu anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang beroperasi di Kabupaten Tangerang. Pengolahan data dilakukan melalui Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformational leadership dan work engagement berpengaruh positif terhadap innovative work behavior, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi knowledge sharing; serta knowledge sharing berpengaruh positif terhadap innovative work behavior. Temuan ini merekomendasikan penguatan gaya kepemimpinan transformatif dan keterlibatan kerja berbasis sistem berbagi pengetahuan untuk meningkatkan kapabilitas inovasi organisasi.  ABSTRACTInnovative work behavior (IWB) is a key driver of competitiveness in manufacturing because organizational innovation often emerges from employees through generating, championing, and implementing improvement ideas that enhance process efficiency, reduce defects, improve quality, and accelerate responses to changes in design and market demands in the era of disruption. This study examines the effects of transformational leadership (TL) and work engagement (WE) on IWB, with knowledge sharing (KS) as a mediating variable. A quantitative approach was employed using purposive sampling of 160 employees from seven footwear manufacturing companies affiliated with the Indonesian Employers Association (APINDO) operating in Tangerang Regency. Data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings indicate that transformational leadership and work engagement positively influence innovative work behavior, both directly and indirectly through the mediation of knowledge sharing; moreover, knowledge sharing has a positive effect on innovative work behavior. These results suggest strengthening transformational leadership and work engagement supported by a knowledge-sharing system to enhance organizational innovation capability
FAKTOR PENERIMAAN E-WALLET PADA GENERASI Z: EXTENDED TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL Nanda Agustina; Azmi Fitriati; Hadi Pramono; Ira Hapsari
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2758

Abstract

A B S T R A KPesatnya pertumbuhan penggunaan E-Wallet di kalangan Generasi Z belum sepenuhnya diikuti oleh konsistensi penggunaan dalam jangka panjang, karena penggunaan masih cenderung dipengaruhi oleh promo dan insentif sesaat. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara adopsi awal dan niat berkelanjutan penggunaan, sehingga penting untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan penggunaan E-Wallet. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi niat berkelanjutan penggunaan E-Wallet serta menguji peran kegunaan yang dirasakan sebagai variabel mediasi pada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 200 responden mahasiswa pengguna E-Wallet yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan, kegunaan yang dirasakan, dan reward berpengaruh positif terhadap niat berkelanjutan penggunaan E-Wallet. Kemudahan penggunaan dan kenikmatan yang dirasakan berpengaruh tidak langsung melalui kegunaan yang dirasakan, sedangkan reward berpengaruh langsung tanpa dimediasi. Temuan ini menunjukkan bahwa niat berkelanjutan penggunaan E-Wallet pada Generasi Z lebih dipengaruhi oleh kemudahan, manfaat praktis, dan insentif instan. A B S T R A C TThe rapid growth in the use of E-Wallets among Generation Z has not been fully accompanied by consistent long-term use, as usage still tends to be influenced by temporary promotions and incentives. This condition indicates a gap between initial adoption and the intention to continue using E-Wallets, making it important to examine the factors that influence the sustainability of E-Wallet usage. This study aims to analyze the factors that influence the intention to continue using E-Wallets and to examine the role of perceived usefulness as a mediating variable among Generation Z. This study uses a quantitative approach with a sample of 200 student respondents who are E-Wallet users, selected using convenience sampling. Data collection was conducted through questionnaires and analyzed using the Structural Equation Modeling (SEM) method with SmartPLS 3 software. The results showed that ease of use, perceived usefulness, and rewards had a positive effect on the intention to continue using E-Wallets. Ease of use and perceived enjoyment have an indirect effect through perceived usefulness, while rewards have a direct effect without mediation. These findings indicate that the intention to continue using E-Wallet among Generation Z is more influenced by ease of use, practical benefits, and instant incentives.
PENGARUH LIKUIDITAS DAN CAPITAL ADEQUACY RATIO TERHADAP KINERJA KEUANGAN (ROA): MODERASI UKURAN BANK PADA BANK KONVENSIONAL BEI 2020–2024 Yolanda Limbong; Novia Krida Kurniawati; Henny Setyo Lestari; Farah Margaretha Leon
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2776

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menganalisis determinan kinerja keuangan perbankan di Indonesia dengan menekankan peran likuiditas dan kecukupan modal dalam memengaruhi profitabilitas bank. Meskipun telah banyak diteliti, temuan empiris mengenai pengaruh likuiditas dan kecukupan modal terhadap profitabilitas bank masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten, terutama ketika mempertimbangkan perbedaan ukuran bank serta kondisi makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Liquidity Ratio, Deposit Assets Ratio, Current Ratio, dan Capital Adequacy Ratio terhadap kinerja keuangan bank, dengan Bank Size sebagai variabel moderasi serta Gross Domestic Product (GDP) dan inflasi sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel yang diperoleh dari 41 bank konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024 dengan total 194 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pemilihan model melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Liquidity Ratio, Deposit Assets Ratio, Capital Adequacy Ratio, Bank Size, GDP, dan inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Assets (ROA), sedangkan Current Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Selain itu, Bank Size terbukti memperlemah pengaruh Liquidity Ratio dan Capital Adequacy Ratio terhadap kinerja keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan likuiditas dan permodalan dalam meningkatkan profitabilitas bank dipengaruhi oleh karakteristik ukuran bank serta kondisi makroekonomi.ABSTRACTThis study analyzes the determinants of bank financial performance in Indonesia by emphasizing the role of liquidity and capital adequacy in influencing bank profitability. Although widely studied, empirical findings regarding the effects of liquidity and capital adequacy on bank profitability remain inconsistent, particularly when differences in bank size and macroeconomic conditions are considered. Therefore, this study aims to examine the effects of Liquidity Ratio, Deposit Assets Ratio, Current Ratio, and Capital Adequacy Ratio on bank financial performance, with Bank Size as a moderating variable and Gross Domestic Product (GDP) and inflation as control variables. This study employs a quantitative approach using panel data obtained from 41 conventional banks listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2020–2024, resulting in 194 observations. Panel data regression is applied as the analytical method, with model selection conducted through the Chow test, Hausman test, and Lagrange Multiplier test. The results indicate that Liquidity Ratio, Deposit Assets Ratio, Capital Adequacy Ratio, Bank Size, GDP, and inflation have a positive and significant effect on Return on Assets (ROA), while the Current Ratio has a negative and significant effect on ROA. Furthermore, Bank Size is found to weaken the influence of Liquidity Ratio and Capital Adequacy Ratio on financial performance. These findings suggest that the effectiveness of liquidity and capital management in improving bank profitability is influenced by bank size characteristics as well as macroeconomic conditions.
PERAN MODERASI KARAKTERISTIK DEWAN KOMISARIS TERHADAP HUBUNGAN RASIO KEUANGAN DENGAN STABILITAS LABA PADA BANK KOMERSIAL DI INDONESIA Amriyadi Amriyadi; Intan Setyarini; Henny Setyo Lestari; Farah Margaretha Leon
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2764

Abstract

ABSTRAKPeriode 2020-2024 merupakan fase penuh gejolak bagi perbankan Indonesia akibat pandemi dan pemulihan ekonomi, di mana kualitas laba menjadi ujian sesungguhnya bagi keberlanjutan bank. Penelitian ini bertujuan membedah pengaruh kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas terhadap kualitas laba, serta menguji apakah karakteristik dewan komisaris mampu memperkuat hubungan tersebut. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling yang menggunakan sampel 43 Bank Umum Konvensional yang terdaftar di BEI dengan total 215 observasi, data dianalisis menggunakan regresi data panel Common Effect Model. Hasil riset menyingkap fakta menarik: modal besar dan profitabilitas tinggi ternyata bukan jaminan kualitas laba yang baik. Sebaliknya, rasio kredit terhadap aset Loan at Risk (LAR) justru berpengaruh negatif signifikan, mengindikasikan risiko kredit menggerus arus kas riil. Temuan terpenting (novelty) riset ini adalah peran krusial deversitas kebangsaan; kehadiran direksi/komisaris asing terbukti mampu memitigasi risiko kredit tersebut dan membalikkan pengaruh negatif LAR menjadi positif terhadap kualitas laba. Implikasinya, bank perlu mempertimbangkan talenta global dalam jajaran dewan untuk memperkuat manajemen risiko.ABSTRACTThe 2020–2024 period represents a turbulent phase for the Indonesian banking sector due to the COVID-19 pandemic and the subsequent economic recovery, during which earnings quality became a real test for bank sustainability. This study aims to examine the effect of capital adequacy, liquidity, and profitability on earnings quality, as well as to investigate whether the characteristics of the board of commissioners are able to strengthen this relationship. The sampling method used in this study is purposive sampling, with a sample of 43 Conventional Commercial Banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX), resulting in a total of 215 observations. The data were analyzed using panel data regression with the Common Effect Model.The findings reveal several interesting facts: large capital and high profitability do not necessarily guarantee good earnings quality. In contrast, the Loan at Risk (LAR) ratio has a significant negative effect, indicating that credit risk erodes real cash flows. The main novelty of this research lies in the crucial role of nationality diversity; the presence of foreign directors or commissioners is proven to mitigate credit risk and reverse the negative impact of LAR into a positive effect on earnings quality. The implication of this finding suggests that banks need to consider global talent within their board composition inorder to strengthen risk management practices.
MINAT PENGGUNAAN SHOPEE PAYLATER: DARI SUDUT PANDANG PEMASARAN DAN KEUANGAN PRIBADI PADA GEN Z DI KABUPATEN SEMARANG Yosefa Maria Seran; Dewi Widyaningsih; Robby Andika Kusumajaya
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2799

Abstract

ABSTRAKFenomena tingginya transaksi e-commerce saat ini, untuk kemudahan dan keyamanan layanan keuangan digital marketplace berinovasi melalui paylater. Kecenderungan membeli karena keinginan (bukan kebutuhan), yang diperkuat oleh kemudahan Shopee PayLater mendorong perilaku konsumtif karena memungkinkan konsumen berbelanja tanpa pembayaran langsung. Beberapa faktor di duga mempengaruhi pengguna paylater, yang ditujukkan melalui research gap dan survei awal. Penelitian bertujuan menganalisis peran perilaku konsumtif, trust; mobile self-efficacy; spending habits terhdap minat pengguna Shopee Paylater generasi Z di Kabupaten Semarang. Metode penelitian kuantitatif, jenis eksplanatory research. Populasi adalah pengguna Shopee Paylater Generasi Z di Kabupaten Semarang. Sampel menggunakan metode purposive sampling kriteria telah melakukan transaksi setidaknya 1 kali dalam 1 tahun terakhir diperoleh sebanyak 60 sampel terpilih valid. Untuk menguji hipotesis, metode analisis data regresi linear berganda menggunakan SPSS IBM 25. Hasil temuan menunjukan bahwa secara parsial variabel perilaku konsumtif, mobile self-efficacy dan spending habits menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam minat untuk membeli menggunakan shopee paylater. Sedangkan, trust berdampak negatif, Hasil uji secara simultan semua variabel bebas secara positif signifikan berpengaruh pada minat menggunakan shopee paylater. Hasil penelitian diharapkan memberikan informasi bagi penyedia layanan PayLater dalam meningkatkan edukasi keuangan, transparansi risiko, serta penguatan fitur teknologi yang mendukung kepercayaan dan kemudahan penggunaan bagi konsumen muda.ABSTRACTThe current high e-commerce transaction phenomenon, for the sake of convenience and ease of the digital financial services market, innovates through paylater. The tendency to buy out of desire (not need), which is reinforced by the convenience of Shopee PayLater, encourages consumptive behavior because it allows consumers to shop without direct payment. Several factors influence paylater users, as shown through research gaps and initial surveys. This study aims to analyze the role of consumptive behavior, trust; mobile self-efficacy; shopping habits on the interest of Shopee Paylater generation Z users in Semarang Regency. The research method is quantitative, exploratory research type. The population is Shopee Paylater generation Z users in Semarang Regency. The sample used a purposive sampling method with the criteria of having made a transaction at least once in the past year, obtained 60 valid selected samples. To test the hypothesis, a multiple linear regression data analysis method was used with the IBM SPSS 25 analysis program. The findings show that some variables of consumptive behavior, self-efficacy of mobile device use, and shopping habits result in a significant increase in interest in shopping using Shopee Paylater. Meanwhile, trust has a negative impact. Simultaneous testing of all independent variables showed a significant positive effect on interest in using Shopee PayLater. The findings of this study are expected to inform PayLater service providers about improving financial education, risk transparency, and enhancing technological features that support trust and ease of use for young consumers.
KEBIJAKAN UTANG,LIKUIDITAS,DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADP PERTUMBUHAN PENJUALAN PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI DAN LOGISTIK Rani Randiansyah; Ario Purdianto
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2789

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakstabilan pertumbuhan penjualan di antara perusahaan transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Meskipun sektor ini telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan pasca pandemi, kinerja penjualan di antara perusahaan-perusahaan tersebut tetap tidak merata. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai faktor-faktor internal yang mungkin memengaruhi pertumbuhan penjualan, terutama yang berkaitan dengan kebijakan keuangan perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan utang, likuiditas, dan ukuran perusahaan terhadap pertumbuhan penjualan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal. Sampel dipilih menggunakan sampling purposif, menghasilkan tujuh perusahaan dengan periode pengamatan lima tahun (2020–2024) dan total 35 pengamatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil menunjukkan bahwa secara parsial, kebijakan utang dan likuiditas memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan penjualan, sedangkan ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan penjualan. Secara simultan, kebijakan utang, likuiditas, dan ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan penjualan. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa daya penjelas variabel independen dalam menjelaskan variasi pertumbuhan penjualan relatifABSTRACTThis study is motivated by the instability of sales growth among transportation and logistics companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. Although the sector has shown signs of recovery following the pandemic, sales performance across companies remains uneven. This condition raises questions regarding the internal factors that may influence sales growth, particularly those related to corporate financial policies. Therefore, this study aims to analyze the effect of debt policy, liquidity, and firm size on sales growth.This research employs a quantitative approach with a causal associative research design. The sample was selected using purposive sampling, resulting in seven companies with a five-year observation period (2020–2024) and a total of 35 observations. The data used in this study are secondary data obtained from the companies’ annual financial reports. The analysis was conducted using multiple linear regression with the assistance of the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS).The results indicate that partially, debt policy and liquidity have a negative but insignificant effect on sales growth, while firm size has a negative and significant effect on sales growth. Simultaneously, debt policy, liquidity, and firm size do not have a significant effect on sales growth. The coefficient of determination indicates that the explanatory power of the independent variables in explaining variations in sales growth is relatively limited. These findings suggest that sales growth in transportation and logistics companies is influenced more by other factors beyond corporate financial policies.
PENGARUH MEKANISME TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP RISIKO KREDIT (NPL) PADA BANK KONVENSIONAL DI INDONESIA Yanto Yanto; Henny Setyo Lestari; Farah Margaretha Leon
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2783

Abstract

A B S T R A KBank, dalam menjalankan fungsi perantara melalui penyaluran Dana Pihak Ketiga, menghadapi risiko kredit yang tercermin dalam rasio NPL (Non-Performing Loan). NPL yang tinggi merupakan ancaman serius terhadap kesehatan perbankan. Keberadaan kredit perbankan menjadi instrumen penting dalam menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi dan memperkuat struktur perekonomian nasional. Ekspansi penyaluran kredit perbankan yang terbatas berpengaruh pada peran optimal industri bank sebagai lembaga intermediasi. NPL menarik untuk diteliti terkait mekanisme tata kelola perusahaan, termasuk unsur struktur dewan dan pengaruh faktor-faktor makroekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh mekanisme tata kelola bank terhadap risiko kredit, yang diukur melalui NPL, pada bank konvensional di Indonesia. Data sekunder mencakup 41 bank konvensional selama lima tahun periode pengamatan, yakni 2020-2024, menghasilkan 205 observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua sisi struktur internal bank dan faktor-fakor makroekonomi berpengaruh terhadap risiko kredit berupa NPL. Board Size, Audit Independence, Diversification Opportunities, GDP Growth dan Interest Rate berpengaruh negatif signifikan terhadap NPL, sedangkan Provisions for Loan Losses berpengaruh positif signifikan terhapan NPL. Variabel lainnya, yakni Board Meeting, Board Independence, Audit Committee, Institutional Shareholdings, Bank Age, Bank Size, dan Unemployment Rate tidak berpengaruh signifikan terhadap NPL. A B S T R A C TBanks, in performing their intermediary role through Third-Party Funds, face credit risk, which is reflected in Non-Performing Loans (NPLs). High NPLs pose a serious threat to banking stability, while bank lending plays a crucial role in sustaining economic activity and strengthening the national economy. Limited expansion of bank credit can constrain the optimal function of banks as financial intermediaries. This study examines the effect of bank governance mechanisms on credit risk, measured by NPLs, in conventional banks in Indonesia. Secondary data were collected from 41 conventional banks over a five-year period (2020-2024), resulting in 205 observations. The results indicate that not all internal governance mechanisms and macroeconomic factors significantly influence NPLs. Board Size, Audit Independence, Diversification Opportunities, GDP Growth, and Interest Rate have a significant negative effect on NPLs, whereas Provisions for Loan Losses have a significant positive effect. Other variables, including Board Meetings, Board Independence, Audit Committee, Institutional Shareholdings, Bank Age, Bank Size, and Unemployment Rate, do not show significant effects. These findings suggest that only selected governance mechanisms and macroeconomic conditions effectively impact credit risk, highlighting the importance of targeted policies to manage NPLs in Indonesian banks.
KEBERAGAMAN GENDER DAN DAMPAKNYA TERHADAP FEE AUDIT DAN AUDIT REPORT LAG Chandra Kurniawan; Aryani Intan Endah Rahmawati; Marita Kusuma Wardani; Fitri Laela Wijayati
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2792

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena keterlambatan penyampaian laporan keuangan auditan di Bursa Efek Indonesia serta variasi fee audit antar perusahaan yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh faktor tradisional. Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi pengaruh gender ketua audit, gender komite audit, dan gender CEO terhadap besaran fee audit serta Audit Report Lag (ARL) pada entitas non-keuangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pendekatan penelitian bersifat kuantitatif, menggunakan data panel dan dianalisis melalui teknik regresi data panel. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria ketersediaan data selama periode pengamatan berjumlah 1.254 observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya gender komite audit yang berpengaruh negatif terhadap audit report lag, yang menunjukkan bahwa keberadaan perempuan dalam komite audit berkontribusi terhadap percepatan penyelesaian audit. Secara teoretis, temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh gender dalam tata kelola bersifat kontekstual dan lebih relevan pada dimensi proses dibanding dimensi harga audit. Secara aplikatif, temuan ini memberikan implikasi penting bagi entitas korporasi maupun regulator untuk mendorong keberagaman gender dalam komite audit guna meningkatkan ketepatan waktu pelaporan keuangan.ABSTRACTThis study is motivated by the increasing phenomenon of delayed submission of audited financial statements on the Indonesia Stock Exchange and the variation in audit fees across firms that cannot be fully explained by traditional factors. This research is designed to examine the effect of audit committee chair gender, audit committee gender, and CEO gender on audit fees and Audit Report Lag (ARL) in non-financial firms listed on the Indonesia Stock Exchange. The study adopts a quantitative approach using panel data, analyzed through panel regression techniques. The sample is selected using purposive sampling based on data availability criteria, resulting in 1,254 observations over the observation period. The findings indicate that only audit committee gender has a negative effect on audit report lag, suggesting that the presence of women in audit committees contributes to faster completion of the audit process. Theoretically, these findings suggest that the influence of gender in corporate governance is context-dependent and more relevant to process-related outcomes than to audit pricing. Practically, the results provide important implications for corporations and regulators to encourage gender diversity in audit committees in order to improve the timeliness of financial reporting.
PERSPEKTIF ACCOUNT REPRESENTATIVE ATAS STRATEGI PENGHINDARAN PAJAK KORPORASI DI INDONESIA Dwi Utomo; Ana Sopanah; Nasharuddin Mas
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2770

Abstract

ABSTRAKPenghindaran pajak korporasi merupakan fenomena global yang secara signifikan mengikis basis pendapatan negara, terutama di Indonesia, di mana struktur fiskal sangat bergantung pada Pajak Penghasilan Korporasi. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi mode penghindaran pajak yang dominan dalam literatur global, mengeksplorasi pengalaman Account Representatives (AR) dalam mendeteksi praktik-praktik tersebut di lapangan, menganalisis pola penyembunyian beban pajak oleh Wajib Pajak Korporasi, dan merumuskan model pengawasan yang efektif. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini bersifat kualitatif, menggabungkan dua metode pengumpulan data. Pertama, Systematic Literature Review (SLR) yang dilakukan menggunakan aplikasi Watase UAKE untuk mengidentifikasi dan menyaring 40 artikel relevan dari basis data Scopus dan Emerald untuk periode 2015–2025. Kedua, wawancara mendalam dengan empat AR yang dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo. Hasil menunjukkan bahwa mode global utama seperti rekayasa akuntansi, pengalihan laba, dan pemanfaatan insentif beradaptasi menjadi bentuk lokal yang unik, termasuk penyamaran biaya pajak penghasilan yang dipotong menjadi akun biaya lain dan pengalihan laba domestik antara entitas terkait. Kesimpulan menegaskan bahwa efektivitas pengawasan AR sangat bergantung pada analisis rasio keuangan, pengujian keberadaan, dan profil risiko, namun tetap dibatasi oleh data perbandingan harga transfer yang terbatas dan batas wewenang struktural. ABSTRACTCorporate tax avoidance is a global phenomenon that significantly erodes the state revenue base, particularly in Indonesia, where the fiscal structure relies heavily on Corporate Income Tax. This study aims to identify dominant tax avoidance modes in global literature, explore the experience of Account Representatives (AR) in detecting these practices in the field, analyze tax burden concealment patterns by Corporate Taxpayers, and formulate an effective supervision model. The approach used in this study is qualitative, combining two data collection methods. First, a Systematic Literature Review (SLR) conducted using the Watase UAKE application to retrieve and screen 40 relevant articles from Scopus and Emerald databases for the 2015–2025 period. Second, in-depth interviews with four ARs analyzed using NVivo software. The results indicate that major global modes such as accounting engineering. Profit shifting, and incentive utilization adapt into unique local forms, including the disguising of with holding tax expenses into other expense accounts and domestic profit shifting between related entities. The conclusion confirms that the effectiveness of AR supervision relies heavily on financial ratio analysis, existence testing, and risk profiling, yet remains constrained by limited transfer pricing comparative data and structural authority boundaries.