cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
GIZI INDONESIA
Published by DPP PERSAGI Jakarta
ISSN : 04360265     EISSN : 25285874     DOI : -
Core Subject : Health,
Gizi Indonesia (Journal of The Indonesian Nutrition Association) is an open access, peer-reviewed and inter-disciplinary journal managed by The Indonesia Nutrition Association (PERSAGI). Gizi Indonesia (Journal of The Indonesian Nutrition Association) has been accredited by Indonesian Institute of Sciences since 2004. Gizi Indonesia aims to disseminate the information about nutrition, therefore it is expected that it can improve insight and knowledge in nutrition to all communities and academics. Gizi Indonesia (Journal of The Indonesian Nutrition Association) offers a specific forum for advancing scientific and professional knowledge of the nutrition field among practitioners as well as academics in public health and researchers
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 35, No 2 (2012): September 2012" : 14 Documents clear
HUBUNGAN PENYAKIT MENULAR BERBASIS LINGKUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA Elsi, Elsa
GIZI INDONESIA Vol 35, No 2 (2012): September 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.473 KB)

Abstract

Penyakit menular berbasis lingkungan dapat menyebabkan kejadian gizi kurang dan gizi buruk. Penelitian lanjutan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyakit menular berbasis lingkungan dengan status gizi balita (0-59 bulan) dengan menggunakan data Riskesdas 2007.  Desain penelitian adalah crosssectional  yang  bersifat  deskriptif.  Populasi  penelitian  adalah  seluruh  balita  0-59  bulan  pada  Riskesdas 2007, sedangkan sampel adalah seluruh balita 0-59 bulan pada Riskesdas 2007  dengan ibu yang berusia 15-54 tahun. Kriteria inklusi  adalah seluruh rumah tangga Riskesdas 2007 yang mempunyai balita dengan variabel  yang  lengkap.  Data  yang  dikumpulkan  meliputi:  karakteristik  balita  (umur,  jenis  kelamin,  berat badan),  karakteristik  ibu  (umur,  pendidikan,  dan  pekerjaan),  penyakit  menular  berbasis  lingkungan (penyakit  filariasis,  demam  berdarah  dengue,  malaria,  infeksi  saluran  pernafasan  akut,  pneumonia, tuberkulosis paru, campak, tifoid, hepatitis, diare), dan lingkungan rumah tangga balita ( kualitas fisik air minum, kualitas tanah, dan pemeliharaan ternak). Hasil penelitian menunjukkan  bahwa risiko status gizi kurang dan status gizi buruk pada balita yang mengalami penyakit menular berbasis lingkungan dan ibu dengan pendidikan SD ke bawah lebih tinggi (OR=2,05) dibandingkan ibu dengan pendidikan perguruan tinggi (OR= 1,12). Sedangkan menurut tempat tinggal diketahui bahwa risiko status gizi kurang dan status gizi  buruk  pada  balita  yang  mengalami  penyakit  menular  berbasis  lingkungan  dan  bertempat  tinggal di perdesaan lebih tinggi (OR=1,25) dibandingkan balita yang tinggal di perkotaan (OR= 1,12).Kata kunci: penyakit menular, lingkungan, status gizi
EVALUASI SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN LUNAK DAN ANALISIS SISA MAKANAN LUNAK DI BEBERAPA RUMAH SAKIT DI DKI JAKARTA, TAHUN 2011 Anwar, Irfanny; Herianandita, Edith; Ruslita, Ida
GIZI INDONESIA Vol 35, No 2 (2012): September 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.357 KB)

Abstract

Pelayanan gizi merupakan salah satu fasilitas pelayanan di rumah sakit. Penyelenggaraan makanan lunak bertujuan  memberikan terapi diet yang sesuai dengan kondisi pasien untuk mempercepat penyembuhan. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari perencanaan menu hingga  evaluasi. Dalam upaya penyelenggaraan makanan lunak di beberapa rumah sakit masih dijumpai keluhan pasien tentang  makanan  yang  disajikan.  Tujuan  penelitian  adalah  mengevaluasi  sistem  penyelenggaraan makanan  lunak  dan  menganalisis  persepsi  responden  terhadap  makanan  lunak  serta  alasan menghabiskan atau tidak menghabiskan makanan. Penelitian ini merupakan penelitian crossectional yangdilakukan di RSUD Pasar Rebo, RS Islam Sukapura, RS Persahabatan Jakarta. Populasi merupakan pasien yang  mendapat  makanan  lunak.  Sedangkan  sampel  adalah  sebagian  populasi  yang  diambil  secara purposive  sejumlah  30  orang  di  setiap  rumah  sakit.  Hasil  penelitian  menunjukkan  sebagian  besarresponden  adalah  laki-laki,  usia  36-50  tahun,  lulusan  SMA,  tidak  bekerja,  jenis  diet  bervariasi,  tidak terganggu  nafsu  makan, mempunyai  pengetahuan  yang  cukup  tentang  makanan  lunak.  Sebagian  besar responden  tidak  menghabiskan  makanan  pokok,  lauk  nabati  dan  sayuran.  Rata -rata  responden menghabiskan lauk hewani, hidangan penutup, dan makanan selingan. Alasan terbanyak responden tidak menghabiskan makanan adalah porsi terlalu banyak, kenyang, malas makan,  tidak suka dan rasa kurang enak.  Alasan  terbanyak  responden  menghabiskan  makanan  adalah  lapar,  porsi  cukup,  rasa  enak,  dan ingin cepat sembuh. Responden yang menilai variasi menu, penampilan menu, dan paduan rasa makanan baik  rata-rata  30%.  Belum  semua  tahapan  dalam  sistem  penyelenggaraan  makanan  banyak  dilakukan dengan  baik.  Kesimpulan  penelitian  sebagian  besar  makanan  lunak  yang  disajikan  belum  dapat dihabiskan  responden  dan  sistem  penyelenggaraan  makanan  lunak  masih  perlu  perbaikan  pada  menu, standar resep,  besar porsi, alat saji, hygiene dan sanitasi.  Disarankan untuk melakukan  perbaikan menu makanan  lunak,  variasi  bahan  makanan,  besar  porsi,  perbaikan  alat  saji,  penampilan  pramusaji  dan konseling gizi.Kata kunci: evaluasi penyelenggaraan makanan lunak, analisis sisa makanan, rumah sakit
HUBUNGAN STATUS ANEMIA, PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN, PRAKTIK PERAWATAN KESEHATAN, DAN STIMULASI KOGNITIF DENGAN FUNGSI KOGNITIF ANAK SEKOLAH DASAR Puspaningtyas, Desty Ervira; Sudargo, Toto; Syamsiatun, Nurul Huda
GIZI INDONESIA Vol 35, No 2 (2012): September 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.06 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara status anemia, praktek pemberian makan pada anak, pemeliharaan kesehatan anak, dan stimulasi kognitif pada fungsi kognitif anak sekolah dasar umur  9-13  tahun  yang  tinggal di  Kabupaten  Imogiri  kota  Bantul,  Yogjakarta,  Sebanyak  120  anak  terplih secara  acak  sederhana,  tetapi  7  diantaranya  tidak  mengikuti  test  kognitif.  Status  anemia  ditentukan berdasarkan  konsentrasi  kadar  hemoglobin  secara  cyanmethemoglobin.  Data  tentang  kebiasaan pemberian  makan  anak,  praktik  pemeliharaan  kesehatan  dan  stimulasi  kognitif  anak  diambil  dengan pertanyaan  yang  diajukan  pada  orang  ibunya  melalui  kuesioner.  Fungsi  kognitif  diukur  dengan  metoda CFIT dan  hasil belajar  di sekolahnya, termasuk pada mata ajaran Bahasa Indonesia dan maematika. Uji Hubungan  2  variabel  menunjukkan  bahwa  terdapat  hubungan  yang  bermakna  antara  status  anemia dengan  angka  matematika  (p=0.005,  ρ  spearman  0.264),  praktek  pemberian  makan  pada  anak  dengan angka matematika (p=0.029, ρ spearman 0.206), dan stimulasi kognitif dengan angka matematika (p=0.027, ρ  spearman  0.208).  Dapat  disimpulkan  bahwa  dalam  penelitian  ini  status  anemia,  praktik  pemberian makanan  anak  dan  stimulasi  kogntif  pada  anak  mempunyai  hubungan  yang  bermakna  terhadap  fungsi kognitif anak, terutama pada angka pencapaian matematika. Kata kunci: status anemia, praktik pemberian makan pada anak, stimulasi kognitif, fungsi kognitif, anak sekolah dasar
HUBUNGAN POLA MINUM DAN JUMLAH KONSUMSI CAIRAN DARI MINUMAN TERHADAP STATUS DEHIDRASI SANTRIWATI USIA 16-18 TAHUN DI PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH JAKARTA SELATAN TAHUN 2012 ., Ratnasari; Soekatri, Moesijanti
GIZI INDONESIA Vol 35, No 2 (2012): September 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.405 KB)

Abstract

Cairan  adalah  apa  saja  yang  mengandung  air.  Cairan  bisa  didapat  dari  makanan  dan  minuman. Kehilangan  air  tubuh  manusia  apabila  tidak  diimbangi  dengan  pemasukan  cairan  yang  cukup  akan mengalami dehidrasi.  Dalam penelitian ini, cairan yang diteliti hanya yang berasal dari minuman. Tujuan dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  hubungan  pola  minum  (jenis,  frekwensi  dan  merek),  serta jumlah  yang  dikonsumsi  dari  minuman  saja,  terhadap  status  dehi drasi  santriwati  di  Pondok  Pesantren Darunnajah Jakarta Selatan.  Penelitian ini  adalah  cross-sectional. Populasinya  adalah santriwati berusia 16-18 tahun yang tinggal di asrama Pondok Pesantren Darunnajah. Sampel adalah seluruh santriwati yang memenuhi  kriteria,  jumlahnya  35  santriwati.  Data  yang  dikumpulkan  meliputi  nama   dan  usia,  pola konsumsi  minuman,  serta  jumlah  cairan  yang  diminum  melalui  wawancara  menggunakan  kuesioner. Untuk data status dehidrasi diperoleh melalui  pengujian urin  menggunakan  indikator  Urinalysis Reagen Strips. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil sampel mengalami dehidrasi (17,1%) walaupun mereka  telah  mengonsumsi  sampai  7  jenis  minuman  (31,6%).  Hasil  analisis  cenderung  menunjukkan adanya  hubungan  pola  dan  jumlah  konsumsi  cairan  dari  minuman  masing  masing  terhadap  status dehidrasi. Kata kunci: pola konsumsi cairan, jumlah konsumsi cairan, status dehidrasi

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 46 No 2 (2023): September 2023 Vol 46, No 1 (2023): Maret 2023 Vol 45, No 2 (2022): September 2022 Vol 45, No 1 (2022): Maret 2022 Vol 44, No 2 (2021): September 2021 Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 43, No 2 (2020): September 2020 Vol 43, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 42, No 2 (2019): September 2019 Vol 42, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 41, No 2 (2018): September 2018 Vol 41, No 2 (2018): September 2018 Vol 41, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 41, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 40, No 2 (2017): September 2017 Vol 40, No 2 (2017): September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 40, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 39, No 2 (2016): September 2016 Vol 39, No 2 (2016): September 2016 Vol 39, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 39, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 38, No 2 (2015): September 2015 Vol 38, No 2 (2015): September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 37, No 2 (2014): September 2014 Vol 37, No 2 (2014): September 2014 Vol 37, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 37, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 36, No 2 (2013): September 2013 Vol 36, No 2 (2013): September 2013 Vol 36, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 35, No 2 (2012): September 2012 Vol 35, No 2 (2012): September 2012 Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 34, No 2 (2011): September 2011 Vol 34, No 2 (2011): September 2011 Vol 34, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 34, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 33, No 2 (2010): September 2010 Vol 33, No 2 (2010): September 2010 Vol 33, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 33, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 32, No 2 (2009): September 2009 Vol 32, No 2 (2009): September 2009 Vol 32, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 32, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 31, No 2 (2008): September 2008 Vol 31, No 2 (2008): September 2008 Vol 31, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 31, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 30, No 2 (2007): September 2007 Vol 30, No 2 (2007): September 2007 Vol 30, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 30, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 29, No 2 (2006): September 2006 Vol 29, No 2 (2006): September 2006 Vol 29, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 29, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 28, No 2 (2005): September 2005 Vol 28, No 2 (2005): September 2005 Vol 28, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 28, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 27, No 2 (2004): September 2004 Vol 27, No 2 (2004): September 2004 More Issue