cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stiem.ac.id
Editorial Address
Ruang P3M STIE Muhammadiyah Palopo, Jl. Jendral Sudirman Km3 Binturu
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Akuntansi STIE Muhammadiyah Palopo
ISSN : 23391502     EISSN : 27231070     DOI : https://doi.org/10.35906/jurakun
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi merupakan jurnal ilmiah enam bulanan yang memuat hasil-hasil penelitian bidang ilmu ekonomi akuntansi serta disiplin ilmu lainnya yang relevan dengan bidang ilmu eknomi dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
ANALISIS EFEKTIVITAS PENDETEKSIAN KECURANGAN MELALUI PENERAPAN AKUNTANSI FORENSIK, KOMPETENSI, DAN PENGALAMAN AUDITOR: SKEPTISISME PROFESIONAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI Pramesti, Sri Dilla; Sari, Rida Perwita
Jurnal Akuntansi Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurakun.v11i2.2395

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan akuntansi forensik, kompetensi, dan pengalaman auditor terhadap pendeteksian kecurangan dengan skeptisisme profesional sebagai variabel moderasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan analisis data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuisioner. Populasi penelitian mencakup 75 auditor fungsional di Inspektorat Provinsi Jawa Timur dan Inspektorat Kota Surabaya. Teknik pengambilan sampling menggunakan pendekatan probability sampling dengan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota. Jumlah responden ditentukan berdasarkan rumus slovin dengan presisi error 10% dan tingkat kepercayaan 90%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 43. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Structural Equation Model dengan bantuan software SmartPLS 4.0 untuk mengetahui hubungan kausal antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi forensik dan kompetensi berpengaruh terhadap pendeteksian kecurangan, sedangkan pengalaman tidak berpengaruh terhadap pendeteksian kecurangan. Selain itu, hasil penelitian membuktikan bahwa skeptisisme profesional tidak dapat memoderasi pengaruh akuntansi forensik, kompetensi, dan pengalaman auditor terhadap pendeteksian kecurangan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pengetahuan mengenai faktor-faktor yang dapat meningkatkan efektivitas auditor dalam melakukan pendeteksian kecurangan di sektor publik. Secara praktis, hasil ini menunjukkan pentingnya penerapan akuntansi forensik serta peningkatan kompetensi oleh auditor dalam melakukan pendeteksian kecurangan sebagai upaya untuk mengurangi perilaku kecurangan. Kata kunci: Akuntansi Forensik, Kompetensi, Pengalaman, Skeptisisme, Pendeteksian Kecurangan ABSTRACTThis study aims to examine the effectiveness of the application of forensic accounting, competence, and auditor experience on fraud detection with professional skepticism as a moderating variable. The approach used is quantitative by analyzing primary data obtained through distributing questionnaires. The research population included 75 functional auditors at the Inspectorate of East Java Province and the Inspectorate of Surabaya City. The sampling technique uses a probability sampling approach by giving equal opportunities to each member. The number of respondents was determined based on the Slovin formula with an error precision of 10% and a confidence level of 90%, so that a sample of 43 was obtained. The collected data were analyzed using the Structural Equation Model with the help of SmartPLS 4.0 software to determine the causal relationship between variables. The results showed that forensic accounting and competence have an effect on fraud detection, while experience has no effect on fraud detection. In addition, the results prove that professional skepticism cannot moderate the effect of forensic accounting, competence, and auditor experience on fraud detection. This research contributes to expanding knowledge about the factors that can increase the effectiveness of auditors in detecting fraud in the public sector. Practically, these results indicate the importance of implementing forensic accounting and increasing competence by auditors in conducting fraud detection as an effort to reduce fraudulent behavior.Keyword: Forensic Accounting, Competence, Experience, Scepticism, Fraud Detection 
MENINGKATKAN NILAI PERUSAHAAN DENGAN TRANSPARANSI: EFEKTIFKAH REGULASI OJK? Azka, Melati; Pambudi, Januar Eky; Febrianto, Hendra Galuh
Jurnal Akuntansi Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurakun.v11i2.2359

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transparansi perusahaan terhadap nilai perusahaan. Faktor-faktor yang turut dipertimbangkan meliputi biaya keagenan, kepemilikan manajerial, dan strategi perencanaan pajak. Biaya keagenan merupakan biaya yang timbul akibat perbedaan kepentingan antara manajemen dan pemilik perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pada perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019 hingga 2023. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dari total 125 perusahaan. Data diperoleh dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan situs resmi BEI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perusahaan dipengaruhi secara signifikan oleh biaya keagenan dan kepemilikan manajerial. Sebaliknya, strategi perencanaan pajak tidak memiliki pengaruh yang berarti. Tingkat transparansi perusahaan terbukti memperkuat hubungan antara biaya keagenan dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan. Namun, transparansi tidak memperkuat hubungan antara perencanaan pajak dan nilai perusahaan. Implikasi dari hasil ini menunjukkan pentingnya peningkatan transparansi, khususnya terkait biaya agensi, struktur kepemilikan manajerial, dan strategi pajak. Transparansi yang baik membantu membangun kepercayaan investor serta meningkatkan nilai perusahaan. Informasi keuangan yang jelas juga membantu investor dalam menilai kinerja dan meminimalkan risiko. Penelitian ini mengacu pada regulasi terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai transparansi perusahaan, yang lebih ketat dan efektif dibandingkan peraturan Bapepam sebelumnya. Regulasi ini diyakini mampu memperkuat tata kelola dan meningkatkan kepercayaan investor.Kata kunci: Biaya Agensi; Kepemilikan Manajerial; Nilai Perusahaan; Perencanaan Pajak.ABSTRACTThe research aims to analyze how corporate transparency affects the value of a company, considering factors such as agency costs, managerial ownership, and tax planning strategies used. This research applies a quantitative approach to companies in the Consumer Non-Cyclicals sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the period 2019 to 2023. The sample determination was carried out using a purposive sampling method from a total of 125 companies. The data processed came from annual reports, sustainability reports, and the official IDX website. This research indicates that the value of a business entity is crucially influenced by agency costs and management ownership, while tax planning strategies do not have a significant impact. The level of corporate transparency acts as a moderating variable that affects the relationship between agency costs and managerial ownership with company value, but does not affect the relationship between tax planning and company value. Companies need to increase transparency of agency costs, managerial ownership, and tax strategies to build investor trust and increase company value. Clear financial information helps investors assess performance and reduce risk. This study applies the latest regulation from OJK regarding corporate transparency, which replaces the Bapepam regulation in the previous study. This regulation is more relevant, strict, and has more effective supervision, so it can increase investor confidence and strengthen corporate governance.Keywords: Agency cost; managerial ownership, firm value, tax planning.