cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stiem.ac.id
Editorial Address
Ruang P3M STIE Muhammadiyah Palopo, Jl. Jendral Sudirman Km3 Binturu
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Akuntansi STIE Muhammadiyah Palopo
ISSN : 23391502     EISSN : 27231070     DOI : https://doi.org/10.35906/jurakun
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi merupakan jurnal ilmiah enam bulanan yang memuat hasil-hasil penelitian bidang ilmu ekonomi akuntansi serta disiplin ilmu lainnya yang relevan dengan bidang ilmu eknomi dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
ANALISIS EFEKTIVITAS PENDETEKSIAN KECURANGAN MELALUI PENERAPAN AKUNTANSI FORENSIK, KOMPETENSI, DAN PENGALAMAN AUDITOR: SKEPTISISME PROFESIONAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI Pramesti, Sri Dilla; Sari, Rida Perwita
Jurnal Akuntansi Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurakun.v11i2.2395

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan akuntansi forensik, kompetensi, dan pengalaman auditor terhadap pendeteksian kecurangan dengan skeptisisme profesional sebagai variabel moderasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan analisis data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuisioner. Populasi penelitian mencakup 75 auditor fungsional di Inspektorat Provinsi Jawa Timur dan Inspektorat Kota Surabaya. Teknik pengambilan sampling menggunakan pendekatan probability sampling dengan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota. Jumlah responden ditentukan berdasarkan rumus slovin dengan presisi error 10% dan tingkat kepercayaan 90%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 43. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Structural Equation Model dengan bantuan software SmartPLS 4.0 untuk mengetahui hubungan kausal antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi forensik dan kompetensi berpengaruh terhadap pendeteksian kecurangan, sedangkan pengalaman tidak berpengaruh terhadap pendeteksian kecurangan. Selain itu, hasil penelitian membuktikan bahwa skeptisisme profesional tidak dapat memoderasi pengaruh akuntansi forensik, kompetensi, dan pengalaman auditor terhadap pendeteksian kecurangan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pengetahuan mengenai faktor-faktor yang dapat meningkatkan efektivitas auditor dalam melakukan pendeteksian kecurangan di sektor publik. Secara praktis, hasil ini menunjukkan pentingnya penerapan akuntansi forensik serta peningkatan kompetensi oleh auditor dalam melakukan pendeteksian kecurangan sebagai upaya untuk mengurangi perilaku kecurangan. Kata kunci: Akuntansi Forensik, Kompetensi, Pengalaman, Skeptisisme, Pendeteksian Kecurangan ABSTRACTThis study aims to examine the effectiveness of the application of forensic accounting, competence, and auditor experience on fraud detection with professional skepticism as a moderating variable. The approach used is quantitative by analyzing primary data obtained through distributing questionnaires. The research population included 75 functional auditors at the Inspectorate of East Java Province and the Inspectorate of Surabaya City. The sampling technique uses a probability sampling approach by giving equal opportunities to each member. The number of respondents was determined based on the Slovin formula with an error precision of 10% and a confidence level of 90%, so that a sample of 43 was obtained. The collected data were analyzed using the Structural Equation Model with the help of SmartPLS 4.0 software to determine the causal relationship between variables. The results showed that forensic accounting and competence have an effect on fraud detection, while experience has no effect on fraud detection. In addition, the results prove that professional skepticism cannot moderate the effect of forensic accounting, competence, and auditor experience on fraud detection. This research contributes to expanding knowledge about the factors that can increase the effectiveness of auditors in detecting fraud in the public sector. Practically, these results indicate the importance of implementing forensic accounting and increasing competence by auditors in conducting fraud detection as an effort to reduce fraudulent behavior.Keyword: Forensic Accounting, Competence, Experience, Scepticism, Fraud Detection 
MENINGKATKAN NILAI PERUSAHAAN DENGAN TRANSPARANSI: EFEKTIFKAH REGULASI OJK? Azka, Melati; Pambudi, Januar Eky; Febrianto, Hendra Galuh
Jurnal Akuntansi Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurakun.v11i2.2359

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transparansi perusahaan terhadap nilai perusahaan. Faktor-faktor yang turut dipertimbangkan meliputi biaya keagenan, kepemilikan manajerial, dan strategi perencanaan pajak. Biaya keagenan merupakan biaya yang timbul akibat perbedaan kepentingan antara manajemen dan pemilik perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pada perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019 hingga 2023. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dari total 125 perusahaan. Data diperoleh dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan situs resmi BEI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perusahaan dipengaruhi secara signifikan oleh biaya keagenan dan kepemilikan manajerial. Sebaliknya, strategi perencanaan pajak tidak memiliki pengaruh yang berarti. Tingkat transparansi perusahaan terbukti memperkuat hubungan antara biaya keagenan dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan. Namun, transparansi tidak memperkuat hubungan antara perencanaan pajak dan nilai perusahaan. Implikasi dari hasil ini menunjukkan pentingnya peningkatan transparansi, khususnya terkait biaya agensi, struktur kepemilikan manajerial, dan strategi pajak. Transparansi yang baik membantu membangun kepercayaan investor serta meningkatkan nilai perusahaan. Informasi keuangan yang jelas juga membantu investor dalam menilai kinerja dan meminimalkan risiko. Penelitian ini mengacu pada regulasi terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai transparansi perusahaan, yang lebih ketat dan efektif dibandingkan peraturan Bapepam sebelumnya. Regulasi ini diyakini mampu memperkuat tata kelola dan meningkatkan kepercayaan investor.Kata kunci: Biaya Agensi; Kepemilikan Manajerial; Nilai Perusahaan; Perencanaan Pajak.ABSTRACTThe research aims to analyze how corporate transparency affects the value of a company, considering factors such as agency costs, managerial ownership, and tax planning strategies used. This research applies a quantitative approach to companies in the Consumer Non-Cyclicals sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the period 2019 to 2023. The sample determination was carried out using a purposive sampling method from a total of 125 companies. The data processed came from annual reports, sustainability reports, and the official IDX website. This research indicates that the value of a business entity is crucially influenced by agency costs and management ownership, while tax planning strategies do not have a significant impact. The level of corporate transparency acts as a moderating variable that affects the relationship between agency costs and managerial ownership with company value, but does not affect the relationship between tax planning and company value. Companies need to increase transparency of agency costs, managerial ownership, and tax strategies to build investor trust and increase company value. Clear financial information helps investors assess performance and reduce risk. This study applies the latest regulation from OJK regarding corporate transparency, which replaces the Bapepam regulation in the previous study. This regulation is more relevant, strict, and has more effective supervision, so it can increase investor confidence and strengthen corporate governance.Keywords: Agency cost; managerial ownership, firm value, tax planning.
BIAYA LINGKUNGAN, CSR, INOVASI HIJAU, ERM TERHADAP NILAI PERUSAHAAN: ANALISIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR 2021-2023 Rabbani, Maharani Putri; Haryati, Tantina
Jurnal Akuntansi Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurakun.v12i1.2485

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya lingkungan, Corporate Social Responsibility (CSR), inovasi hijau, dan Enterprise Risk Management (ERM) terhadap nilai perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS 30 terhadap 38 perusahaan manufaktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. CSR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Inovasi hijau berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, ERM berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor masih memprioritaskan manajemen risiko dalam menilai perusahaan manufaktur Indonesia.Kata Kunci: Biaya Lingkungan; Corporate Social Responsibility; Inovasi Hijau; Enterprise Risk Management; Nilai PerusahaanABSTRACTThis study aims to analyze the effect of environmental costs, Corporate Social Responsibility (CSR), green innovation, and Enterprise Risk Management (ERM) on the firm value of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2021-2023. The research method uses a quantitative approach with multiple linear regression analysis using SPSS 30 on 38 manufacturing companies. The results show that environmental costs have no significant effect on firm value. CSR has a negative and significant effect on firm value. Green innovation has a negative and significant effect on firm value. Conversely, ERM has a positive and significant effect on firm value. These findings indicate that investors still prioritize risk management in valuing Indonesian manufacturing companies.Keywords: Enviromental Cost; Corporate Social Responsibility; Green Innovation; Enterprise Risk Management; Firm Value
FAKTOR-FAKTOR PENENTU TAX AVOIDANCE: STUDI PADA PERUSAHAAN TAMBANG INDONESIA 2019–2023 Salsabilla, Faizah Maulanda; Putri, Sofie Yunida
Jurnal Akuntansi Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurakun.v12i1.2437

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji peran transfer pricing, kepemilikan asing, income smoothing, dan thin capitalization dalam mempengaruhi tax avoidance. Penelitian ini berfokus pada perusahaan pertambangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada kurun waktu 2019 hingga 2023. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling, menghasilkan 21 perusahaan dengan observasi selama lima tahun. Regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM) merupakan teknik analisis data dalam penelitian ini. Hasil temuan menunjukkan bahwa strategi income smoothing dan thin capitalization berpengaruh terhadap tax avoidance, yang mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan dengan karakteristik tersebut cenderung lebih aktif dalam menghindari pajak. Sebaliknya, analisis tidak menunjukkan adanya pengaruh dari variabel transfer pricing dan kepemilikan asing. Temuan ini penting bagi perumusan kebijakan perpajakan yang lebih ketat, serta mendorong transparansi dan praktik tata kelola yang sehat demi menciptakan sistem perpajakan yang adil dan berkelanjutan.Kata kunci Transfer Pricing, Kepemilikan Asing, Income Smoothing, Thin Capitalization, Tax AvoidanceABSTRACTThis study examines the role of transfer pricing, foreign ownership, income smoothing, and thin capitalization in influencing tax avoidance. This research focuses on mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2019 to 2023. The sample selection used purposive sampling method, resulting in 21 companies with observations for five years. Panel data regression with the Random Effect Model (REM) approach is the data analysis technique in this study. The findings show that income smoothing and thin capitalization strategies affect tax avoidance, which indicates that companies with these characteristics tend to be more active in avoiding taxes. In contrast, the analysis does not show any effect of transfer pricing and foreign ownership variables. These findings are important for the formulation of stricter tax policies, as well as encouraging transparency and sound governance practices in order to create a fair and sustainable tax system.Keywords Transfer Pricing, Foreign Ownership, Income Smoothing, Thin Capitalization, Tax Avoidance
DETERMINASI JUMLAH PENGUSAHA KENA PAJAK DAN SELF ASSESSMENT SYSTEM TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN Rosada, Cherli Triwanti; Muslimin, Muslimin
Jurnal Akuntansi Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurakun.v12i1.2493

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di KPP Pratama Surabaya Rungkut periode 2020–2023 dipengaruhi oleh jumlah Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan penerapan self assessment system. Penelitian kuantitatif ini menggunakan data sekunder berupa laporan SPT Masa PPN, jumlah PKP, dan penerimaan PPN sebanyak 48 data yang dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis dengan IBM SPSS versi 30. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda, analisis deskriptif, serta uji asumsi klasik. Uji-t, uji-F, dan koefisien determinasi digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah PKP dan self assessment system tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan PPN.Kata Kunci: Penerimaan PPN, Jumlah PKP, self assessment systemABSTRACTThis study aims to determine whether the Value Added Tax (VAT) revenue at the Surabaya Rungkut Primary Tax Office during the 2020–2023 period is influenced by the number of Taxable Entrepreneurs (PKP) and the implementation of the self-assessment system. This quantitative research uses secondary data in the form of VAT return reports, the number of PKPs, and VAT revenue, totaling 48 data points collected through documentation and analyzed using IBM SPSS version 30. The analysis was conducted using multiple linear regression, descriptive analysis, and classical assumption tests. The t-test, F-test, and coefficient of determination were employed to test the hypotheses. The results indicate that the number of PKPs and the self-assessment system do not have a significant effect on VAT revenue.Keywords: VAT Revenue, Number of Taxable Person for VAT Purposes, self-assessment system
PENGARUH DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN, ENVIRONMENTAL UNCERTAINTY, DAN TAX RISK TERHADAP TAX AVOIDANCE Kineta, Aulya; Widodo, Condro
Jurnal Akuntansi Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurakun.v12i1.2454

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya kontribusi sektor perpajakan terhadap penerimaan negara menegaskan pentingnya pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan dan praktik penghindaran pajak pada perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dewan Komisaris Independen, Environmental Uncertainty, dan Tax Risk terhadap Tax Avoidance pada perusahaan sektor manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2021-2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling.  Sampel pada penelitian ini berjumlah 28 perusahaan dengan 84 data observasi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan software STATA 17. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dewan Komisaris Independen tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance. Environmental Uncertainty tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance. Tax Risk berpengaruh positif terhadap Tax Avoidance. Temuan ini memberikan arahan penting bagi manajemen perusahaan dan pembuat kebijakan, dengan menekankan perlunya meningkatkan kepatuhan perpajakan serta memperkuat perencanaan pajak untuk meminimalkan penghindaran pajak dan menjaga stabilitas penerimaan negara.Kata Kunci: ACGS, Dewan Komisaris Independen, Environmental Uncertainty, Tax Risk, Tax AvoidanceABSTRACTThe increasing contribution of the tax sector to state revenue underscores the importance of understanding the factors that influence compliance and tax avoidance practices in companies. This study aims to determine the effect of the Independent Board of Commissioners, Environmental Uncertainty, and Tax Risk on Tax Avoidance in manufacturing companies in the food and beverage subsector listed on the IDX for the period 2021-2023. This study uses a quantitative method with a purposive sampling technique. The sample in this study consists of 28 companies with 84 observation data points. This research uses panel data regression analysis with STATA 17 software. The results of this study indicate that the Independent Board of Commissioners does not affect on tax avoidance. Environmental Uncertainty does not affect on Tax Avoidance. Tax Risk has a positive effect on Tax Avoidance. These findings provide important guidance for company management and policymakers, emphasizing the need to enhance tax compliance and strengthen tax planning to minimize tax avoidance and maintain the stability of state revenue.Keywords: ACGS, Board of Commissioners, Environmental Uncertainty, Tax Risk, Tax Avoidance
PERAN GENDER DALAM MEMODERASI PENGARUH SELF BELIEF DAN CAREER RELATED SELF ESTEEM TERKAIT KARIER TERHADAP KEPUTUSAN KARIER MAHASISWA AKUNTANSI DI KALIMANTAN SELATAN Hamdani, Hamdani; Arifuddin, Arifuddin; Mediaty, Mediaty; Mutmainah, Mutmainah
Jurnal Akuntansi Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurakun.v12i1.2509

Abstract

ABSTRAK Fenomena rendahnya representasi perempuan di posisi strategis profesi akuntansi, meskipun partisipasi mereka dalam pendidikan tinggi mengalami peningkatan signifikan, menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh self-belief dan career-related self-esteem terhadap keputusan karier mahasiswa akuntansi di Kalimantan Selatan, serta memeriksa peran gender sebagai variabel moderasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif melalui survei terhadap 100 mahasiswa aktif program studi akuntansi di berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan, dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-belief dan career-related self-esteem memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan karier mahasiswa, dengan gender memoderasi hubungan tersebut. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa keputusan karier mahasiswa merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor psikologis dan sosial, sehingga menekankan perlunya penguatan atribut psikologis secara setara lintas gender dalam konteks pendidikan akuntansi.Kata kunci: Self-belief, Career-Related Self-Esteem, Gender, Keputusan Karier, Mahasiswa Akuntansi.ABSTRACTThe phenomenon of low representation of women in strategic positions within the accounting profession, despite increasing participation in higher education, serves as the backdrop for this study. This research aims to test the influence of self-belief and career-related self-esteem on accounting students' career decisions in South Kalimantan, along with examining gender as a moderating variable. A quantitative approach involving surveys of 100 active accounting students from various universities in South Kalimantan was adopted, employing purposive sampling techniques. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS). Findings indicate that self-belief and career-related self-esteem significantly impact students' career decisions, with gender moderating this relationship. The conclusion posits that students' career decisions arise from the intricate interplay of psychological and social factors, thereby emphasizing the need for equal enhancement of psychological attributes across genders in accounting education.Keywords: Self-belief, Career-Related Self-Esteem, Gender, Career Decision, Accounting Students.
PENGARUH KOMPETENSI, MORALITAS, RELIGIUSITAS DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD DALAM PENGELOLAAN DANA DESA Octaviyah, Dwi Nazilah; Munari, Munari
Jurnal Akuntansi Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurakun.v12i1.2412

Abstract

ABSTRAKHingga saat ini dana desa masih menjadi ladang bagi beberapa oknum untuk bertindak fraud. Selama tahun 2023 kasus korupsi tertinggi justru terjadi di sektor desa dengan total 187 kasus terungkap. Kajian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kompetensi, moralitas, religiusitas dan budaya organisasi terhadap pencegahan kecurangan (fraud) dalam pengelolaan dana desa. Adapun pendekatan yang dipilih dalam studi ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan data primer. Proses pengumpulan data melibatkan penyebaran kuesioner kepada 80 responden. Responden diantaranya terdapat kepala desa, sekretaris desa, kaur keuangan atau bendahara desa, dan ketua BPD dari 20 desa di Kecamatan Laren. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan cara datang secara door to door ke setiap kantor pemerintah desa. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS versi 30. Temuan dari uji F mengindikasikan bahwa seluruh variabel penelitian secara simultan mempengaruhi pencegahan kecurangan atau fraud. Temuan dari uji t mengindikasikan bahwa variable kompetensi dan religiusitas terbukti tidak mempengaruhi pencegahan kecurangan atau fraud. Sementara itu, variable moralitas dan budaya organisasi terbukti mempengaruhi pencegahan kecurangan atau fraud.Kata kunci: Budaya Organisasi, Dana Desa, Kompetensi, Moralitas, Pencegahan Fraud, ReligiusitasABSTRACTUntil now, village funds are still a field for some people to act fraud. During 2023 the highest corruption cases occurred in the village sector with a total of 187 cases revealed. This study was conducted to examine the effect of competence, morality, religiosity and organizational culture on fraud prevention in the management of village funds. The approach chosen in this study is a quantitative approach with primary data. The data collection process involved distributing questionnaires to 80 respondents. The respondents consisting of village heads, village secretaries, financial heads or village treasurers, and BPD chairmen from 20 villages in Laren sub-district. The questionnaires were distributed by going door to door to each village government office. The data that has been collected is then analyzed with multiple linear regression through the help of SPSS software version 30. Findings from the F test indicate that all research variables simultaneously affect fraud prevention. Findings from the t test indicate that the variables of competence and religiosity are proven not to affect fraud prevention. Meanwhile, the variables of morality and organizational culture are proven to affect the prevention of fraud or fraud.Keywords: Competence, Fraud Prevention, Morality, Organizational Culture, Religiosity, Village Funds
SEED-A MODEL: STUDI KRITIS ATAS DILEMA ETIS AKUNTAN Rilah, Fitri Nur; Suhartini, Dwi; Budiwitjaksono, Gideon Setyo
Jurnal Akuntansi Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurakun.v12i1.2463

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk merumuskan model pengambilan keputusan etis berbasis spiritualitas bagi akuntan dalam menghadapi dilema etis. Penelitian ini merefleksikan dimensi spiritualitas dalam pengambilan keputusan etis, sekaligus menyoroti keterbatasan pendekatan normatif dalam menyelesaikan persoalan etika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-kritis dalam bingkai paradigma kritis-postmodern. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan metode 5E (Engaging, Exploring, Explaining, Elaborating, Evaluating) pada 5 informan: satu akuntan intern, dua akuntan publik, satu akuntan pemerintah, dan satu akuntan pendidik. Analisis data dilakukan dengan 3 tahapan: 1) Data Condensation; 2) Data Display; dan 3) Drawing and Verifying Conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas dapat berperan sebagai kompas moral yang membimbing akuntan untuk mengambil keputusan yang tidak hanya sesuai dengan standar profesi, tetapi juga dengan nilai yang lebih dalam untuk kemaslahatan. Spirituality-based Evaluating Ethics & Decision-making for Accountants (SEED-A) Model sebagai temuan penelitian ini, yang dituangkan dalam kerangka konseptual dan siklus reflektif. Kerangka ini menggambarkan proses refleksi spiritual yang membentuk identitas moral akuntan dalam siklus pengambilan keputusan etis. SEED-A Model berimplikasi pada pendekatan etis berbasis spiritualitas yang memperkuat identitas moral akuntan dan mendorong praktik akuntansi yang lebih bermakna. Cakupan informan yang terbatas hanya pada profesi akuntan, menjadikan generalisasi temuan perlu dilakukan dengan hati-hati, dan diperlukan pengujian empiris lanjutan lintas profesi, lingkungan kerja, atau budaya organisasi.Kata kunci: Akuntan, Dilema Etis, Kritis, Pengambilan Keputusan, SpiritualitasABSTRACTThe purpose of this study is to formulate a spirituality-based ethical decision-making model for accountants in facing ethical dilemmas. This study reflects the dimensions of spirituality in ethical decision-making, while highlighting the limitations of the normative approach in solving ethical problems. This study uses a qualitative-critical approach within the frame of critical-postmodern paradigm. Data collection used in-depth interviews with the 5E method (Engaging, Exploring, Explaining, Elaborating, Evaluating) on 5 informants: one intern accountant, two public accountants, one government accountant, and one accounting educator. Data analysis was carried out in 3 stages: 1) Data Condensation; 2) Data Display; and 3) Drawing and Verifying Conclusion. The results of the study indicate that spirituality can act as a moral compass that guides accountants to make decisions that are not only in accordance with professional standards but also with deeper values for the benefit. The Spirituality-based Evaluating Ethics & Decision-making for Accountants (SEED-A) Model as the findings of this study, which are outlined in a conceptual framework and reflective cycle. This framework describes the process of spiritual reflection that shapes the accountant's moral identity in the ethical decision-making cycle. The SEED-A Model has implications for a spirituality-based ethical approach that strengthens the moral identity of accountants and encourages more meaningful accounting practices. The scope of informants is limited to the accounting profession, making generalization of findings need to be done with caution, and further empirical testing is needed across professions, work environments, or organizational cultures.Keywords: Accountant, Critical, Decision-making, Ethical Dilemma, Spirituality
PENDEKATAN KUALITATIF FENOMENOLOGIS TERHADAP KONSEP DAN PRAKTIK MUDHARABAH PADA BISNIS UMKM DI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS KHAIRUN Santoso, Septy Indra; Saleh, Erni; Mahmud, Asmilasari; Nur, Siti; Sastri, Elis; Sasmita, Sasmita; Safrudin, Titin; Slamet, Wardiani
Jurnal Akuntansi Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurakun.v12i1.2531

Abstract

ABSTRAKUsaha (mikro) kecil menengah di Indonesia merupakan bagian penting dari sistem perekonomian nasional karena berperan untuk mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonomi melalui misi penyediaan lapangan usaha dan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan akad mudharabah dalam perspektif usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mudharabah merupakan salah satu akad syariah yang bersifat profit-sharing antara pemilik modal (shahibul maal) dan pengelola usaha (mudharib). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif fenomenologis dengan studi kasus pada tiga informan pelaku UMKM yang bekerja sama dengan fakultas ekonomi dan bisnis universitas khairun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad mudharabah memiliki potensi besar dalam meningkatkan kapasitas usaha UMKM, namun masih terdapat kendala dalam implementasinya seperti kurangnya literasi keuangan syariah dan ketidakpastian dalam pembagian keuntungan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi dan literasi mudharabah bagi pelaku UMKM dan pembentukan sistem monitoring yang akuntabel.Kata Kunci: Mudharabah, UMKM, Fakultas Ekonomi dan BisnisABSTRACT Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia are a vital component of the national economic system, as they contribute significantly to promoting equitable economic growth through their role in creating business and employment opportunities and increasing community income. This study explores the application of the mudharabah contract from the perspective of MSMEs. Mudharabah is a Sharia-based financing contract that involves a profit-sharing agreement between the capital provider (shahibul maal) and the business manager (mudharib). The research method employed is a qualitative phenomenological approach, with a case study conducted on three MSME actors collaborating with the Faculty of Economics and Business, Khairun University. The findings reveal that mudharabah has great potential to enhance the business capacity of MSMEs. However, challenges remain in its implementation, including limited Islamic financial literacy and uncertainties in profit-sharing arrangements. This study recommends increasing mudharabah-related education and literacy for MSME actors and establishing an accountable monitoring system.Keywords: Mudharabah, MSMEs, Faculty of Economics and Business